Ketua PC PGRI Panumbangan, Guru Tulang Punggung Kemajuan Pendidikan Dengan Jasa Tak Terukur

Sarif Hidayat
PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Memasuki bulan Mei bangsa Indonesia, kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional. Sebuah momen istimewa untuk meninjau kembali makna pendidikan dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi peran besar para pendidik, termasuk tenaga guru honorer yang menjadi pilar utama berjalannya kegiatan belajar mengajar di setiap sekolah. 

Demikian Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Sarif Hidayat, saat ditemui Pangandaran News di ruang kerjanya. (09/05/2026)

Sarif menyampaikan, doa tulus dan harapan besar bagi seluruh peserta didik di wilayahnya maupun seluruh Indonesia. 

Di Hari Pendidikan Nasional ini, Sarif berharap seluruh siswa dan siswi tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab serta memiliki sopan santun yang luhur. 

"Perlu kita sadari, pendidikan bukan sekadar kegiatan memberi pelajaran atau mentransfer materi, melainkan tugas mulia untuk membentuk jati diri dan masa depan anak bangsa,” tegasnya.

Ia pun menyoroti peran krusial para guru, terutama tenaga pendidik honorer yang selama ini berdedikasi dan mengabdi dengan tulus. Meski kerap berjuang di tengah keterbatasan fasilitas sekolah maupun kesejahteraan yang belum sepenuhnya terjamin. Namun tanpa kehadiran para rekan-rekan guru honorer yang tetap setia dan ikhlas mengabdi, sudah pasti sekolah-sekolah akan kekurangan tenaga pengajar dan kegiatan belajar mengajar akan terganggu. 

Mereka merupakan tenaga yang jasa-jasanya tak terukur dengan angka atau materi, namun peranannya sangat besar dan nyata dalam mencetak kecerdasan serta membentuk karakter anak didik. 

"Kalau tidak ada guru, dimana kita bisa mendapatkan ilmu dan bisakah proses pembelajaran itu berlangsung?,” ungkapnya.

Menurutnya, guru adalah ujung tombak sekaligus tulang punggung dunia pendidikan. Dan sekolah pun dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai berkat kesabaran, ketulusan, serta semangat juang para pendidik yang terus berdedikasi meski bekerja dalam berbagai keterbatasan. 

Oleh karena itu ia juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah, hingga pemangku kebijakan untuk lebih peduli, menghargai, dan serius memperhatikan nasib serta kesejahteraan para guru khususnya tenaga honorer yang menjadi garda terdepan di lapangan.

Tetaplah semangat mengabdi wahai para pendidik, karena pengorbanan dan ketulusan yang kalian berikan adalah bekal emas yang sangat berharga bagi masa depan negeri ini.

"Dan ingatlah, tanpa guru tidak akan ada kecerdasan, kemajuan, dan tidak akan lahir generasi yang berakhlak mulia,” kata Sarif.

Ia jiga kembali mengingatkan bahwa bulan Mei adalah bulan peringatan pendidikan nasional, waktu yang paling tepat untuk merenung dan menghargai segala jasa besar para pendidik.

Sarif menyampaikan selamat Hari Pendidikan Nasional, guru adalah cahaya yang senantiasa menerangi jalan masa depan bangsa.

"Jasa mereka takkan pernah terbalas sepenuhnya, namun akan terus hidup dan terpatri dalam setiap kesuksesan anak didik serta kemajuan bangsa ini,” tutup Sarif. (@nwarwaluyo)

Kepala Bapenda Pangandaran Optimis, Target PBB Tahun 2026 Bisa Tercapai

Sarlan
PANGANDARANNEWS.COM – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, menyebut capaian pajak bumi bangunan (PPB) untuk tahun 2026 terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya. 

Menurut Sarlan, terhitung bulan Januari hingga Mei 2026, sudah mencapai Rp 2 miliar.

Seperti diketahu, capaian di tahun lalu pada bulan yang sama hanya mencapai Rp 500 juta. 

""Pening­katan ini tidak lepas dari per­ubahan pola penarikan PBB yang kini dilakukan oleh kolektor di 93 desa se-Kabupaten Pangandaran," terang Sarlan.(07/05/2026)

Pada tahun 2025 lalu, diakui Sarlan, belum maksimal. Mungkin karena masa transisi penarikan yang sebelumnya dilakukan pihak desa, dan saat ini ditarik oleh kolektor PBB yang ada di setiap desa.

Ia mengatakan, untuk tahun 2026 ini Bapenda menargetkan pendapatan PBB sebesar Rp 23 miliar. Dan jika melihat dari progres yang ada, ia optimistis target pun akan tercapai. 

”Mungkin hanya pencapaiannya ada yang cepat dan ada yang lambat di tiap-tiap wilayahh, tapi saya harap hingga bulan September target untuk PBB bisa tercapai,” tegasnya. 

Karena dinilai saat ini kondisi ekonomi masyarakat masih menjadi kendala dalam pembayaran pajak, ia pun memerintahkan petugas di lapangan agar lebih aktif berkomunikasi baik dengan pemerintah desa maupun wajib pajak. 

Ia juga selalu menyampaikan kepada petugas di lapangan agar bisa berkomunikasi dengan pihak desa dan wajib pajak untuk melihat kondisinya secara langsung, sehingga PBB pun bisa dibayar dengan cara yang baik.

Karena selain faktor ekonomi, menurutnya, kendala administrasi juga masih ditemukan di lapangan. Seperti perbedaan nama dan alamat wajib pajak pada dokumen surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT), terutama bagi wajib pajak yang berada di luar daerah. 

”Kami bersyukur karena sudah memiliki petugas yang bisa berkomunikasi dengan wajib pajak yang berada di luar daerah, dan mereka bayar pajaknya melalui transfer,” imbuhnya. (hiek)




 


Waspadai DBD, RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Masyarakat Jangan Terlambat Berobat

PANGANDARANNEWS.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini masih menjadi penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama saat musim penghujan dan perubahan cuaca ekstrem.

Seperti disampaikan dokter umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Clarissa Verina Setiawan, masyarakat agar tidak mengabaikan gejala demam yang disertai tanda-tanda tertentu karena dapat menjadi indikasi DBD.

Ia juga mengingatkan, masyarakat tidak mengabaikan gejala demam yang disertai tanda-tanda tertentu karena dapat menjadi indikasi DBD.

"Salah satu tanda awal yang sering muncul adalah demam tinggi mendadak yang berlangsung selama beberapa hari," terangnya.(07/05/2026)

Selain itu, imbuhnya, DBD biasanya juga diawali demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, lemas, dan kadang muncul bintik merah di kulit.

Namun, menurutnya, masyarakat juga perlu mengenali tanda bahaya DBD yang menunjukkan kondisi pasien mulai memburuk dan membutuhkan penanganan medis segera.

Ia mengatakan, beberapa tanda bahaya tersebut di antaranya nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, mimisan atau gusi berdarah, tubuh sangat lemas, tangan dan kaki dingin, serta penurunan kesadaran.

"Kadang saat demam mulai turun justru pasien memasuki fase kritis, ini yang sering disalahartikan sudah sembuh," ungkapnya.

Ia menyebut, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius akibat kebocoran plasma darah hingga syok dengue. Oleh arena itu masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, terutama jika disertai tanda bahaya.

Selain pengobatan, Clarissa juga menghimbau, salah satu langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Diantaranya masyarakat rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Karena lingkungan yang bersih menjadi kunci utama dalam langkah pencegahan DBD," tegasnya. (hiek)


Targetkan Predikat WBK-WBBM, RSUD Pandega Pangandaran Perketat Pengawasan

PANGANDARANNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran mempertegas komitmennya dalam menghapus praktik pungutan liar (pungli) dan percaloan di lingkungan rumah sakit, langkah ini merupakan bagian dari upaya akselerasi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dalam pernyataan resminya yang diunggah melalui kanal media sosia ini manajemen RSUD Pandega menegaskan, transparansi dan profesionalisme menjadi pilar utama dalam transformasi pelayanan kesehatan di Pangandaran. 

Artinya, slogan “Tanpa Pungli, Tanpa Calo, Tanpa Korupsi” kini tidak sekadar menjadi hiasan dinding melainkan target operasional yang ketat.

Praktik percaloan di fasilitas kesehatan seringkali menjadi keluhan klasik masyarakat, mulai dari pengurusan antrean hingga administrasi kamar. 

Menanggapi hal tersebut, RSUD Pandega mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan.

”Jika memang sitemukan ada pelanggaran jangan ragu untuk melapor, identitas anda dijamin aman dan dilindungi,” tulis manajemen RSUD Pandega dalam keterangan resminya.(07/05/2026)

Sementara menurut beberapa kalangan, langkah ini dinilai strategis mengingat status RSUD sebagai garda terdepan pelayanan publik di Kabupaten Pangandaran. 

Saat ini keterbukaan terhadap aduan masyarakat dianggap sebagai mekanisme check and balances yang efektif untuk mendeteksi penyimpangan sejak dini.

Pembangunan Zona Integritas (ZI) merupakan roadmap dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), dan dengan membidik predikat WBK dan WBBM, RSUD Pandega diwajibkan melakukan penataan terhadap enam area perubahan. Termasuk manajemen perubahan, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Integritas yang dibangun tidak hanya menyasar pada aspek keuangan, tetapi juga pada perilaku aparatur dalam melayani pasien secara setara tanpa diskriminasi. 

Dan tentunya, upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan daerah. 

Dari management RSUD Pandega menghimbau bagi masyarakat yang ingin memberikan laporan atau membutuhkan informasi lebih lanjut terkait layanan kesehatan yang bersih, RSUD Pandega telah menyediakan kanal komunikasi melalui WhatsApp Humas di nomor 0821-2005-6071 atau melalui pusat informasi di (0265) 7503044.***


Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan, Dewas BPJS Kesehatan Kunjungi RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran, beberapa hari lalu menerima kunjungan Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan. (06/05/2026).

Kunjungan ini, tentunya menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan mutu layanan bagi masyarakat.

Kehadiran Dewan Pengawas BPJS Kesehatan pun disambut jajaran manajemen RSUD Pandega Pangandaran, dan menjadi momentum penting untuk membangun koordinasi yang lebih erat dalam mendukung pelayanan kesehatan yang optimal, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Dalam kunjungan Dewan Pengawas BPJS berbagai aspek pelayanan kesehatan menjadi perhatian, mulai dari kualitas layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sistem administrasi pelayanan, hingga upaya peningkatan kepuasan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan daerah.

Dan kunjungan ini juga, sekaligus menjadi ruang evaluasi konstruktif antara pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.

Menurut salah seorang dari manajemen RSUD Pandega Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun sistem pelayanan yang semakin modern dan responsif terhadap kebutuhan pasien.

“Kami selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Pangandaran, imbuhnya, RSUD Pandega tentu memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya peserta BPJS Kesehatan yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Karena itu, sinergi antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan menjadi faktor penting dalam menciptakan pelayanan yang efektif, cepat, serta mudah diakses masyarakat.

Ia mengatakan, selain memperkuat koordinasi dalam kunjungan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan yang lebih humanis dan transparan. 

"Fokus pelayanan tidak hanya pada aspek medis semata, tetapi juga kenyamanan dan kepuasan pasien selama menjalani proses pengobatan," jelasnya.

Di tengah tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, ia menyebut, RSUD Pandega Pangandaran terus melakukan berbagai pembenahan, termasuk penguatan digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, hingga pembangunan budaya kerja yang profesional dan berintegritas.

Dan upaya ini, menurutnya, sejalan dengan komitmen rumah sakit dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional agar masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi.

Melalui kunjungan ini, pihaknya juga berharap hubungan kerja sama antara BPJS Kesehatan dan RSUD Pandega Pangandaran semakin solid dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Pangandaran dan sekitarnya.

"Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BPJS Kesehatan, dan fasilitas layanan kesehatan, RSUD Pandega optimistis mampu terus berkembang menjadi rumah sakit yang profesional, terpercaya, serta menjadi kebanggaan masyarakat Pangandaran," pungkasnya. (hiek)


Hadirkan Pelayanan Kerohanian Bagi Pasien, RSUD Pandega Pangandaran dan Kemenag Teken Kerja Sama

poto ilustrasi

PANGANDARANNEWS.COM
- Bertempat di kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, beberapa hari lalu RSUD Pandega dan Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran menandatangani perjanjian kerja sama tentang pelayanan kerohanian bagi pasien.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, H. Yayan Herdiana, M.Ag dan Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M.

Kepada awak media, Titi Mengatakan, kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat layanan kesehatan yang menyentuh aspek spiritual pasien melalui pendampingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

"Kami berharap kerjasama ini mampu memberikan ketenangan batin, motivasi, serta penguatan mental bagi pasien dan keluarga selama menjalani proses perawatan," ungkap Titi.(05/05/22026)

Sementara Kepala Kantor Kemenag Pangandaran, H. Yayan Herdiana, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik tetapi juga membutuhkan dukungan spiritual yang memadai.

"Karena selain membutuhkan obat, pasien pun tentu memerlukan dorongan secara spiritual," kata Yayan. (hiek)




 


Pastikan Target Tahunan Tercapai, Bapenda Pangandaran Evaluasi Kinerja Bidang PBB-P2 Tahun 2026

PANGANDARANNEWS.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran saat ini tengah menggencarkan berbagai strategi untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), fokus utama mencakup digitalisasi sistem, pemutakhiran data objek pajak, serta pengetatan pengawasan di lapangan. 

Seperti disampaikan Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, langkah-langkah strategis yang dijalankan oleh Bapenda Pangandaran, salah satunya Digitalisasi Pajak Daerah. 

Menurut Sarlan, Bapenda mendorong penggunaan aplikasi Sipadaran untuk mempermudah wajib pajak dalam pelaporan dan pembayaran secara digital. Implementasi sistem digital ini juga bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak daerah.

Sementara untuk evaluasi Kinerja PBB-P2, jelas Sarlan, pihaknya melakukan evaluasi berkala terhadap capaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk memastikan target tahunan tercapai tepat waktu.

Saat memimpin rapat evaluasi yang diikuti jajaran pegawai serta petugas terkait, Sarlan juga mengatakan, evaluasi ini digelar sebagai langkah strategis untuk mengukur capaian target pendapatan daerah dari sektor PBB-P2 dan sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang masih terjadi di lapangan.

Ia juga menegaskan terkait pentingnya peningkatan kinerja seluruh jajaran, agar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat tercapai secara maksimal.

"Sektor PBB-P2 menjadi salah satu tulang punggung pemasukan daerah yang harus terus dioptimalkan, terutama dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Pangandaran," tegasnya.(06/05/2026)

Evaluasi ini penting, karena menurutnya, untuk melihat sejauh mana progres yang sudah dicapai yang sekaligus menjadi bahan perbaikan agar kedepan lebih maksimal. 

"Kita ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik!dan target PAD pun dapat tercapai,” ucapnya.

Kepada jajarannya, ia juga menekankan perlunya sinergi antara petugas lapangan, pemerintah desa dan masyarakat sebagai wajib pajak, sehingga proses penagihan dan pembayaran pajak dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Langkah ini menjadi sebuah bentuk komitmen Pemkab Pangandaran dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, transparan yang berorientasi pada pelayanan publik,” imbhnya.

Selain membahas capaian realisasi pajak, dalam forum evaluasi kinerja bidang PBB-P2 ini juga menyoroti berbagai persoalan. Seperti tunggakan pajak, validasi data objek pajak, hingga upaya digitalisasi sistem pelayanan perpajakan yang lebih efektif dan transparan.

Dan dengan adanya evaluasi rutin ini, Sarlan berharap seluruh potensi pajak daerah dapat tergali secara optimal. 

"Sehingga yang pada ujungnya akan mampu meningkatkan pendapatan daerah dan mempercepat pembangunan di berbagai sektor,” ujar Sarlan.(hiek)





Ada Penyesuaian Dibanding Tahun Lalu, 217 Jemaah Haji Pangandaran Berangkat Tahun Ini

PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran memastikan kesiapan pemberangkatan Jemaah Haji Kabupaten Pangandaran 1447 Hijriah/2026 berjalan lancar, mulai dari proses keberangkatan hingga pelayanan kesehatan bagi para jemaah. 

Menurut rencana, 217 calon jemaah haji asal Pangandaran akan diberangkatkan melalui Embarkasi Kertajati Majalengka. Dengan titik awal di Asrama Haji Indramayu sebelum menuju Bandara Kertajati, seluruh proses pemberangkatan diharapkan berjalan tertib dengan pengaturan rombongan yang terkoordinasi. 

Demikian disampaikan Kasi Haji dan Umroh Kementrian Agama Kabupaten Pangandaran, Imam Mustofa, kesiapan teknis dan alur keberangkatan dan pendampingan jemaah telah dipersiapkan secara matang. 

"Kami berharap seluruh rangkaian pemberangkatan dapat berlangsung lancar tanpa hambatan," ungkapnya.(06/05/2026).

Sementara dari sisi kesehatan, kata Imam, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangandaran juga telah melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi para jemaah. Pemeriksaan kesehatan dilakukan sejak jauh hari, bahkan sejak jemaah dinyatakan masuk dalam daftar keberangkatan. 

Imam mengatakan, proses pelepasan pemberangkatan Jemaah Haji Kabupaten Pangandaran 1447 H/2026 secara resmi dilepas oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami pada hari Rabu, 6 Mei 2026 sore.

Ima mengaku bersyukur karena masalah kesehatan, teman-teman dari Dinkes sudah memantau sejak lama. 

"Semua jemaah terus dipantau agar dalam kondisi siap berangkat,” ucapnya. 

Sementara Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dalam sambutannya mengingatkan, ibadah haji merupakan panggilan dari Allah SWT yang tidak semua orang dapatkan meskipun secara finansial memungkinkan. 

Menurut bupati, seperti saat pandemi Covid 19 pada tahun 2020 hingga 2021 yang menyebabkan tidak adanya pemberangkatan haji. Dan kondisi tersebut menjadi pengingat, ternyata kesempatan melaksanakan ibadah haji sepenuhnya merupakan kehendak Tuhan. 

“Artinya, ibadah haji ini memang panggilan, namun tidak semua yang mampu bisa berangkat dan tidak semua yang belum berangkat berarti tidak mampu,” tegasnya. 

Pada tahun ini, kata bupati, kuota jemaah haji Pangandaran berjumlah 217 jemaah. Sementara pada tahun sebelumnya ada 440 orang, ini menurun lantaran ada penyesuaian kuota secara nasional yang membuat jumlah jemaah mengalami perubahan. 

Bupati mengajak seluruh jemaah untuk bersyukur karena telah mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci, hari ini semua sudah dipanggil untuk melaksanakan ibadah haji.

Ia juga menghimbau agar jemaah tidak ragu bertanya kepada petugas apa bila ada kendala, dan yang tak kalah penting untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji yang cukup menguras tenaga. 

 “Ibu-ibu, Bapak-bapak, jaga kesehatan, karena ibadah haji itu perlu fisik yang kuat," imbuh bupati.

Bupati juga tidak lupa bepesan kepada para petugas haji agar bisa memberikan pelayanan dan pendampingan maksimal selama di Tanah Suci.

Tidak lupa dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak terkait yang telah bekerja keras mempersiapkan proses pemberangkatan haji, mulai dari tahap awal hingga menjelang keberangkatan. 

"Atas nama pemerintah daerah saya berharap, seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat serta meraih predikat haji yang mabrur," pungkasnya. (hiek)

Persiapkan Maju Ke Tingkat Kabupaten, Pendidikan Komisariat 1 Ciamis Gelar O2SN dan Pentas PAI Secara Bersamaan

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Lingkungan Pendidikan wilayah Komisariat 01 Kabupaten Ciamis kembali menggelar dua ajang secara bersamaan, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dilaksanakan selama dua hari.(5-6/05/2026)

Kepada Pangandarannews, Ketua komisariat I, H. Edi Supriyadi, S.Pd., M.Pd, menyampaikan, melalui O2SN para siswa diharapkan dapat mengembangkan bakat olahraga, menjaga kesehatan jasmani, serta menumbuhkan semangat sportivitas. 

"Sementara melalui Pentas PAI, siswa dapat menampilkan kemampuan dan pemahaman mereka dalam bidang keagamaan," terang Edi.(05/05/2026)

Edi mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempersiapkan siswa yang punya potensi baik di bidang olahraga, seni maupun agama, untuk bisa bersaing di tingkat kabupaten.

"Semoga pasca mengikuti lomba-lomba ini bisa melahirkan generasi yang lebih kompeten, berprestasi, dan tentu saja punya karakter yang mulia," ujarnya.

Edi juga menekankan terkait pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kesehatan fisik, dan kekuatan spiritual.

Dan melalui O2SN ini diharapkan mampu membentuk fisik yang sehat dan mental yang kuat. Sedangkan melalui Pentas PAI, para siswa ditanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia Sehingga tercipta generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga sehat jasmani dan kuat rohaninya.

"Kegiatan ini juga menjadi wadah yang sangat baik bagi siswa untuk berkompetisi secara sehat dan menampilkan kemampuan terbaik mereka di berbagai bidang," ucapnya.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 4,2, Selasa Dini Hari Guncang Pangandaran Jawa Barat

PANGANDARANNEWS.COM - Guncangan gempa bumi tektonik M 4,2 yang terjadi Hari Selasa, 05 Mei 2026 pukul 05:14:40 WIB, dirasakan masyarakat Pangandaran dan sekitarnya.

Seperti disampaikan di kanal resmi BMKG Bandung, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,2. 

Sementara untuk episenter gempabumi terletak pada koordinat 8.1 LS dan 107.87 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 81 km Barat Daya Kabupaten   Pangandaran, Jabar pada kedalaman 21 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas aktif bawah laut.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Kecamatan Cipatujah Tasikmalaya, Kecamatan Langkaplancar Pangandaran, Kecamatan Pangandaran Pangandaran dengan Skala Intensitas ll MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), wilayah Kota Tasikmalaya Kecamatan Puspahiang Tasikmalaya, Kota Banjar, Kecamatan Cikoneng Ciamis dengan Skala Intensitas II - I| MMI dan getaran dirasakan nyata dalam rumah. 

Terasa getaran (seakan-akan ada truk berlalu), namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

Hingga pukul 05.37 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.***


Meliani Siswi SMPN 1 Pangandaran, Berhasil Sabet Juara 1 Pasanggiri Jaipong Tingkat Jabar

Meliani Cahyaningrum
PANGANDARANNNEWS.COM – Sebuah prestasi membanggakan, kembali ditorehkan pelajar asal Kabupaten Pangandaran. 

Meliani Cahyaningrum (13), siswi SMP Negeri 1 Pangandaran, berhasil meraih juara pertama dalam ajang Pasanggiri Jaipong Tunggal Mojang–Jajaka tingkat Jawa Barat periode 2025–2026.

Meliani yang akrab disapa Memey, berhasil tampil memukau para juri dan penonton serta berhasil mengungguli puluhan peserta lainnya dari berbagai daerah dalam kategori SLTP dalam kompetisi yang digelar di Aula Widya Aryasatya, Desa Pananjung Pangandaran.(02/05/26)

Seperti diketahui, kompetisi tersebut yangbdiikuti sekitar 40 peserta dari tingkat SD, SMP, hingga SMA yang berasal dari wilayah Pangandaran, Ciamis, dan Banjar, sebelumnya telah melalui tahap audisi ketat sebelum tampil di babak penentuan juara.

Memey sendiri merupakan salah satu penari binaan Sanggar Putra Rengganis yang selama ini dikenal aktif membina generasi muda dalam seni tari tradisional. 

Sejak usia dini, tepatnya saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak, Memey sudah mulai menekuni dunia tari hingga kini duduk di kelas 1 SMP.

Dan ketekunan Memey selama bertahun-tahun, ia pun sudah membuahkan hasil dengan mengoleksi puluhan piala dan piagam penghargaan dari berbagai lomba tari tradisional di tingkat daerah maupun regional.

Namun kepada Pangandaran News, Memey mengaku tidak menyangka bisa keluar sebagai juara pertama dalam ajang bergengsi tersebut. Karena dalam lomba kaligrafi ini, ia harus bersaing dengan para peserta dari luar daerah yang sebelumnya pernah mengalahkannya dalam kompetisi serupa.

Memey mengaku, pada awalnya tidak menyangka bisa juara satu. 

"Dulu saya pernah kalah dari peserta asal Ciamis dan Banjar yang di audisi kali ini mereka juga menjadi saingan saya,” terangnya. (04/05/26) 

Ia pun memohon doa dan dukungan dari masyarakat Pangandaran agar dapat kembali meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi, semoga bisa memberikan hasil terbaik di tingkat provinsi nanti.

Ditemui terpisah, ppimpinan Sanggar Putra Rengganis, Iis Rahmini Juni Anita, mengungkapkan rasa bangga atas capaian anak didiknya ini.

Ia menuturkan, seluruh anggota sanggar merupakan putra-putri asli daerah yang memiliki potensi besar di bidang seni tari.

Ia juga mengaku bersyukur, karena anak-anak asuhannya sering tampil di berbagai kejuaraan maupun kegiatan pemerintah di sejumlah daerah.

Walau keterbatasan fasilitas, seperti belum memiliki tempat latihan tetap dan masih memanfaatkan ruang publik seperti panggung seni, taman literasi, hingga area rumah makan. Namun hal ini, ternyata tidak menyurutkan semangat para penari muda untuk terus berkarya dan melestarikan budaya.

“Semangat mereka luar biasa, dan apa yang diraih Memey hari ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” ucapnya, penuh percaya diri.(hiek)


Warga Digegerkan, Penemuan Jasad Pelajar di Sungai Green Canyon Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Sejumlah warga digegerkan dengan penemuan jenazah pelajar asal Pangandaran, Faiz Nawawi (14) merupakan seorang remaja yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP, mengambang di aliran sungai Green Canyon, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang. Jasad korban yang tadinya disangka sebuah boneka, ditemukan pertama kali dalam posisi mengambang tengkurap.

Plt Kapolsek Cijulang Ipda Ozi Fauzi membenarkan kejadian tersebut terkait penemuan jasad yang terjadi pada Minggu (3/5/2026) sore kemarin.

"Benar, kemarin ada penemuan mayat seorang pelajar SMP, tepatnya ditemukan di Dusun Cidahu, Desa Batukaras," ucap Ozi kepada awak media. (04/05/26).

Ozi menjelaskan, saat ditemukan pertama kali korban memang sudah dalam kondisi tengkurap dengan mengenakan kaus putih dan celana pendek.

Korban diketahui bernama Faiz Nawawi (14), warga Dusun Cidahu, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. 

Dan berdasarkan keterangan saksi di lokasi, ungkap Ozi, peristiwa bermula saat tiga warga,  Saripudin, Dodi Supandi, dan Amas Agustia Permana.selesai menjemput peserta body rafting di obyek wisata Green Canyon. Namun saat hendak menepi, Saripudin melihat benda mencurigakan mengapung di sungai.

"Awalnya benda tersebut dikira boneka, namun setelah diperiksa lebih dekat menggunakan galah kayu ternyata benda itu dipastikan merupakan mayat laki-laki," terangnya.

Mereka bertiga pun segera mengevakuasi korban ke pinggir sungai agar tidak hanyut, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cijulang dan puskesmas setempat.

Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Cijulang bersama Tim Inafis Polres Pangandaran dan tenaga medis pun langsung mendatangi lokasi untuk pemeriksaan awal. 

Dan usai olah TKP, korban lalu dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran untuk penanganan lebih lanjut.

Proses olah TKP tersebut dihadiri Plt Kapolsek Cijulang Ipda Oji Fauzi, beserta anggota, personel Samapta Polres Pangandaran, Kanit Pidum, Tim Inafis, tenaga medis Puskesmas Cijulang serta pihak keluarga korban.

Ozi mengaku, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. 

"Kami menghimbau pada masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di kawasan wisata air, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan hal-hal mencurigakan," tegasnya.(hiek)




 


Ikut Meriahkan Hari Jadi ke-44, Ribuan Warga Desa Cimanuk-Cikalong Ikuti Jalan Santai

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dengan wajah gembira dan penuh semangat, ribuan warga Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, mendatangi halaman kantor desa untuk mengikuti jalan santai dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi Desa yang ke-44 tahun.

Kegiatan yang ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Cimanuk, Bapak Anhar, didampingi oleh para tokoh masyarakat dan perangkat desa, disambut antusiasme warga yang hadir memadati area kantor desa hingga sepanjang rute yang dilalui.

Panitia penyelenggara pun sudah menyiapkan berbagai macam doorprize menarik yang siap dibagikan kepada para peserta yang beruntung, hal ini tentu menambah keseruan dan semangat warga untuk ikut serta dalam kegiatan yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Cimanuk, Anhar, menyampaikan harapannya agar desa ini terus berkembang khususnya di bidang sektor pertanian dan UMKM.

"Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, Desa Cimanuk semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera khususnya di bidang sektor pertanian dan UMKM," ujar Anhar.(02/05/26)

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para sponsor dan seluruh masyarakat Desa Cimanuk yang telah turut serta, berpartisipasi aktif dalam memeriahkan acara ini.

"Semoga di usia yang ke-44 tahun ini Desa Cimanuk semakin maju, sejahtera, dan terus membangun kebersamaan," tegasnya. (@nwarwaluyo).

 

 

Bertahun-tahun Warga Ciranca Dambakan Perbaikan Jalan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kondisi jalan di Dusun Ciranca, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, saat ini masih menjadi sorotan dan keluhan masyarakat. Jalan yang menjadi akses utama ini masih berupa tanah dan becek, sehingga sangat menyulitkan aktivitas warga sehari-hari.

Seperti foto yang diterima tim Pangandaran News, memperlihatkan kondisi jalan yang berlumpur dan berbatu, bahkan terlihat seorang warga harus berjuang mengendarai sepeda motor melewati jalan tersebut dengan susah payah.

Kondisi ini tentu sangat mengganggu mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bekerja, mengantar anak sekolah maupun mengangkut hasil bumi. 

Menurut salah seorang warga, Encep (32), ia berharap adanya perhatian khusus dari Pemda Tasikmalaya agar jalan ini segera mendapatkan perbaikan dan peningkatan kualitas.

"Semoga secepatnya ada perubahan," ungkapnya.(02/05/26)

Padahal, kata Encep, Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi, sering muncul di media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram. Tapi kenapa kondisi jalan di sini seolah tak dilihat sama sekali, atau beepura-pura buta dan tuli

Ia juga mengatakan, pembangunan jalan ini sudah menjadi harapan masyarakat sejak zaman Bupati sebelumnya. Sudah sekitar 5 tahun lamanya, namun hingga saat ini masyarakat Desa Nagrog belum juga merasakan manfaat dan perubahan yang nyata.

"Kami berharap Gubernur Jawa Barat atau Pemkab Tasikmalaya dapat segera turun tangan dan merealisasikan pembangunan jalan ini demi kesejahteraan bersama," ucapnya.(@nwarwaluyo)

 

 

 


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN