Melalui Yayasan GSN, Presiden RI Prabowo Subianto Bagikan 160 Unit Becak Listrik Di Ciamis

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS — Ratusan penarik becak di Kabupaten Ciamis mendapat bantuan becak listrik dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Acara penyerahan sejumlah 160 becak listrik ini ditandai dengan pelepasan dan pemberian bendera secara simbolis, yang dihadiri oleh Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan (Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN), Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, jajaran Pemkab Ciamis, serta ratusan pengayuh becak penerima manfaat. (06/09/2026).

Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan dalam sambutannya menjelaskan, program becak listrik ini dirintis oleh Yayasan GSN untuk membantu masyarakat yang menggantungkan hidup dari tenaga fisik, dan program ini juga telah dijalankan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Program ini bertujuan untuk meringankan beban bapak-bapak pengayuh becak, meningkatkan pendapatan dan dalam menjalankan usahanya lebih ringan," ungkapnya.

Firman menegaskan aturan yang harus dipatuhi para penerima, antara lain becak ini tidak boleh dijual, disewakan maupun dipindahtangankan.

"Rawatlah dan gunakan untuk mencari rezeki," tegas Firman.

Sementara saat mencoba langsung becak listrik tersebut, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, mengatakan bahwa penggunaannya sangat mudah dan sangat ringan.

"Terima kasih Bapak Presiden, semoga becak ini membawa keberkahan dan kemudahan bagi para pengayuh di Ciamis," ujar Herdiat.

Selain mendapatkan becak listrik, para penerima juga mendapat paket Sembako dan uang Transportasi (Bantuan berkat dukungan Bank BJB dan Baznas)

Salah satu penerima, Elon, mengaku senang serta berterimakasih atas bantuan yang diterimanya ini.

Elon berharap, langkah nyata ini menjadi awal kesejahteraan yang lebih baik bagi para pengayuh becak di Kabupaten Ciamis.

"Semoga rezeki kami bertambah dan kehidupan pun semakin sejahtera," ucapnya. (@nwarwaluyo).

 

Hari Ini Kapolda Jabar Hadiri Undangan Pangandaran Air Show 2026

PANGANDARANNEWS.COM – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menghadiri undangan kegiatan Pangandaran Air Show 2026 yang digelar di Susi International Beach Strip, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan kedirgantaraan bergengsi ini diselenggarakan bersama tokoh nasional sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014–2019, Susi Pudjiastuti.

​Turut hadir dalam acara pada hari ini sejumlah pejabat tinggi, tokoh penting, dan jajaran Forkopimda. Di antaranya adalah Gubernur Jawa Barat, Irjen Kemenimipas Komjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., Wakapolri periode 2011–2013 Komjen Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna, serta Komandan Lanud (Danlanud) Wiriadinata Tasikmalaya.

​Dari jajaran Forkopimda Kabupaten Pangandaran, hadir secara langsung Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., beserta Dandim 0625/Pangandaran. Acara ini juga mengundang antusiasme para pengusaha kedirgantaraan Indonesia yang turut meramaikan dan mendukung jalannya kegiatan.

​Kehadiran Kapolda Jabar beserta seluruh jajaran kepolisian dan pejabat terkait menjadi wujud nyata dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan penerbangan sekaligus event pariwisata berskala nasional di wilayah hukum Polres Pangandaran.

​Pangandaran Air Show 2026 merupakan kegiatan yang digagas oleh Susi Air dan berlangsung selama 4–6 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 60 pesawat dan paramotor dari berbagai organisasi, klub, serta komunitas penerbangan di Indonesia.

​Pada acara utama Sabtu (5/9/2026), masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan berbagai atraksi udara, termasuk pertunjukan aerobatik dan manuver penerbangan lainnya yang dilakukan oleh pilot serta atlet profesional.

​Selain atraksi udara, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Joy Flight yang dijadwalkan mulai pukul 16.00 WIB serta Public Walkaround pada pukul 17.00 WIB, sehingga masyarakat dapat melihat pesawat-pesawat tersebut dari jarak dekat.

​Sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, penyelenggara, dan seluruh tokoh yang hadir diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan masyarakat.

​Pangandaran Air Show 2026 tidak hanya menjadi ajang edukasi untuk memperkenalkan dunia penerbangan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mendorong sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Selama kegiatan berlangsung, jajaran Polres Pangandaran bersama unsur terkait terus bersiaga melakukan pengamanan maksimal guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif. (@ntonAS)

Sejumlah Pedagang Sayangkan, Penertiban PKL di Kompleks Dadaha Tasik Terkesan Tebang Pilih

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kebijakan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kompleks Dadaha Kota Tasikmalaya, kini menuai kritik tajam dari masyarakat. Warga mempertanyakan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya, yang dinilai tidak konsisten dan tebang pilih dalam menertibkan pedagang yang menempati area publik.


Seperti disampaikan salah seorang pengunjung yang enggan menyebutkan namanya, dirinya mengaku kecewa pasalnya beberapa waktu lalu PKL tersebut selalu ditertibkan. Tapi sekarang terkesan dibiarkan begitu saja, padahal di Kompleks Dadaha masih banyak yang berjualan baju dan dagangan lain baik di sepanjang jalan atau pun di bahu jalan bahkan di trotoar.

"Kalau pemerintah mau menertibkan, jangan tebang pilih tertibkan semua, trotoar dan bahu jalan itu bukan tempat berjualan tapi itu hak pejalan kaki," tegasnya. (05/09/2026)

Keluhan warga ini semakin menguat, karena terlihat jelas masih banyaknya pedagang yang menempati area yang seharusnya bebas dari aktivitas jual beli. Sementara di sisi lain, penertiban hanya difokuskan pada area jalur jogging track saja. Para pedagang lainnya pun kini menuntut kesetaraan dalam penegakan peraturan daerah, agar tidak ada kesan pilih kasih dalam penertiban.

Ia juga mempertanyakan, kenapa hanya area jogging track yang ditertibkan sementara pedagang yang di trotoar dan bahu jalan dibiarkan saja.

"Kalau tujuannya ingin menata kota, tata semua dengan rapi dan jangan tebang pilih," ucapnya.

Sayang hingga saat ini belum ada keterangan resmi disampaikan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui UPTD Dadaha, terkait keluhan masyarakat ini. (@mirsaripudin).

Warga Di Wilayah Tasik Selatan Bersyukur, Jalan Cikatomas - Cikalong Kini Telah Mulus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Rasa syukur disampaikan warga Tasik Selatan atas terealisasinya perbaikan Jalan Lintas Cikatomas–Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Jalan penghubung dua kecamatan itu yang sebelumnya rusak dan berlubang kini telah mulus beraspal, lurus, dan nyaman dilalui.

Perubahan ini pun disambut antusias warga karena menjadi akses utama mobilitas dan perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan.

"Alhamdulillah kini jalan lintas Cikatomas sudah terealisasi, terima kasih Bapak Bupati," ujar seorang warga yang melintas di lokasi. (05/09/2026)

Warga lainnya pun menilai, perbaikan jalan ini membuktikan keseriusan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun infrastruktur hingga ke pelosok desa.

Jalan wilayah Tasik Selatan Cikatomas–Cikalong, ujarnya, sekarang sudah terwujud. Semoga pembangunan ini terus berlanjut dan semakin merata ke seluruh penjuru Kabupaten Tasikmalaya," ucap salah seorang warga.

Dengan perbaikan jalan ini, warga pun berharap dapat memperlancar arus transportasi, menekan biaya perjalanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Cikatomas dan Cikalong.

"Diharapkan jalan yang baru diperbaiki ini dapat terus dirawat dan menjadi awal dari pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya," ungkapnya. (@mirsaripudin).

Jadi Kado HUT RI Ke 81, Seorang Pengusaha Ayam Bangun Jalan Di Desa Sarimanggu

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Warga Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya menerima kado istimewa di HUT RI ke-81. Jalan penghubung sepanjang 98 meter yang menghubungkan Desa Sarimanggu dan Desa Karangmekar kini telah mulus beraspal, dilengkapi pintu gerbang dan pagar pembatas bernuansa merah putih.

Pembangunan jalan ini digagas dan didanai sepenuhnya oleh pengusaha ayam asal Kampung Rancapetir, Rohman, bukan asli warga Desa Sarimanggu.

Kepada Pangandaran News, Rohman mengatakan, sesuai keinginan masyarakat sekarang perbaikan jalan ini kini sudah terwujud.

Ia mengungkapkan, sebagai rasa terimakasih dan menitipkan diri karena ikut membuka usaha di sini.

"Semoga dengan terbangunnya jalan ini, perekonomian masyarakat Desa Sarimanggu semakin tumbuh dan berkembang," ujar Rohman. (04/09/2026)

Kepala Desa Sarimanggu, Indra, mewakili pemerintah desa dan warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut dengan simbolis menyerahkan bingkisan sebagai tanda terima kasih kepada Rohman.

Warga pun, kata Indra, berterimakasih kepada Rohman yang telah membantu membangun jalan sepanjang 98 meter.

"Kepedulian ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dapat menumbuhkan perekonomian desa," kata Indra.

Indra pun berharap oembangunan jalan 98 meter ini bisa memperlancar akses transportasi,  mempermudah distribusi hasil pertanian dan peternakan serta meningkatkan keindahan desa.

"Langkah Pak Rohman ini juga diharapkan dapat menginspirasi pihak lain untuk turut peduli terhadap pembangunan di lingkungan sekitar," imbuhnya.

Sementara menurut salah seorang warga,
sebelumnya jalan tersebut sempit, berlubang, dan sulit dilalui terutama saat musim hujan. Namun kini kondisinya berubah total menjadi mulus dan aman untuk kendaraan, dan ini semua berkat kepedulian Rohman yang notabene bukan warga asli Sarimanggu.

Warga mengaku bersyukur serta berterima kasih kepada Rohman, karena jalan yang dulunya sempit, berlubang, dan sulit dilalui, kini mulus dan nyaman.

"Semoga usaha beliau semakin berkembang, berkah, dan diberi kesehatan," tuturnya. (@nwarwaluyo)

Pencapaian Luar Biasa, 450 Peserta Se-Kecamatan Cikatomas Ikut LT II & Gladi Terampil

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sebuah pencapaian prestasi ditorehkan Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cikatomas, dalam kegiatan Latihan Tingkat II (LT II) dan Gladi Terampil yang berlangsung di Lapang Gebang, Desa Pakemitan Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam kegiatan yang diikuti 450 peserta dari jenjang SD, MI, MTs, hingga SMP Negeri dan Swasta se-kecamatan, gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cikatomas mencatat rekor partisipasi luar biasa

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026, dan resmi dibuka Mabiran Heru Nooryosana serta dihadiri langsung oleh Ketua Harian Kwarcab Tasikmalaya, E. Koswara serta jajaran unsur pimpinan lainnya.

Dengan mengusung tema "Dengan Semangat Dasa Dharma, Kita Wujudkan Penggalang Cikatomas yang Berkarakter, Terampil, dan Berjiwa Pancasila" ini hasil kerjasama & Kemitraan antara PC PGRI Cikatomas, LJN, BPR Arta Galunggung dan bank BJB.

Dalam sambutannya, Ketua Harian Kwarcab Tasikmalaya, E. Koswara, menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas antusiasme yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Koswara juga merasa bersyukur karena dari sekian banyak kecamatan, Cikatomas kini mencatatkan rekor partisipasi tertinggi dengan 450 sekolah turut berpartisipasi.

Dan Ini, kata Koswara, membuktikan bahwa semangat Pramuka di Cikatomas benar-benar hidup dan menyatu di setiap sekolah.

"Teruslah berprestasi, jadikan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, berakhlak, dan berjiwa Pancasila," ucapnya. (04/09/2026)

Sementara Sekretaris Kwarran Cikatomas, Andi, kepada Pangandaran News menjelaskan tujuan jangka panjang kegiatan ini.

Andi mengatakan, para juara dari tingkat kecamatan ini nantinya akan dibawa untuk berlaga di tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang direncanakan akan digelar pada bulan Desember 2026.

"Semoga persiapan berjalan lancar dan Cikatomas mampu menorehkan prestasi terbaik di tingkat kabupaten," kata Andi

Masih di tempat yang sama, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd,
🎙️ KATA KETUA PC PGRI CIKATOMAS — NANA SUKMANA, S.Pd, menambahkan, pihaknya sangat mendukung kegiatan Pramuka LT II ini.

Melalui kegiatan ini, imbuhnya, siswa tidak hanya belajar keterampilan tetapi juga melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan kepemimpinan.

"Semoga sinergi antara sekolah, PGRI, dan Kwarran Cikatomas terus terjalin dengan baik demi kemajuan generasi muda kita," ungkapnya. (@mirsaripudin)

Ketua DPRD Pangandaran Sebut, Untuk Persiapan Pembangunan Jembatan Pongpet Harus Sejak Dini

PANGANDARANNEWS.COM - Saat turun langsung ke lokasi bersama para anggota Komisi III, H. Adang dan Supratman, S.IP, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin menyampaikan belasungkawa terkait insiden Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Mergajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, yang terjadi saat peresmian pada beberapa hari lalu.

Kehadiran para Wakil Rakyat ini, menurutnya, sebagai bentuk tindak lanjut atas rencana pengalihan penanganan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pembangunan kembali akses Jembatan tersebut.

"Atas nama Pemkab Pangandaran, kami mengucapkan terima kasih atas respons cepat dari Gubernur Jawa Barat, KDM  yang sigap terhadap kebutuhan masyarakat khususnya di Kabupaten Pangandaran,” kata Asep. (03/09/2026)

Asep mengatakan, rencana pembangunan Jembatan yang disampaikan Gubernur Jawa Barat ini harus ditindaklanjuti secara serius dan cepat oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran terutama jika nantinya Jembatan tersebut dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

Asep juga menilai, keberadaan Jembatan yang nantinya bisa dilalui kendaraan roda empat tidak hanya menjadi akses penghubung Masyarakat akan tetapi juga berpotensi menjadi penggerak Perekonomian dan Pariwisata di wilayah tersebut.

Asep berharap apa yang direncanakan oleh Gubernur Jawa Barat segera terlaksana. Dan nantinya jembatan ini tidak hanya dilalui kendaraan roda dua, tetapi juga bisa dilewati untuk roda empat.

"Sehingga jembatan ini betul-betul menjadi akses perekonomian sekaligus menjadi lokasi wisata untuk wisatawan yang akan berkunjung,” ujarnya.

Asep menyebutkan, kawasan di sekitar jembatan memiliki banyak potensi Wisata yang cukup besar. Seperti, di seberang lokasi terdapat Kampung Badud yang memiliki kekhasan tradisi di wilayah Margacinta, Cibunian serta untuk aktivitas wisata body rafting memiliki peluang untuk terus dikembangkan.

Ia juga mengaku optimistis dan yakin, kalau roda empat bisa masuk jembatan ini akan mampu mendongkrak ekonomi warga.

Disoal rencana pembangunan jembatan kembali, Asep menjelaskan, rencananya ada di tahun 2027.

"Namun persiapannya harus mulai sejak sekarang," tegasnya.

Dan pemerintah daerah, kata Asep, perlu menangkap rencana tersebut sebagai peluang untuk melakukan berbagai persiapan teknis dan administratif. Diantaranya, pelebaran jalan, Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin), persiapan badan jalan hingga pembangunan tembok penahan tanah (TPT) yang harus direncanakan secara matang.

Yang disampaikan oleh KDM selaku Gubernur Jawa Barat, menurut Asep, rencananya akan di mulai tahun 2027. Maka dari itu DPRD Pangandaran mengajak Pemerintah Daerah untuk menangkap sinyal tersebut.

"Apa yang harus dilakukan, mulai dari pelebaran jalan, Amdal Lalin dan seterusnya harus segera dipersiapkan," imbuhnya.

Asep juga menekankan akan pentingnya kajian teknis sebelum pembangunan dilakukan. Kondisi tanah dan struktur bebatuan di lokasi harus terlebih dahulu diuji agar pembangunan Jembatan ini nantinya benar-benar aman, nyaman, dan sesuai dengan kondisi lapangan.

           Secara prinsip harus dilakukan uji kelayakan terlebih dahulu terhadap kondisi tanah dan bebatuan. Saya kira ini menjadi rujukan untuk pembangunan tahun 2027,” tegasnya.

Namun Asep menilai, persiapan ini tidak boleh dilakukan menjelang pembangunan saja sehingga pemerintah daerah perlu menyiapkan seluruh kebutuhan pendukung sejak jauh-jauh hari.

"Termasuk akses jalan menuju Jembatan dan infrastruktur penunjangnya," pungkasnya. (hiek)

          

Tanggapi Dugaan Perusakan Situs Gunung Payung Karangjaya, Gasantana Berkodinasi Dengan Disdikbud Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Pelestarian situs dan jejak peradaban Sunda merupakan tanggung jawab kolektif, nilai sejarah, budaya, dan filosofis yang terkandung di dalamnya merupakan identitas yang membentuk karakter masyarakat masa kini dan masa depan.

Namun keprihatinan kini menyelimuti dunia pelestarian budaya Kabupaten Tasikmalaya, menyusul adanya dugaan perusakan situs purbakala Gunung Payung di Desa Karangjaya Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya.

Berdasarkan laporan yang diterima pada Rabu, 2 September 2026, ditemukan dugaan perusakan terhadap situs purbakala berupa Lingga-Yoni di kawasan Gunung Payung Karangjaya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Kamis, 3 September 2026, tim Gasantana yang bergerak di bidang ekspedisi penelitian dan pelestarian alam dengan dipimpin langsung oleh Ketua Gasantana Hadi Permana didampingi Bunda Sumiati, mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya untuk melakukan koordinasi resmi.

Kepada Pangandaran News,
Hadi Permana menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan ketentuan hukum yang berlaku.

Tindak pidana perusakan situs di Indonesia, jelas Hadi,  diatur dalam UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dan berdasarkan KUHP, pelaku perusakan fasilitas umum dapat diancam pidana penjara 2 tahun 8 bulan dan denda. Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Pelaku perusakan sarana dan prasarana kebudayaan diancam pidana maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar," tegas Hadi.

Ia mengaku merasa sangat prihatin atas tindakan oknum yang merusak situs Lingga-Yoni di Gunung Payung, serta menyesalkan tindakan tersebut.

Sementara seorang Pemerhati Situs dan Lingkungan Alam Priangan Timur, Ki Acep Aan menegaskan pentingnya langkah konkret perlindungan situs.

Menurutnya, perawatan dan perlindungan situs/cagar budaya adalah tanggung jawab kolektif bersama pemerintah dan warga masyarakat sekitar. Artinya, perlu pengawasan yang serius oleh pihak Dinas dan Desa untuk mengawasi orang-orang yang masuk ke wilayah Gunung Payung.

"Sebaiknya dibuat petugas khusus untuk mendata identitas siapa saja yang berkunjung ke sana," ujar Ki Acep.

Saat diminta komentarnya, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya menyambut baik laporan dan koordinasi dari Gasantana.

"Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menyusun langkah-langkah strategis berkelanjutan untuk perlindungan situs tersebut," ucap salah seorang perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tasikmalaya.

Ia mengatakan, fungsi utama Dinas Kebudayaan dalam perawatan situs dan cagar budaya adalah melaksanakan perlindungan, pemeliharaan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya bangsa.

Ia menyebut warisan leluhur ini bukan milik perorangan tapi milik seluruh bangsa, dan menjaganya adalah kewajiban kita semua.

"Merusaknya sama dengan merusak identitas kita sendiri," tandasnya. (@mirsaripudin)

Ukir Prestasi di PORSADIN ke-10 & Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten, Desa Sarimanggu Beri Bingkisan Pada 12 Utusan Desa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertepatan dengan Pengajian Bulanan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, memberikan bingkisan kepada 12 utusan desa yang telah berjuang dan menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Dasar Islam (PORSADIN) ke-10 sekaligus Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula desa ini dihadiri para utusan perwakilan, tokoh masyarakat, dan jamaah dari berbagai kampung. Suasana penuh kebahagiaan, terasa saat bingkisan diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para utusan yang telah mengharumkan nama desa.

Saat dihubungi lewat telepon selulernys, Kepala Desa Sarimanggu, Indra, mengaku bersyukur dan bangga karena para utusan Desa Sarimanggu berhasil mengharumkan nama desa di ajang PORSADIN ke-10 dan Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

"Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi, menjaga semangat keagamaan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga," ungkapnya. (02/09/2026)

Melalui PORSADIN ke 10 ini, kata Indra, pihaknya ingin menumbuhkan semangat berprestasi sekaligus memperkuat akhlak keagamaan.

"Olahraga dan seni yang berlandaskan iman itulah yang kami harapkan tumbuh di Desa Sarimanggu," imbuhnya.

Indra berharap depannya Pemerintah Desa Sarimanggu semakin maju dalam bidang keagamaan, olahraga, maupun seni.

"Dan semoga kebersamaan yang terjalin ini semakin kokoh dan prestasi yang diraih pun menjadi berkah bagi masyarakat," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Iin, Potret Kehidupan Keluarga Di Desa Margalaksana, Meski Rumah Tak Layak Huni Namun Semangat Hidupnya Tak Pernah Padam

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Di balik hamparan hijau pedesaan Kabupaten Tasikmalaya, tersembunyi kisah ketabahan sebuah keluarga di Kampung Sukamaju, Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.

Lelaki tua bernama Iin (55), hidup dalam keterbatasan fasilitas. Mereka tetap teguh memegang nilai kesederhanaan, dan kebersamaan.

Saat Pangandaran News menjambangi kediamannya, kondisi rumah yang ditempati dinilai tidak layak huni. Bangunan beratap genteng tanah liat yang mulai usang, dinding semen yang belum diplester rapi dan teras yang difungsikan sebagai ruang kegiatan sehari-hari menjadi pemandangan yang terlihat.

Iin, sebagai kepala keluarga tampak tenang meski wajahnya merekam jejak panjang perjuangan. Garis keriput di wajahnya menjadi bukti, ia terus berjuang menafkahi keluarga di tengah segala keterbatasan.

Di dalam rumah, barang-barang kebutuhan tersusun seadanya. Tumpukan kayu bakar untuk memasak masih tersimpan di sudut ruangan, akses menuju rumahnya pun masih berupa jalan tanah yang belum beraspal.

"Kemewahan bukan tujuan kami, yang penting cukup makan, hidup rukun, dan bisa saling membantu," ujarnya. (02/09/2026)

I i n
Kehidupan seperti ini ternyata bukan hal baru di desa-desa Kabupaten Tasikmalaya, anak-anak tumbuh dengan kemandirian sejak dini dan gesit membantu pekerjaan rumah tangga. Sementara orang tua, bekerja keras apa adanya demi masa depan keluarga.

Kisah sederhana keluarga Iin ini menjadi cermin ketangguhan masyarakat pedesaan di Kabupaten Tasikmalaya, di tengah segala keterbatasan namun semangat untuk terus melangkah dan menjaga keutuhan keluarga tidak pernah luntur.

"Semoga perjuangan dan kesederhanaan ini membawa berkah, serta membuka jalan bagi kehidupan yang lebih layak di masa depan," ungkapnya. (@mirsaripudin)

Perkuat Kinerja Birokrasi dan Pelayanan Publik, Bupati Pangandaran Lantik 112 Pejabat

PANGANDARANNEWS.COM – di Aula Lantai II Kompleks Pendopo, Bupati Pangandaran Hjh. Citra Pitriyami, S.H, beberapa waktu lalu melantik dan mengambil sumpah 112 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Rabu (26/08/2026).

Kepada awak media, bupati menyampaikan, pelantikan menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta penyegaran organisasi guna meningkatkan kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Pangandaran.

Dari total 112 pejabat yang dilantik, kata bupati, ini terdiri atas 40 pejabat administrator, 41 pejabat pengawas, dan 31 pejabat fungsional.

Ia menambahkan, pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat efektivitas organisasi serta memastikan pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan secara profesional dan optimal, dan para pejabat yang mendapat amanah pada jabatan baru ini  diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dedikasi, dan profesionalisme.

Melalui pelantikan ini, pihaknya berharap, para pejabat dapat memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan daerah, dan peningkatan pelayanan publik.

Bupati menegaskan, dengan semangat kolaborasi dan komitmen terhadap tugas.

"Para pejabat yang dilantik diharapkan mampu menghadirkan kinerja yang semakin baik serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat demi kemajuan Kabupaten Pangandaran," ujarnya.(@ntonAS)

Temukan Gadis Dibawah Umur di Penginapan, Polres Pangandaran Selidiki Dua Orang Untuk Pemeriksaan Lebih Lanjut

PANGANDARANNEWS.COM – Polres Pangandaran menemukan seorang anak perempuan di bawah umur berinisial SR (15), warga Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, yang sebelumnya dilaporkan belum kembali ke rumah.

Korban ditemukan di salah satu penginapan di obyek wisata Pangandaran, pada Senin dini hari dalam keadaan selamat.

Saat proses pencarian tersebut, polisi juga berhasil mengamankan dua orang yang berada bersama korban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kasi Humas Polres Pangandaran Aiptu Yusdiana, kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa peristiwa bermula pada Sabtu, 29 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, SR berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi bermain. Pihak keluarga kemudian sempat menghubungi korban sekitar pukul 17.30 WIB, dan meminta agar segera pulang.

Namun, terang Yusdiana, hingga sekitar pukul 23.00 WIB korban belum kembali dan tidak dapat dihubungi sehingga pihak keluarga pun kemudian meminta bantuan untuk mencari keberadaan korban ke sejumlah lokasi yang biasa didatangi.

Yusdiana menambahkan, pada hari senin tanggal 31 Agustus 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, keluarga memperoleh informasi bahwa korban berada di salah satu penginapan di wilayah Pangandaran.

"Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Yusdiana. (31/08/2026)

Yusdiana menyebut, saat ini korban sudah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Pihaknya juga telah mengamankan dua orang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk identitas maupun keterlibatan keduanya masih dalam proses penyelidikan.

Menurutnya, kepolisian masih mendalami rangkaian kejadian termasuk bagaimana korban dapat berada di salah satu penginapan tersebut serta hubungan korban dengan kedua orang yang diamankan.

Ia mengatakan, pihak Polres saat ini masih melakukan pendalaman terhadap keterangan korban dan pihak-pihak yang diamankan.

"Kami tidak ingin menyimpulkan terlebih dahulu sebelum seluruh fakta dan keterangan diperoleh,” ungkapnya.

Yusdiana menegaskan, proses penanganan perkara masih berlangsung dan kepolisian akan menentukan langkah hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh.

"Kami memastikan penanganan perkara dilakukan dengan tetap mengutamakan perlindungan dan kepentingan terbaik bagi korban yang masih berusia anak," tutupnya. (@ntonAS)

Musibah Ambruknya Jembatan Gantung Pongpet, Berikut Penjelasan Kades Margacinta dan Dandim 0625 Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Kebahagiaan warga Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang Pangandaran, berubah menjadi duka ketika insiden tidak terduga menimpa Jembatan Gantung Pongpet pada Minggu 30 Agustus 2026.

Usai gunting pita, Bupati Pangandaran dan jajaran Kodim 0625/Pangandaran mencoba melewati jembatan, namun saat rombongan berada di tengah-tengah, Naas karena tali seling jembatan tersebut terlepas hingga rombongan hampir tergelincir ke jurang bawah jembatan tersebut.

​Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas musibah tersebut.

Ia mengakui, akibat kelalaian kontrol kapasitas karena ternyata saat itu jembatan dilintasi oleh puluhan warga hingga melampaui beban kapasitas. Dan ia pun tidak pasti, itu kurang lebih sekitar 40 orang di tengah jembatan tersebut.

"Memang itu semua kesalahan di kami, Kodim tidak mengontrol batas maksimum rombongan masyarakat yang melewati jembatan tersebut,” ujar Citra saat memberikan keterangan resmi di Makodim 0625/Pangandaran, Senin 31 Agustus 2026.

Disoal ​mekanisme pembangunan, Dandim menjelaskan bahwa proyek Jembatan Gantung Pongpet dikerjakan secara gotong royong melalui program padat karya.

​”mUntuk anggarannya, kata Dandim, menggunakan sistem padat karya. Kebutuhan dari Kodim diajukan ke komando atas kemudian diturunkan, lalu kita bersama masyarakat mengerjakan jembatan tersebut.

​Terkait nominal anggaran, pihaknya masih melakukan kalkulasi menyeluruh. Dandim juga berjanji akan mempercepat proses perbaikan serta meningkatkan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangandaran guna menjamin keamanan seluruh infrastruktur jembatan ke depan.

​Sementara, Kepala Desa Margacinta Enceng Anwar Solihin menyampaikan keprihatinannya atas tragedi tersebut serta berharap insiden ini dapat membuka mata pihak berwenang untuk mempertimbangkan pembangunan jembatan yang lebih representatif atau permanen.

​Ia menyebut, diantara lima proyek jembatan gantung yang sedang digarap Kodim 0625/Pangandaran, Jembatan Pongpet adalah yang terpanjang, tertinggi, dan paling sibuk.

​”Kemarin kami sangat bahagia karena peresmian jembatan itu diresmikan oleh Ibu Bupati dan Bapak Dandim, namun sayang terjadi kejadian yang tidak diharapkan," ungkapnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi dasar evaluasi, dan pihak-pihak yang punya kebijakan bisa menganalisa lebih jauh untuk membangun jembatan tersebut menjadi jembatan representatif ataupun jembatan permanen.

Enceng juga menuturkan ​sejarah panjang ​Jembatan Pongpet, pertama kali dibangun pada tahun 1992. Sepanjang perjalanannya, perbaikan yang dilakukan hanya sebatas pemeliharaan ringan pada lantai jembatan. Material lantai yang sempat berganti dari kayu ke plat bordes besi mengalami korosi dan pelapukan akibat cuaca.

​Padahal, jembatan ini bukan sekadar perlintasan pejalan kaki. Sebagai penghubung strategis antardesa (Cibanten-Margacinta) hingga antarkecamatan (Cigujur-Cijulang), Jembatan Pongpet kerap dilintasi kendaraan pembawa hasil pertanian dan angkutan kayu (palen) berbobot berat.

Dan tingginya antusiasme masyarakat warga Desa Margacinta turun ke lokasi saat agenda peresmian, menunjukkan betapa pentingnya jembatan ini bagi keberlangsungan hidup mereka.
(Anton AS)

Warga Pangandaran Sempat Heboh, Jembatan Gantung Pongpet Ambruk Saat Peresmian

PANGANDARANNEWS.COM— Momen yang seharusnya menjadi kebanggaan warga berubah jadi kepanikan, Jembatan Gantung Pongpet yang berlokasi di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran ambruk tepat saat acara peresmian berlangsung pada Minggu sore, 30 Agustus 2026.

Jembatan yang baru selesai dibangun ini ambruk di hadapan tamu undangan, pejabat, dan ratusan warga yang hadir. Suasana pun langsung gaduh, dan warga berhamburan menyelamatkan diri.

Belum ada keterangan resmi dari Pemkab Pangandaran terkait jumlah korban, penyebab ambruknya jembatan, dan total kerugian. Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, dan Damkar sudah diterjunkan ke lokasi untuk evakuasi dan mengamankan area.

Jembatan Gantung Pongpet sendiri merupakan salah satu infrastruktur penghubung vital bagi warga Desa Margacinta dan sekitarnya untuk akses ke lahan, sekolah, dan pusat desa.

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan olah TKP dan pendataan. Sementara Pemkab Pangandaran dijadwalkan menggelar konferensi pers terkait insiden ini.

Menurut yang saat kejadian ada di lokasi, peresmian jembatan tersebut dilaksanakan hari Minggu sore 30 Agustus 2026. Saat sambutan dan pemotongan pita selesai, tiba-tiba bagian tengah jembatan tiba-tiba ambruk.

Sementara Pemkab Pangandaran mengimbau, masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja di lapangan. (hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG P[ANGANDARAN

WISATA BODY RAFTING CITUMANG P[ANGANDARAN