Musibah Ambruknya Jembatan Gantung Pongpet, Berikut Penjelasan Kades Margacinta dan Dandim 0625 Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Kebahagiaan warga Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang Pangandaran, berubah menjadi duka ketika insiden tidak terduga menimpa Jembatan Gantung Pongpet pada Minggu 30 Agustus 2026.

Usai gunting pita, Bupati Pangandaran dan jajaran Kodim 0625/Pangandaran mencoba melewati jembatan, namun saat rombongan berada di tengah-tengah, Naas karena tali seling jembatan tersebut terlepas hingga rombongan hampir tergelincir ke jurang bawah jembatan tersebut.

​Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas musibah tersebut.

Ia mengakui, akibat kelalaian kontrol kapasitas karena ternyata saat itu jembatan dilintasi oleh puluhan warga hingga melampaui beban kapasitas. Dan ia pun tidak pasti, itu kurang lebih sekitar 40 orang di tengah jembatan tersebut.

"Memang itu semua kesalahan di kami, Kodim tidak mengontrol batas maksimum rombongan masyarakat yang melewati jembatan tersebut,” ujar Citra saat memberikan keterangan resmi di Makodim 0625/Pangandaran, Senin 31 Agustus 2026.

Disoal ​mekanisme pembangunan, Dandim menjelaskan bahwa proyek Jembatan Gantung Pongpet dikerjakan secara gotong royong melalui program padat karya.

​”mUntuk anggarannya, kata Dandim, menggunakan sistem padat karya. Kebutuhan dari Kodim diajukan ke komando atas kemudian diturunkan, lalu kita bersama masyarakat mengerjakan jembatan tersebut.

​Terkait nominal anggaran, pihaknya masih melakukan kalkulasi menyeluruh. Dandim juga berjanji akan mempercepat proses perbaikan serta meningkatkan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangandaran guna menjamin keamanan seluruh infrastruktur jembatan ke depan.

​Sementara, Kepala Desa Margacinta Enceng Anwar Solihin menyampaikan keprihatinannya atas tragedi tersebut serta berharap insiden ini dapat membuka mata pihak berwenang untuk mempertimbangkan pembangunan jembatan yang lebih representatif atau permanen.

​Ia menyebut, diantara lima proyek jembatan gantung yang sedang digarap Kodim 0625/Pangandaran, Jembatan Pongpet adalah yang terpanjang, tertinggi, dan paling sibuk.

​”Kemarin kami sangat bahagia karena peresmian jembatan itu diresmikan oleh Ibu Bupati dan Bapak Dandim, namun sayang terjadi kejadian yang tidak diharapkan," ungkapnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi dasar evaluasi, dan pihak-pihak yang punya kebijakan bisa menganalisa lebih jauh untuk membangun jembatan tersebut menjadi jembatan representatif ataupun jembatan permanen.

Enceng juga menuturkan ​sejarah panjang ​Jembatan Pongpet, pertama kali dibangun pada tahun 1992. Sepanjang perjalanannya, perbaikan yang dilakukan hanya sebatas pemeliharaan ringan pada lantai jembatan. Material lantai yang sempat berganti dari kayu ke plat bordes besi mengalami korosi dan pelapukan akibat cuaca.

​Padahal, jembatan ini bukan sekadar perlintasan pejalan kaki. Sebagai penghubung strategis antardesa (Cibanten-Margacinta) hingga antarkecamatan (Cigujur-Cijulang), Jembatan Pongpet kerap dilintasi kendaraan pembawa hasil pertanian dan angkutan kayu (palen) berbobot berat.

Dan tingginya antusiasme masyarakat warga Desa Margacinta turun ke lokasi saat agenda peresmian, menunjukkan betapa pentingnya jembatan ini bagi keberlangsungan hidup mereka.
(Anton AS)

Warga Pangandaran Sempat Heboh, Jembatan Gantung Pongpet Ambruk Saat Peresmian

PANGANDARANNEWS.COM— Momen yang seharusnya menjadi kebanggaan warga berubah jadi kepanikan, Jembatan Gantung Pongpet yang berlokasi di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran ambruk tepat saat acara peresmian berlangsung pada Minggu sore, 30 Agustus 2026.

Jembatan yang baru selesai dibangun ini ambruk di hadapan tamu undangan, pejabat, dan ratusan warga yang hadir. Suasana pun langsung gaduh, dan warga berhamburan menyelamatkan diri.

Belum ada keterangan resmi dari Pemkab Pangandaran terkait jumlah korban, penyebab ambruknya jembatan, dan total kerugian. Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, dan Damkar sudah diterjunkan ke lokasi untuk evakuasi dan mengamankan area.

Jembatan Gantung Pongpet sendiri merupakan salah satu infrastruktur penghubung vital bagi warga Desa Margacinta dan sekitarnya untuk akses ke lahan, sekolah, dan pusat desa.

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan olah TKP dan pendataan. Sementara Pemkab Pangandaran dijadwalkan menggelar konferensi pers terkait insiden ini.

Menurut yang saat kejadian ada di lokasi, peresmian jembatan tersebut dilaksanakan hari Minggu sore 30 Agustus 2026. Saat sambutan dan pemotongan pita selesai, tiba-tiba bagian tengah jembatan tiba-tiba ambruk.

Sementara Pemkab Pangandaran mengimbau, masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja di lapangan. (hiek)

Kritik Arah kebijakan Bupati Pangandaran, Iwan Ridwan Ancam Gunakan Hak Interpelasi

Iwan M Ridwan
PANGANDARANNEWS.COM — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PDI Perjuangan, Iwan M. Ridwan, mengkritik arah kebijakan Bupati Pangandaran yang dinilai mulai melenceng dari prioritas pembangunan daerah. Iwan mendesak pemerintah daerah untuk kembali berpegang teguh pada Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

​"Bupati lebih bagus kembali kepada roh arah pembangunan yang dulu dijanjikan saat mencalonkan diri: visi, misi, program, dan janji-janji kampanye," kata Iwan saat diwawancarai di Kediamannya Resto Pujasera Pangandaran. (28/08/2026).

​Menurut Iwan, seluruh janji politik tersebut kini telah memiliki payung hukum yang sah melalui Perda RPJMD untuk periode lima tahun. Oleh karena itu, eksekutif diminta tidak membuat program baru di luar dokumen perencanaan tersebut.

​"Laksanakan dulu itu. Jangan dulu ngomongin tentang itulah, inilah," ujarnya menekankan.

*​Pertanyakan Rencana Hibah Lahan 30 Hektar untuk ISBI*

​Salah satu hal yang disorot Iwan adalah wacana Pemerintah Daerah yang berencana menghibahkan lahan seluas 30 hektar untuk Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Iwan menilai kebijakan tersebut tidak masuk dalam Skala Prioritas Pembangunan Daerah saat ini.

​Ia menegaskan bahwa pihak legislatif pada dasarnya tidak anti terhadap kehadiran perguruan tinggi baru di Pangandaran. Namun, mekanisme pengalihan aset daerah tetap harus menempuh prosedur hukum dan pembicaraan bersama DPRD.

​"Pertanyaan saya, Bupati menjanjikan 30 hektar tanah yang mau dihibahkan ke ISBI " tanahnya tanah yang mana"? Ada tidak tanahnya?
Yang kedua, setahu saya belum pernah dibicarakan dengan DPRD," tegasnya.

​Iwan mengingatkan bahwa sistem pemerintahan daerah terdiri dari eksekutif dan legislatif. Setiap pelepasan atau hibah aset daerah memerlukan persetujuan resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) .

​"Bukan persoalan kita menolak ISBI-nya, bukan. Tapi ada yang lebih prioritas. Kalau seandainya terjadi pemerintah daerah menghibahkan lahan, maka harus ada approval, persetujuan DPRD," kata Iwan.

*​Soroti Indikator Makro dan Janji Paparan Ke Publik*

​Lebih lanjut, Iwan mempertanyakan pemahaman eksekutif terhadap target-target indikator makro pembangunan daerah, mulai dari Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), hingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencakup pendidikan, kesehatan, dan daya beli.

​Ia menilai pencapaian target-target tersebut, termasuk penekanan angka pengangguran dan kemiskinan, seharusnya menjadi fokus utama kerja bupati.

​Memasuki tahun ke-3 masa jabatan kepemimpinan daerah pada 2027 mendatang, Iwan menantang Bupati Pangandaran untuk menyampaikan laporan capaian RPJMD secara terbuka kepada publik.

​"Mendingan Bupati menerangkan itu. Dari satu visi menjadi berapa misi, dari berapa misi menjadi berapa program. Mana yang sudah dilaksanakan dan mana yang belum. Kan itu janji dia sendiri," ujar Iwan.

​Ia menambahkan, jika pemerintah daerah terus melenceng dari Perda RPJMD yang telah disepakati bersama, DPRD tidak segan untuk menggunakan hak interpelasi maupun hak angket guna meminta klarifikasi resmi dalam rapat paripurna. (Anton AS)

Hadiri Majelis Taklim Fatimah Zahra, Kades Sarimanggu Berharap Pengajian Rutin Ini Membawa Keberkahan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Majelis Taklim Fatimah Zahra Desa Sarimanggu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, siang tadi menggelar kegiatan pengajian rutin. (29/08/2026)

Kegiatan yang terselenggara berkat dukungan dan kerjasama  Pemerintah Desa Sarimanggu ini berjalan lancar dan khidmat, dengan diisi tausiyah.

Menurut Kepala Desa Sarimanggu, Indra, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah antar warga serta menumbuhkan semangat keimanan dan ketakwaan.

Pengajian Majelis Taklim Fatimah Zahra ini, kata Indra, bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama melainkan pusat silaturahmi.

"Saling mendoakan serta berbagi kebaikan antar sesama warga masyarakat Desa Sarimanggu," ungkapnya.

Ia berpesan kepada para jamaah bahwa ilmu yang bermanfaat adalah amal yang tidak terputus.

"Indra berharap, semoga saja keberkahan senantiasa menyertai setiap langkah jamaah Majelis Taklim Fatimah Zahra.

"Dengan ilmu yang semakin berkah, bermanfaat, serta menjadi inspirasi bagi penguatan keagamaan di tengah masyarakat," imbuhnya. (@nwarwaluyo)

 

Ukir Prestasi Gemilang di FTBI Tingkat Kecamatan Kadipaten, SDN Sukamulih Siap Berlaga Di Tingkat Kabupaten

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Prestasi yang membanggakan datang dari SDN Sukamulih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, pada ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Kadipaten Tahun 2026 kembali membuktikan keunggulannya dengan meraih juara dalam sejumlah cabang lomba.

Seperti disampaikan Kepala Sekolah SDN Sukamulih sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Kadipaten,
Dodi, melalui pesan WhatsApp. Yang lebih membanggakan lagi, SDN Sukamulih tercatat tidak pernah absen meraih prestasi di tingkat kecamatan dan secara konsisten mengirimkan perwakilan terbaik untuk berlomba di tingkat kabupaten.

"Semoga dengan prestasi yang didapat ini menjadi motivasi dan kebanggaan bagi siswa-siswi serta guru di SDN Sukamulih," ujarnya. (28/08/2026)

Pihaknya juga menyampaikan bangga mempunyai anak-anak hebat, dan terima kasih kepada Ibu-Bapak Guru yang telah membimbing hingga berprestasi yang siap bersaing ke tingkat Kabupaten.

Dodi mengatakan, prestasi ini bukan sekadar piala dan piagam nanun keberhasilan SDN Sukamulih membuktikan bahwa
bahasa ibu tetap hidup, generasi muda tetap mencintai dan fasih berbahasa sunda, konsistensi membawa gasil, kerja keras dan bimbingan yang berkelanjutan membuahkan prestasi.

"Kami berhara, ke depannya perwakilan kecamatan siap berlomba dan mengharumkan nama Kadipaten di tingkat kabupaten," ungkapnya.

Berikut raihan prestasi yang diperoleh SDN Sukamulih, antara lain (Bercerita) Jajaka (Putra) Juara 3, Maca Sajak (Membaca Puisi) Wanoja (Putri) Juara 3, Biantara (Pidato) Wanoja (Putri)
Juara 5, Maca & Nulis Aksara Sunda Jajaka (Putra) Juara 5 dan Nulis Carpon (Menulis Cerita Pendek) Jajaka (Putra)
*@nwarwaluyo*

Ngaguar & Ngaruat di Makam Pasir Tando, Cara Warga Sukapura Lestarikan Budaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Suasana khidmat sangat kental saat pelaksanaan tradisi ngaguar dan ngaruat di Makam Pasir Tando, Desa Sukapura, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. (27/08/2026)

Acara yang sarat nilai spiritual dihadiri langsung Camat Sukaraja, Ari Fitriadi, S.TP., M.Si beserta jajaran, Para Kepala Desa se-Kecamatan Sukaraja, Babinsa, Wakil Kapolsek Sukaraja , para kuncen, sesepuh, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Kegiatan ziarah, pembersihan makam leluhur dan doa bersama ini digelar untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kemaslahatan bagi seluruh warga masyarakat. Kehadiran Bapak Camat tamu undangan lainnya pun menunjukkan kebersamaan yang erat antara pemerintah, para penjaga tradisi, dan masyarakat dalam menjaga warisan luhur leluhur.

Kegiatan ngaguar ini merupakan tradisi untuk membersihkan dan merawat makam leluhur sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada para pendahulu. Sedangkan ngaruat merupakan doa bersama yang dipimpin para tokoh agama dan kuncen untuk mendoakan para leluhur, serta memohon perlindungan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Menurut Camat Sukaraja, Ari Fitriadi, tradisi ini bukan sekadar ritual melainkan menjadi perekat kebersamaan.

"Kita belajar menghormati masa lalu, menjaga kerukunan di masa kini, dan berdoa untuk masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Kuncen Asep dan Kuncen Iyam pun menyambut kehadiran camat  beserta rombongan, serta berharap kebersamaan yang terjalin ini terus diperkuat sehingga kerukunan antarwarga dan hubungan antara pemerintah, para penjaga tradisi, dan masyarakat semakin harmonis.

Dan semoga, ucap mereka, tradisi luhur ini terus terjaga dari generasi ke generasi serta doa yang dipanjatkan menjadi amal jariyah yang tak terputus keberkahannya.

"Selamat untuk warga Desa Sukapura atas terselenggaranya acara yang penuh keberkahan ini," ujar neraka berdua. (@mirsaripudin)

Lewat FTBI, Siswa Di Kecamatan Kadipaten Tumbuhkan Kecintaan Pada Bahasa Ibu

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Melestarikan budaya membaca melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Kadipaten resmi digelar, dengan mengusung tema Bahasa Ibu, Jati Diri Bangsa, Kemanusan Generasi Muda.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa ibu sekaligus melestarikan bahasa daerah khususnya bahasa sunda, sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri bangsa.

Seperti disampaikan salah seorang panitia penyelenggara, Festival Tunas Bahasa Ibu adalah program pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa daerah bagi peserta didik sejak usia dini. Dan melalui berbagai lomba dan penampilan, anak-anak dilatih untuk bangga berbahasa ibunya dengan baik dan benar.

"Bahasa Ibu adalah jati diri bangsa, sehingga jika bahasa hilang, maka hilanglah identitas kita sebagai bangsa yang berbudaya," ucapnya. (27/08/2026)

Menurutnya, menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa ibu sejak dini adalah salah satu upaya untuk melestarikan Bahasa Sunda sebagai warisan leluhur.

Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa daerah, imbuhnya, bisa membentuk karakter anak yang bangga akan budayanya sendiri
Memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

FTBI bukan sekadar lomba gerakan pelestarian budaya yang berkelanjutan, namun pihaknya juga berharap generasi muda tidak hanya pandai berbahasa asing tetapi tetap fasih dan bangga menggunakan bahasa ibunya sendiri.

"Ngamumule Basa Sunda, Ngajaga Jati Diri," imbuhnya. (@nwarwaluyo)

Jalan Lintas Cikalong Tasikmalaya Kini Mulus Beraspal, Pertumbuhan Ekonomi Pun Semakin Lancar

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Masyarakat di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, mengaku senang karena jalan yang dulunya rusak.kini telah berubah mulus beraspal dan nyaman dilalui.

Menurut salah seorang warga, Rusli (48), perbaikan jalan yang menghubungkan kawasan Tasik Selatan ini bukan sekadar perbaikan fisik tapi juga bisa membuka harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

"Sekarang jalan kasep mulus sudah terwujud, kami senang karena jalan di Tasik Selatan udah ngaleser dan mulus," ucapnya. (26/08/2026)

Rusli juga berharap agar perbaikan infrastruktur ini terus diiringi dengan pemeliharaan rutin, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Jalan yang mulus, ungkap Rusli, adalah jalan menuju kesejahteraan bersama ini tentu tak hanya untuk masyarakat Cikalong, Tasik Selatan tapi seluruh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
(@mirsaripudin)
 

Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Laut Barat Daya Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah selatan Jawa Barat pada Senin (24/8/2026) pagi, dengan gempa di laut sekitar 96 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 06.29.39 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 8,30 derajat Lintang Selatan (LS) dan 107,86 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 13 kilometer.

Meskipun pusat gempa berada di laut dan berjarak cukup jauh dari daratan Pangandaran, namun getarannya dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat.

BMKG mencatat, gempa dirasakan dengan intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Cigedug, Singaparna, dan Pangandaran. Sementara itu, getaran dengan intensitas II MMI dirasakan di Cimaung dan Cianjur Selatan

Gempa yang terjadi pada senin pagi ini, terjadi belum lama setelah gempa bermagnitudo 4,2 yang mengguncang wilayah laut barat daya Kabupaten Pangandaran pada Kamis (20/8/2026) malam.

Saat itu, BMKG mencatat pusat gempa berada sekitar 80 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 17 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,09 LS dan 107,88 BT. Gempa pada 20 Agustus 2026 tersebut juga dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah. Seperti di Pangandaran, Kalapanunggal, Ciamis, dan Pameungpeuk tercatat mengalami getaran dengan intensitas III MMI.

Meski terjadi dalam waktu berdekatan, kedua gempa tersebut memiliki titik episenter dan kedalaman yang berbeda. Gempa Senin pagi berpusat lebih jauh dari Pangandaran, sekitar 96 kilometer, dengan kedalaman 13 kilometer.

Menurut salah seorang warga Desa Wonoharjo Pangandaran, Bardan (50), merasakan getaran gempa pada Senin pagi.  Saat gempa terjadi, ia tengah bersiap berangkat mencari rumput untuk ternak sapinya.

Namun, Bardan mengaku tidak terlalu memperhatikan getaran tersebut karena terasa kecil dan berlangsung singkat.

“Tidak begitu kerasa sih, sama dengan yang terjadi beberapa hari lalu,” ucap Bardan.

Menurutnya, waktu kejadian yang bertepatan dengan aktivitas warga pada pagi hari juga membuat sebagian orang kemungkinan tidak menyadari adanya getaran. Karena pada jam terjadi gempa, orang lagi sedang bekerja di rumah.

"Gempa tersebut tidak sampai membuat aktivitas saya terganggu," imbuhnya. (hiek)

FTBI Panumbangan 2026, Semangat Lestarikan Bahasa Sunda

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWSNgamumule Basa Sunda, Ngajaga Warisan Luhur Nu Jadi Jati Diri Bangsa (Memelihara bahasa dunda, menjaga warisan luhur yang menjadi jati diri bangsa).

Demikian disampaikan Ketua Panitia FTBI Kecamatan Panumbangan, Mustopa Kurnia, saat diwawancarai usai membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Panumbangan Tahun 2026. Senin, 24 Agustus 2026.

Pada kegiatan ini, kata Mustofa, perwakilan Kecamatan Panumbangan berhasil meraih Juara Umum sekaligus mengamankan posisi Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 yang berhak melaju ke tingkat Kabupaten Ciamis.

"Sebuah pencapaian membanggakan yang menjadi bukti nyata keseriusan dan dedikasi para siswa serta guru dalam melestarikan budaya leluhur," ucapnya.

FTBI yang diikuti 269 siswa yang terdiri dari 99 putra dan 170 putri ini, terang Mustofa, berkompetisi di 7 cabang lomba. Diantaranya, cabang lomba ngadongen, biantara, maca sajak, nembang pupuh, maca-nulis aksara sunda, ngarang Carita pondok dan borangan (ngabodor sorangan).
 
Ia juga mengaku bersyukur, kegiatan berjalan lancar dan meriah. Angka 269 peserta membuktikan bahwa bahasa ibu kita, Bahasa Sunda, masih hidup dan dicintai oleh generasi muda. FTBI ini bukan sekadar ajang kompetisi, tapi sarana untuk semakin mengenal bahasa ibu kita.

"Ini adalah warisan yang harus kita jaga bersama agar tidak hilang ditelan zaman," tegasnya.

Mustofa menambahkan, FTBI bukan sekadar ajang kompetisi melainkan wujud komitmen bersama antara sekolah, guru, pemerintah kecamatan, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu, meningkatkan kemampuan berbahasa siswa secara baik dan benar, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri sejak dini serta untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis juga memiliki karakter dan akar budaya yang kuat

Di tengah derasnya arus globalisasi, Mustofa menyebut, keberadaan FTBI menjadi ruang penting untuk memastikan bahasa daerah tetap mendapat tempat di tengah kehidupan generasi muda. Di Panumbangan, Bahasa Sunda tidak hanya hadir sebagai materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga terus dihidupkan melalui kreativitas, keterampilan, dan kecintaan anak-anak terhadap warisan leluhur.

Bahasa menurutnya, menjadi jiwa bangsa. Artinya, hilang bahasanya hilang pula identitasnya.

"Dan kewajiban kita, mari terus jaga dan lestarikan budaya ini," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Seribu Obor & Api Unggun Di Super Camp Santana Curug Batu Blek, Semarakkan HUT RI ke-81 Desa Santanamekar

Tanagani Musim Kekeringan, Untuk Pendistribusian Air Bersih Di Pangandaran Tidak Cukup Dengan 2 Unit Tangki

PANGANDARANNEWS.COM - Penanganan kekeringan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, saat ini masih terkendala keterbatasan armada distribusi air bersih.

Salah satu kendalanya, seharusnya pemerintah daerah sedikitnya mempunyai 10 unit mobil tangki agar pelayanan dapat menjangkau wilayah terdampak secara lebih cepat dan merata. Namun pada kenyataannya, belum terpenuhi jumlah armada tersebut.

Seperti disampaikan Ketua Relawan Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana, pemerintah sudah membagi wilayah penanganan antara Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

Tagana sendiri, kata Nana, menangani pendistribusian air bersih di Kecamatan Cimerak, Cijulang, Cigugur, Parigi, dan Sidamulih. Sementara BPBD menangani wilayah Kecamatan Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya

"Khusus Padaherang dan Mangunjaya, pendistribusian juga mendapat dukungan dari BBWS Citanduy," terang Nana, melalui WhatsApp, Rabu (19/08/2026)

Sementara untuk penanganan kekeringan, menurutnya, BPBD sudah membagi wilayah. Tagana meng-cover Cimerak, Cijulang, Cigugur, Parigi, dan Sidamulih.

Ia mengatakan, dukungan BBWS Citanduy juga memiliki keterbatasan karena wilayah kerjanya tidak hanya mencakup Kabupaten Pangandaran tapi juga daerah lain termasuk Jawa Tengah karena termasuk wilayah kerja mereka.

Ia menilai persoalan utama saat ini adalah keterbatasan armada, kebutuhan air bersih yang terus meningkat tidak mungkin hanya ditangani dengan dua atau tiga unit mobil tangki. Bahkan, BPBD Pangandaran sudah berbulan-bulan melakukan pendistribusian air bersih. Namun, jumlah armada yang terbatas membuat pelayanan belum mampu mengimbangi luasnya wilayah yang terdampak kekeringan.

"Selama empat bulan ini BPBD terus mendistribusikan air bersih. Namun, dengan hanya dua armada tentu untuk sekarang ini tidak akan cukup meng-cover kebutuhan dampak kekeringan di Pangandaran," ucapnya.

Nana berharap ada penambahan armada tangki air, idealnya setiap kecamatan memiliki satu unit armada sehingga distribusi tidak terpusat pada beberapa kendaraan saja. Jadi artinya, satu kecamatan, satu unit mobil tangki. (hiek)













Reses ke-II DPRD Kabupaten Ciamis, Pipin Arif Apilin Serap Aspirasi Masyarakat Desa Cihaurbeuti

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ciamis sekaligus Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra Dapil Ciamis 2, Pipin Arif Apilin, melaksanakan kegiatan Reses ke-II Tahun Sidang 2026 di Desa Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. (18/08/2026).

Kegiatan reses ini menjadi momen bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai permasalahan, kebutuhan pembangunan dan aspirasi lainnya yang selama ini dirasakan di lapangan. Mulai dari infrastruktur jalan, irigasi, pertanian, hingga kesejahteraan tenaga honorer dan pelayanan dasar menjadi hal-hal yang banyak disampaikan warga.

Di depan para kepala dusun, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir, Pipin Arif Apilin, menegaskan bahwa reses bukan sekadar silaturahmi melainkan wadah resmi untuk menampung dan memperjuangkan setiap usulan yang disampaikan masyarakat.

Dan kehadirannya di sini, menurut Pipin, untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan warga Desa Cihaurbeuti.

Setiap usulan yang disampaikan masyarakat, kata Pipin, akan ia catat, verifikasi, dan kemudian diperjuangkan melalui mekanisme APBD Kabupaten maupun APBD Provinsi.

"Inilah pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara perwakilan rakyat dan masyarakat," ungkapnya.

Ia mengakui bahwa selama ini banyak kebutuhan desa yang belum tersampaikan akibat minimnya interaksi, sehingga kegiatan reses ini menjadi sarana untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Ia mencatat ada sejumlah usulan yang masuk, antara lain perbaikan dan pembangunan jalan desa yang rusak, peningkatan jaringan irigasi dan pembuatan sumur pantek untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau, serta usulan kenaikan honor tenaga PKK dan Posyandu yang dinilai masih sangat rendah.

Pipin menyebut, ia berjanji akan mengawal setiap usulan tersebut hingga ke tahap realisasi. Khusus untuk pembangunan infrastruktur, ia meminta warga menyusun proposal lengkap dengan data lokasi, ukuran, dan permasalahan agar dapat segera diproses dan dicarikan sumber anggarannya.

"Bapak-bapak, ibu-ibu jangan ragu untuk menyampaikan apa yang menjadi hak masyarakat," tegasnya. (@nwarwaluyo)

 

Replika Tikus Berdasi Bawa Uang dalam Koper Karnaval 17 Agustus Di Tasik Selatan, Tuai Pujia Warga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Suasana meriah dan penuh makna tampak saat karnaval peringatan HUT RI ke-81 di wilayah Tasik Selatan, Kabupaten Tasikmalaya, deretan pawai yang berwarna-warni menjadi perhatian dan memicu tepuk tangan sekaligus gelak tawa masyarakat.

Salah satunya, karnaval yang mengusung patung raksasa berbentuk tikus yang mengenakan jas, dasi, dan di atasnya tertulis tulisan tegas, Hutang Duta Rakyat.

Tikus berbadan besar itu tampak seolah sedang duduk dengan memegang koper besar yang terlihat penuh dengan uang, sementara fi bawahnya warga berjalan mengarak replika bangunan menyerupai gedung pemerintahan yang diusung dengan tandu seolah menggambarkan bahwa beban dan kebijakan yang diambil justru dipikul oleh rakyat kecil.

Menurut salah seorang peserta karnaval, walaupun ini hanya seru-seruan saja tapi ada pesan di dalamnya.

Ia mengatakan, seekor tikus berdasi itu dengan jas rapi, dasi bagus dan membawa koper penuh uang adalah simbol koruptor.

"Artinya jelas, yang di atas nikmati hasil sementara yang di bawah yang pikul beban," ungkapnya. (1708/2026)

Kreativitas warga Tasik Selatan ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya soal upacara dan bendera, melainkan, menurutnya, juga kebebasan untuk menyuarakan aspirasi dan kritik dengan cara yang cerdas dan berbudaya. Tanpa teriakan kasar, tanpa kekerasan namun sebuah patung raksasa sudah mampu menyampaikan pesan yang jauh lebih tajam dan membekas di hati masyarakat.

Sontak, pemandangan ini pun langsung viral di media sosial serta menuai pujian warga yang memuji kecerdasan dan keberanian masyarakat Tasik Selatan dalam menyampaikan kritik sosial.

"Di momen peringatan kemerdekaan ini, rakyat mampu menunjukkan bahwa mereka tidak hanya merayakan kebebasan tetapi juga menuntut keadilan," tegasnya. (@nwarwaluyo)


 

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG P[ANGANDARAN

WISATA BODY RAFTING CITUMANG P[ANGANDARAN