Jembatan Cirahong, Kini Menjelma Jadi Ikon Kebanggaan Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Berada tepat di perbatasan dua wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis, jembatan Cirahong kini tak lagi sekadar sarana penghubung jalan biasa. Tempat ini telah menjelma menjadi ikon baru yang membanggakan sekaligus daya tarik istimewa bagi warga Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis, khususnya saat akhir pekan tiba.

Seperti terlihat jelas pada hari Sabtu ini, suasana di sekitar jembatan terasa begitu hidup, ramai, dan penuh semangat. 

Jalannya yang mulus tak pernah sepi dari lalu-lalang kendaraan yang melintas, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan penumpang yang mengantar warga datang berkunjung. 

Di sepanjang sisi jalan, berderet rapi pedagang yang menjajakan aneka makanan dan jajanan di bawah payung-payung warna-warni yang mempercantik pemandangan.

Warga tampak berjalan santai berkeliling, atau berhenti sejenak untuk menikmati suasana sambil mencicipi beragam kuliner yang tersedia. 

Salah seorang pengunjung asal Tasikmalaya, Risma, mengungkapkan, udara sejuk ditemani rindangnya pepohonan di sekitar lokasi membuat siapa pun betah berlama-lama di tempat ini. 

Menurutnya, jembatan Cirahong kini telah berubah menjadi ruang interaksi sosial yang hangat, tempat berkumpul, melepas penat, serta mempererat silaturahmi antarwarga dari dua kabupaten bertetangga ini.

"Letaknya yang sangat strategis membuat jembatan ini memiliki makna jauh lebih dalam daripada sekadar menghubungkan dua tempat," ujarnya.(16/05/2026)

Kata Risma, jembatan Cirahong sudah menjadi simbol persatuan, kedekatan dan kebersamaan antara masyarakat Tasikmalaya dan Ciamis. Sehingga tak heran jika setiap hari Sabtu dan Minggu, lokasi ini selalu dipenuhi pengunjung yang ingin merasakan suasana khasnya.

Dulu hanya jembatan biasa, sekarang jadi tempat yang sangat dicari. Warga dari mana saja rela datang ke sini, bukan cuma untuk lewat tapi untuk berwisata kuliner dan bersantai. 

"Rasanya bangga sekali punya ikon seindah ini yang dimiliki bersama,” kata Risma.

Ia menuturkan, sering kali Risma menyempatkan diri berhenti sejenak hanya untuk melepas lelah setelah beraktivitas seharian. Atau sekadar duduk sejenak, hirup udara segar, lihat keramaian sekitar, rasanya lelah dan penat langsung hilang begitu saja.

Ia juga mengatakan, semakin hari jembatan Cirahong terus berkembang menjadi wajah baru yang mempercantik citra kedua daerah.

"Ia menjadi bukti nyata bagaimana sebuah tempat sederhana dapat tumbuh menjadi pusat kegiatan masyarakat, menggerakkan perekonomian warga sekitar, serta menjadi kebanggaan bersama yang akan terus dijaga kelestarian dan kenyamanannya untuk generasi mendatang," ucapnya.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Kekhawatiran Warga Meningkat, Pinjol dan Judol Diduga Mulai Menyasar Anak Sekolah`

PANGANDARANNEWS.COM - Maraknya praktik pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang kini diduga mulai merambah di kalangan anak usia sekolah, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. .

Seperti disampaikan salah seorang warga, Ida (46), saat menghadiri rapat kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran yang digelar di Sekretariat MUI Karangsimpang Wonoharjo Pangandaran.(16/05/2026)

Menurutnya, kemudahan akses terhadap pinjol dan judol membuat anak-anak dan remaja semakin rentan terjerumus.

Sii lingkungannya sendiri, kata Ida, terdapat sejumlah kasus yang memprihatinkan akibat keterlibatan dalam pinjol dan judi online. Bahkan, ia menyebut ada orang tua yang jatuh sakit hingga meninggal dunia karena memikirkan persoalan yang dialami anaknya terkait jeratan pinjol dan judol tersebut.

Ida juga menyoroti keberadaan sejumlah rumah kontrakan di lingkungannya yang dinilai membawa pengaruh negatif terhadap masyarakat sekitar, meski tidak semuanya berdampak buruk namun ia menilai kebiasaan dan perilaku sebagian penghuni kontrakan lambat laun turut memengaruhi lingkungan. 

"Terutama anak-anak dan remaja yang ada di sekitarnya," ungkap Ida.

Sementara hingga saat ini MUI Kecamatan Pangandaran belum memberikan pernyataan resmi terkait persoalan tersebut, walaupun berbagai keluhan dan masukan dari masyarakat dalam rapat kerja itu disebut menjadi perhatian penting bagi MUI dan pihak terkait dalam upaya menjaga lingkungan sosial serta melindungi generasi muda dari pengaruh negatif pinjol dan judi online. (harisfirdaus)

MUI Kecamatan Pangandaran Soroti Terkait Menurunnya Semangat Mengaji Anak-Anak

PANGANDARANNEWS.COM - Fenomena menurunnya semangat belajar agama di kalangan anak-anak pasca lulus sekolah dasar saat ini menjadi perhatian serius dalam Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran Pangandaran yang digelar pada hari  Sabtu 16 Mei 2026, bertempat di Dusun Karangsimpang.

Sejumlah musyawirin menyampaikan keluhan para orang tua yang merasakan perubahan perilaku anak-anak mereka, terutama dalam hal keaktifan mengaji, mengikuti madrasah, dan menghadiri kegiatan di masjid.

Dalam forum tersebut terungkap bahwa banyak anak yang sebelumnya aktif belajar agama saat masih duduk di bangku sekolah dasar mulai meninggalkan kebiasaan tersebut setelah lulus, padahal usia remaja awal ini dinilai sebagai masa yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan dan sangat membutuhkan pendampingan akhlak serta pendidikan keagamaan yang berkelanjutan. Kondisi ini tentu memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terhadap masa depan moral dan spiritual generasi muda, dan permasalahan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan evaluasi penting dalam program kerja dakwah dan pendidikan MUI Kecamatan Pangandaran. 

Para peserta rapat juga menilai perlunya langkah nyata untuk memperkuat kembali budaya mengaji dan kecintaan anak-anak terhadap masjid, sehingga beberapa usulan pun muncul. Diantaranya, masalah penguatan madrasah diniyah, pembinaan remaja masjid, peningkatan peran keluarga, serta program dakwah yang lebih dekat dengan dunia anak dan remaja.

Seperti disampaikan Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, pentingnya sinergitas antara sekolah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan para orang tua dalam menjaga pendidikan agama generasi muda. 

Menurutnya, pendidikan karakter dan keagamaan tidak bisa  dibebankan hanya kepada satu pihak semata. 

Sekolah memiliki peran penting dalam pendidikan formal, namun, katanya, pembinaan akhlak dan kecintaan terhadap agama harus diperkuat bersama oleh para ulama, tokoh masyarakat, keluarga, dan lingkungan sekitar. Jika semua unsur bersinergi. 

"InsyaAllah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan dekat dengan masjid,” ujarnya. (harisfirdaus).

Terseret Ombak Di Pantai Madasari Pangandaran, Wisatawan Paruh Baya Asal Garut Hilang

PANGANDARANNEWS.COM - Seorang wisatawan perempuan paruh baya asal Dayeuh Handap Desa Kota Kulon Kabupaten Garut, Siti Atika (58), meninggal dunia usai terseret ombak. 

Insiden itu terjadi tepatnya di Blok Karang Segeuh obyek wisata Pantai Madasari Desa Masawah, Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Plt Kasi Humas Polres Pangandaran Aiptu Yusdiana membenarkan, kejadian tersebut. 

Yusdiana mengatakan, wisatawan yang terseret ombak tersebut merupakan warga Garut yang sedang berlibur bersama keluarganya.

Ia menambahkan, kejadiannya itu tadi pagi saat sekeluarga wisatawan Garut mencari spot untuk berfoto dan korban diam diatas karang, namun tiba-tiba saja ombak datang menghantam karang itu.

"Yang pertamakali korban berhasil berpegangan batu karang yang didudukinya, namun saat datang ombak kedua yang sangat besar sehingga menyeret korban ke tengah,” terang Yus. (hiek)

Posisi Saldo Kas Daerah Pangandaran Hingga Awal Mei 2026 Tercatat Rp31 Miliar, Ini Paparan BKAD

Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 
PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran mencatat, posisi saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) hingga awal Mei 2026 sebesar Rp31 miliar lebih.

Seperti disampaikan melalui akun Instagram resmi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pangandaran @bkad_pangandaran, yang merilis laporan perkembangan keuangan daerah per Jumat 8 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.

Pada laporan tersebut, saldo kas daerah tercatat mencapai Rp31.013.093.565 setelah sebelumnya berada di angka sekitar Rp10,35 miliar pada tanggal 24 April 2026.

Masih dalam paparannya, kenaikan saldo kas daerah dipengaruhi oleh realisasi pendapatan daerah selama periode 24 April hingga 7 Mei 2026 yang mencapai Rp78,94 miliar.

Sumber pendapatan terbesar berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai sekitar Rp41,91 miliar, lalu disusul Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi sebesar Rp20,32 miliar.

Selain itu dua pendapatan tersebut, Pemkab Kabupaten Pangandaran juga memperoleh pemasukan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana bagi hasil provinsi dan pusat, serta opsen pajak kendaraan.

Sementara disisi belanja daerah (pengeluaran) tercatat mencapai Rp58,28 miliar, belanja pegawai menjadi komponen terbesar dengan nilai sekitar Rp25,36 miliar.

Sementara untuk pengeluaran lainnya digunakan untuk belanja barang dan jasa, bantuan keuangan desa, belanja modal, hingga pembiayaan daerah.

Laporan ini, tentu menjadi bagian dari upaya transparansi pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pangandaran kepada masyarakat.

Keterbukaan informasi keuangan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik, sekaligus mendorong pengelolaan anggaran yang lebih akuntabel dan tepat sasaran.***


SMA Negeri 1 Salopa Kembali Raih Prestasi, Juara 2 MTQ Tingkat Kabupaten Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kabar membanggakan kembali datang dari SMA Negeri 1 Salopa Kabupaten Tasikmalaya usai berhasil menorehkan prestasi gemilang lewat salah satu siswa berprestasinya, meraih peringkat ke-2 dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat SMA se-Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Wakil Kepala SMA Negeri 1 Salopa, Teri Sugiantoro, S.Pd, pencapaian ini tentu mendapat apresiasi besar dari pihak sekolah. 

Ia mengaku bersyukur karena tahun ini AMAN 1 Salopa berhasil meraih peringkat ke-2, yang sebelumnya juga pernah menempati posisi pertama. 

"Kini kami terus berjuang dan berprestasi kembali di peringkat kedua, dan harapan ke depannya kami bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak pihak,” ujar Teri. (13/05/2026)

Ia juga berharap agar ke depan jumlah siswa baru yang mendaftar terus meningkat, karena semakin banyak peserta didik yang bergabung akan semakin besar pula harapan agar keberadaan sekolah ini dapat dirasakan manfaatnya dan dimanfaatkan seluas-luasnya oleh seluruh masyarakat sekitar.

Tak hanya unggul di bidang prestasi keagamaan, imbuh Teri, SMA Negeri 1 Salopa juga aktif berperan serta dalam berbagai kegiatan pendidikan. Seperti peringatan Hari Pendidikan Nasional beberapa waktu lalu, siswa-siswi sekolah ini turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan pendidikan yang digelar di tingkat Kecamatan Salopa.

Teri mengatakan, dalam setiap kegiatan pembentukan karakter siswa selalu menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan anjuran Gubernur Jawa Barat untuk mengamalkan nilai-nilai Panca Waluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, tur singer.

Menurutnya, pendidikan karakter harus benar-benar diamalkan oleh seluruh warga sekolah. 

"Insya Allah, kami berusaha sekuat tenaga agar seluruh siswa dapat memahami, menghayati, dan menerapkan kelima nilai utama tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.(@nwarwaluyo)

Kepala Bapenda Pangandaran, Fokus Pada Inovasi² Strategis Dan Penguatan Digitalisasi

PANGANDARANNEWS.COM - Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, S.IP., siang tadi melaksanakan agenda expose kepada Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, S.H., terkait langkah-langkah konkret yang mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah.

Selain bupati dan kepala Bapenda, kegiatan ini juga turut dihadiri Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Daerah, Evan A.H Nasution, S.STP, Kepala Bidang Retribusi Daerah, Bagus Winahyu RM,  S.T. serta berkesempatan juga hadir memberikan dukungan sinergi Kepala BKAD Kabupaten Pangandaran, Bapak ldi Kurniadi, S.IP., MM.

Dalam paparannya, Sarlan menyampaikan, saat ini Bapenda sedang fokus pada rangkaian inovasi-inovasi strategis serta penguatan digitalisasi.

Sehingga akhirnya, kata Sarlan, akan tercipta tata kelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

"Inovasi ini diharapkan akan mampu membuat kinerja dalam pengelolaan PAD Pangandara semakin tertata dan strategis," ungkapnya. (hiek)


Sabet Juara Umum Kecamatan & Juara 2 Tingkat Kabupaten, Jadi Prestasi Gemilang SDN 3 Cikatomas

 

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya kembali menorehkan sejarah kebanggaan setelah berhasil meraih deretan piala di ajang kompetisi pendidikan dan seni, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten. Dan ini, membuktikan kualitas pembinaan serta bakat luar biasa yang dimiliki siswanya.

Seperti disampaikan Kepala SDN 3 Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd., saat ditemui pangandaran News di ruang kerjanya,(11/05/2926). 

Menurutnya, pada gelaran kompetisi tahun 2026 SDN 3 Cikatomas tampil mendominasi dan keluar sebagai Juara Umum di dua ajang bergengsi tingkat Kecamatan Cikatomas dengan meraih predikat jjuara Umum Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI).

Keberhasilan ini, kata Nana, tentu bisa menunjukkan keunggulan siswa dalam pemahaman materi agama, kemampuan baca tulis Al-Qur’an, hingga penampilan seni keagamaan yang memukau dan berkesan di mata para juri.

Tak hanya itu, imbuhnya, sekolahnya pun berhasil menjadi juara Umum Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N). SDN 3 Cikatomas mampu mendominasi di bidang seni, mulai dari seni suara, seni tari, hingga seni rupa.

"Semuanya ditampilkan dengan kreativitas tinggi, keterampilan mumpuni, dan penghayatan yang sangat apik," ungkapnya.

Tak berhenti di tingkat kecamatan, Nana menyebut, nama SDN 3 Cikatomas kembali harum berkat keberhasilan dua siswa andalan bernama Raihan dan Rifki Ramdhani Hidayat. Dengan prestasi, Rifki Ramdhani Hidayat PAI pada lomba kaligrafi dan Raihan sukses menyabet Juara 2 Lomba Kaligrafi Putera yang mampu mengalahkan ratusan peserta dari berbagai sekolah dasar se-Kabupaten. 

"Prestasi ini menjadi bukti nyata keahlian luar biasa siswa dalam seni tulis indah Al-Qur’an," ucapnya bangga.

Nana juga menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam, karena capaian dalam berbagai lomba ini bukan sekadar kemenangan biasa melainkan sebagai bukti nyata bahwa SDN 3 Cikatomas memiliki siswa-siswi berprestasi luar biasa. 

Menurutnya, dan Lebih prestasi ini menjadi bukti kongkret keberhasilan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh para guru baik di bidang akademik maupun bakat minat siswa.

Ia menambahkan, orestasi ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi warga sekolah tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kecamatan Cikatomas. 

"Kami berharap keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri, dan sekolah pun bertekad meningkatkan kualitas bimbingan lebih jauh lagi demi mencetak generasi muda yang cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia, serta siap menorehkan prestasi lebih tinggi lagi di masa mendatang," tegas Nana. (@nwarwaluyo)

Antusiasme Pendukung Persib Penuhi Kota Tasikmalaya, Kemacetan, Kebisingan & Aksi Ugal-ugalan Dikeluhkan Warga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Eforia kemenangan Persib Bandung kembali mewarnai suasana malam di Kota Tasikmalaya, namun disayangkan semangat dan kegembiraan yang meluap-luap itu justru berubah menjadi gangguan parah di jalanan sekaligus memicu gelombang protes keras dari warga sekitar. 

Tampak konvoi besar-besaran ribuan kendaraan pun memadati sejumlah ruas jalan utama kota, mulai dari Jalan Nagawangi, Padayungan, Jalan Swaka, hingga HZ Mustofa, membuat arus lalu lintas lumpuh total berjam-jam, bahkan berlanjut hingga larut malam.

Berdasarkan pantauan langsung tim Pangandarannews, di sejumlah titik lokasi ratusan sepeda motor bergerak beriringan dan sepenuhnya menguasai badan jalan dan tak menyisakan ruang sedikit pun bagi kendaraan lain untuk melintas. 

Tak hanya itu, bising suara knalpot modifikasi yang melengking keras bergema ke segala penjuru memecah keheningan malam dan sangat mengganggu ketenangan warga yang sedang beristirahat atau beraktivitas. Suasana makin ricuh dan mencekam saat terlihat asap warna-warni serta kembang api yang dinyalakan tepat di tengah jalan membahayakan keselamatan semua pengguna jalan. Jalur yang biasanya lancar dan bebas hambatan kini mendadak tersendat parah, banyak kendaraan menumpuk panjang dari ujung ke ujung dan sejumlah pengendara pun terpaksa terjebak diam berjam-jam di tengah kemacetan yang sangat padat.

Salah satu pengguna jalan yang ditemui di lokasi, Risna (27),  mengungkapkan kekesalannya harus menunggu lama akibat terjebak macet. 

Menurutnya, pemandangan seperti ini sudah menjadi hal rutin dan tentu sangat merugikan masyarakat luas. 

Setiap kali Persib juara, kata Rina, kelompok pendukung atau atau bobotoh Persib ini selalu bertindak ugal-ugalan. Mereka seolah merasa punya jalan sendiri, sama sekali tak peduli ada orang lain yang lewat. 

"Jelas sekali tindakan ini mengganggu dan merugikan kami yang menggunakan fasilitas umum," Ungkap Risna dengan nada kesal.(10/05/2026) malam.

Dampak langsung yang dirasakannya, ia harus rela berjam-jam terjebak macet saat pulang dari kerjanya.

"Padahal kondisi tubuh saya sudah sangat lelah setelah bekerja seharian penuh," ujarnya.

Kata Rina, fenomena seperti ini memang terus berulang setiap kali Persib mengalahhkan lawannya. Namun di sisi lain, cara berekspresi yang tidak tertib dan ugal-ugalan serta mengabaikan aturan lalu lintas justru menimbulkan polusi suara, kemacetan parah, ketidaknyamanan, hingga risiko kecelakaan yang nyata bagi warga yang sama sekali tidak terlibat.

Ia pun berharap, ke depannya semangat dukungan ini bisa disalurkan lewat cara yang lebih tertib, aman, dan tetap menghargai ketertiban umum serta hak orang lain. 

"Sehingga kemenangan tim kesayangan tetap menjadi kebahagiaan yang dirasakan bersama, tanpa ada satu pun pihak yang merasa dirugikan atau haknya terganggu," imbuhnya. (@nwarwaluyo)

Terendah Dari 27 Kabupaten-Kota Di Jawa Barat, Ini Besaran UMK Kabupaten Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.859-Kesra/2025, Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten -Kota (UMK) Jawa Barat 2026 mengalami kenaikan.

Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari 18 kabupaten dan 9 kota, dengn total 27 wilayah, melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat tersebut diumumkan bahwa besaran upah minimum Provinsi Jawa Barat di tahun 2026 sebesar Rp2.317.601,00.

Nilai UMP Jawa Barat 2026 ini mengalami kenaikan 5,77% atau sebesar Rp126.368,82, dibandingkan UMP Jawa Barat 2025 yang besarannya Rp2.191.232,18.

Selain UMP, Gubernur Jawa Barat juga menetapkan UMK atau Upah Minimum Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 2026. Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561.7/Kep/862-Kesra/2025, dan berlaku mulai pada tanggal 1 Januari 2026.

Berikut daftar lengkap UMP dan UMK di kota dan kabupaten se-Jawa Barat,
-Kota Bekasi: Rp5.999.443.
-Kab. Karawang: Rp5.886.853.
-Kab. Bekasi: Rp5.938.885.
-Kab. Purwakarta: Rp5.052.856.
-Kab. Subang: Rp3.737.482.
-Kota Depok: Rp5.522.662.
-Kota Bogor: Rp5.437.203.
-Kab. Bogor: Rp5.161.769.
-Kab. Sukabumi: Rp3.831.926.
-Kab. Cianjur: Rp3.316.191.
-Kota Sukabumi: Rp3.192.807.
-Kota Bandung: Rp4.737.678.
-Kota Cimahi: Rp4.090.568.
-Kab. Bandung Barat: Rp3.984.711.
-Kab. Sumedang: Rp3.949.856.
-Kab. Bandung: Rp3.972.202.
-Kab. Indramayu: Rp2.910.254.
-Kota Cirebon: Rp2.878.646.
-Kab. Cirebon: Rp2.880.798.
-Kab. Majalengka: Rp.2.595.368.
-Kab. Kuningan: Rp2.369.380.
-Kota Tasikmalaya: Rp2.980.336.
-Kab. Tasikmalaya: Rp2.871.874.
-Kab. Garut: Rp2.472.227.
-Kab. Ciamis: Rp2.373.644.
-Kab. Pangandaran: Rp.2.351.250.
-Kota Banjar: Rp2.361.241.

Lebih lanjut, dalam diktum kedua s.d. Kedelapan dalam Ketetapan Gubernur Jawa Barat tentang UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten) tersebut, diterangkan sejumlah poin berikut.

UMK mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2026.

UMK hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 tahun.

Pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 tahun, yang memiliki kualifikasi tertentu dapat diberikan upah lebih besar dari upah tersebut.

Pengusaha harus menyusun dan memberlakukan struktur dan skala upah dalam menentukan besaran nilai upah yang dibayarkan terhadap pekerja dengan masa kerja lebih dari 1 tahun.

Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari UMK, terkecuali pelaku usaha mikro dan kecil.

Pengusaha yang telah membayar upah lebih tinggi dari ketentuan UMK 2026 dilarang mengurangi atau menurunkan upah pekerjanya. ***


Gebyar Pentas PAI Tingkat Kabupaten Ciamis, Lahirkan Pelajar Cerdas Berkarakter Islami

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS – Suasana semangat dan ceria mewarnai pelaksanaan Gebyar Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kabupaten Ciamis untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), yang digelar di lingkungan SDN 1 Cijengjing, Kabupaten Ciamis. (09/05/2026). 

Kegiatan yang dihadiri dihadiri langsung Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Muharam Ahmad Zajuli, S.IP., M.Pd., Ketua KKG PAI Kabupaten Ciamis, Usep Mubarok, S.Pd.I, Ketua Panitia Penyelenggara Ana Suryana, M.Pd.I, serta seluruh jajaran Kelompok Kerja Guru (K3S), kepala sekolah, dan guru PAI se-Kabupaten Ciamis ini menjadi ajang unjuk bakat serta kompetisi sekaligus penguatan karakter keislaman bagi ribuan peserta didik se-Kabupaten Ciamis.

Antusiasme para peserta lomba pun terlihat tampak penuh semangat, para siswa tampil percaya diri berjuang memberikan penampilan terbaik di berbagai cabang lomba dengan cita-cita meraih juara tingkat kabupaten dan berhak melaju ke ajang tingkat provinsi sekaligus mengangkat nama baik sekolah dan kecamatan masing-masing. 

Semangat kompetitif juga diperlihatkan para siswa sekaligus dibarengi dengan sikap santun dan sportivitas, cerminan pendidikan karakter yang telah tertanam.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Muharam Ahmad Zajuli, S.IP., M,Pd, menyampaikan, Pentas PAI ini merupakan agenda rutin yang digagas dan dilaksanakan sepenuhnya oleh para guru PAI SD se-Kabupaten Ciamis. 

Bukan sekadar lomba, kata Muharam, kegiatan ini juga bisa menjadi wadah kreativitas untuk menampung bakat seni keagamaan siswa serta sarana strategis memaksimalkan pendidikan karakter.

"Sehingga anak-anak tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan akhlak Islami yang kuat," ujarnya.

Menurut Muharam, pendidikan Agama Islam merupakan fondasi dalam pembentukan jati diri. Lewat kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak tidak hanya paham teori agama tapi mampu mengamalkannya dalam perilaku sehari-hari. 

"Juga bisa lebih kreatif dan berprestasi, ini bukti nyata dedikasi para guru dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Ana Suryana, M.Pd.I, secara rinci menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini diikuti perwakilan dari seluruh SD se-Kabupaten Ciamis. Dan setiap kecamatan mengirimkan 20 peserta yang terbagi dalam 7 mata lomba putra-putri, dan tersebar ke dalam 12 rangkaian kegiatan berbeda. Dan juga cabang lomba yang mencakup seni baca Al-Qur’an, kaligrafi, pidato keagamaan, nyanyian religi, hingga lomba kepribadian dan budi pekerti.

Arah kegiatan ini kata Ana, sangat jelas, yakni untuk mencari bibit unggul sekaligus memotivasi seluruh siswa mencintai nilai-nilai agama.

"Kami berharap seluruh peserta bisa tampil maksimal dan meraih hasil terbaik, karena pemenang tingkat kabupaten akan mewakili Ciamis ke tingkat Provinsi Jawa Barat yang rencananya digelar di Kota Bekasi pada 17 Juni 2026 mendatang,” jelasnya.

Namun Ana menyebut, target utama dari kegiatan ini bukan hanya kemenangan semata. Namun bagaimana peserta tumbuh menjadi anak yang berkarakter, berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab.

 “Bagi yang nantinya lolos ke provinsi, kami doakan bisa meraih hasil memuaskan dan mengharumkan nama Kabupaten Ciamis. Yang terpenting, semangat belajar dan beribadah harus tetap dijaga,” pungkas Ana.

Selain sebagai ajang kompetisi, Ana mengatakan, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antar guru dan sekolah serta evaluasi bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di wilayah Ciamis. 

"Semua pihak sepakat dan berharap agar kegiatan ini terus dikembangkan, semakin meriah dan menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa di masa depan demi kemajuan pendidikan agama dan karakter anak bangsa," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Ketua PC PGRI Panumbangan, Guru Tulang Punggung Kemajuan Pendidikan Dengan Jasa Tak Terukur

Arif Hidayat
PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Memasuki bulan Mei bangsa Indonesia, kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional. Sebuah momen istimewa untuk meninjau kembali makna pendidikan dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi peran besar para pendidik, termasuk tenaga guru honorer yang menjadi pilar utama berjalannya kegiatan belajar mengajar di setiap sekolah. 

Demikian Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Arif Hidayat, saat ditemui Pangandaran News di ruang kerjanya. (09/05/2026)

Sarif menyampaikan, doa tulus dan harapan besar bagi seluruh peserta didik di wilayahnya maupun seluruh Indonesia. 

Di Hari Pendidikan Nasional ini, Arif berharap seluruh siswa dan siswi tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab serta memiliki sopan santun yang luhur. 

"Perlu kita sadari, pendidikan bukan sekadar kegiatan memberi pelajaran atau mentransfer materi, melainkan tugas mulia untuk membentuk jati diri dan masa depan anak bangsa,” tegasnya.

Ia pun menyoroti peran krusial para guru, terutama tenaga pendidik honorer yang selama ini berdedikasi dan mengabdi dengan tulus. Meski kerap berjuang di tengah keterbatasan fasilitas sekolah maupun kesejahteraan yang belum sepenuhnya terjamin. Namun tanpa kehadiran para rekan-rekan guru honorer yang tetap setia dan ikhlas mengabdi, sudah pasti sekolah-sekolah akan kekurangan tenaga pengajar dan kegiatan belajar mengajar akan terganggu. Mereka merupakan tenaga yang jasa-jasanya tak terukur dengan angka atau materi, namun peranannya sangat besar dan nyata dalam mencetak kecerdasan serta membentuk karakter anak didik. 

"Kalau tidak ada guru, dimana kita bisa mendapatkan ilmu dan bisakah proses pembelajaran itu berlangsung?,” ungkapnya.

Menurutnya, guru adalah ujung tombak sekaligus tulang punggung dunia pendidikan. Dan sekolah pun dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai berkat kesabaran, ketulusan, serta semangat juang para pendidik yang terus berdedikasi meski bekerja dalam berbagai keterbatasan. 

Oleh karena itu ia juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah, hingga pemangku kebijakan untuk lebih peduli, menghargai, dan serius memperhatikan nasib serta kesejahteraan para guru khususnya tenaga honorer yang menjadi garda terdepan di lapangan. Tetaplah semangat mengabdi wahai para pendidik, karena pengorbanan dan ketulusan yang kalian berikan adalah bekal emas yang sangat berharga bagi masa depan negeri ini.

"Dan ingatlah, tanpa guru tidak akan ada kecerdasan, kemajuan, dan tidak akan lahir generasi yang berakhlak mulia,” kata Arif.

Ia jiga kembali mengingatkan bahwa bulan Mei adalah bulan peringatan pendidikan nasional, waktu yang paling tepat untuk merenung dan menghargai segala jasa besar para pendidik.

Arif menyampaikan selamat Hari Pendidikan Nasional, guru adalah cahaya yang senantiasa menerangi jalan masa depan bangsa.

"Jasa mereka takkan pernah terbalas sepenuhnya, namun akan terus hidup dan terpatri dalam setiap kesuksesan anak didik serta kemajuan bangsa ini,” tutup Arif. (@nwarwaluyo)

Kepala Bapenda Pangandaran Optimis, Target PBB Tahun 2026 Bisa Tercapai

Sarlan
PANGANDARANNEWS.COM – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, menyebut capaian pajak bumi bangunan (PPB) untuk tahun 2026 terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya. 

Menurut Sarlan, terhitung bulan Januari hingga Mei 2026, sudah mencapai Rp 2 miliar.

Seperti diketahu, capaian di tahun lalu pada bulan yang sama hanya mencapai Rp 500 juta. 

""Pening­katan ini tidak lepas dari per­ubahan pola penarikan PBB yang kini dilakukan oleh kolektor di 93 desa se-Kabupaten Pangandaran," terang Sarlan.(07/05/2026)

Pada tahun 2025 lalu, diakui Sarlan, belum maksimal. Mungkin karena masa transisi penarikan yang sebelumnya dilakukan pihak desa, dan saat ini ditarik oleh kolektor PBB yang ada di setiap desa.

Ia mengatakan, untuk tahun 2026 ini Bapenda menargetkan pendapatan PBB sebesar Rp 23 miliar. Dan jika melihat dari progres yang ada, ia optimistis target pun akan tercapai. 

”Mungkin hanya pencapaiannya ada yang cepat dan ada yang lambat di tiap-tiap wilayahh, tapi saya harap hingga bulan September target untuk PBB bisa tercapai,” tegasnya. 

Karena dinilai saat ini kondisi ekonomi masyarakat masih menjadi kendala dalam pembayaran pajak, ia pun memerintahkan petugas di lapangan agar lebih aktif berkomunikasi baik dengan pemerintah desa maupun wajib pajak. 

Ia juga selalu menyampaikan kepada petugas di lapangan agar bisa berkomunikasi dengan pihak desa dan wajib pajak untuk melihat kondisinya secara langsung, sehingga PBB pun bisa dibayar dengan cara yang baik.

Karena selain faktor ekonomi, menurutnya, kendala administrasi juga masih ditemukan di lapangan. Seperti perbedaan nama dan alamat wajib pajak pada dokumen surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT), terutama bagi wajib pajak yang berada di luar daerah. 

”Kami bersyukur karena sudah memiliki petugas yang bisa berkomunikasi dengan wajib pajak yang berada di luar daerah, dan mereka bayar pajaknya melalui transfer,” imbuhnya. (hiek)




 


Waspadai DBD, RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Masyarakat Jangan Terlambat Berobat

PANGANDARANNEWS.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini masih menjadi penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama saat musim penghujan dan perubahan cuaca ekstrem.

Seperti disampaikan dokter umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Clarissa Verina Setiawan, masyarakat agar tidak mengabaikan gejala demam yang disertai tanda-tanda tertentu karena dapat menjadi indikasi DBD.

Ia juga mengingatkan, masyarakat tidak mengabaikan gejala demam yang disertai tanda-tanda tertentu karena dapat menjadi indikasi DBD.

"Salah satu tanda awal yang sering muncul adalah demam tinggi mendadak yang berlangsung selama beberapa hari," terangnya.(07/05/2026)

Selain itu, imbuhnya, DBD biasanya juga diawali demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, lemas, dan kadang muncul bintik merah di kulit.

Namun, menurutnya, masyarakat juga perlu mengenali tanda bahaya DBD yang menunjukkan kondisi pasien mulai memburuk dan membutuhkan penanganan medis segera.

Ia mengatakan, beberapa tanda bahaya tersebut di antaranya nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, mimisan atau gusi berdarah, tubuh sangat lemas, tangan dan kaki dingin, serta penurunan kesadaran.

"Kadang saat demam mulai turun justru pasien memasuki fase kritis, ini yang sering disalahartikan sudah sembuh," ungkapnya.

Ia menyebut, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius akibat kebocoran plasma darah hingga syok dengue. Oleh arena itu masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, terutama jika disertai tanda bahaya.

Selain pengobatan, Clarissa juga menghimbau, salah satu langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Diantaranya masyarakat rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Karena lingkungan yang bersih menjadi kunci utama dalam langkah pencegahan DBD," tegasnya. (hiek)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN