PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pasar Cikurubuk dikenal sebagai pasar induk sekaligus pusat perdagangan di Kota Tasikmalaya yang menjadi tumpuan kebutuhan masyarakat sepanjang wilayah Priangan Timur.
Jangkauannya sangat luas, meliputi Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, hingga ke seluruh kawasan Pantai Pangandaran. Bahkan di momen istimewa Hari Raya Idul Adha 2026 ini, pasar ini tetap menjadi tujuan utama ribuan warga yang berbondong-bondong mencari bahan pokok dan kebutuhan harian.
Namun di balik peran vitalnya sebagai urat nadi ekonomi simbol wajah kebanggaan masyarakat ini kini memprihatinkan, kondisinya yang kumuh, terbengkalai ditambah gelapnya kawasan Jalan menuju pasar Cikurubuk karena Lampu Penerangan Jalan umum (PJU) nyaris semuanya mati total.
Menurut Sugih, salah satu pengunjung yang hampir setiap hari datang berbelanja. Di setiap sudut kawasan pasar, kesan pertama yang muncul adalah ketidakteraturan dan kerusakan fisik yang parah. Bangunan tampak tua dan usang, cat dinding mengelupas, permukaan kusam, serta banyak bagian struktur rusak yang dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan.
"Keberadaan bangunan tambahan liar juga membuat menyempitkan lorong dan mengganggu alur lalu lintas pengunjung," kata Sugih. (27/05/2026)
Masalah kebersihan pun, kata Sugih, masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tumpukan sampah berserakan di sudut-sudut gelap, sementara saluran pembuangan air yang tersumbat dan tidak terawat menimbulkan bau tak sedap yang menyengat.
Tak hanya itu, imbuh Sugih, kondisi semakin mengkhawatirkan dan mengancam keamanan saat senja beranjak malam. Jalan utama menuju Cikurubuk dan lingkungan pasar seketika berubah menjadi kawasan gelap pekat, lampu PJU yang seharusnya berfungsi menerangi jalan serta memberi rasa aman dan kenyamanan lsama sekali tidak berfungsi.
Kawasan padat ini hanya diterangi cahaya remang-remang dari lampu toko atau kendaraan yang lewat. Kegelapan parah ini ternyata bukan sekadar membuat tidak nyaman, tapi juga menjadi pemicu masalah sosial. Di pinggir-pinggir jalan yang gelap dan minim pengawasan, terlihat jelas banyak perempuan pekerja malam yang beroperasi, memanfaatkan kondisi tersebut.
“Rasanya sedih sekali melihatnya, padahal pasar ini adalah nyawa ekonomi kita semua,” ungkap Sugih.
Sugih pun berharap Pemkot Tasikmalaya, melalui Dinas Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan serta instansi terkait segera turun tangan dan bertindak nyata untuk pembenahan menyeluruh. Mulai dari penataan ulang bangunan dan lapak, pengelolaan sampah dan kebersihan yang jauh lebih ketat, perbaikan total jaringan dan lampu PJU agar jalan kembali terang benderang hingga penertiban masalah sosial yang meresahkan di malam hari.
"Pasar Cikurubuk sejatinya layak mendapatkan perhatian istimewa, bukan hanya karena statusnya sebagai pasar induk terbesar tapi karena pasar ini adalah wajah sekaligus urat nadi ekonomi masyarakat Tasikmalaya," pungkasnya. (@nwarwaluyo)















