Tanggapi Dugaan Perusakan Situs Gunung Payung Karangjaya, Gasantana Berkodinasi Dengan Disdikbud Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Pelestarian situs dan jejak peradaban Sunda merupakan tanggung jawab kolektif, nilai sejarah, budaya, dan filosofis yang terkandung di dalamnya merupakan identitas yang membentuk karakter masyarakat masa kini dan masa depan.

Namun keprihatinan kini menyelimuti dunia pelestarian budaya Kabupaten Tasikmalaya, menyusul adanya dugaan perusakan situs purbakala Gunung Payung di Desa Karangjaya Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya.

Berdasarkan laporan yang diterima pada Rabu, 2 September 2026, ditemukan dugaan perusakan terhadap situs purbakala berupa Lingga-Yoni di kawasan Gunung Payung Karangjaya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Kamis, 3 September 2026, tim Gasantana yang bergerak di bidang ekspedisi penelitian dan pelestarian alam dengan dipimpin langsung oleh Ketua Gasantana Hadi Permana didampingi Bunda Sumiati, mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya untuk melakukan koordinasi resmi.

Kepada Pangandaran News,
Hadi Permana menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan ketentuan hukum yang berlaku.

Tindak pidana perusakan situs di Indonesia, jelas Hadi,  diatur dalam UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dan berdasarkan KUHP, pelaku perusakan fasilitas umum dapat diancam pidana penjara 2 tahun 8 bulan dan denda. Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Pelaku perusakan sarana dan prasarana kebudayaan diancam pidana maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar," tegas Hadi.

Ia mengaku merasa sangat prihatin atas tindakan oknum yang merusak situs Lingga-Yoni di Gunung Payung, serta menyesalkan tindakan tersebut.

Sementara seorang Pemerhati Situs dan Lingkungan Alam Priangan Timur, Ki Acep Aan menegaskan pentingnya langkah konkret perlindungan situs.

Menurutnya, perawatan dan perlindungan situs/cagar budaya adalah tanggung jawab kolektif bersama pemerintah dan warga masyarakat sekitar. Artinya, perlu pengawasan yang serius oleh pihak Dinas dan Desa untuk mengawasi orang-orang yang masuk ke wilayah Gunung Payung.

"Sebaiknya dibuat petugas khusus untuk mendata identitas siapa saja yang berkunjung ke sana," ujar Ki Acep.

Saat diminta komentarnya, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya menyambut baik laporan dan koordinasi dari Gasantana.

"Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menyusun langkah-langkah strategis berkelanjutan untuk perlindungan situs tersebut," ucap salah seorang perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tasikmalaya.

Ia mengatakan, fungsi utama Dinas Kebudayaan dalam perawatan situs dan cagar budaya adalah melaksanakan perlindungan, pemeliharaan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya bangsa.

Ia menyebut warisan leluhur ini bukan milik perorangan tapi milik seluruh bangsa, dan menjaganya adalah kewajiban kita semua.

"Merusaknya sama dengan merusak identitas kita sendiri," tandasnya. (@mirsaripudin)

Ukir Prestasi di PORSADIN ke-10 & Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten, Desa Sarimanggu Beri Bingkisan Pada 12 Utusan Desa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertepatan dengan Pengajian Bulanan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, memberikan bingkisan kepada 12 utusan desa yang telah berjuang dan menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Dasar Islam (PORSADIN) ke-10 sekaligus Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula desa ini dihadiri para utusan perwakilan, tokoh masyarakat, dan jamaah dari berbagai kampung. Suasana penuh kebahagiaan, terasa saat bingkisan diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para utusan yang telah mengharumkan nama desa.

Saat dihubungi lewat telepon selulernys, Kepala Desa Sarimanggu, Indra, mengaku bersyukur dan bangga karena para utusan Desa Sarimanggu berhasil mengharumkan nama desa di ajang PORSADIN ke-10 dan Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

"Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi, menjaga semangat keagamaan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga," ungkapnya. (02/09/2026)

Melalui PORSADIN ke 10 ini, kata Indra, pihaknya ingin menumbuhkan semangat berprestasi sekaligus memperkuat akhlak keagamaan.

"Olahraga dan seni yang berlandaskan iman itulah yang kami harapkan tumbuh di Desa Sarimanggu," imbuhnya.

Indra berharap depannya Pemerintah Desa Sarimanggu semakin maju dalam bidang keagamaan, olahraga, maupun seni.

"Dan semoga kebersamaan yang terjalin ini semakin kokoh dan prestasi yang diraih pun menjadi berkah bagi masyarakat," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Iin, Potret Kehidupan Keluarga Di Desa Margalaksana, Meski Rumah Tak Layak Huni Namun Semangat Hidupnya Tak Pernah Padam

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Di balik hamparan hijau pedesaan Kabupaten Tasikmalaya, tersembunyi kisah ketabahan sebuah keluarga di Kampung Sukamaju, Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.

Lelaki tua bernama Iin (55), hidup dalam keterbatasan fasilitas. Mereka tetap teguh memegang nilai kesederhanaan, dan kebersamaan.

Saat Pangandaran News menjambangi kediamannya, kondisi rumah yang ditempati dinilai tidak layak huni. Bangunan beratap genteng tanah liat yang mulai usang, dinding semen yang belum diplester rapi dan teras yang difungsikan sebagai ruang kegiatan sehari-hari menjadi pemandangan yang terlihat.

Iin, sebagai kepala keluarga tampak tenang meski wajahnya merekam jejak panjang perjuangan. Garis keriput di wajahnya menjadi bukti, ia terus berjuang menafkahi keluarga di tengah segala keterbatasan.

Di dalam rumah, barang-barang kebutuhan tersusun seadanya. Tumpukan kayu bakar untuk memasak masih tersimpan di sudut ruangan, akses menuju rumahnya pun masih berupa jalan tanah yang belum beraspal.

"Kemewahan bukan tujuan kami, yang penting cukup makan, hidup rukun, dan bisa saling membantu," ujarnya. (02/09/2026)

I i n
Kehidupan seperti ini ternyata bukan hal baru di desa-desa Kabupaten Tasikmalaya, anak-anak tumbuh dengan kemandirian sejak dini dan gesit membantu pekerjaan rumah tangga. Sementara orang tua, bekerja keras apa adanya demi masa depan keluarga.

Kisah sederhana keluarga Iin ini menjadi cermin ketangguhan masyarakat pedesaan di Kabupaten Tasikmalaya, di tengah segala keterbatasan namun semangat untuk terus melangkah dan menjaga keutuhan keluarga tidak pernah luntur.

"Semoga perjuangan dan kesederhanaan ini membawa berkah, serta membuka jalan bagi kehidupan yang lebih layak di masa depan," ungkapnya. (@mirsaripudin)

Perkuat Kinerja Birokrasi dan Pelayanan Publik, Bupati Pangandaran Lantik 112 Pejabat

PANGANDARANNEWS.COM – di Aula Lantai II Kompleks Pendopo, Bupati Pangandaran Hjh. Citra Pitriyami, S.H, beberapa waktu lalu melantik dan mengambil sumpah 112 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Rabu (26/08/2026).

Kepada awak media, bupati menyampaikan, pelantikan menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta penyegaran organisasi guna meningkatkan kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Pangandaran.

Dari total 112 pejabat yang dilantik, kata bupati, ini terdiri atas 40 pejabat administrator, 41 pejabat pengawas, dan 31 pejabat fungsional.

Ia menambahkan, pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat efektivitas organisasi serta memastikan pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan secara profesional dan optimal, dan para pejabat yang mendapat amanah pada jabatan baru ini  diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dedikasi, dan profesionalisme.

Melalui pelantikan ini, pihaknya berharap, para pejabat dapat memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan daerah, dan peningkatan pelayanan publik.

Bupati menegaskan, dengan semangat kolaborasi dan komitmen terhadap tugas.

"Para pejabat yang dilantik diharapkan mampu menghadirkan kinerja yang semakin baik serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat demi kemajuan Kabupaten Pangandaran," ujarnya.(@ntonAS)

Temukan Gadis Dibawah Umur di Penginapan, Polres Pangandaran Selidiki Dua Orang Untuk Pemeriksaan Lebih Lanjut

PANGANDARANNEWS.COM – Polres Pangandaran menemukan seorang anak perempuan di bawah umur berinisial SR (15), warga Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, yang sebelumnya dilaporkan belum kembali ke rumah.

Korban ditemukan di salah satu penginapan di obyek wisata Pangandaran, pada Senin dini hari dalam keadaan selamat.

Saat proses pencarian tersebut, polisi juga berhasil mengamankan dua orang yang berada bersama korban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kasi Humas Polres Pangandaran Aiptu Yusdiana, kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa peristiwa bermula pada Sabtu, 29 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, SR berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi bermain. Pihak keluarga kemudian sempat menghubungi korban sekitar pukul 17.30 WIB, dan meminta agar segera pulang.

Namun, terang Yusdiana, hingga sekitar pukul 23.00 WIB korban belum kembali dan tidak dapat dihubungi sehingga pihak keluarga pun kemudian meminta bantuan untuk mencari keberadaan korban ke sejumlah lokasi yang biasa didatangi.

Yusdiana menambahkan, pada hari senin tanggal 31 Agustus 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, keluarga memperoleh informasi bahwa korban berada di salah satu penginapan di wilayah Pangandaran.

"Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Yusdiana. (31/08/2026)

Yusdiana menyebut, saat ini korban sudah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Pihaknya juga telah mengamankan dua orang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk identitas maupun keterlibatan keduanya masih dalam proses penyelidikan.

Menurutnya, kepolisian masih mendalami rangkaian kejadian termasuk bagaimana korban dapat berada di salah satu penginapan tersebut serta hubungan korban dengan kedua orang yang diamankan.

Ia mengatakan, pihak Polres saat ini masih melakukan pendalaman terhadap keterangan korban dan pihak-pihak yang diamankan.

"Kami tidak ingin menyimpulkan terlebih dahulu sebelum seluruh fakta dan keterangan diperoleh,” ungkapnya.

Yusdiana menegaskan, proses penanganan perkara masih berlangsung dan kepolisian akan menentukan langkah hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh.

"Kami memastikan penanganan perkara dilakukan dengan tetap mengutamakan perlindungan dan kepentingan terbaik bagi korban yang masih berusia anak," tutupnya. (@ntonAS)

Musibah Ambruknya Jembatan Gantung Pongpet, Berikut Penjelasan Kades Margacinta dan Dandim 0625 Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Kebahagiaan warga Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang Pangandaran, berubah menjadi duka ketika insiden tidak terduga menimpa Jembatan Gantung Pongpet pada Minggu 30 Agustus 2026.

Usai gunting pita, Bupati Pangandaran dan jajaran Kodim 0625/Pangandaran mencoba melewati jembatan, namun saat rombongan berada di tengah-tengah, Naas karena tali seling jembatan tersebut terlepas hingga rombongan hampir tergelincir ke jurang bawah jembatan tersebut.

​Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas musibah tersebut.

Ia mengakui, akibat kelalaian kontrol kapasitas karena ternyata saat itu jembatan dilintasi oleh puluhan warga hingga melampaui beban kapasitas. Dan ia pun tidak pasti, itu kurang lebih sekitar 40 orang di tengah jembatan tersebut.

"Memang itu semua kesalahan di kami, Kodim tidak mengontrol batas maksimum rombongan masyarakat yang melewati jembatan tersebut,” ujar Citra saat memberikan keterangan resmi di Makodim 0625/Pangandaran, Senin 31 Agustus 2026.

Disoal ​mekanisme pembangunan, Dandim menjelaskan bahwa proyek Jembatan Gantung Pongpet dikerjakan secara gotong royong melalui program padat karya.

​”mUntuk anggarannya, kata Dandim, menggunakan sistem padat karya. Kebutuhan dari Kodim diajukan ke komando atas kemudian diturunkan, lalu kita bersama masyarakat mengerjakan jembatan tersebut.

​Terkait nominal anggaran, pihaknya masih melakukan kalkulasi menyeluruh. Dandim juga berjanji akan mempercepat proses perbaikan serta meningkatkan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangandaran guna menjamin keamanan seluruh infrastruktur jembatan ke depan.

​Sementara, Kepala Desa Margacinta Enceng Anwar Solihin menyampaikan keprihatinannya atas tragedi tersebut serta berharap insiden ini dapat membuka mata pihak berwenang untuk mempertimbangkan pembangunan jembatan yang lebih representatif atau permanen.

​Ia menyebut, diantara lima proyek jembatan gantung yang sedang digarap Kodim 0625/Pangandaran, Jembatan Pongpet adalah yang terpanjang, tertinggi, dan paling sibuk.

​”Kemarin kami sangat bahagia karena peresmian jembatan itu diresmikan oleh Ibu Bupati dan Bapak Dandim, namun sayang terjadi kejadian yang tidak diharapkan," ungkapnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi dasar evaluasi, dan pihak-pihak yang punya kebijakan bisa menganalisa lebih jauh untuk membangun jembatan tersebut menjadi jembatan representatif ataupun jembatan permanen.

Enceng juga menuturkan ​sejarah panjang ​Jembatan Pongpet, pertama kali dibangun pada tahun 1992. Sepanjang perjalanannya, perbaikan yang dilakukan hanya sebatas pemeliharaan ringan pada lantai jembatan. Material lantai yang sempat berganti dari kayu ke plat bordes besi mengalami korosi dan pelapukan akibat cuaca.

​Padahal, jembatan ini bukan sekadar perlintasan pejalan kaki. Sebagai penghubung strategis antardesa (Cibanten-Margacinta) hingga antarkecamatan (Cigujur-Cijulang), Jembatan Pongpet kerap dilintasi kendaraan pembawa hasil pertanian dan angkutan kayu (palen) berbobot berat.

Dan tingginya antusiasme masyarakat warga Desa Margacinta turun ke lokasi saat agenda peresmian, menunjukkan betapa pentingnya jembatan ini bagi keberlangsungan hidup mereka.
(Anton AS)

Warga Pangandaran Sempat Heboh, Jembatan Gantung Pongpet Ambruk Saat Peresmian

PANGANDARANNEWS.COM— Momen yang seharusnya menjadi kebanggaan warga berubah jadi kepanikan, Jembatan Gantung Pongpet yang berlokasi di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran ambruk tepat saat acara peresmian berlangsung pada Minggu sore, 30 Agustus 2026.

Jembatan yang baru selesai dibangun ini ambruk di hadapan tamu undangan, pejabat, dan ratusan warga yang hadir. Suasana pun langsung gaduh, dan warga berhamburan menyelamatkan diri.

Belum ada keterangan resmi dari Pemkab Pangandaran terkait jumlah korban, penyebab ambruknya jembatan, dan total kerugian. Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, dan Damkar sudah diterjunkan ke lokasi untuk evakuasi dan mengamankan area.

Jembatan Gantung Pongpet sendiri merupakan salah satu infrastruktur penghubung vital bagi warga Desa Margacinta dan sekitarnya untuk akses ke lahan, sekolah, dan pusat desa.

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan olah TKP dan pendataan. Sementara Pemkab Pangandaran dijadwalkan menggelar konferensi pers terkait insiden ini.

Menurut yang saat kejadian ada di lokasi, peresmian jembatan tersebut dilaksanakan hari Minggu sore 30 Agustus 2026. Saat sambutan dan pemotongan pita selesai, tiba-tiba bagian tengah jembatan tiba-tiba ambruk.

Sementara Pemkab Pangandaran mengimbau, masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja di lapangan. (hiek)

Kritik Arah kebijakan Bupati Pangandaran, Iwan Ridwan Ancam Gunakan Hak Interpelasi

Iwan M Ridwan
PANGANDARANNEWS.COM — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PDI Perjuangan, Iwan M. Ridwan, mengkritik arah kebijakan Bupati Pangandaran yang dinilai mulai melenceng dari prioritas pembangunan daerah. Iwan mendesak pemerintah daerah untuk kembali berpegang teguh pada Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

​"Bupati lebih bagus kembali kepada roh arah pembangunan yang dulu dijanjikan saat mencalonkan diri: visi, misi, program, dan janji-janji kampanye," kata Iwan saat diwawancarai di Kediamannya Resto Pujasera Pangandaran. (28/08/2026).

​Menurut Iwan, seluruh janji politik tersebut kini telah memiliki payung hukum yang sah melalui Perda RPJMD untuk periode lima tahun. Oleh karena itu, eksekutif diminta tidak membuat program baru di luar dokumen perencanaan tersebut.

​"Laksanakan dulu itu. Jangan dulu ngomongin tentang itulah, inilah," ujarnya menekankan.

*​Pertanyakan Rencana Hibah Lahan 30 Hektar untuk ISBI*

​Salah satu hal yang disorot Iwan adalah wacana Pemerintah Daerah yang berencana menghibahkan lahan seluas 30 hektar untuk Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Iwan menilai kebijakan tersebut tidak masuk dalam Skala Prioritas Pembangunan Daerah saat ini.

​Ia menegaskan bahwa pihak legislatif pada dasarnya tidak anti terhadap kehadiran perguruan tinggi baru di Pangandaran. Namun, mekanisme pengalihan aset daerah tetap harus menempuh prosedur hukum dan pembicaraan bersama DPRD.

​"Pertanyaan saya, Bupati menjanjikan 30 hektar tanah yang mau dihibahkan ke ISBI " tanahnya tanah yang mana"? Ada tidak tanahnya?
Yang kedua, setahu saya belum pernah dibicarakan dengan DPRD," tegasnya.

​Iwan mengingatkan bahwa sistem pemerintahan daerah terdiri dari eksekutif dan legislatif. Setiap pelepasan atau hibah aset daerah memerlukan persetujuan resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) .

​"Bukan persoalan kita menolak ISBI-nya, bukan. Tapi ada yang lebih prioritas. Kalau seandainya terjadi pemerintah daerah menghibahkan lahan, maka harus ada approval, persetujuan DPRD," kata Iwan.

*​Soroti Indikator Makro dan Janji Paparan Ke Publik*

​Lebih lanjut, Iwan mempertanyakan pemahaman eksekutif terhadap target-target indikator makro pembangunan daerah, mulai dari Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), hingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencakup pendidikan, kesehatan, dan daya beli.

​Ia menilai pencapaian target-target tersebut, termasuk penekanan angka pengangguran dan kemiskinan, seharusnya menjadi fokus utama kerja bupati.

​Memasuki tahun ke-3 masa jabatan kepemimpinan daerah pada 2027 mendatang, Iwan menantang Bupati Pangandaran untuk menyampaikan laporan capaian RPJMD secara terbuka kepada publik.

​"Mendingan Bupati menerangkan itu. Dari satu visi menjadi berapa misi, dari berapa misi menjadi berapa program. Mana yang sudah dilaksanakan dan mana yang belum. Kan itu janji dia sendiri," ujar Iwan.

​Ia menambahkan, jika pemerintah daerah terus melenceng dari Perda RPJMD yang telah disepakati bersama, DPRD tidak segan untuk menggunakan hak interpelasi maupun hak angket guna meminta klarifikasi resmi dalam rapat paripurna. (Anton AS)

Hadiri Majelis Taklim Fatimah Zahra, Kades Sarimanggu Berharap Pengajian Rutin Ini Membawa Keberkahan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Majelis Taklim Fatimah Zahra Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, siang tadi menggelar kegiatan pengajian rutin. (29/08/2026)

Kegiatan yang terselenggara berkat dukungan dan kerjasama  Pemerintah Desa Sarimanggu ini berjalan lancar dan khidmat, dengan diisi tausiyah.

Menurut Kepala Desa Sarimanggu, Indra, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah antar warga serta menumbuhkan semangat keimanan dan ketakwaan.

Pengajian Majelis Taklim Fatimah Zahra ini, kata Indra, bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama melainkan pusat silaturahmi.

"Saling mendoakan serta berbagi kebaikan antar sesama warga masyarakat Desa Sarimanggu," ungkapnya.

Ia berpesan kepada para jamaah bahwa ilmu yang bermanfaat adalah amal yang tidak terputus.

"Indra berharap, semoga saja keberkahan senantiasa menyertai setiap langkah jamaah Majelis Taklim Fatimah Zahra.

"Dengan ilmu yang semakin berkah, bermanfaat, serta menjadi inspirasi bagi penguatan keagamaan di tengah masyarakat," imbuhnya. (@nwarwaluyo)

 

Ukir Prestasi Gemilang di FTBI Tingkat Kecamatan Kadipaten, SDN Sukamulih Siap Berlaga Di Tingkat Kabupaten

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Prestasi yang membanggakan datang dari SDN Sukamulih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, pada ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Kadipaten Tahun 2026 kembali membuktikan keunggulannya dengan meraih juara dalam sejumlah cabang lomba.

Seperti disampaikan Kepala Sekolah SDN Sukamulih sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Kadipaten,
Dodi, melalui pesan WhatsApp. Yang lebih membanggakan lagi, SDN Sukamulih tercatat tidak pernah absen meraih prestasi di tingkat kecamatan dan secara konsisten mengirimkan perwakilan terbaik untuk berlomba di tingkat kabupaten.

"Semoga dengan prestasi yang didapat ini menjadi motivasi dan kebanggaan bagi siswa-siswi serta guru di SDN Sukamulih," ujarnya. (28/08/2026)

Pihaknya juga menyampaikan bangga mempunyai anak-anak hebat, dan terima kasih kepada Ibu-Bapak Guru yang telah membimbing hingga berprestasi yang siap bersaing ke tingkat Kabupaten.

Dodi mengatakan, prestasi ini bukan sekadar piala dan piagam nanun keberhasilan SDN Sukamulih membuktikan bahwa
bahasa ibu tetap hidup, generasi muda tetap mencintai dan fasih berbahasa sunda, konsistensi membawa gasil, kerja keras dan bimbingan yang berkelanjutan membuahkan prestasi.

"Kami berhara, ke depannya perwakilan kecamatan siap berlomba dan mengharumkan nama Kadipaten di tingkat kabupaten," ungkapnya.

Berikut raihan prestasi yang diperoleh SDN Sukamulih, antara lain (Bercerita) Jajaka (Putra) Juara 3, Maca Sajak (Membaca Puisi) Wanoja (Putri) Juara 3, Biantara (Pidato) Wanoja (Putri)
Juara 5, Maca & Nulis Aksara Sunda Jajaka (Putra) Juara 5 dan Nulis Carpon (Menulis Cerita Pendek) Jajaka (Putra)
*@nwarwaluyo*

Ngaguar & Ngaruat di Makam Pasir Tando, Cara Warga Sukapura Lestarikan Budaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Suasana khidmat sangat kental saat pelaksanaan tradisi ngaguar dan ngaruat di Makam Pasir Tando, Desa Sukapura, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. (27/08/2026)

Acara yang sarat nilai spiritual dihadiri langsung Camat Sukaraja, Ari Fitriadi, S.TP., M.Si beserta jajaran, Para Kepala Desa se-Kecamatan Sukaraja, Babinsa, Wakil Kapolsek Sukaraja , para kuncen, sesepuh, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Kegiatan ziarah, pembersihan makam leluhur dan doa bersama ini digelar untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kemaslahatan bagi seluruh warga masyarakat. Kehadiran Bapak Camat tamu undangan lainnya pun menunjukkan kebersamaan yang erat antara pemerintah, para penjaga tradisi, dan masyarakat dalam menjaga warisan luhur leluhur.

Kegiatan ngaguar ini merupakan tradisi untuk membersihkan dan merawat makam leluhur sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada para pendahulu. Sedangkan ngaruat merupakan doa bersama yang dipimpin para tokoh agama dan kuncen untuk mendoakan para leluhur, serta memohon perlindungan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Menurut Camat Sukaraja, Ari Fitriadi, tradisi ini bukan sekadar ritual melainkan menjadi perekat kebersamaan.

"Kita belajar menghormati masa lalu, menjaga kerukunan di masa kini, dan berdoa untuk masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Kuncen Asep dan Kuncen Iyam pun menyambut kehadiran camat  beserta rombongan, serta berharap kebersamaan yang terjalin ini terus diperkuat sehingga kerukunan antarwarga dan hubungan antara pemerintah, para penjaga tradisi, dan masyarakat semakin harmonis.

Dan semoga, ucap mereka, tradisi luhur ini terus terjaga dari generasi ke generasi serta doa yang dipanjatkan menjadi amal jariyah yang tak terputus keberkahannya.

"Selamat untuk warga Desa Sukapura atas terselenggaranya acara yang penuh keberkahan ini," ujar neraka berdua. (@mirsaripudin)

Lewat FTBI, Siswa Di Kecamatan Kadipaten Tumbuhkan Kecintaan Pada Bahasa Ibu

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Melestarikan budaya membaca melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Kadipaten resmi digelar, dengan mengusung tema Bahasa Ibu, Jati Diri Bangsa, Kemanusan Generasi Muda.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa ibu sekaligus melestarikan bahasa daerah khususnya bahasa sunda, sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri bangsa.

Seperti disampaikan salah seorang panitia penyelenggara, Festival Tunas Bahasa Ibu adalah program pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa daerah bagi peserta didik sejak usia dini. Dan melalui berbagai lomba dan penampilan, anak-anak dilatih untuk bangga berbahasa ibunya dengan baik dan benar.

"Bahasa Ibu adalah jati diri bangsa, sehingga jika bahasa hilang, maka hilanglah identitas kita sebagai bangsa yang berbudaya," ucapnya. (27/08/2026)

Menurutnya, menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa ibu sejak dini adalah salah satu upaya untuk melestarikan Bahasa Sunda sebagai warisan leluhur.

Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa daerah, imbuhnya, bisa membentuk karakter anak yang bangga akan budayanya sendiri
Memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

FTBI bukan sekadar lomba gerakan pelestarian budaya yang berkelanjutan, namun pihaknya juga berharap generasi muda tidak hanya pandai berbahasa asing tetapi tetap fasih dan bangga menggunakan bahasa ibunya sendiri.

"Ngamumule Basa Sunda, Ngajaga Jati Diri," imbuhnya. (@nwarwaluyo)

Jalan Lintas Cikalong Tasikmalaya Kini Mulus Beraspal, Pertumbuhan Ekonomi Pun Semakin Lancar

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Masyarakat di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, mengaku senang karena jalan yang dulunya rusak.kini telah berubah mulus beraspal dan nyaman dilalui.

Menurut salah seorang warga, Rusli (48), perbaikan jalan yang menghubungkan kawasan Tasik Selatan ini bukan sekadar perbaikan fisik tapi juga bisa membuka harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

"Sekarang jalan kasep mulus sudah terwujud, kami senang karena jalan di Tasik Selatan udah ngaleser dan mulus," ucapnya. (26/08/2026)

Rusli juga berharap agar perbaikan infrastruktur ini terus diiringi dengan pemeliharaan rutin, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Jalan yang mulus, ungkap Rusli, adalah jalan menuju kesejahteraan bersama ini tentu tak hanya untuk masyarakat Cikalong, Tasik Selatan tapi seluruh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
(@mirsaripudin)
 

Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Laut Barat Daya Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah selatan Jawa Barat pada Senin (24/8/2026) pagi, dengan gempa di laut sekitar 96 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 06.29.39 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 8,30 derajat Lintang Selatan (LS) dan 107,86 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 13 kilometer.

Meskipun pusat gempa berada di laut dan berjarak cukup jauh dari daratan Pangandaran, namun getarannya dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat.

BMKG mencatat, gempa dirasakan dengan intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Cigedug, Singaparna, dan Pangandaran. Sementara itu, getaran dengan intensitas II MMI dirasakan di Cimaung dan Cianjur Selatan

Gempa yang terjadi pada senin pagi ini, terjadi belum lama setelah gempa bermagnitudo 4,2 yang mengguncang wilayah laut barat daya Kabupaten Pangandaran pada Kamis (20/8/2026) malam.

Saat itu, BMKG mencatat pusat gempa berada sekitar 80 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 17 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,09 LS dan 107,88 BT. Gempa pada 20 Agustus 2026 tersebut juga dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah. Seperti di Pangandaran, Kalapanunggal, Ciamis, dan Pameungpeuk tercatat mengalami getaran dengan intensitas III MMI.

Meski terjadi dalam waktu berdekatan, kedua gempa tersebut memiliki titik episenter dan kedalaman yang berbeda. Gempa Senin pagi berpusat lebih jauh dari Pangandaran, sekitar 96 kilometer, dengan kedalaman 13 kilometer.

Menurut salah seorang warga Desa Wonoharjo Pangandaran, Bardan (50), merasakan getaran gempa pada Senin pagi.  Saat gempa terjadi, ia tengah bersiap berangkat mencari rumput untuk ternak sapinya.

Namun, Bardan mengaku tidak terlalu memperhatikan getaran tersebut karena terasa kecil dan berlangsung singkat.

“Tidak begitu kerasa sih, sama dengan yang terjadi beberapa hari lalu,” ucap Bardan.

Menurutnya, waktu kejadian yang bertepatan dengan aktivitas warga pada pagi hari juga membuat sebagian orang kemungkinan tidak menyadari adanya getaran. Karena pada jam terjadi gempa, orang lagi sedang bekerja di rumah.

"Gempa tersebut tidak sampai membuat aktivitas saya terganggu," imbuhnya. (hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG P[ANGANDARAN

WISATA BODY RAFTING CITUMANG P[ANGANDARAN