wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

Pemdes Hegarwangi Peringati Hari Sumpah, Pemuda Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh untuk Indonesia Maju

penulis, @nwarwayo

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Pemerintah Desa Hegarwangi, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, turut memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2026. Dengan tema "Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh untuk Indonesia Maju,"

Peringatan ini, tentu menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat desa.

Demikian disampaikan Kepala Desa Hegarwangi M. Taufan Firmansyah, S.E, yang juga menjabat sebagai Ketua DPK APDESI Kecamatan Bantarkalong, saat ditemui Pangandaran News di ruang kerjanya. (28/10/2026)

Kabupaten Tasikmalaya, M. Taufan Firmansyah, S.E. — atau yang akrab disapa Pan Pan — menyampaikan pesan penting dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini. Semangat persatuan yang diikrarkan para pemuda pada tahun 1928 harus terus dijaga dan diwujudkan dalam pembangunan desa.

Taufan mengatakan, Sumpah Pemuda bukan sekadar kenangan sejarah melainkan panggilan untuk semua pemuda, masyarakat, dan pemerintah desa untuk bersatu membangun Hegarwangi yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Ia juga menegaskan, peran pemuda sangat penting untuk membangun desa yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing dalam bidang ekonomi.

Generasi muda, kata Taufan, merupakan aset terbesar yang membawa energi baru serta gagasan segar bagi kemajuan desa.

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya generasi muda untuk terus berperan aktif dalam setiap kegiatan pembangunan di desa," katanya. (28/10/2026).

Taufan menambahkan, semangat Sumpah Pemuda, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, harus selalu bergema pada jiwa dan semangat pemuda.

"Semoga semangat kebersamaan senantiasa terjaga di Desa Hegarwangi dan di seluruh pelosok negeri," tegasnya.

 

Peringati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Ketua FK3G Tasikmalaya Serukan Persatuan Bangsa Dan Cerdaskan Generasi Muda

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Seluruh elemen masyarakat, lembaga pendidikan, dan organisasi di Kabupaten Tasikmalaya, hari memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober.

Momentum bersejarah ini menjadi pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia akan pentingnya persatuan dalam keberagaman, dan Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru (FK3G) Kabupaten Tasikmalaya turut memperingati momen ini.

Seperti disampaikan selaku Ketua FK3G Kabupaten Tasikmalaya, Cevi Setia, S.Pd,  Sumpah Pemuda telah menyatukan bangsa, mencerdaskan generasi, dan menyalakan masa depan Indonesia.

Ia menegaskan, semangat persatuan yang diikrarkan para pemuda pada tahun 1928 harus terus dijaga dan diwujudkan melalui dunia pendidikan. Dan guru, tentu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga mencintai persatuan dan kesatuan bangsa.

"Peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah, melainkan menguatkan kembali tekad satu nusa, satu bangsa, dan satu Bahasa Indonesia," ungkap Cevi. (28/10/2026)

Ia menyebut, semangat ini kini harus diteruskan melalui pengabdian di masing-masing bidang. Terutama dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan cinta tanah air.

Semangat Sumpah Pemuda, menurutnya, bukan hanya kenangan masa lalu, melainkan panggilan untuk terus bersatu, berkolaborasi, dan berkontribusi nyata memajukan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

"Mari jaga persatuan, tingkatkan kualitas pendidikan, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara tercinta," ajaknya. (@nwarwaluyo)

 

Jadikan Desa Bebas Sampah, Selasari Pasang CCTV Awasi Pembuang Sampah Sembarangan

PANGANDARANNEWS.COM — Upaya menjaga keindahan alam saja tidak cukup untuk menjadikan desa wisata sebagai destinasi unggulan, kebersihan lingkungan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi kunci penting agar pariwisata tumbuh berkelanjutan. Atas dasar itu Pemerintah Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran memperkuat gerakan Desa Bebas Sampah melalui penerapan aturan tegas, pengawasan CCTV dan pemberdayaan masyarakat lewat Bank Sampah Saling Peduli.

Kepada Pangandaran News, Kepala Desa Selasari, Udin Tugaswara, A.Md., yang akrab disapa Ugas, menyqmpaikan, kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari komitmen menjadikan Selasari sebagai desa wisata yang bersih, hijau, sehat, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Komitmen ini ia sampaikan, seiring dengan penguatan penerapan kawasan bebas sampah di wilayah Desa Selasari.

Komitmennya jelas, kata Ugas, Desa Selasari sebagai ikon desa wisata harus benar-benar ramah lingkungan, bersih, hijau, dan menyejahterakan.

"Kebersihan adalah kunci utama kenyamanan wisatawan sekaligus kesehatan masyarakat,” tegasnya. (28/10/2026).

Untuk mendukung gerakan tersebut, tegasnya, Pemerintah Desa Selasari tidak hanya mengandalkan imbauan karena larangan membuang sampah sembarangan ini juga diperkuat dengan pemasangan kamera pengintai atau CCTV di sejumlah titik strategis.

Ia juga berharap, pengawasan ini dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat sekaligus mencegah perilaku yang berpotensi mencemari lingkungan. Pasalnya, persoalan sampah bukan hanya menyangkut estetika tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kelestarian alam, dan citra destinasi wisata.

Ia mengaku, mendorong warganya untuk selalu menjadikan kebersihan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

"Bukan sekadar kewajiban ketika ada kegiatan kerja bakti atau saat kawasan wisata ramai dikunjungi wisatawan," ungkapnya.

Selain melalui pengawasan, ternyata upaya menjaga kebersihan lingkungan di Desa Selasari juga diperkuat dengan keberadaan Bank Sampah. Hal ini mendorong warga, khususnya di Dusun Lestari dan sekitarnya untuk mengelola sampah rumah tangga secara lebih produktif.

Ugas mengatakan, melalui pemilahan dan pengelolaan yang tepat sampah yang masih memiliki nilai guna diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan. Dan keberadaan bank sampah juga menjadi sarana untuk membangun pola pikir masyarakat bahwa sampah tidak selalu menjadi sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dikelola menjadi sumber daya yang memiliki nilai.

"Dengan demikian, gerakan Desa Bebas Sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan tetapi juga mendorong partisipasi warga dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan," jelas Ugas.

Ia menyebut, Gerakan Desa Bebas Sampah menjadi bagian dari upaya Desa Selasari menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan. Dan keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi pengawasan, penerapan aturan, pengelolaan sampah, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Pihaknya bersama Pokdarwis dan masyarakat berharap, dapat terus memperkuat kolaborasi agar kebersihan tidak hanya terjaga di kawasan wisata, tetapi juga menjadi karakter kehidupan masyarakat Selasari.

"Dengan komitmen tersebut, Desa Selasari berupaya mempertahankan daya tariknya sebagai desa wisata di Kabupaten Pangandaran yang tidak hanya menawarkan potensi alam tetapi juga lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Selasari, Aris Kusmawan. Menurutnya , pihaknya pun turut menjadi bagian penting dalam upaya membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan di kawasan desa wisata.

Dan keterlibatan Pokdarwis, ungkap Aris, dinilai penting karena pengembangan destinasi wisata tidak bisa dilepaskan dari peran masyarakat, pengelola objek wisata, pelaku usaha, serta para pengunjung. Sinergi berbagai pihak dibutuhkan agar gerakan Desa Bebas Sampah dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan maupun keberlangsungan aktivitas pariwisata. (@nton AS)

Fredy and Partner Kembali Menang, PTTUN Jakarta Kuatkan Putusan Sengketa RSUD Pangandaran

Fredi 
PANGANDARANNEWS.COM – Kantor Hukum Fredy And Partners, kembali mencatat hasil positif dalam penanganan perkara hukum di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta, dan ini menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung dalam perkara sengketa keputusan hukuman disiplin aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan RSUD Kabupaten Pangandaran.

Putusan tersebut tertuang dalam Putusan PTTUN Jakarta Nomor 204/B/2026/PT.TUN.JKT, yang diputus pada 15 Oktober 2026 dan diucapkan pada 20 Oktober 2026 melalui persidangan elektronik.

Dalam perkara ini, Fredy Kristianto, S.H., Advokat Kantor Hukum Fredy And Partners, bertindak sebagai kuasa hukum Direktur RSUD Kabupaten Pangandaran selaku Terbanding.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim PTTUN Jakarta menyatakan bahwa pihaknya menerima permohonan banding secara formal dan menguatkan Putusan PTUN Bandung Nomor 49/G/2026/PTUN.BDG tanggal 22 Juli 2026.

Seperti diketahui, sebelumnya PTUN Bandung menerima eksepsi Tergugat mengenai kedudukan hukum (legal standing) Penggugat dan menyatakan gugatan tidak diterima.

Dengan dikuatkannya putusan tersebut, upaya banding yang diajukan Pembanding tidak mengubah hasil putusan pengadilan tingkat pertama.

Kepada Pangandaran News, Fredy, menyampaikan, dalam pertimbangan hukumnya Majelis Hakim menilai bahwa objek sengketa berupa Keputusan Direktur RSUD Kabupaten Pangandaran Nomor 193.a Tahun 2025 tanggal 7 Oktober 2025,  terkait penjatuhan hukuman disiplin

Ia menjelaskan, Majelis Hakim berpendapat bahwa keputusan tersebut tidak ditujukan kepada Penggugat/Pembanding dan tidak menimbulkan akibat hukum secara langsung terhadap kedudukan, hak, maupun kewajibannya. Dan hakim juga mempertimbangkan, kedudukan sebagai penggugat  dugaan pelanggaran disiplin tidak serta-merta memberikan hak untuk menentukan bentuk maupun berat-ringannya hukuman disiplin yang dijatuhkan kepada ASN yang dilaporkan.

Atas dasar pertimbangan tersebut, menurutnya, Majelis Hakim menyatakan bahwa Pembanding tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan gugatan terhadap objek sengketa tersebut.

"Dalam proses pemeriksaan banding, pihak Direktur RSUD Kabupaten Pangandaran melalui kami, mengajukan kontra memori banding pada 15 Agustus 2026," terangnya. (27/10/2026)

Kontra memori tersebut, terang Fredi, pada pokoknya memohon agar permohonan banding ditolak dan putusan PTUN Bandung dikuatkan dengan menitikberatkan pada persoalan kedudukan hukum Pembanding. Dan dalam pertimbangannya, PTTUN Jakarta menyatakan bahwa alasan-alasan keberatan dalam memori banding tidak melemahkan pertimbangan hukum pengadilan tingkat pertama.

"Hasil ini mempertahankan putusan sebelumnya yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima karena persoalan legal standing," terangnya lagi.

Ia juga mengatakan, perkara ini menjadi pengingat bahwa dalam sengketa Tata Usaha Negara persoalan kedudukan hukum merupakan aspek mendasar yang perlu diperhatikan dalam mengajukan gugatan.

"Penggugat harus dapat menunjukkan adanya kepentingan hukum yang bersifat pribadi serta hubungan langsung antara keputusan administrasi yang disengketakan dan kerugian yang didalilkan," ucapnya.

Fredy mengaku, putusan ini menjadi catatan positif dalam pendampingan hukum terhadap klien khususnya dalam perkara sengketa administrasi pemerintahan dan kepegawaian.

"Dengan dikuatkannya putusan PTUN Bandung oleh PTTUN Jakarta, posisi hukum Direktur RSUD Kabupaten Pangandaran dalam perkara ini tetap sebagaimana ditetapkan dalam putusan pengadilan tingkat pertama," terangnya. (@nton AS)

Realisasi PAD Kabupaten Pangandaran Target Tahun Ini Capai 80,38 Persen, Berikut Rinciannya

Evan AH Nasution
PANGANDARANNEWS.COM — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran, saat ini telah menembus Rp167,4 miliar hingga 26 Oktober 2026. Walau dengan target pendapatan sebesar Rp208,74 miliar tahun ini, pemerintah daerah masih harus mengejar sisa sekitar Rp41,32 miliar agar target PAD 2026 dapat tercapai.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran, Sarlan, S.IP, melalui Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Bapenda Pangandaran, Evan AH Nasution, S.STP.

Berdasarkan laporan rekapitulasi target dan realisasi pajak serta retribusi daerah yang dirilis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, terang Evan, realisasi PAD tercatat sebesar Rp167.419 milyar atau 80,38 persen dari target Rp208.740 milyar.

Ia menjelaskan, capaian ini menunjukkan bahwa penerimaan daerah telah melampaui 80 persen menjelang berakhirnya tahun anggaran 2026. Namun meski demikian, optimalisasi pendapatan dari sektor pajak dan retribusi masih menjadi bagian penting untuk mengejar target yang telah ditetapkan.

"Dari sektor pajak daerah Bapenda Pangandaran mencatat target sebesar Rp134.966 milyar dengan realisasi Rp104.255.656 milyar, atau sekitar 77,25 persen," terangnya. (21/10/2026)

Evan menyebut, salah satu penyumbang utama penerimaan pajak berasal dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), yang mencakup sektor makanan dan minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, parkir, serta kesenian dan hiburan.

"Secara keseluruhan, PBJT memiliki target Rp72,2 miliar dengan realisasi mencapai Rp54.465.002.913 atau 75,44 persen," jelasnya lagi.

Dan dari sejumlah komponen tersebut, ucap Evan, pajak jasa perhotelan mencatat realisasi Rp24,20 miliar atau 84,92 persen, dari target Rp28,5 miliar.

Ia menambahkan, capaian ini menjadi salah satu komponen penting penerimaan daerah sejalan dengan aktivitas usaha perhotelan di Kabupaten Pangandaran yang dikenal sebagai kawasan pariwisata.

'Sementara dari sektor PBJT makanan dan minuman, terealisasi Rp10.643.790 milyar atau 77,13 persen dari target Rp13,8 miliar," ucapnya.

Lebih jauh Evan menjelaskan, dari PBJT tenaga listrik mencapai Rp18.132.268.118 atau 66,66 persen dari target Rp27,2 miliar. Untuk sektor jasa parkir, realisasi tercatat Rp144.488.125 atau 72,24 persen dari target Rp200 juta. Sedangkan pajak jasa kesenian dan hiburan baru mencapai Rp1.343.481.587 atau 53,74 persen dari target Rp2,5 miliar. Sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), realisasi penerimaan mencapai Rp19.359.231.023 atau 86,04 persen dari target Rp22,5 miliar. Penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai Rp12.293.837.684 atau 72,81 persen dari target Rp16,885 miliar. Pajak reklame tercatat terealisasi Rp1.100.788.666 atau 70,52 persen dari target Rp1,7 miliar. Pajak air tanah mencapai Rp197.622.556 atau 79,05 persen dari target Rp250 juta. Pajak mineral bukan logam dan batuan terealisasi Rp26.170.284 atau 74,77 persen dari target Rp35 juta. Pajak sarang burung walet, mencatat realisasi Rp3.881.000 atau 58,69 persen dari target Rp5,25 juta. Penerimaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), mencapai Rp11.579.659.188 atau 73,03 persen dari target Rp15.858.061.828. Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), bahkan telah mencapai Rp6.833.571.004 atau 85,40 persen dari target Rp7.991.644.370.

Selain pajak, sektor retribusi daerah turut memberikan kontribusi besar terhadap PAD Kabupaten Pangandaran.

Dari target Rp73.774.650.000, realisasi retribusi daerah telah mencapai Rp63.010.031.960 atau 85,41 persen. Kelompok retribusi jasa umum, realisasi tercatat Rp1.782.500.900 atau 56,18 persen dari target Rp3.173.000.000.

"Sementara retribusi jasa usaha menjadi penyumbang terbesar dalam kelompok retribusi, dengan realisasi Rp59.920.556.871 atau 86,01 persen dari target Rp69.676.250.000," imbuhnya.

Pendapatan ini, menurut Evan, mencakup sejumlah layanan dan pemanfaatan aset daerah, termasuk tempat pelelangan, tempat khusus parkir, tempat rekreasi dan olahraga, serta penyediaan tempat kegiatan usaha.

Capaian tersebut memperlihatkan besarnya peran sektor jasa usaha dalam menopang penerimaan daerah, termasuk dari pemanfaatan fasilitas dan objek wisata yang dikelola pemerintah daerah.

Sementara di sisi lain, retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) mencatat capaian di atas target. Dari target Rp925 juta, realisasinya mencapai Rp1.306.515.489 atau 141,24 persen.

Dengan demikian, imbuhnya, penerimaan retribusi PBG telah melampaui target yang ditetapkan dalam tahun anggaran 2026.

Pada pos lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah, laporan juga mencatat penerimaan dari pendapatan denda pajak sebesar Rp153.174.729.

Secara keseluruhan, realisasi PAD Kabupaten Pangandaran sebesar Rp167,41 miliar menyisakan selisih sekitar Rp41,32 miliar dari target tahunan.

"Dengan waktu yang tersisa hingga akhir Desember 2026, capaian tersebut menjadi gambaran penting bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi," ujarnya.

Evan juga mengatakan bahwa peningkatan kepatuhan wajib pajak, optimalisasi pengelolaan aset daerah, serta pengawasan terhadap potensi penerimaan dari sektor usaha dan pariwisata menjadi sejumlah aspek yang relevan dalam upaya mengejar target PAD.

"Meski realisasi telah mencapai 80,38 persen, pencapaian target akhir tahun tetap bergantung pada perkembangan penerimaan pada sisa periode anggaran," pungkasnya. (@nton AS)

Berlangsung Sejak 26 Oktober Hingga 8 November 2026, Polres Pangandaran Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026

PANGANDARANNEWS.COM – Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Pangandaran, Polres Pangandaran dengan mengerahkan sekitar 100 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan dinas terkait siap dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026. Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang digelar pada hari Senin (26/10/2026), Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., membacakan amanat Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H.

Dalam amanat tersebut, Kapolda Jabar menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Kapolres juga menegaskan, keberhasilan Operasi Patuh Lodaya 2026 tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak tetapi dari kemampuan dalam mencegah kecelakaan, menekan fatalitas korban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas.

Operasi Patuh Lodaya 2026 ini, ujar Kapolres, mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif melalui edukasi, sosialisasi, serta pendekatan persuasif dan humanis.

"Upaya tersebut didukung penegakan hukum lalu lintas secara elektronik serta pemberian teguran kepada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran sesuai ketentuan," jelas Kapolres.

Masih dalam amanat Kapolda Jabar, seluruh personel ditekankan untuk bertindak profesional, tegas dalam menegakkan aturan, santun dalam bertindak, dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dan masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan helm berstandar bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, tidak melawan arus serta memastikan kelengkapan kendaraan sebelum bepergian.

"Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Pangandaran mengajak seluruh masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam berkendara demi mewujudkan lalu lintas yang tertib dan berkeselamatan di Kabupaten Pangandaran," tegasnya. ****

Pedagang Mengaku Senang, Penataan PKL Kompleks Dadaha Tasikmalaya Mulai Berjalan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Saat ini pedagang kaki lima di kawasan Kompleks Dadaha Kota Tasikmalaya sudah menempati tempat  yang nyaman (shelter), dan tempat ini telah disediakan pihak pengelola.

Meskipun baru dua hari berjalan dan jumlah pengunjung belum terlihat ramai, para pedagang sudah merasa terbantu dengan adanya penataan tersebut.

Seperti disampaikan oleh salah seorang pedagang, Udin, pengunjung baik yang jalan‑jalan atau jogging di trek ini sudah pada tahu lokasi ini.

"Sekarang tempat jualan kami jadi teduh, lebih nyaman dan tidak kepanasan lagi,” ungkap Udin. (24/10/2026)

Keramaian pembeli, menurutnya, tidak bisa didapat secara instan namun memerlukan proses.

Udin mengatakan, penataan ini merupakan bagian dari program penataan kawasan Kompleks Dadaha yang dikerjakan secara bersama‑sama oleh UPTD Dadaha dan instansi terkait.

Atas nama para pedagang, ia berharap seluruh lapak PKL nantinya dapat tertata dengan baik di tempat berteduh yang sudah disiapkan.

"Dan seiring berjalannya waktu, diharapkan semakin banyak pengunjung sehingga para pedagang semakin sejahtera," ucapnya. (@mirsaripudin)

Satu Lagi Sarana Pelayanan RSUD Pandega Pangandaran, Telah Dibuka Klinik THT-BKL

PANGANDARANNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran saat ini terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan, salah satunya saat ini secara resmi telah dibuka layanan Klinik THT-BKL (Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher). di RSUD Pandega Pangandaran. (24/10/2026)

Tentu saja peresmian klinik spesialis ini juga dikhususkan sebagai kado terindah bagi masyarakat, karena saat ini bertepatan dengan momentum Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya,  Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami mengatakan, pembangunan sektor kesehatan adalah prioritas utama pemerintah daerah. Dan pihaknya berharap ke depannya, tidak ada lagi masyarakat Pangandaran yang harus mencari pelayanan kesehatan ke luar daerah.

​Selama ini, kata bupati, banyak warga yang membutuhkan penanganan THT dan seringkali harus pergi ke luar kota.

Hal ini, menurut bupati, tentu memakan biaya transportasi dan akomodasi untuk keluarga yang mendampingi meskipun biaya perawatannya digratiskan karena ditanggung BPJS.

"Dan sekarang dengan hadirnya fasilitas ini, kami berharap minimal ada satu dokter spesialis baru yang melengkapi RSUD setiap tahunnya," ungkapnya.

Bupati juga memberikan edukasi singkat terkait istilah medis THT-BKL, ia juga mengklarifikasi agar masyarakat tidak perlu takut dengan istilah Bedah Kepala karena tindakan ini hanya mencakup bedah area luar dan bukan bedah saraf otak.

​Melengkapi kebahagiaan momen peresmian ini, Kabupaten Pangandaran juga mendapatkan hibah satu unit mobil ambulans dari Panglima TNI, Agus Subiyanto.

Tambahan ambulan ini, tentu diharapkan bisa bermanfaat untuk mendukung mobilitas sektor kesehatan.

​Bupati menitip pesan kepada jajaran dokter, perawat, dan staf RSUD Pandega, agar setiap pasien dilayani dengan ramah, senyum, dan penuh keikhlasan.

​Kesembuhan pasien, ucapnya, tidak hanya bergantung pada obat medis. Karena pelayanan yang penuh kasih sayang, juga dorongan psikologis positif dari tenaga kesehatan justru sangat ampuh memotivasi pasien untuk kembali sehat.

"Saya berharap fasilitas baru ini dapat bisa dimanfaatkan sepenuhnya, khususnya oleh masyarakat Pangandaran," imbuhnya. (hiek)

Upacara Milangkala Kabupaten Pangandaran Ke 14, Ngahiji Dina Rasa, Ngawujud Dina Karya, Mawa Pangandaran Melesat Nepi Ka Jaya

PANGANDARANNEWS.COM - Bertempat di alun-alun Parigi, Bupati Kabupaten Pangandaran, Citra Pitriyami, memimpin upacara peringatan Milangkala/Ulang Tahun Kabupaten Pangandaran ke 14 sekaligus menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Milangkala tahun 2926. (24/10/2026)

Upacara dengan tema ngahiji Dina rasa, ngawujud dina karya, mawa Pangandaran melesat nepi ka jaya, turut dihadiri seluruh Forum Komunikasi Daerah (Forkopinda), Pimpinan dan anggota DPRD, mantan Pejabat Bupati Pangandaran tahun 2013-2015, Endjang Naffandi, Pejabat Bupati tahun tahun 2020 H. Dani Ramdani, Pejabat Bupati tahun 2024 Benni Bachtiar, Jajaran Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran dan ratusan tamu serta peserta upacara lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, menyampaikan bahwa 14 tahun perjalanan Kabupaten PANGANDARAN ini bukan sekedar tentang bertambahnya usia. Namun ini merupakan momentum bagi semua untuk melihat kembali bagaimana perjalanan yang telah dilalui, sekaligus mensyukuri sejumlah kemajuan yang telah dicapai.

Karena pada akhirnya, kata bupati, cita-cita Pemekaran bukan sekedar menghadirkan pemerintah yang lebih dekat tetapi harus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat.

"Dan sejarah merupakan tauladan lengkap, kaca benggala besar bagi kita untuk merumuskan dan menentukan sikap hari ini sekaligus untuk menata masa depan," tegas bupati.

Dan setiap masa kepemimpinan, menurutnya, merupakan sebuah perjalanan sejarah pembangunan daerah ini.

"Apa yang telah dirintis dan dilakukan pendahulu beberapa waktu lalu, telah menginspirasi kita untuk terus melangkah serta menyempurnakannya," kata bupati.

Bupati mengatakan, Pangandaran memiliki potensi luar biasa. Bukan hanya keindahan alamnya dan pariwisata saja, tetapi kekayaan budaya, pertanian, perikanan serta berbagai usaha yang tumbuh di masyarakat.

Kata bupati, semua potensi ini tentu harus dikembangkan agar memberi manfaat yang luas bagi masyarakat.

"Karena bagi kami, kemajuan Pangandaran bukan hanya tentang seberapa orang yang datang berkunjung tetapi juga seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat," ujarnya.

Dalam melanjutkan pembangunan, menurutnya, semua harus jujur melihat kondisi yang saat ini tengah dihadapi. Kemampuan keuangan daerah saat ini masih terbatas, sementara kebutuhan pembangunan dan harapan masyarakat terus meningkat. Kondisi ini tentu menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam menentukan perioritas serta memastikan setiap angggaran yang digunakan benar-benar sepenuhnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bupati mengaku menyadari, masih ada sejumlah program yang belum bisa dilaksanakan malahan ada yang harus ditunda dan dan disesuaikan. Tentu ini bukan keputusan yang mudah, karena setiap harapan masyarakat tentu memiliki arti penting bagi pemerintah daerah.

Bupati juga bersyukur, karena di tengah keterbatasan anggaran pihaknya terus berupaya membenahi kondisi keuangan daerah.

"Tentu ini belum bisa menyelesaikan seluruh persoalan, namun ini akan tetap menjadi upaya kami untuk terus memperbaikinya," terangnya. (hiek)

 

Rawat Semangat Perjuangan Pemekaran, Bupati Pangandaran Sowan Ke Tokoh Presidium

PANGANDARANNEWS.COM – Menjelang puncak perayaan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran, beberapa hari lalu Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, S.H, bersama jajaran pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersilaturahmi dengan tokoh Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran, H. Supratman, Selasa (20/10/2026).

Menariknya, Bupati dan rombongan berangkat bersama menggunakan bus Dinas Perhubungan (Dishub), dan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam membangun Kabupaten Pangandaran.

Kunjungan ini tentu menjadi momentum untuk menjalin silaturahmi, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada para tokoh yang telah berjuang mewujudkan pemekaran Kabupaten Pangandaran hingga resmi menjadi daerah otonom pada tahun 2012.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati  dan rombongan dukungan agar pembangunan daerah terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati juga berkesempatan mengundang H. Supratman secara langsung untuk menghadiri acara puncak Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran pada 25 Oktober 2026 mendatang.

Bupati berharap melalui momentum Milangkala, Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga ingin mempererat hubungan dengan para tokoh pendiri serta melanjutkan semangat perjuangan untuk mewujudkan Pangandaran yang semakin maju dan sejahtera.

Seperti diketahui, presidium pemekaran Kabupaten Pangandaran merupakan kumpulan tokoh masyarakat yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah berdirinya kabupaten ini. (@nton AS)

Aksi Mahasiswa PSDKU Unpad Di DPRD, Kapolres Pangandaran Sambut Dengan Suasana Humanis

PANGANDARANNEWS.COM — Aksi unjuk rasa dan audiensi yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran berlangsung aman, damai, dan tertib. (23/10/2026)

Dalam aksi tersebut, ratusan mahasiswa menyampaikan berbagai poin aspirasi serta evaluasi kritis terkait 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Kedatangan para demonstran pun disambut langsung oleh Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari bersama Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, dan suasana humanis pun terasa saat Kapolres memberikan sambutan dan apresiasi kepada para mahasiswa yang hadir.

Kapolres menyampaikan selamat datang para pejuang aspirasi, pihaknya siap melayani dan menjaga.

"Mari kita bersama-sama menjaga Harkamtibmas serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang bermartabat secara intelektual," ujar Kapolres.

Selama penyampaian aspirasi dan proses audiensi berlangsung, sempat terjadi aksi mahasiswa yang hendak membakar ban bekas menggunakan bensin. Namun aksi tersebut berhasil dicegah secara persuasif oleh kapolres, sehingga aksi dilanjutkan dengan audiensi dengan Ketua DPRD bertempat di ruang Paripurna DPRD.

Di luar tampak jajaran Kepolisian Resor Pangandaran, tetap memberikan pengawalan dan pelayanan secara ketat namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Dan aksi yang melibatkan ratusan mahasiswa ini pun berakhir dengan tertib tanpa ada insiden yang mengganggu ketertiban umum.

Di akhir kegiatan, pihak Polres Pangandaran berkempata menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan pendapat di muka umum dengan bijak, santun, dan kondusif. (@nton AS)

Gelar Peringatan Hari Santri Nasional, SDN 3 Cikatomas Tanamkan Akhlak Mulia & Cinta Tanah Air

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - SDN 3 Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya mengadakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026 yang diikuti seluruh siswa dan guru, bertempat di lingkungan sekolah.

Dalam amanatnya Pembina Upacara, Andi Suandi, S.Pd, menyampaikan, semangat santri merupakan semangat belajar yang tekun, berakhlak mulia, dan cinta tanah air, harus diteladankan oleh seluruh siswa sejak usia dini.

Meski SDN 3 Cikatomas merupakan sekolah negeri, namun ia mengaku, ingin menanamkan nilai‑nilai luhur seperti yang dimiliki para santri.

"Antara lain rajin belajar, sopan santun, dan bertanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa,” ucap Andi. (22/10/2026)

Pihaknya juga berharap, peringatan ini dapat memotivasi anak‑anak untuk lebih semangat belajar dan membangun karakter yang baik. (@mirsaripudin)

Penataan Kompleks Dadaha Kota Tasikmalaya Harus Libatkan Sejumlah Pihak

Dadang
.               penulis, @nwarwaluyo

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Penataan kawasan Kompleks Dadaha Kota Tasikmalaya tidak dapat dilaksanakan hanya oleh UPTD Dadaha secara mandiri, tapi memerlukan sinergi seluruh instansi terkait.

Seperti disampaikan Kepala UPTD Dadaha Kota Tasikmalaya, Dadang, penataan kompleks Dadaha harus dikerjakan bersama‑sama oleh UPTD, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Lingkungan Hidup.

"Kita sudah mulai melakukan penataan secara bertahap, meskipun belum seluruh bagian kawasan selesai dikerjakan,” ucap Dadang.(22/10/2026)

Ia menjelaskan, saat ini pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar kompleks sudah mulai ditata dan ditempatkan pada lokasi yang telah disiapkan.

"Kebersihan lingkungan Dadaha ini bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat," tegasnya.

Pihaknya berharap, masyarakat semakin sadar menjaga kebersihan agar Kompleks Dadaha menjadi asri dan menarik untuk dikunjungi.

"Bagi warga yang berolahraga di sini, ungkap Dadang, mereka bisa mampir membeli air minum atau kopi di tempat PKL yang sudah tertata," ujarnya.

Festival Lampu Lumiland Dadaha Tasikmalaya, Akan Berlangsung Hingga 15 November

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS -  Festival lampu skala besar Lumiland Dadaha pertama kali di Kota Tasikmalaya,  menjadi hiburan baru yang digelar secara luas  dan wilayah Priangan Timur. Sebelumnya konsep serupa sudah ada, namun hanya berukuran lebih kecil di kawasan hutan kota. Dan kali ini, acara menggunakan lahan seluas sekitar satu hektar dengan konsep yang juga diterapkan di kota‑kota besar lain seperti Solo. Festival ini dibuka sejak 9 Oktober 2026, dan akan berakhir pada 15 November mendatang.

Even ini mendapat antusiasme pengunjung cukup tinggi, terlihat dari padatnya kendaraan dan kemacetan di kawasan Dadaha terutama pada akhir pekan. Meskipun pada hari kerja, jumlah pengunjung relatif lebih sedikit. Lokasi yang dulunya kurang produktif kini menjadi lebih hidup dan bernilai ekonomi.

Menurut UPTD Dadaha, Dadang, penataan kawasan Kompleks Dadaha bukan hanya untuk festival ini saja karena UPTD hanya menyiapkan lokasi penyelenggaraan acara. Sedangkan pengelolaan teknis, dikelola oleh pihak penyewa kawasan.

Kepada Pangandaran News, Alexander Sukamto selaku pengelola menyampaikan, tiket masuk gratis bagi guru (dengan menunjukkan kartu identitas guru) dan siswa yang memiliki voucher masuk.

Sementara untuk umum, harga tiket Rp 35.000 untuk dewasa dan Rp 25.000 untuk anak‑anak.

"Pada akhir pekan jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 8.000 orang," terangnya. (22/10/2026)

Pihak penyelenggara juga, kata Alexand, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya untuk membagikan sekitar 50.000 tiket gratis bagi siswa SD kelas I‑VI.

Terkait perawatan lampu, ia menjelaskan bahwa lampu yang mati akan segera diganti dan rangkaian lampu akan dipadamkan apabila turun hujan demi keamanan pengunjung.

"Mengenai keluhan beberapa pengunjung yang merasa lokasi agak jauh hal itu hanya pendapat oknum saja, karena secara umum pelaksanaan festival berjalan lancar," imbuhnya.

Ia berharap warga Kota Tasikmalaya dapat menjaga kebersihan lingkungan sekitar lokasi festival, mengingat masih banyak sampah yang berserakan di kawasan Dadaha menjelang peringatan Hari Jadi ke‑25 Kota Tasikmalaya.

"Kami akan melakukan evaluasi pasca‑pelaksanaan untuk melihat dampak positif bagi perekonomian sekitar serta menyusun rekomendasi untuk kegiatan serupa ke depannya," katanya. (@nwarwaluyo).

 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN