wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

wisata alam body rafting CITUMANG PANGANDARAN

Proyek PSN-KNMP Pangandaran Mangkrak Pengoperasian, Pemdes Karangjaladri Belum Terima BAST

PANGANDARANNEWS.COM — Proyek Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga kini belum jelas kapan dapat dioperasikan. Meski sebagian besar bangunan telah berdiri dan secara fisik diklaim mencapai sekitar 99 persen, namun proses serah terima proyek senilai Rp10,6 miliar tersebut belum juga dilakukan.

Kondisi ini tentu membuat beberapa fasilitas yang sedianya menjadi penunjang aktivitas dan kesejahteraan nelayan tersebut, belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Proyek KNMP tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025, dengan nilai sekitar Rp10,6 miliar dan pekerjaan ini ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025.

Namun, hingga Rabu (16/9/2026), atau sekitar delapan bulan setelah batas waktu penyelesaian, kepastian mengenai serah terima dan pengoperasian fasilitas tersebut masih belum diperoleh Pemerintah Desa Karangjaladri.

Saat diminta tanggapannya, Kepala Desa Karangjaladri, Eris Darmawan, mengatakan, berdasarkan kondisi di lapangan, sejumlah bangunan dan fasilitas KNMP telah berdiri. Dan secara kasatmata, kawasan tersebut tampak siap digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat nelayan.

Namun, Eris menyebut, hingga saat ini belum adanya proses Berita Acara Serah Terima (BAST) menjadi salah satu kendala pengoperasian fasilitas tersebut.

Eris menambahkan, hingga saat ini pihak pemerintah desa juga belum menerima serah terima pembangunan KNMP.

Menurutnya, belum ada kepastian koordinasi dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait mekanisme serah terima dan pengelolaan fasilitas.

“Hingga saat ini kami belum menerima atau serah terima pembangunan KNMP dan belum ada koordinasi dari pihak KKP maupun PPK terkait serah terima dan pengelolaan,” ujar Eris, Rabu (16/09/2026).

Eris Darmawan
Eris juga mengatakan, progres pembangunan secara umum telah mencapai sekitar 99 persen. Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan dan fasilitas yang perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum proyek benar-benar dinyatakan siap digunakan. Salah satunya adalah fasilitas pabrik es, yang dinilai membutuhkan kesiapan mesin dan sistem pendukung agar dapat berfungsi sesuai peruntukannya.

“Untuk pabrik es harus disiapkan mesin karena harus mengambil air laut langsung, sehingga harus ada pekerjaan tambahan,” imbuhnya.

Pemerintah desa, kata Eris, sebelumnya juga telah menyampaikan sejumlah usulan pekerjaan tambahan dengan harapan seluruh fasilitas yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik tetapi benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan.

Belum tuntasnya sejumlah fasilitas, imbuh Eris, membuat Pemerintah Desa Karangjaladri memilih bersikap hati-hati dalam proses serah terima.

Menurutnya, Pemdes tidak ingin terburu-buru menandatangani BAST apabila masih terdapat pekerjaan yang belum diselesaikan. Sebab, setelah fasilitas diterima, terdapat konsekuensi pengelolaan, pemeliharaan, maupun potensi perbaikan yang dapat menjadi beban pihak pengelola.

Pihaknya juga ingin memastikan, seluruh fasilitas dalam kondisi benar-benar siap digunakan sebelum serah terima dilakukan.

Ia juga tidak mau ketika sudah diterima namun masih ada kekurangan, dan pihak kami yang terbebani.

"Jadi memang harus 100 persen bisa digunakan,” ungkapnya.

Pihaknya juga meminta agar dokumen BAST nantinya dipelajari secara cermat sebelum ditandatangani, untuk dipelajari dulu berita acaranya. Dan ketika memang belum ada yang selesai mungkin pemdes pun akan menandatangani.

Saat ini, dengan kondisi tersebut Pemerintah Desa Karangjaladri masih menunggu kejelasan dari pihak terkait mengenai penyelesaian pekerjaan, mekanisme serah terima, hingga pola pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih Pangandaran.

"Kami berharap seluruh fasilitas KNMP dapat diselesaikan secara menyeluruh sebelum diserahkan, sehingga keberadaannya benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat dan tidak justru menimbulkan persoalan baru dalam pengelolaannya," pungkasnya. (@nton AS)

Sebuah Kesempatan Emas, Seorang Pengrajin Pandan Asal Rajapolah Tampil Di Ajang BRICS Bazaar 2026 India

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Seorang pengrajin anyaman pandan asal Kampung Kreatif Sukarauas, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, H. Intan Timur Badruzaman, mendapat kesempatan memenuhi undangan KBRI New Delhi, India, dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan BRICS Bazaar 2026, yang berlangsung pada 10–15 September 2026 di India.

Baginya tentu perjalanan ini bukan sekadar kunjungan ke luar negeri namun menjadi sebuah pengalaman luar biasa yang penuh kebanggaan membawa nama Indonesia, khususnya memperkenalkan kerajinan anyaman pandan ke kancah internasional.

BRICS sendiri merupakan forum kerja sama negara-negara berkembang yang menjadi wadah penting untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang ekonomi, perdagangan, kebudayaan, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat.

Dalam rangkaian BRICS Bazaar, setiap negara diberi kesempatan memamerkan budaya, kreativitas, serta produk dan kerajinan khas negaranya kepada dunia.

Dan anyaman Pandan Sukaraua pun berhasil tampil memukau di panggung dunia, di stan Indonesia yang berwarna-warni bertuliskan "BRICS India 2026",

Di ajang tersebut, Intan tidak hanya memajang hasil karya tetapi juga melakukan demonstrasi langsung proses menganyam. Mulai dari memilih bahan, menganyam, hingga menjadi produk jadi.

"Saya memperkenalkan berbagai macam produk kerajinan anyaman pandan, seperti tas, topi, sandal, kotak, tikar, dan banyak lagi," terang Intan. (16/09/2026)

Setiap helai pandan yang dianyam, jelasnya, bukan sekadar bahan untuk menghasilkan produk. Di dalamnya tersimpan ketekunan, ketelitian, kreativitas, budaya, serta kehidupan para pengrajin yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Ia menambahkan, dari Sukarauas Rajapolah kami membawa pesan sederhana, kerajinan tangan Indonesia tidak hanya dikenal di daerah sendiri tetapi juga mampu tampil bersaing dan diakui oleh masyarakat dunia.

Intan juga berterimakasih kepada Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, yang telah memberikan kepercayaan, dukungan dan kesempatan kepadanya untuk mengikuti kegiatan berharga ini.

Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanannya membawa nama Kabupaten Tasikmalaya ke kancah internasional.

"Semoga kehadiran kerajinan anyaman pandan dari Sukarauas ini menjadi jembatan budaya untuk mempererat persahabatan antarnegara serta bisa membuka peluang kerja sama yang lebih luas," tegasnya. (@nwarwaluyo)

Pesona Bukit Panyangrayan Sukapura, Potensi Wisata Alam Berharap Sentuhan Pemerintah Daerah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Keindahan alam Kabupaten Tasikmalaya tak pernah habis untuk dijelajahi, salah satunya adalah Bukit Panyangrayan yang terletak di Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja.

Sejak tahun 2017, tempat ini telah dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan suasana sejuk, tenang, dan menyegarkan jiwa. Dari puncak bukit yang berkibar bendera Merah Putih, pengunjung disuguhi pemandangan alam yang luas dan memukau. Dikelilingi pepohonan hijau yang rimbun, udara yang bersih dan kolam renang jernih alami di area bawah, Bukit Panyangrayan menjadi tempat yang sempurna untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kesibukan sehari-hari.

Tak hanya itu, gubuk-gubuk beratap rumbia yang tersebar di sekitar area wisata menambah kesan alami dan tradisional yang kental.

Namun sayang, potensi yang luar biasa ini belum ada perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi kawasan wisata ini agar semakin layak dan nyaman dikunjungi.

Salah seorang warga setempat, Yana, mengatakan, Bukit Panyangrayan ini sudah lama menjadi tempat wisata kebanggakaan masyarakat. Suasananya sejuk, pemandangannya indah, sehingga wisatawan yang datang selalu merasa tenang.

Yana berharap, pemerintah daerah dapat membangun fasilitas yang lebih baik khususnya gazebo-gazebo atau tempat istirahat bagi para wisatawan agar bisa bersantai sepuasnya untuk melepas lelah dan menikmati keindahan alam ini dengan lebih lama dan nyaman," ujar Yana. (15/09/2026)

Yana menambahkan, ada sejumlah keunggulan yang bisa ditawarkan di Bukit Panyangrayan,  diantaranya udara dejuk, jauh dari polusi, pemandangan alam perbukitan, panorama alam yang menenangkan mata, kolam renang alami yang segar dan nyaman untuk semua usia, gubuk tradisional, suasana alami yang menenangkan dan daya tarik alami lainnya.

Yana juga berharap, semoga harapan masyarakat ini segera terwujud sehingga Bukit Panyangrayan semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan wisata alam Kabupaten Tasikmalaya.

"Sehingga nantinya warga pun bisa ikut mengais rejeki disini," imbuhnya. (@mirsaripudin)

Warga Sumringah, Jalan Sirnagalih Desa Kalapagenep Tasikmalaya Kini Beraspal Mulus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kondisi jalan di Kalapagenep Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Pereng Desa Kalapagenep yang dulunya rusak parah dan menyusahkan puluhan tahun, kini telah mulus beraspal halus, lurus, dan nyaman dilalui.

Warga pun mengaku senang, karena perbaikan jalan ini sudah lama ditunggu masyarakat.

Seperti disampaikan salah seorang warga Kampung Pereng, Ayu (42), ia sangat bersyukur dan kebahagia. Pasalnya sudah puluhan tahun jalan ini warga menunggu, dan  akhirnya jalan ini mulus juga.

Masyarakat juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang kerja bareng, sauyunan membangun Tasikmalaya.

Perbaikan jalan di Sirnagalih ini, kata Ayu, selain memperlancar jalur transportasi juga membuka harapan baru bagi warga. sekitar. Jalan yang mulus akses menuju wisata Pantai Karangtawuan pun tentu akan lebih lancar sehingga peluang ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat pun semakin terbuka lebar.

"Jalan mulus warga pun senang, semoga ekonomi masyarakat Desa Kalapagenep semakin maju," ungkap Ayu. (14/09/2026)

Ia juga berharap kehadiran jalan yang mulus ini membawa berkah, kemudahan dan kemajuan bagi seluruh warga Desa Kalapagenep karena akan semakin ramai arus kunjungan wisatawan ke Pantai Karangtawuan. (@mirsaripudin).

Milangkala Gong Perdamaian Dunia 2026 di Karangkamulyan Ciamis, Saksi Bisu Perdamaian Abadi

Penulis: Udi Rustandi

PANGANDARANNEWS.COM
/CIAMISNEWS — Peringatan Milangkala Gong Perdamaian Dunia Tahun 2026 di Situs Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, tokoh kebudayaan Jawa Barat, Abah H. Anton Carliyan, MPKN, para seniman, budayawan, unsur Muspida dan Muspika, warga masyarakat, serta tamu undangan lainnya yang datang dari berbagai daerah.

Gong raksasa Perdamaian Budaya Dunia yang berdiri megah di situs bersejarah Ciung Wanara Karangkamulyan ini adalah lambang persaudaraan universal, persatuan, keharmonisan, dan seruan perdamaian bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

Dan seperti diketahui, pelopor Utama Perdamaian Budaya Dunia 202 Negara, antara lain Mr. Sartria Pasundan (Pencetus Hari Budaya Dunia dan Perdamaian Budaya Dunia), Mr. Juyoto Suntani (Presiden Komite Perdamaian Dunia), Mrs. Karen Merlin Suntani (Direktur Komite Perdamaian Dunia) dan Dr. Sriwahyuni (Pengusul ke PBB, sekaligus pelahir ide Gong Perdamaian Dunia) serta didukung oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan sebagai pendukungnya, diantaranya Gubernur Jawa Barat, Kadisparbud Jawa Barat, HPI Jawa Barat, PHRI Jawa Barat, Forum Jawa Barat, Ketua Kompepar Jawa Barat, Bupati Kabupaten Bandung, Disparbud Kabupaten Bandung beserta jajaran hingga titik darah deklarasi Tutugan Sunda,1.500 kelompok generasi milenial pencinta budaya, 5.000 tokoh adat se-Jawa Barat dan 33 provinsi serta dihadiri 10.000 tokoh, seniman, dan budayawan.

Kabupaten Ciamis merupakan satu-satunya kabupaten di Jawa Barat yang memiliki Gong Perdamaian Dunia, yang berdiri sejak 9 September 2009 di Situs Karangkamulyan petilasan Kerajaan Galuh (tahun 600–1300 M) yang juga dikenal sebagai tempat bersejarah Ciung Wanara/Sang Manarah (Prabu Suratama).

Prakarsa penempatan digagas oleh Mantan Kapolda Jawa Barat, Abah Irjen Pol. H. Anton Carliyan, MPKN, yang saat itu menjabat sebagai Kapolwil Priangan. Penempatan di Ciamis bukan tanpa alasan: Tatar Galuh adalah cikal bakal perdamaian di bumi Priangan. Situs ini menjadi ikon untuk memelihara perdamaian, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur leluhur.

Gong Perdamaian Dunia Tersebar di Berbagai Negara, diantaranya di New Delhi India (11 September 2006), Bali Indonesia (31 Desember 2002), Blitar, Jawa Timur, Indonesia +1 Juni 2009), Ciamis, Jawa Barat, Indonesia (9 September 2009), Ambon, Maluku, Indonesia (25 November 2009), Poltaya, Ukraina (21 September 2010), Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia (11 Maret 2013), IPSC Sentul, Bogor, Jawa Barat (19 Agustus 2014) dan di Shandong, China (24 Agustus 2024). ***

 

Untuk Matangkan Rencana KKG On Fest 2026, FK3G Kabupaten Tasikmalaya Gelar Rakor Persiapan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Bertempat di Gedung Guru PGRI Kabupaten Tasikmalaya, FK3G Tasikmalaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Guru (KKG). (12/09/2026)

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua FK3G, Cevi Setia, S.Pd, dan dihadiri oleh para pengurus serta perwakilan KKG dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya.

Kepada sejumlah awak media yang hadir, Cevi menyampaikan, agenda utama rapat ini adalah mematangkan persiapan pelaksanaan KKG On Fest 2026 yang direncanakan digelar pada bulan Desember tahun ini.

Ia menyebut, kegiatan KKG On Fest 2026 ini bukan sekadar ajang perlombaan melainkan menjadi wadah silaturahmi, berbagi pengalaman, peningkatan kreativitas, dan penguatan solidaritas antar guru di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

"Hasil inovasi dari gebyar ini akan ditampilkan oleh perwakilan dari 39 kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya," ujarnya.

 Ada pun tiga cabang lomba yang dipertandingkan, terang Cevi, KKG terbaik, simphoni dan sayembara desain batik FK3G.

Ia berharap, seluruh persiapan berjalan lancar dan kegiatan KKG On Fest 2026 di bulan Desember nanti menjadi momen yang luar biasa dan mampu membuahkan prestasi dan kebanggaan bagi para pendidik dari 39 Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya!

"Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, sukses KKG On Fest 2026, bersama guru pendidikan semakin maju," tegasnya. (@nwarwaluyo)

Walau Pusat Gempa M 5,9 Berada Di Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM  – Walaupun pusat gempa bumi dengan magnitudo 5,9 mengguncang berada di Pusat gempa berada pada koordinat 5,81 Lintang Selatan (LS) dan 106,56 Bujur Timur (BT) wilayah tengara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026)  dini hari, namun berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa terjadi pada pukul 04.23.56 WIB ini terasa hingga Kabupaten Pangandaran.

Getaran gempa tersebut turut dirasakan warga di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran.

Menurut salah seorang warga wonoharjo Iyah (47), ia mengaku terbangun dari tidurnya setelah merasakan getaran gempa serta mendengar bunyi dari kaca jendela kamar yang ikut bergetar.

“Terasa banget ya getarannya sampai kaca jendela kamar  berbunyi,” ucap Iyah. (12/09/2026)

Iyah juga mengatakan bahwa getaran gempa dirasakannya cukup lama sehingga membuatnya khawatir, sehingga ia pun kemudian langsung berusaha keluar dari kamar untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan.

“Ternyata tetangga pun sama, semua sudah berada di luar rumah," imbuhnya.

Dalam informasi BMKG, masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan gempa bumi susulan. Karena peta guncangan BMKG menunjukkan wilayah Jawa Barat termasuk dalam area yang terdampak getaran gempa, meski tingkat guncangan berbeda-beda berdasarkan lokasi dan kondisi setempat. (hiek).



Rumah Lobster Pangandaran, Surga Pecinta Seafood di Jalur Wisata

Reporter: Haris Firdaus

PANGANDARANNEWS.COM — Pilihan kuliner seafood di Pangandaran kini semakin beragam, salah satunya Rumah Lobster yang berlokasi di Jalan Pramuka.

Rumah makan ini menawarkan cita rasa berbeda, karena pengunjung bisa memilih langsung lobster hidup sesuai ukuran dan selera sebelum diolah.

Konsep "pilih sendiri" ini ternyata justru menjadi daya tarik utama, pasalnya tak banyak rumah makan di Pangandaran yang menyediakan lobster hidup dalam berbagai ukuran untuk dipilih pelanggan. Setelah dipilih lobster kemudian diolah oleh koki berpengalaman menjadi berbagai menu, mulai dari lobster bakar, saus padang, saus tiram, hingga racikan bumbu khas seafood lainnya.

Seperti diketahui, udang lobster dikenal sebagai komoditas laut premium. Selain rasanya yang khas, daging lobster juga kaya protein, rendah lemak, dan mengandung mineral penting seperti zinc, selenium, fosfor, serta vitamin B12. Kandungan omega-3 di dalamnya juga dipercaya baik untuk kesehatan jantung dan fungsi otak.

Selain menu utama lobster, Rumah Lobster juga menyediakan menu seafood lain seperti ikan laut segar, udang, cumi-cumi, dan kepiting.

Kelengkapan menu ini, tentu membuat tempat ini cocok untuk keluarga maupun rombongan wisatawan.

Pemilik Rumah Lobster, Iman Boim mengatakan bahwa kualitas bahan baku dan pelayanan menjadi kunci utama sehingga banyak pelanggan yang datang berulang kali.

Bahkan, kata Imam, ada yang mengaku hampir sepuluh kali mampir setiap kali berkunjung ke Pantai Pangandaran.

"Tentunya ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik," ujar Iman. (11/09/2026)

Seperti disampaikan salah seorang pengunjung, kesegaran lobster serta cita rasa masakan yang konsisten ditambah suasana tempat yang nyaman disebut sebagai alasan mereka kembali.

Lokasi Rumah lobster yang berlokasi di jalan Pramuka juga dinilai sangat strategis, karena terletak di jalur utama menuju kawasan pantai sehingga mudah terlihat wisatawan.

Dari arah Jalan Kidang Pananjung, lokasinya juga dekat dengan pusat penginapan dan akses ke Pantai Barat maupun Pantai Timur Pangandaran.

Untuk menunjang kenyamanan, tersedia area makan yang luas, suasana yang nyaman, serta lahan parkir yang memadai untuk kendaraan pribadi maupun rombongan.

Kehadiran Rumah Lobster, diyakini semakin memperkaya wisata kuliner Pangandaran. Setelah menikmati panorama pantai, wisatawan kini bisa melengkapi liburan dengan mencicipi hidangan lobster segar yang menjadi salah satu ikon kuliner pesisir Jawa Barat.

Dengan perpaduan lobster hidup, ragam menu, lokasi strategis, dan pelayanan, Rumah Lobster terus menjadi tujuan kuliner favorit di Pangandaran.***

Jembatan Merah Cirahong, Ikon Sejarah Tasikmalaya-Ciamis yang Mulai Dilirik Wisatawan Mancanegara

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Jembatan Merah Cirahong di perbatasan wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, saat ini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di kawasan Priangan Timur. Jembatan peninggalan sejarah dengan struktur besi berwarna merah tersebut, membentang di kawasan perbatasan dan menawarkan pemandangan alam hijau di sekitar aliran Sungai Ciujung.

Dengan arsitektur besi merah yang khas, Jembatan Merah Cirahong tidak hanya memiliki nilai sejarah tetapi juga menyuguhkan panorama alam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Potensi wisata Jembatan Merah Cirahong, bahkan kini mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara. Terbaru, dua wisatawan asal Belanda terlihat berjalan santai menikmati suasana dan keindahan jembatan tersebut.

Kehadiran wisatawan asal luar negeri itu, tentu menjadi salah satu indikasi bahwa daya tarik wisata sejarah di wilayah Tasikmalaya dan Ciamis memiliki potensi untuk semakin dikenal lebih luas.

Selain menjadi destinasi wisata, jembatan tersebut juga memiliki fungsi penting sebagai jalur penghubung wilayah selatan Priangan Timur karena keberadaannya turut mendukung mobilitas masyarakat di dua kabupaten.

Bagi masyarakat sekitar, Jembatan Merah Cirahong merupakan kebanggaan bersama yang merepresentasikan keterhubungan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.

Salah seorang warga di sekitar jembatan menyampaikan, Jembatan Merah Cirahong merupakan milik bersama dan menjadi kebanggaan Tasikmalaya dan Ciamis.

"Tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain, di sini pun kita punya ikon yang indah dan bersejarah," ujarnya. (11/09/2026).

Masyarakat berharap, keberadaan jembatan ini semakin terawat dan mampu menarik lebih banyak wisatawan. Dengan demikian, aktivitas wisata di kawasan tersebut diharapkan turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

"Dengan perpaduan sejarah, arsitektur dan keindahan alam, jembatan ini berpotensi menjadi salah satu ikon wisata bersama Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis," imbuhnya. (@mirsaripudin)

Satu Tujuan Dan Semangat, Ini Gaya Bupati Dan Wakil Bupati Tasikmalaya Saat Penyerahan Becak Listrik

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Penyerahan bantuan becak listrik kepada para pengayuh becak di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, menyita perhatian publik. Pasalnya kedua pemimpin daerah tampil walau dengan gaya yang berbeda, namun sama-sama hangat, membumi, dan dekat dengan rakyat.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, terlihat langsung mengayuh becak listrik sambil membawa tukang becak di kursi penumpang yang tersenyum ramah. Tentu ini menunjukkan, kedekatan yang tulus dengan rakyat kecil yang sehari-hari berjuang mengayuh becak untuk menafkahi keluarga.

Sementara itu, Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, juga tak mau kalah. Ia terlihat duduk berdampingan bersama seorang tukang becak di atas becak listrik yang baru diserahkan. Gaya yang santai dan akrab ini menunjukkan bahwa pemimpin hadir bukan hanya untuk memimpin, tapi juga untuk duduk setara dan berjalan bersama rakyatnya.

Penyerahan becak listrik ini bukan sekadar pemberian kendaraan, melainkan wujud perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para pengayuh becak. Beban fisik yang berat kini berkurang, dan harapan pendapatan yang lebih layak semakin terbuka lebar.

"Beda pemimpin beda gaya, tapi sama-sama menunjukkan hati yang tulus untuk rakyat," gumam salah Risma seorang warga Tasikmalaya, Risma yang menyaksikan momen tersebut. (@mirsaripudin)

9 KPM Desa Sarimanggu Terima BLT-DD Tahap II Tahun 2026, Utuh Tanpa Potongan

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Pemerintah Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap II Tahun 2026, bertempat di aula desa Sarimanggu. (10/09/2026).

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana, S.I.P,  Babinkamtibmas, Babinsa, Pendamping Desa, anggota BPD, Ketua MUI Desa, LPM, seluruh Kepala Diniyah, Ketua TP PKK, Kader Posyandu, dan tokoh masyarakat setempat. Selain BLT-DD, Pemdes juga menyalurkan insentif RT/RW, Kader Posyandu dan Guru Diniyah.

Penyaluran untuk bulan Juli, Agustus, dan September ini diterima  9 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan masing-masing bantuan sebesar Rp 900 ribu untuk satu keluarga. Dengan rincian Rp 300 bulan per bulan ini, diterima langsung oleh para penerima secara utuh tanpa potongan apa pun.

Di depan warganya, Kepala Desa Sarimanggu, Indra Nuryana, S.I.P, menyampaikan agar bantuan ini dimanfaatkan dengan bijak untuk kebutuhan yang mendesak. Seperti pangan, pendidikan anak, dan kesehatan keluarga.

"Saya pastikan tidak ada potongan sepeser pun. Bantuan ini diterima utuh oleh warga yang berhak," tegasnya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh warganya agar tetap waspada dan menjaga keselamatan, serta tetap sigap menghadapi musim kemarau ini.

Sementara Ketua BPD Sarimangu, Eli Romli mengaku bersyukur karena bantuan tersalurkan tepat sasaran. Meskipun jumlah penerima terbatas, karena ini sudah disesuaikan dengan anggaran dan regulasi.

"BPD akan terus bersinergi dengan Pemdes untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sarimanggu," ucapnya. (@nwarwaluyo)

 

Sejumlah Petugas Parkir Jalur Hijau Sejuk Tasikmalaya Mengeluh, Jangan Jadikan Kami Sapi Perah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Para petugas parkir di kawasan Jalur Hijau Sejuk Kota Tasikmalaya, menyampaikan keluhan keras terkait pungutan yang dinilai memberatkan. Mereka meminta perhatian serius DPRD Kota Tasikmalaya Komisi 3 dan Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya Dinas Perhubungan.

Para petugas menyatakan telah berulang kali menyampaikan keluhan ke Dinas Perhubungan, namun hingga saat ini belum ada respon yang memuaskan.

Mereka mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan ke Dinas Perhubungan, namun sampai sekarang belum ada respon yang jelas.

"Tolong, masalah parkir kembalikan lagi ke Dinas Perhubungan, sehingga persoalan kami bisa diselesaikan dengan baik," ucap salah seorang petugas parkir yang enggan menyebutkan namanya.(10/09/2026)

Seperti diketahui, keluhan ini mengemuka di tengah upaya penertiban dan pengelolaan parkir di Kota Tasikmalaya. Dan para petugas parkir berharap ada kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan mereka, bukan justru membebani dengan pungutan yang tidak wajar. (@nwarwaluyo)

 

Dua Anggota Polri Purna Tugas, Wakapolres dan Kasatreskrim Polres Pangandaran Berganti

PANGANDARANNEWS.COM – Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, pimpin langsung kegiatan  pergantian jabatan Wakapolres dan Kasatreskrim, bertempat di Mapolres Pangandaran, Rabu (09/09/2026).

Dalam mutasi tersebut, Kompol Glatiko Nagiewanto, S.H., yang sebelumnya menjabat Kabagops Polres Tasikmalaya, mendapat amanah baru sebagai Wakapolres Pangandaran.

Sementara jabatan Kasatreskrim Polres Pangandaran kini diemban AKP Asep Ahmad Nuron, S.H., yang sebelumnya menjabat Wakasatreskrim Polresta Bandung.

Pejabat sebelumnya, Kompol Usep Supiyan, S.H., M.H., mendapat penugasan baru sebagai Analis Kebijakan Pertama Bidang Yanma Polda Jawa Barat.

Sedangkan AKP Idas Wardias, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Kasatreskrim Polres Pangandaran, mendapat tugas baru sebagai Kapolsek Cidadap Polrestabes Bandung.

Selain serah terima jabatan kegiatan tersebut juga diisi dengan pelepasan dua anggota Polri yang telah memasuki masa purna tugas, yakni AKBP Subagja, S.I.P. dan Aiptu Harun.

Keduanya resmi mengakhiri masa pengabdiannya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, setelah menjalankan tugas dan memberikan pengabdian selama bertahun-tahun.

Dalam prosesi pelepasan purna tugas, berlangsung penuh kekeluargaan. Jajaran Polres Pangandaran memberikan penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian AKBP Subagja, S.I.P. dan Aiptu Harun selama bertugas sebagai anggota Polri.

Purna tugas ini, tentunya menjadi momentum bagi institusi untuk memberikan penghargaan atas jasa dan loyalitas personel yang telah mengabdikan diri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres Pangandaran menyampaikan apresiasi atas pengabdian kedua personel tersebut.

Meski telah memasuki masa purna tugas, kata Kapolres, hubungan silaturahmi dengan keluarga besar Polres Pangandaran diharapkan tetap terjalin.

Ia menambahkan, pergantian pejabat di lingkungan Polres Pangandaran merupakan bagian dari mutasi dan rotasi personel berdasarkan surat telegram Kapolda Jawa Barat tertanggal 22 Agustus 2026.

"Pergantian Wakapolres dan Kasatreskrim juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan Polres Pangandaran," ungkap Kapolres.

Berdasarkan surat telegram yang diterbitkan, Kapolres menyebut, sejumlah personel mendapat penugasan baru baik di lingkungan Polres Pangandaran maupun di satuan kewilayahan lainnya.

Dua perwira lulusan Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (Dik SIP) Angkatan 55 Tahun Anggaran 2026, yakni Ipda Helmi Pirmansah dan Ipda Heru Hayadi, S.H., mendapat penugasan sebagai Pama Polres Pangandaran.

Selain itu, terdapat sejumlah bintara yang masuk maupun keluar dari Polres Pangandaran.

Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan penyegaran sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.

Dengan adanya pergantian pejabat serta pelepasan personel yang memasuki masa purna tugas, Polres Pangandaran diharapkan semakin solid dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Pangandaran.(Anton AS)

72 Guru & Kepala Sekolah Gugus 3 Pagerageung Ikuti Pembinaan Evaluasi Kinerja & Refleksi Diri Demi Pendidikan Lebih Maju

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Sebanyak 72 orang guru dan kepala sekolah dari 9 Sekolah Dasar di Gugus 3 Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, berkumpul dalam kegiatan Pembinaan Personal yang digelar untuk memperkuat kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pengawas Pendidikan Kecamatan Pagerageung, Eli Solihat, M.Pd., didampingi Ketua PGRI PC Pagerageung Dian Sudiana, S.Pd., M.Pd, Asep Gunawan, M.Pd.

Dengan mengusung tema, "Melalui Pembinaan, Kita Tingkatkan Kompetensi dan Etos Kerja", pertemuan ini bukan sekadar rapat biasa namun momen ini juga untuk menengok ke dalam diri sendiri. Apa yang sudah baik, apa yang masih kurang, dan apa yang harus diperbaiki.

Dengan membangun kembali semangat dan dedikasi para pendidik di tengah tantangan pendidikan, menjadi refleksi diri untuk mengajak setiap guru bertanya.

Rencana perbaikan serta menyusun langkah konkret, agar kualitas pendidikan di Pagerageung terus meningkat.

Seperti disampaikan Pengawas Pendidikan, Eli Solihat, M.Pd, intinya momentum ini untuk mengevaluasi kinerja guru dan kepala sekolah.

Eli juga bharap, guru dan kepala sekolah bisa berefleksi serta memperbaiki diri untuk kemajuan selanjutnya.

"Apa yang kurang dari mereka dan kinerja mereka, semoga bisa diperbaiki sehingga pendidikan di Kecamatan Pagerageung ini bisa lebih baik lagi, bisa lebih maju lagi," ungkap Eli. (09/09/2026)

Kegiatan ini juga, kata Eli, untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik, memperkuat etos kerja dan kedisiplinan, menumbuhkan kesadaran untuk terus belajar dan berkembang dan membangun sinergi antar sekolah demi kemajuan pendidikan di Pagerageung.

"Guru yang berani mengevaluasi diri, niscaya pendidikan pun akan terus berkembang," tegasnya. (@nwarwaluyo).

 

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN

wisata alam CITUMANG BODY RAFTING PANGANDARAN