wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

Dengan Swadaya Dan Gotong-royong Warga Kampung Sukasari Cimanuk, Mampu Bangun Jalan Desa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Sejumlah warga di Kampung Sukasari, RT 003/RW 004, Desa Cimanuk, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, bahu-membahu bergotong royong membangun dan memperbaiki jalan lingkungan desa sepenuhnya dengan swadaya masyarakat.

Tampak pria maupun wanita hingga para lansia turun tangan bersama-sama bekerja dengan penuh semangat, inilah bukti nyata bahwa persatuan masyarakat Desa Cimanuk masih sangat kental dan terjaga.

Kepada Pangandaran News, Kepala Desa Cimanuk, Anhar Haerudin menyampaikan, pihaknya sangat apresiasi keterlibatan masyarakat untuk ikut membangun desa.

"Pembangunan ini, ucap Anhar, tidak harus selalu menunggu anggaran pemerintah. Dengan semangat gotong royong jalan desa ini terbangun berkat swadaya masyarakat, dengan volume 45m × 2,5  meter yang dikerjakan dengan cara gotong royong.

"Dan Alhamdulillah, ini bukti nyata bahwa semangat gotong royong masyarakat Desa Cimanuk masih tinggi, membangun desa, dari desa, oleh masyarakat desa," ungkap Anhar. (21/09/2026).

Warga pun menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Cimanuk yang selalu hadir mengayomi, memotivasi, dan memimpin masyarakat dengan penuh semangat.

"Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi desa-desam lainnya,"ucapnya. (@nwarwaluyo).




Prestasi Membanggakan, MTs Manarul Huda Sabet Juara 1 Putra & Putri Di LT II Penggalang Kwarran Culamega 2026

penulis, Amir Saripudin 
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — MTs Manarul Huda berhasil meraih prestasi dalam ajang Lomba Tingkat II (LT II) Penggalang Gerakan Pramuka Kwarran Culamega Kabupaten Tasikmalaya yang berlangsung Jumat hingga Sabtu (18–19 September 2026), bertempat di Bumi Perkemahan Cibinong.

Sekolah ini sukses menyapu bersih juara pertama untuk regu putra maupun putri, dari
7 pangkalan dengan 112 peserta siswa-siswi SMP/MTs se-Kecamatan Culamega berkompetisi dengan penuh semangat.

Ketua Pelaksana LT II 2026, Aang Hermawan, S.Pd., M.G, kepada Pangandaran News, menyampaikan, Kegiatan rutin ini bukan sekadar ajang adu keterampilan melainkan sebagai wadah untuk membentuk karakter, melatih kebersamaan, dan mempererat persaudaraan antar anggota Pramuka.

"Dalam LT II ini para peserta diuji secara menyeluruh melalui berbagai mata lomba yang edukatif dan menantang," terang Aang.(20/09/2026)

Ia menjelaskan, sejumlah mata lomba utama yang diperlombakan, diantaranya Storytelling kepahlawanan,
LKKB tingkat & formasi barisan,
Tata kelola lingkungan kemah,
Pemetaan, isyarat Morse & Semaphore, sandi keperamukaan, dan pembuatan miniatur jembatan pioneering dari stik bambu.

Sementara untuk mata lomba penunjang, antara lain Kaligrafi Surah Al-Quraisy, drama teater kepahlawanan, parade kepahlawanan, pemeriksaan kelengkapan seragam Pramuka

"Dan untuk mata lomba tambahan, diantaranya teknologi tepat guna, lentera dari bahan bekas, tas ransel kedap air dan
laporan administrasi regu," jelasnya.

Dengan motto kegiatan, "Ber'-AKSI — Bersama Mengabdi Tanpa Batas, Menginspirasi Tanpa Henti", diharapkan peserta tidak hanya cakap dalam keterampilan kepramukaan tetapi juga mampu menjadi inspirasi positif di era digital saat ini.

Sementara itu, Camat Culamega Uu Saepul Uyun, S.Sos., M.Si. yang secara resmi membuka acara, memberikan apresiasi tinggi.

Uu berharap LT II ini mampu mencetak generasi yang berpotensi, berprestasi, cakap, dan berakhlak.

Bumi Perkemahan Cibinong ini, kata Uu, akan terus didukung dan dikembangkan bukan hanya untuk kegiatan kepramukaan, tapi juga untuk berbagai kegiatan positif lainnya.

"Selamat kepada MTs Manarul Huda dan seluruh pemenang, teruslah berprestasi dan menginspirasi teman-teman mu," ungkapnya.

Berikut hasil akhir lomba selengkapnya,

REGU PUTRA:
Juara 1 — MTs Manarul Huda
Juara 2 — SMPN 1 Culamega
Juara 3 — SMPN Satap 1

REGU PUTRI:
Juara 1 — MTs Manarul Huda
Juara 2 — SMPN 1 Culamega
Juara 3 — SMPN Satap

Perkuat Tata Kelola PBB-P2, Bapenda Pangandaran Siapkan aplikasi SAPA

PANGANDARANNEWS.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran terus memperkuat tata kelola Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), melalui digitalisasi layanan dan penguatan peran petugas pemungut. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Tata Kelola dan Evaluasi PBB-P2 yang digelar di Kantor Bapenda Pangandaran yang dipimpin langsung Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, S.IP., didampingi Kepala Bidang Perencanaan, Pegembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Daerah Evan A.H. Nasution, S.STP, Kepala Bidang PBB-P2 & BPHTB Yana Rodiana, S.Pi, dengan dihadiri 93 petugas pemungut PBB-P2. (16/09/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bapenda memperkenalkan pengembangan SAPA (Sistem Aplikasi Pembayaran) PBB-P2, bagian dari upaya membangun sistem yang dapat membantu petugas dalam pelaksanaan pemungutan di lapangan.

Usai kegiatan, Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, menyampaikan, digitalisasi ini diharapkan membuat pengelolaan PBB-P2 lebih tertib, efisien, transparan, dan akuntabel.

Pengembangan sistem ini, menurutnya, merupakan bagian dari Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional yang sedang diikuti olehnya.

Ia menjelaskan, mulai tahun 2027 Bapenda akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai tahap persiapan penerapan E-SPPT PBB-P2. Kedepannya di pada 2028, SPPT tidak lagi disampaikan dalam bentuk fisik tetapi dapat diakses dan diunduh masyarakat melalui website Bapenda Pangandaran. Dan sistem tersebut nantinya memberikan pemberitahuan PBB-P2 tahun berjalan, mencatat bukti pembayaran serta menyediakan dashboard untuk pemantauan.

"Pembayaran tetap dapat dilakukan secara tunai maupun secara nontunai melalui QRIS," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sarlan menyebut, Bapenda Pangandaran mengukuhkan Tim Jaga dan Amankan Target PBB-P2 (Jagat PBB-P2), dan sebanyak lima desa akan ditetapkan sebagai lokasi pilot project untuk penerapan konsep tersebut.

"Diharapkan tim ini nantinya akan mampu menjadi bagian dari penguatan pengawasan dan pengamanan target penerimaan PBB-P2 dilapangan," imbuhnya.

Sarlan juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh petugas dalam menghadapi perubahan tata kelola berbasis digital, karena selain meningkatkan efektivitas pemungutan penerapan sistem baru juga akan memperhatikan keamanan informasi dan data Wajib Pajak agar tetap terlindungi.

Menurut Sarlan, Kabupaten Pangandaran sebelumnya menjadi salah satu daerah yang mengambil langkah inovatif dalam pengelolaan PBB-P2. Pada 2025 lalu, Pemkab Pangandaran mengalihkan pelaksanaan pemungutan PBB-P2 yang sebelumnya dilakukan oleh desa menjadi kewenangan Bapenda.

"Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat tata kelola pemungutan dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan pajak daerah "ucapnya. (@nton AS)

Proyek PSN-KNMP Pangandaran Mangkrak Pengoperasian, Pemdes Karangjaladri Belum Terima BAST

PANGANDARANNEWS.COM — Proyek Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga kini belum jelas kapan dapat dioperasikan. Meski sebagian besar bangunan telah berdiri dan secara fisik diklaim mencapai sekitar 99 persen, namun proses serah terima proyek senilai Rp10,6 miliar tersebut belum juga dilakukan.

Kondisi ini tentu membuat beberapa fasilitas yang sedianya menjadi penunjang aktivitas dan kesejahteraan nelayan tersebut, belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Proyek KNMP tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025, dengan nilai sekitar Rp10,6 miliar dan pekerjaan ini ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025.

Namun, hingga Rabu (16/9/2026), atau sekitar delapan bulan setelah batas waktu penyelesaian, kepastian mengenai serah terima dan pengoperasian fasilitas tersebut masih belum diperoleh Pemerintah Desa Karangjaladri.

Saat diminta tanggapannya, Kepala Desa Karangjaladri, Eris Darmawan, mengatakan, berdasarkan kondisi di lapangan, sejumlah bangunan dan fasilitas KNMP telah berdiri. Dan secara kasatmata, kawasan tersebut tampak siap digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat nelayan.

Namun, Eris menyebut, hingga saat ini belum adanya proses Berita Acara Serah Terima (BAST) menjadi salah satu kendala pengoperasian fasilitas tersebut.

Eris menambahkan, hingga saat ini pihak pemerintah desa juga belum menerima serah terima pembangunan KNMP.

Menurutnya, belum ada kepastian koordinasi dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait mekanisme serah terima dan pengelolaan fasilitas.

“Hingga saat ini kami belum menerima atau serah terima pembangunan KNMP dan belum ada koordinasi dari pihak KKP maupun PPK terkait serah terima dan pengelolaan,” ujar Eris, Rabu (16/09/2026).

Eris Darmawan
Eris juga mengatakan, progres pembangunan secara umum telah mencapai sekitar 99 persen. Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan dan fasilitas yang perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum proyek benar-benar dinyatakan siap digunakan. Salah satunya adalah fasilitas pabrik es, yang dinilai membutuhkan kesiapan mesin dan sistem pendukung agar dapat berfungsi sesuai peruntukannya.

“Untuk pabrik es harus disiapkan mesin karena harus mengambil air laut langsung, sehingga harus ada pekerjaan tambahan,” imbuhnya.

Pemerintah desa, kata Eris, sebelumnya juga telah menyampaikan sejumlah usulan pekerjaan tambahan dengan harapan seluruh fasilitas yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik tetapi benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan.

Belum tuntasnya sejumlah fasilitas, imbuh Eris, membuat Pemerintah Desa Karangjaladri memilih bersikap hati-hati dalam proses serah terima.

Menurutnya, Pemdes tidak ingin terburu-buru menandatangani BAST apabila masih terdapat pekerjaan yang belum diselesaikan. Sebab, setelah fasilitas diterima, terdapat konsekuensi pengelolaan, pemeliharaan, maupun potensi perbaikan yang dapat menjadi beban pihak pengelola.

Pihaknya juga ingin memastikan, seluruh fasilitas dalam kondisi benar-benar siap digunakan sebelum serah terima dilakukan.

Ia juga tidak mau ketika sudah diterima namun masih ada kekurangan, dan pihak kami yang terbebani.

"Jadi memang harus 100 persen bisa digunakan,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta agar dokumen BAST nantinya dipelajari secara cermat sebelum ditandatangani, untuk dipelajari dulu berita acaranya. Dan ketika memang belum ada yang selesai mungkin pemdes pun akan menandatangani.

Saat ini, dengan kondisi tersebut Pemerintah Desa Karangjaladri masih menunggu kejelasan dari pihak terkait mengenai penyelesaian pekerjaan, mekanisme serah terima, hingga pola pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih Pangandaran.

"Kami berharap seluruh fasilitas KNMP dapat diselesaikan secara menyeluruh sebelum diserahkan, sehingga keberadaannya benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat dan tidak justru menimbulkan persoalan baru dalam pengelolaannya," pungkasnya. (@nton AS)

Sebuah Kesempatan Emas, Seorang Pengrajin Pandan Asal Rajapolah Tampil Di Ajang BRICS Bazaar 2026 India

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Seorang pengrajin anyaman pandan asal Kampung Kreatif Sukarauas, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, H. Intan Timur Badruzaman, mendapat kesempatan memenuhi undangan KBRI New Delhi, India, dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan BRICS Bazaar 2026, yang berlangsung pada 10–15 September 2026 di India.

Baginya tentu perjalanan ini bukan sekadar kunjungan ke luar negeri namun menjadi sebuah pengalaman luar biasa yang penuh kebanggaan membawa nama Indonesia, khususnya memperkenalkan kerajinan anyaman pandan ke kancah internasional.

BRICS sendiri merupakan forum kerja sama negara-negara berkembang yang menjadi wadah penting untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang ekonomi, perdagangan, kebudayaan, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat.

Dalam rangkaian BRICS Bazaar, setiap negara diberi kesempatan memamerkan budaya, kreativitas, serta produk dan kerajinan khas negaranya kepada dunia.

Dan anyaman Pandan Sukaraua pun berhasil tampil memukau di panggung dunia, di stan Indonesia yang berwarna-warni bertuliskan "BRICS India 2026",

Di ajang tersebut, Intan tidak hanya memajang hasil karya tetapi juga melakukan demonstrasi langsung proses menganyam. Mulai dari memilih bahan, menganyam, hingga menjadi produk jadi.

"Saya memperkenalkan berbagai macam produk kerajinan anyaman pandan, seperti tas, topi, sandal, kotak, tikar, dan banyak lagi," terang Intan. (16/09/2026)

Setiap helai pandan yang dianyam, jelasnya, bukan sekadar bahan untuk menghasilkan produk. Di dalamnya tersimpan ketekunan, ketelitian, kreativitas, budaya, serta kehidupan para pengrajin yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Ia menambahkan, dari Sukarauas Rajapolah kami membawa pesan sederhana, kerajinan tangan Indonesia tidak hanya dikenal di daerah sendiri tetapi juga mampu tampil bersaing dan diakui oleh masyarakat dunia.

Intan juga berterimakasih kepada Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, yang telah memberikan kepercayaan, dukungan dan kesempatan kepadanya untuk mengikuti kegiatan berharga ini.

Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanannya membawa nama Kabupaten Tasikmalaya ke kancah internasional.

"Semoga kehadiran kerajinan anyaman pandan dari Sukarauas ini menjadi jembatan budaya untuk mempererat persahabatan antarnegara serta bisa membuka peluang kerja sama yang lebih luas," tegasnya. (@nwarwaluyo)

Pesona Bukit Panyangrayan Sukapura, Potensi Wisata Alam Berharap Sentuhan Pemerintah Daerah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Keindahan alam Kabupaten Tasikmalaya tak pernah habis untuk dijelajahi, salah satunya adalah Bukit Panyangrayan yang terletak di Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja.

Sejak tahun 2017, tempat ini telah dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan suasana sejuk, tenang, dan menyegarkan jiwa. Dari puncak bukit yang berkibar bendera Merah Putih, pengunjung disuguhi pemandangan alam yang luas dan memukau. Dikelilingi pepohonan hijau yang rimbun, udara yang bersih dan kolam renang jernih alami di area bawah, Bukit Panyangrayan menjadi tempat yang sempurna untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kesibukan sehari-hari.

Tak hanya itu, gubuk-gubuk beratap rumbia yang tersebar di sekitar area wisata menambah kesan alami dan tradisional yang kental.

Namun sayang, potensi yang luar biasa ini belum ada perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi kawasan wisata ini agar semakin layak dan nyaman dikunjungi.

Salah seorang warga setempat, Yana, mengatakan, Bukit Panyangrayan ini sudah lama menjadi tempat wisata kebanggakaan masyarakat. Suasananya sejuk, pemandangannya indah, sehingga wisatawan yang datang selalu merasa tenang.

Yana berharap, pemerintah daerah dapat membangun fasilitas yang lebih baik khususnya gazebo-gazebo atau tempat istirahat bagi para wisatawan agar bisa bersantai sepuasnya untuk melepas lelah dan menikmati keindahan alam ini dengan lebih lama dan nyaman," ujar Yana. (15/09/2026)

Yana menambahkan, ada sejumlah keunggulan yang bisa ditawarkan di Bukit Panyangrayan,  diantaranya udara dejuk, jauh dari polusi, pemandangan alam perbukitan, panorama alam yang menenangkan mata, kolam renang alami yang segar dan nyaman untuk semua usia, gubuk tradisional, suasana alami yang menenangkan dan daya tarik alami lainnya.

Yana juga berharap, semoga harapan masyarakat ini segera terwujud sehingga Bukit Panyangrayan semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan wisata alam Kabupaten Tasikmalaya.

"Sehingga nantinya warga pun bisa ikut mengais rejeki disini," imbuhnya. (@mirsaripudin)

Warga Sumringah, Jalan Sirnagalih Desa Kalapagenep Tasikmalaya Kini Beraspal Mulus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kondisi jalan di Kalapagenep Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Pereng Desa Kalapagenep yang dulunya rusak parah dan menyusahkan puluhan tahun, kini telah mulus beraspal halus, lurus, dan nyaman dilalui.

Warga pun mengaku senang, karena perbaikan jalan ini sudah lama ditunggu masyarakat.

Seperti disampaikan salah seorang warga Kampung Pereng, Ayu (42), ia sangat bersyukur dan kebahagia. Pasalnya sudah puluhan tahun jalan ini warga menunggu, dan  akhirnya jalan ini mulus juga.

Masyarakat juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang kerja bareng, sauyunan membangun Tasikmalaya.

Perbaikan jalan di Sirnagalih ini, kata Ayu, selain memperlancar jalur transportasi juga membuka harapan baru bagi warga. sekitar. Jalan yang mulus akses menuju wisata Pantai Karangtawuan pun tentu akan lebih lancar sehingga peluang ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat pun semakin terbuka lebar.

"Jalan mulus warga pun senang, semoga ekonomi masyarakat Desa Kalapagenep semakin maju," ungkap Ayu. (14/09/2026)

Ia juga berharap kehadiran jalan yang mulus ini membawa berkah, kemudahan dan kemajuan bagi seluruh warga Desa Kalapagenep karena akan semakin ramai arus kunjungan wisatawan ke Pantai Karangtawuan. (@mirsaripudin).

Milangkala Gong Perdamaian Dunia 2026 di Karangkamulyan Ciamis, Saksi Bisu Perdamaian Abadi

Penulis: Udi Rustandi

PANGANDARANNEWS.COM
/CIAMISNEWS — Peringatan Milangkala Gong Perdamaian Dunia Tahun 2026 di Situs Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, tokoh kebudayaan Jawa Barat, Abah H. Anton Carliyan, MPKN, para seniman, budayawan, unsur Muspida dan Muspika, warga masyarakat, serta tamu undangan lainnya yang datang dari berbagai daerah.

Gong raksasa Perdamaian Budaya Dunia yang berdiri megah di situs bersejarah Ciung Wanara Karangkamulyan ini adalah lambang persaudaraan universal, persatuan, keharmonisan, dan seruan perdamaian bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

Dan seperti diketahui, pelopor Utama Perdamaian Budaya Dunia 202 Negara, antara lain Mr. Sartria Pasundan (Pencetus Hari Budaya Dunia dan Perdamaian Budaya Dunia), Mr. Juyoto Suntani (Presiden Komite Perdamaian Dunia), Mrs. Karen Merlin Suntani (Direktur Komite Perdamaian Dunia) dan Dr. Sriwahyuni (Pengusul ke PBB, sekaligus pelahir ide Gong Perdamaian Dunia) serta didukung oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan sebagai pendukungnya, diantaranya Gubernur Jawa Barat, Kadisparbud Jawa Barat, HPI Jawa Barat, PHRI Jawa Barat, Forum Jawa Barat, Ketua Kompepar Jawa Barat, Bupati Kabupaten Bandung, Disparbud Kabupaten Bandung beserta jajaran hingga titik darah deklarasi Tutugan Sunda,1.500 kelompok generasi milenial pencinta budaya, 5.000 tokoh adat se-Jawa Barat dan 33 provinsi serta dihadiri 10.000 tokoh, seniman, dan budayawan.

Kabupaten Ciamis merupakan satu-satunya kabupaten di Jawa Barat yang memiliki Gong Perdamaian Dunia, yang berdiri sejak 9 September 2009 di Situs Karangkamulyan petilasan Kerajaan Galuh (tahun 600–1300 M) yang juga dikenal sebagai tempat bersejarah Ciung Wanara/Sang Manarah (Prabu Suratama).

Prakarsa penempatan digagas oleh Mantan Kapolda Jawa Barat, Abah Irjen Pol. H. Anton Carliyan, MPKN, yang saat itu menjabat sebagai Kapolwil Priangan. Penempatan di Ciamis bukan tanpa alasan: Tatar Galuh adalah cikal bakal perdamaian di bumi Priangan. Situs ini menjadi ikon untuk memelihara perdamaian, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur leluhur.

Gong Perdamaian Dunia Tersebar di Berbagai Negara, diantaranya di New Delhi India (11 September 2006), Bali Indonesia (31 Desember 2002), Blitar, Jawa Timur, Indonesia +1 Juni 2009), Ciamis, Jawa Barat, Indonesia (9 September 2009), Ambon, Maluku, Indonesia (25 November 2009), Poltaya, Ukraina (21 September 2010), Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia (11 Maret 2013), IPSC Sentul, Bogor, Jawa Barat (19 Agustus 2014) dan di Shandong, China (24 Agustus 2024). ***

 

Untuk Matangkan Rencana KKG On Fest 2026, FK3G Kabupaten Tasikmalaya Gelar Rakor Persiapan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Bertempat di Gedung Guru PGRI Kabupaten Tasikmalaya, FK3G Tasikmalaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Guru (KKG). (12/09/2026)

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua FK3G, Cevi Setia, S.Pd, dan dihadiri oleh para pengurus serta perwakilan KKG dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya.

Kepada sejumlah awak media yang hadir, Cevi menyampaikan, agenda utama rapat ini adalah mematangkan persiapan pelaksanaan KKG On Fest 2026 yang direncanakan digelar pada bulan Desember tahun ini.

Ia menyebut, kegiatan KKG On Fest 2026 ini bukan sekadar ajang perlombaan melainkan menjadi wadah silaturahmi, berbagi pengalaman, peningkatan kreativitas, dan penguatan solidaritas antar guru di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

"Hasil inovasi dari gebyar ini akan ditampilkan oleh perwakilan dari 39 kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya," ujarnya.

 Ada pun tiga cabang lomba yang dipertandingkan, terang Cevi, KKG terbaik, simphoni dan sayembara desain batik FK3G.

Ia berharap, seluruh persiapan berjalan lancar dan kegiatan KKG On Fest 2026 di bulan Desember nanti menjadi momen yang luar biasa dan mampu membuahkan prestasi dan kebanggaan bagi para pendidik dari 39 Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya!

"Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, sukses KKG On Fest 2026, bersama guru pendidikan semakin maju," tegasnya. (@nwarwaluyo)

Walau Pusat Gempa M 5,9 Berada Di Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM  – Walaupun pusat gempa bumi dengan magnitudo 5,9 mengguncang berada di Pusat gempa berada pada koordinat 5,81 Lintang Selatan (LS) dan 106,56 Bujur Timur (BT) wilayah tengara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026)  dini hari, namun berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa terjadi pada pukul 04.23.56 WIB ini terasa hingga Kabupaten Pangandaran.

Getaran gempa tersebut turut dirasakan warga di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran.

Menurut salah seorang warga wonoharjo Iyah (47), ia mengaku terbangun dari tidurnya setelah merasakan getaran gempa serta mendengar bunyi dari kaca jendela kamar yang ikut bergetar.

“Terasa banget ya getarannya sampai kaca jendela kamar  berbunyi,” ucap Iyah. (12/09/2026)

Iyah juga mengatakan bahwa getaran gempa dirasakannya cukup lama sehingga membuatnya khawatir, sehingga ia pun kemudian langsung berusaha keluar dari kamar untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan.

“Ternyata tetangga pun sama, semua sudah berada di luar rumah," imbuhnya.

Dalam informasi BMKG, masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan gempa bumi susulan. Karena peta guncangan BMKG menunjukkan wilayah Jawa Barat termasuk dalam area yang terdampak getaran gempa, meski tingkat guncangan berbeda-beda berdasarkan lokasi dan kondisi setempat. (hiek).



Rumah Lobster Pangandaran, Surga Pecinta Seafood di Jalur Wisata

Reporter: Haris Firdaus

PANGANDARANNEWS.COM — Pilihan kuliner seafood di Pangandaran kini semakin beragam, salah satunya Rumah Lobster yang berlokasi di Jalan Pramuka.

Rumah makan ini menawarkan cita rasa berbeda, karena pengunjung bisa memilih langsung lobster hidup sesuai ukuran dan selera sebelum diolah.

Konsep "pilih sendiri" ini ternyata justru menjadi daya tarik utama, pasalnya tak banyak rumah makan di Pangandaran yang menyediakan lobster hidup dalam berbagai ukuran untuk dipilih pelanggan. Setelah dipilih lobster kemudian diolah oleh koki berpengalaman menjadi berbagai menu, mulai dari lobster bakar, saus padang, saus tiram, hingga racikan bumbu khas seafood lainnya.

Seperti diketahui, udang lobster dikenal sebagai komoditas laut premium. Selain rasanya yang khas, daging lobster juga kaya protein, rendah lemak, dan mengandung mineral penting seperti zinc, selenium, fosfor, serta vitamin B12. Kandungan omega-3 di dalamnya juga dipercaya baik untuk kesehatan jantung dan fungsi otak.

Selain menu utama lobster, Rumah Lobster juga menyediakan menu seafood lain seperti ikan laut segar, udang, cumi-cumi, dan kepiting.

Kelengkapan menu ini, tentu membuat tempat ini cocok untuk keluarga maupun rombongan wisatawan.

Pemilik Rumah Lobster, Iman Boim mengatakan bahwa kualitas bahan baku dan pelayanan menjadi kunci utama sehingga banyak pelanggan yang datang berulang kali.

Bahkan, kata Imam, ada yang mengaku hampir sepuluh kali mampir setiap kali berkunjung ke Pantai Pangandaran.

"Tentunya ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik," ujar Iman. (11/09/2026)

Seperti disampaikan salah seorang pengunjung, kesegaran lobster serta cita rasa masakan yang konsisten ditambah suasana tempat yang nyaman disebut sebagai alasan mereka kembali.

Lokasi Rumah lobster yang berlokasi di jalan Pramuka juga dinilai sangat strategis, karena terletak di jalur utama menuju kawasan pantai sehingga mudah terlihat wisatawan.

Dari arah Jalan Kidang Pananjung, lokasinya juga dekat dengan pusat penginapan dan akses ke Pantai Barat maupun Pantai Timur Pangandaran.

Untuk menunjang kenyamanan, tersedia area makan yang luas, suasana yang nyaman, serta lahan parkir yang memadai untuk kendaraan pribadi maupun rombongan.

Kehadiran Rumah Lobster, diyakini semakin memperkaya wisata kuliner Pangandaran. Setelah menikmati panorama pantai, wisatawan kini bisa melengkapi liburan dengan mencicipi hidangan lobster segar yang menjadi salah satu ikon kuliner pesisir Jawa Barat.

Dengan perpaduan lobster hidup, ragam menu, lokasi strategis, dan pelayanan, Rumah Lobster terus menjadi tujuan kuliner favorit di Pangandaran.***

Jembatan Merah Cirahong, Ikon Sejarah Tasikmalaya-Ciamis yang Mulai Dilirik Wisatawan Mancanegara

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Jembatan Merah Cirahong di perbatasan wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, saat ini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di kawasan Priangan Timur. Jembatan peninggalan sejarah dengan struktur besi berwarna merah tersebut, membentang di kawasan perbatasan dan menawarkan pemandangan alam hijau di sekitar aliran Sungai Ciujung.

Dengan arsitektur besi merah yang khas, Jembatan Merah Cirahong tidak hanya memiliki nilai sejarah tetapi juga menyuguhkan panorama alam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Potensi wisata Jembatan Merah Cirahong, bahkan kini mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara. Terbaru, dua wisatawan asal Belanda terlihat berjalan santai menikmati suasana dan keindahan jembatan tersebut.

Kehadiran wisatawan asal luar negeri itu, tentu menjadi salah satu indikasi bahwa daya tarik wisata sejarah di wilayah Tasikmalaya dan Ciamis memiliki potensi untuk semakin dikenal lebih luas.

Selain menjadi destinasi wisata, jembatan tersebut juga memiliki fungsi penting sebagai jalur penghubung wilayah selatan Priangan Timur karena keberadaannya turut mendukung mobilitas masyarakat di dua kabupaten.

Bagi masyarakat sekitar, Jembatan Merah Cirahong merupakan kebanggaan bersama yang merepresentasikan keterhubungan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.

Salah seorang warga di sekitar jembatan menyampaikan, Jembatan Merah Cirahong merupakan milik bersama dan menjadi kebanggaan Tasikmalaya dan Ciamis.

"Tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain, di sini pun kita punya ikon yang indah dan bersejarah," ujarnya. (11/09/2026).

Masyarakat berharap, keberadaan jembatan ini semakin terawat dan mampu menarik lebih banyak wisatawan. Dengan demikian, aktivitas wisata di kawasan tersebut diharapkan turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

"Dengan perpaduan sejarah, arsitektur dan keindahan alam, jembatan ini berpotensi menjadi salah satu ikon wisata bersama Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis," imbuhnya. (@mirsaripudin)

Satu Tujuan Dan Semangat, Ini Gaya Bupati Dan Wakil Bupati Tasikmalaya Saat Penyerahan Becak Listrik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Penyerahan bantuan becak listrik kepada para pengayuh becak di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, menyita perhatian publik. Pasalnya kedua pemimpin daerah tampil walau dengan gaya yang berbeda, namun sama-sama hangat, membumi, dan dekat dengan rakyat.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, terlihat langsung mengayuh becak listrik sambil membawa tukang becak di kursi penumpang yang tersenyum ramah. Tentu ini menunjukkan, kedekatan yang tulus dengan rakyat kecil yang sehari-hari berjuang mengayuh becak untuk menafkahi keluarga.

Sementara itu, Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, juga tak mau kalah. Ia terlihat duduk berdampingan bersama seorang tukang becak di atas becak listrik yang baru diserahkan. Gaya yang santai dan akrab ini menunjukkan bahwa pemimpin hadir bukan hanya untuk memimpin, tapi juga untuk duduk setara dan berjalan bersama rakyatnya.

Penyerahan becak listrik ini bukan sekadar pemberian kendaraan, melainkan wujud perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para pengayuh becak. Beban fisik yang berat kini berkurang, dan harapan pendapatan yang lebih layak semakin terbuka lebar.

"Beda pemimpin beda gaya, tapi sama-sama menunjukkan hati yang tulus untuk rakyat," gumam salah Risma seorang warga Tasikmalaya, Risma yang menyaksikan momen tersebut. (@mirsaripudin)

9 KPM Desa Sarimanggu Terima BLT-DD Tahap II Tahun 2026, Utuh Tanpa Potongan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Pemerintah Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap II Tahun 2026, bertempat di aula desa Sarimanggu. (10/09/2026).

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana, S.I.P,  Babinkamtibmas, Babinsa, Pendamping Desa, anggota BPD, Ketua MUI Desa, LPM, seluruh Kepala Diniyah, Ketua TP PKK, Kader Posyandu, dan tokoh masyarakat setempat. Selain BLT-DD, Pemdes juga menyalurkan insentif RT/RW, Kader Posyandu dan Guru Diniyah.

Penyaluran untuk bulan Juli, Agustus, dan September ini diterima  9 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan masing-masing bantuan sebesar Rp 900 ribu untuk satu keluarga. Dengan rincian Rp 300 bulan per bulan ini, diterima langsung oleh para penerima secara utuh tanpa potongan apa pun.

Di depan warganya, Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana, S.I.P, menyampaikan agar bantuan ini dimanfaatkan dengan bijak untuk kebutuhan yang mendesak. Seperti pangan, pendidikan anak, dan kesehatan keluarga.

"Saya pastikan tidak ada potongan sepeser pun. Bantuan ini diterima utuh oleh warga yang berhak," tegasnya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh warganya agar tetap waspada dan menjaga keselamatan, serta tetap sigap menghadapi musim kemarau ini.

Sementara Ketua BPD Sarimangu, Eli Romli mengaku bersyukur karena bantuan tersalurkan tepat sasaran. Meskipun jumlah penerima terbatas, karena ini sudah disesuaikan dengan anggaran dan regulasi.

"BPD akan terus bersinergi dengan Pemdes untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sarimanggu," ucapnya. (@nwarwaluyo)

 

 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN