Ukir Prestasi Gemilang di FTBI Tingkat Kecamatan Kadipaten, SDN Sukamulih Siap Berlaga Di Tingkat Kabupaten

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Prestasi yang membanggakan datang dari SDN Sukamulih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, pada ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Kadipaten Tahun 2026 kembali membuktikan keunggulannya dengan meraih juara dalam sejumlah cabang lomba.

Seperti disampaikan Kepala Sekolah SDN Sukamulih sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Kadipaten,
Dodi, melalui pesan WhatsApp. Yang lebih membanggakan lagi, SDN Sukamulih tercatat tidak pernah absen meraih prestasi di tingkat kecamatan dan secara konsisten mengirimkan perwakilan terbaik untuk berlomba di tingkat kabupaten.

"Semoga dengan prestasi yang didapat ini menjadi motivasi dan kebanggaan bagi siswa-siswi serta guru di SDN Sukamulih," ujarnya. (28/08/2026)

Pihaknya juga menyampaikan bangga mempunyai anak-anak hebat, dan terima kasih kepada Ibu-Bapak Guru yang telah membimbing hingga berprestasi yang siap bersaing ke tingkat Kabupaten.

Dodi mengatakan, prestasi ini bukan sekadar piala dan piagam nanun keberhasilan SDN Sukamulih membuktikan bahwa
bahasa ibu tetap hidup, generasi muda tetap mencintai dan fasih berbahasa sunda, konsistensi membawa gasil, kerja keras dan bimbingan yang berkelanjutan membuahkan prestasi.

"Kami berhara, ke depannya perwakilan kecamatan siap berlomba dan mengharumkan nama Kadipaten di tingkat kabupaten," ungkapnya.

Berikut raihan prestasi yang diperoleh SDN Sukamulih, antara lain (Bercerita) Jajaka (Putra) Juara 3, Maca Sajak (Membaca Puisi) Wanoja (Putri) Juara 3, Biantara (Pidato) Wanoja (Putri)
Juara 5, Maca & Nulis Aksara Sunda Jajaka (Putra) Juara 5 dan Nulis Carpon (Menulis Cerita Pendek) Jajaka (Putra)
*@nwarwaluyo*

Ngaguar & Ngaruat di Makam Pasir Tando, Cara Warga Sukapura Lestarikan Budaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Suasana khidmat sangat kental saat pelaksanaan tradisi ngaguar dan ngaruat di Makam Pasir Tando, Desa Sukapura, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. (27/08/2026)

Acara yang sarat nilai spiritual dihadiri langsung Camat Sukaraja, Ari Fitriadi, S.TP., M.Si beserta jajaran, Para Kepala Desa se-Kecamatan Sukaraja, Babinsa, Wakil Kapolsek Sukaraja , para kuncen, sesepuh, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Kegiatan ziarah, pembersihan makam leluhur dan doa bersama ini digelar untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kemaslahatan bagi seluruh warga masyarakat. Kehadiran Bapak Camat tamu undangan lainnya pun menunjukkan kebersamaan yang erat antara pemerintah, para penjaga tradisi, dan masyarakat dalam menjaga warisan luhur leluhur.

Kegiatan ngaguar ini merupakan tradisi untuk membersihkan dan merawat makam leluhur sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada para pendahulu. Sedangkan ngaruat merupakan doa bersama yang dipimpin para tokoh agama dan kuncen untuk mendoakan para leluhur, serta memohon perlindungan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Menurut Camat Sukaraja, Ari Fitriadi, tradisi ini bukan sekadar ritual melainkan menjadi perekat kebersamaan.

"Kita belajar menghormati masa lalu, menjaga kerukunan di masa kini, dan berdoa untuk masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Kuncen Asep dan Kuncen Iyam pun menyambut kehadiran camat  beserta rombongan, serta berharap kebersamaan yang terjalin ini terus diperkuat sehingga kerukunan antarwarga dan hubungan antara pemerintah, para penjaga tradisi, dan masyarakat semakin harmonis.

Dan semoga, ucap mereka, tradisi luhur ini terus terjaga dari generasi ke generasi serta doa yang dipanjatkan menjadi amal jariyah yang tak terputus keberkahannya.

"Selamat untuk warga Desa Sukapura atas terselenggaranya acara yang penuh keberkahan ini," ujar neraka berdua. (@mirsaripudin)

Lewat FTBI, Siswa Di Kecamatan Kadipaten Tumbuhkan Kecintaan Pada Bahasa Ibu

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Melestarikan budaya membaca melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Kadipaten resmi digelar, dengan mengusung tema Bahasa Ibu, Jati Diri Bangsa, Kemanusan Generasi Muda.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa ibu sekaligus melestarikan bahasa daerah khususnya bahasa sunda, sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri bangsa.

Seperti disampaikan salah seorang panitia penyelenggara, Festival Tunas Bahasa Ibu adalah program pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa daerah bagi peserta didik sejak usia dini. Dan melalui berbagai lomba dan penampilan, anak-anak dilatih untuk bangga berbahasa ibunya dengan baik dan benar.

"Bahasa Ibu adalah jati diri bangsa, sehingga jika bahasa hilang, maka hilanglah identitas kita sebagai bangsa yang berbudaya," ucapnya. (27/08/2026)

Menurutnya, menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa ibu sejak dini adalah salah satu upaya untuk melestarikan Bahasa Sunda sebagai warisan leluhur.

Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa daerah, imbuhnya, bisa membentuk karakter anak yang bangga akan budayanya sendiri
Memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

FTBI bukan sekadar lomba gerakan pelestarian budaya yang berkelanjutan, namun pihaknya juga berharap generasi muda tidak hanya pandai berbahasa asing tetapi tetap fasih dan bangga menggunakan bahasa ibunya sendiri.

"Ngamumule Basa Sunda, Ngajaga Jati Diri," imbuhnya. (@nwarwaluyo)

Jalan Lintas Cikalong Tasikmalaya Kini Mulus Beraspal, Pertumbuhan Ekonomi Pun Semakin Lancar

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Masyarakat di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, mengaku senang karena jalan yang dulunya rusak.kini telah berubah mulus beraspal dan nyaman dilalui.

Menurut salah seorang warga, Rusli (48), perbaikan jalan yang menghubungkan kawasan Tasik Selatan ini bukan sekadar perbaikan fisik tapi juga bisa membuka harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

"Sekarang jalan kasep mulus sudah terwujud, kami senang karena jalan di Tasik Selatan udah ngaleser dan mulus," ucapnya. (26/08/2026)

Rusli juga berharap agar perbaikan infrastruktur ini terus diiringi dengan pemeliharaan rutin, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Jalan yang mulus, ungkap Rusli, adalah jalan menuju kesejahteraan bersama ini tentu tak hanya untuk masyarakat Cikalong, Tasik Selatan tapi seluruh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
(@mirsaripudin)
 

Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Laut Barat Daya Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah selatan Jawa Barat pada Senin (24/8/2026) pagi, dengan gempa di laut sekitar 96 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 06.29.39 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 8,30 derajat Lintang Selatan (LS) dan 107,86 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 13 kilometer.

Meskipun pusat gempa berada di laut dan berjarak cukup jauh dari daratan Pangandaran, namun getarannya dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat.

BMKG mencatat, gempa dirasakan dengan intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Cigedug, Singaparna, dan Pangandaran. Sementara itu, getaran dengan intensitas II MMI dirasakan di Cimaung dan Cianjur Selatan

Gempa yang terjadi pada senin pagi ini, terjadi belum lama setelah gempa bermagnitudo 4,2 yang mengguncang wilayah laut barat daya Kabupaten Pangandaran pada Kamis (20/8/2026) malam.

Saat itu, BMKG mencatat pusat gempa berada sekitar 80 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 17 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,09 LS dan 107,88 BT. Gempa pada 20 Agustus 2026 tersebut juga dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah. Seperti di Pangandaran, Kalapanunggal, Ciamis, dan Pameungpeuk tercatat mengalami getaran dengan intensitas III MMI.

Meski terjadi dalam waktu berdekatan, kedua gempa tersebut memiliki titik episenter dan kedalaman yang berbeda. Gempa Senin pagi berpusat lebih jauh dari Pangandaran, sekitar 96 kilometer, dengan kedalaman 13 kilometer.

Menurut salah seorang warga Desa Wonoharjo Pangandaran, Bardan (50), merasakan getaran gempa pada Senin pagi.  Saat gempa terjadi, ia tengah bersiap berangkat mencari rumput untuk ternak sapinya.

Namun, Bardan mengaku tidak terlalu memperhatikan getaran tersebut karena terasa kecil dan berlangsung singkat.

“Tidak begitu kerasa sih, sama dengan yang terjadi beberapa hari lalu,” ucap Bardan.

Menurutnya, waktu kejadian yang bertepatan dengan aktivitas warga pada pagi hari juga membuat sebagian orang kemungkinan tidak menyadari adanya getaran. Karena pada jam terjadi gempa, orang lagi sedang bekerja di rumah.

"Gempa tersebut tidak sampai membuat aktivitas saya terganggu," imbuhnya. (hiek)

FTBI Panumbangan 2026, Semangat Lestarikan Bahasa Sunda

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWSNgamumule Basa Sunda, Ngajaga Warisan Luhur Nu Jadi Jati Diri Bangsa (Memelihara bahasa dunda, menjaga warisan luhur yang menjadi jati diri bangsa).

Demikian disampaikan Ketua Panitia FTBI Kecamatan Panumbangan, Mustopa Kurnia, saat diwawancarai usai membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Panumbangan Tahun 2026. Senin, 24 Agustus 2026.

Pada kegiatan ini, kata Mustofa, perwakilan Kecamatan Panumbangan berhasil meraih Juara Umum sekaligus mengamankan posisi Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 yang berhak melaju ke tingkat Kabupaten Ciamis.

"Sebuah pencapaian membanggakan yang menjadi bukti nyata keseriusan dan dedikasi para siswa serta guru dalam melestarikan budaya leluhur," ucapnya.

FTBI yang diikuti 269 siswa yang terdiri dari 99 putra dan 170 putri ini, terang Mustofa, berkompetisi di 7 cabang lomba. Diantaranya, cabang lomba ngadongen, biantara, maca sajak, nembang pupuh, maca-nulis aksara sunda, ngarang Carita pondok dan borangan (ngabodor sorangan).
 
Ia juga mengaku bersyukur, kegiatan berjalan lancar dan meriah. Angka 269 peserta membuktikan bahwa bahasa ibu kita, Bahasa Sunda, masih hidup dan dicintai oleh generasi muda. FTBI ini bukan sekadar ajang kompetisi, tapi sarana untuk semakin mengenal bahasa ibu kita.

"Ini adalah warisan yang harus kita jaga bersama agar tidak hilang ditelan zaman," tegasnya.

Mustofa menambahkan, FTBI bukan sekadar ajang kompetisi melainkan wujud komitmen bersama antara sekolah, guru, pemerintah kecamatan, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu, meningkatkan kemampuan berbahasa siswa secara baik dan benar, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri sejak dini serta untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis juga memiliki karakter dan akar budaya yang kuat

Di tengah derasnya arus globalisasi, Mustofa menyebut, keberadaan FTBI menjadi ruang penting untuk memastikan bahasa daerah tetap mendapat tempat di tengah kehidupan generasi muda. Di Panumbangan, Bahasa Sunda tidak hanya hadir sebagai materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga terus dihidupkan melalui kreativitas, keterampilan, dan kecintaan anak-anak terhadap warisan leluhur.

Bahasa menurutnya, menjadi jiwa bangsa. Artinya, hilang bahasanya hilang pula identitasnya.

"Dan kewajiban kita, mari terus jaga dan lestarikan budaya ini," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Seribu Obor & Api Unggun Di Super Camp Santana Curug Batu Blek, Semarakkan HUT RI ke-81 Desa Santanamekar

Tanagani Musim Kekeringan, Untuk Pendistribusian Air Bersih Di Pangandaran Tidak Cukup Dengan 2 Unit Tangki

PANGANDARANNEWS.COM - Penanganan kekeringan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, saat ini masih terkendala keterbatasan armada distribusi air bersih.

Salah satu kendalanya, seharusnya pemerintah daerah sedikitnya mempunyai 10 unit mobil tangki agar pelayanan dapat menjangkau wilayah terdampak secara lebih cepat dan merata. Namun pada kenyataannya, belum terpenuhi jumlah armada tersebut.

Seperti disampaikan Ketua Relawan Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana, pemerintah sudah membagi wilayah penanganan antara Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

Tagana sendiri, kata Nana, menangani pendistribusian air bersih di Kecamatan Cimerak, Cijulang, Cigugur, Parigi, dan Sidamulih. Sementara BPBD menangani wilayah Kecamatan Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya

"Khusus Padaherang dan Mangunjaya, pendistribusian juga mendapat dukungan dari BBWS Citanduy," terang Nana, melalui WhatsApp, Rabu (19/08/2026)

Sementara untuk penanganan kekeringan, menurutnya, BPBD sudah membagi wilayah. Tagana meng-cover Cimerak, Cijulang, Cigugur, Parigi, dan Sidamulih.

Ia mengatakan, dukungan BBWS Citanduy juga memiliki keterbatasan karena wilayah kerjanya tidak hanya mencakup Kabupaten Pangandaran tapi juga daerah lain termasuk Jawa Tengah karena termasuk wilayah kerja mereka.

Ia menilai persoalan utama saat ini adalah keterbatasan armada, kebutuhan air bersih yang terus meningkat tidak mungkin hanya ditangani dengan dua atau tiga unit mobil tangki. Bahkan, BPBD Pangandaran sudah berbulan-bulan melakukan pendistribusian air bersih. Namun, jumlah armada yang terbatas membuat pelayanan belum mampu mengimbangi luasnya wilayah yang terdampak kekeringan.

"Selama empat bulan ini BPBD terus mendistribusikan air bersih. Namun, dengan hanya dua armada tentu untuk sekarang ini tidak akan cukup meng-cover kebutuhan dampak kekeringan di Pangandaran," ucapnya.

Nana berharap ada penambahan armada tangki air, idealnya setiap kecamatan memiliki satu unit armada sehingga distribusi tidak terpusat pada beberapa kendaraan saja. Jadi artinya, satu kecamatan, satu unit mobil tangki. (hiek)













Reses ke-II DPRD Kabupaten Ciamis, Pipin Arif Apilin Serap Aspirasi Masyarakat Desa Cihaurbeuti

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ciamis sekaligus Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra Dapil Ciamis 2, Pipin Arif Apilin, melaksanakan kegiatan Reses ke-II Tahun Sidang 2026 di Desa Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. (18/08/2026).

Kegiatan reses ini menjadi momen bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai permasalahan, kebutuhan pembangunan dan aspirasi lainnya yang selama ini dirasakan di lapangan. Mulai dari infrastruktur jalan, irigasi, pertanian, hingga kesejahteraan tenaga honorer dan pelayanan dasar menjadi hal-hal yang banyak disampaikan warga.

Di depan para kepala dusun, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir, Pipin Arif Apilin, menegaskan bahwa reses bukan sekadar silaturahmi melainkan wadah resmi untuk menampung dan memperjuangkan setiap usulan yang disampaikan masyarakat.

Dan kehadirannya di sini, menurut Pipin, untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan warga Desa Cihaurbeuti.

Setiap usulan yang disampaikan masyarakat, kata Pipin, akan ia catat, verifikasi, dan kemudian diperjuangkan melalui mekanisme APBD Kabupaten maupun APBD Provinsi.

"Inilah pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara perwakilan rakyat dan masyarakat," ungkapnya.

Ia mengakui bahwa selama ini banyak kebutuhan desa yang belum tersampaikan akibat minimnya interaksi, sehingga kegiatan reses ini menjadi sarana untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Ia mencatat ada sejumlah usulan yang masuk, antara lain perbaikan dan pembangunan jalan desa yang rusak, peningkatan jaringan irigasi dan pembuatan sumur pantek untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau, serta usulan kenaikan honor tenaga PKK dan Posyandu yang dinilai masih sangat rendah.

Pipin menyebut, ia berjanji akan mengawal setiap usulan tersebut hingga ke tahap realisasi. Khusus untuk pembangunan infrastruktur, ia meminta warga menyusun proposal lengkap dengan data lokasi, ukuran, dan permasalahan agar dapat segera diproses dan dicarikan sumber anggarannya.

"Bapak-bapak, ibu-ibu jangan ragu untuk menyampaikan apa yang menjadi hak masyarakat," tegasnya. (@nwarwaluyo)

 

Replika Tikus Berdasi Bawa Uang dalam Koper Karnaval 17 Agustus Di Tasik Selatan, Tuai Pujia Warga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Suasana meriah dan penuh makna tampak saat karnaval peringatan HUT RI ke-81 di wilayah Tasik Selatan, Kabupaten Tasikmalaya, deretan pawai yang berwarna-warni menjadi perhatian dan memicu tepuk tangan sekaligus gelak tawa masyarakat.

Salah satunya, karnaval yang mengusung patung raksasa berbentuk tikus yang mengenakan jas, dasi, dan di atasnya tertulis tulisan tegas, Hutang Duta Rakyat.

Tikus berbadan besar itu tampak seolah sedang duduk dengan memegang koper besar yang terlihat penuh dengan uang, sementara fi bawahnya warga berjalan mengarak replika bangunan menyerupai gedung pemerintahan yang diusung dengan tandu seolah menggambarkan bahwa beban dan kebijakan yang diambil justru dipikul oleh rakyat kecil.

Menurut salah seorang peserta karnaval, walaupun ini hanya seru-seruan saja tapi ada pesan di dalamnya.

Ia mengatakan, seekor tikus berdasi itu dengan jas rapi, dasi bagus dan membawa koper penuh uang adalah simbol koruptor.

"Artinya jelas, yang di atas nikmati hasil sementara yang di bawah yang pikul beban," ungkapnya. (1708/2026)

Kreativitas warga Tasik Selatan ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya soal upacara dan bendera, melainkan, menurutnya, juga kebebasan untuk menyuarakan aspirasi dan kritik dengan cara yang cerdas dan berbudaya. Tanpa teriakan kasar, tanpa kekerasan namun sebuah patung raksasa sudah mampu menyampaikan pesan yang jauh lebih tajam dan membekas di hati masyarakat.

Sontak, pemandangan ini pun langsung viral di media sosial serta menuai pujian warga yang memuji kecerdasan dan keberanian masyarakat Tasik Selatan dalam menyampaikan kritik sosial.

"Di momen peringatan kemerdekaan ini, rakyat mampu menunjukkan bahwa mereka tidak hanya merayakan kebebasan tetapi juga menuntut keadilan," tegasnya. (@nwarwaluyo)


 

Terduga Pencuri Gelang Emas Milik Pedagang Ikan Di Cijulang, Ditangkap Polres Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM –  Tim Resmob Polres Pangandaran berhasil mengamankan seorang pria berinisial IS (47), yang diduga melakukan  pencurian berupa gelang emas milik seorang pedagang ikan di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang.

Melalui Kasat Reskrim AKP Idas Wardias mengatakan, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, menjelaskan, penangkapan ini dilakukan usai adanya informasi dari masyarakat dan rekaman CCTV.

Peristiwanya sendiri, kata Idas, terjadi pada Kamis (13/8/ 2026) sekitar pukul 12:00 di Jalan Batukaras Green Canyon. Saat itu, korban Irah ( 77) sedang berjualan ikan menggunakan sepeda.Terduga pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor Honda PCX putih dan berpura-pura hendak membeli ikan.

"Pelaku kemudian meminta melihat gelang emas yang dikenakan korban dan mengambilnya sebelum melarikan diri," terang Idas, saat memberi keterangan kepada sejumlah wartawan.Selasa (18/08/2026).

Korban mengalami kerugian setelah gelang emas seberat sekitar 5,3 gram dicuri, dengan nilanya hingga Rp3.445 juta.

Setelah menerima laporan, polisi pun langsung melakukan penelusuran rekaman CCTV di sejumlah titik dan hasil penyelidikan mengarah ke wilayah Kecamatan Cimerak.

Polisi lalu melakukan pemantauan keberadaan terduga pelaku, hingga akhirnya berhasil mengamankannya di sekitar sebelum SPBU Cimerak pada Sabtu (15/8/ 2026)

Dan dari pemeriksaan awal terduga pelaku mengakui perbuatannya, polisi juga mengamankan gelang emas yang diduga milik korban serta sepeda motor yang digunakan saat kejadian.

“Saat ini terduga pelaku masih menjalani proses penyidikan dan Penyidik akan mendalami seluruh alat bukti dan fakta hukum untuk menentukan penerapan pasal sesuai hasil penyidikan,” jelas Idas lagi.

Polres Pangandaran selalu mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan, dan segera melapor kepada kepolisian melalui saluran 110.(hiek)

Jadi Pemandangan Ironis ? Saat Merah Putih Berkibar, Sebagian Warga Justru Asyik Liburan

PANGANDARANNEWS.COM - Tanggal 17 Agustus, seharusnya menjadi hari untuk merenung dan menghormati jasa para pahlawan. Bendera berkibar, upacara digelar, dan lagu Indonesia Raya menggema di seluruh pelosok negeri.

Namun pemandangan berbeda justru terlihat di sejumlah destinasi wisata karena alih-alih khidmat mengikuti upacara, sebagian masyarakat justru memilih menghabiskan Hari Kemerdekaan dengan berwisata.

Di pantai, pegunungan, hingga tempat hiburan, keramaian wisatawan justru membludak sejak pagi. Tawa, selfie, dan antrian tiket panjang mewarnai suasana, sementara di kejauhan suara sirine upacara 17-an terdengar sayup-sayup.

"Ya sekalian libur panjang, mumpung ada waktu," ungkap salah satu pengunjung asal Kabupaten Bandung yang enggan menyebut namanya, saat ditemui di obyek wisata pantai Pangandaran sambil membawa bendera kecil dan es kelapa muda. (17/08/2026)

Ironis memang, di satu sisi bangsa memperingati perjuangan merebut kemerdekaan dengan pengorbanan darah dan air mata. Sementara di sisi lain, kemerdekaan itu dirayakan dengan liburan (berwisata).

Atau mungkin inilah bentuk kemerdekaan yang dimaksud, bebas memilih mau upacara atau mau wisata.

Saat diminta komentarnya, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP
Universitas Galuh, Asep Nurdin RA. S.IP, M.Si, menyampaikan, rasa nasionalisme bukan berarti luntur karena banyaknya wisatawan yang berwisata di banding mengikuti upacara bendera.

Sebagai akademisi Asep menilai, nasionalisme itu dinamis. Dulu bentuknya upacara dan orasi, namun sekarang bentuknya juga aksi. Datang ke destinasi lokal, membelanjakan uang di UMKM, mempromosikan keindahan alam Indonesia. Itu bagian dari nasionalisme kontemporer.

"Memilih wisata dalam negeri saat momen kebangsaan adalah bentuk nasionalisme ekonomi," jelasnya.

Ketika 1 keluarga berwisata ke Pangandaran, imbuh Asep, uangnya pasti muter di sini. Bayar hotel orang Pangandaran, makan di warung orang Pangandaran, naik perahu nelayan Pangandaran.

"Itu jauh lebih berdampak daripada kita belanja di luar negeri," imbuhnya.

Namun Asep juga mengaku, mengapresiasi masyarakat yang menggelar upacara bendera sambil menyelam di terumbu karang.

"Itu simbolis, Merah Putih tetap dikibarkan dan dilanjutkan dengan menikmati hasil kemerdekaan," ucapnya. (hiek)

Kades Karang Mekar Terharu, Paskibra HUT RI ke-81 Beli Seragam Sendiri

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Apresiasi mendalam sekaligus keterharuan luar biasa melihat antusias dan kebersamaan yang ditunjukkan seluruh warga dari awal saat mengikuti rangkaian kegiatan hingga puncak perayaan HUT RI ke-81, dan semuanya berjalan murni atas swadaya masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Desa Karang Mekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, H. Usup Suhad, usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Senin (17/8/2026).

Suasana haru dan semangat kebangsaan masih membara di Desa Karang Mekar, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya,

Berdiri di ruang kerjanya pasca-upacara, Kepala Desa Karang Mekar, H. Usup Suhad, menyampaikan

Usup juga mengaku terharu, saat tahu bahwa pasukan Paskibra Desa Karang Mekar yang membeli seragamnya sendiri.

"Saya bangga melihat warga bergerak kompak tanpa menunggu perintah, ini bukti nyata semangat '45 masih hidup di hati kita," ungkapnya.

H. Usup Suhad
Usup menyampaikan, pada upacara peringatan HUT RI ke 81 ini komandan upacara dipercayakan kepada Danton dari unsur Linmas, Endir.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak awal hingga puncak perayaan yang diisi berbagai lomba dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Antara lain, lomba ibu-ibu PKK, lomba Asmaul Husna, lomba marawis PKK, lomba senam, lomba cipta menu, lomba balita sehat, hingga pembuatan tumpeng di hari puncak pun tak luput dari partisipasi swadaya warga.

Usup menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat gotong royong, dan bekerja lebih keras demi kemajuan bersama. Dan di usia ke-81 tahun Indonesia, semangat perjuangan harus diwujudkan dalam pembangunan desa, pelayanan yang lebih baik, dan kesejahteraan masyarakat yang meningkat.

Ia pun berharap, kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya maupun Pemerintah Pusat agar lebih memperhatikan masyarakat di tingkat desa hingga ke tingkat RT.

Dan kemajuan Kabupaten Tasikmalaya, menurutnya, harus dilihat dari kemajuan desanya. Kalau desa maju, otomatis kabupaten maju. Kenapa desa sering dipandang sebelah mata seolah bukan bagian dari kemajuan, jangan jadikan desa sebagai pihak yang tersisih karena desa adalah fondasi utama kemajuan bangsa.

"Peringatan HUT RI kali ini terasa jauh lebih bermakna karena kebersamaan yang terjalin begitu erat, melampaui perbedaan dan menyatukan tekad untuk membangun desa tercinta," ungkap Usup. (@nwarwaluyo)

Kepala Desa Hegarwangi Sebut Upacara HUT RI Wujudkan Ekonomi Masyarakat Desa Bangkit

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di Desa Hegarwangi, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Senin (17\/8\/2026).

Kepala Desa Hegarwangi, Muhammad Taufan Firmansyah yang akrab disapa Pan-Pan, Dengan seragam putih yang rapi dan sikap yang tegas pun tampil sebagai Pembina Upacara.

Usai upacara, kepada Pangandaran News, Muhammad Taufan Firmansyah, mengatakan,
kemerdekaan ini adalah amanah.

Ia menambahkan, dan tugas sekarang bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah melainkan bersama-sama semangat untuk memajukan desa, menyejahterakan masyarakat dan menjaga persatuan yang menjadi fondasi kekuatan bangsa.

"Mari kita wujudkan gotong royong membangun Desa Hegarwangi yang sejahtera, ekonomi masyarakat yang sehat, berdaulat, adil, dan makmur," ujarnya.

Taufan berharap, di Hari Kemerdekaan ke-81 ini masyarakat Desa Hegarwangi semakin sejahtera, membangun desa bersama-sama.

Taufan mengaku sangat mengapresiasi antusias warga yang hadir memadati lokasi upacara, mulai dari pelajar, pemuda, hingga tokoh masyarakat dan lansia.

"Semoga kebersamaan ini menjadi bukti bahwa semangat '45 masih hidup dan berkobar di hati setiap warga desa," ungkapnya. (@nwarwaluyo)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN