Jelang Pelaksanaan Ujian Semester, Pelajar di Pangandaran Jalani CKG

PANGANDARANNEWS.COM - Untuk memastikan kondisi kesehatan siswa tetap prima saat mengikuti kegiatan belajar dan ujian, jelang pelaksanaan ujian semester akhir ratusan pelajar di Kabupaten Pangandaran menjalani pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan setempat.(21/05/2026)

Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Pangandaran, salah satunya bertempat di SMP Negeri 1 Pangandaran. 

Saat ikut menyakasikan kegiatan CKG ini, Camat Pangandaran Mahpud Ghozali, menyanpaikan, sebanyak 690 siswa kelas satu dan dua di SMPN 1 Pangandaran menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Jumlah semua siswa yang mengikuti CKG ini ada sekitar seribu lebih pelajar, termasuk pelajar kelas tiga yang sudah mengikuti ujian,” terang Mahpud.

Ia mengatakan, selanjutnya kegiatan CKG akan dilaksanakan di MTs Negeri Pangandaran disusul sejumlah sekolah dasar di Desa Babakan dan Desa Pangandaran.

Sementara menurut salah seorang petugas Puskesmas Pangandaran, Muhammad Iqbal, dari hasil pemeriksaan di sejumlah sekolah baik tingkat SD maupun SMP, ditemukan beberapa gangguan kesehatan yang cukup banyak dialami siswa.

Ia menjelaskan, gangguan kesehatan yang paling sering ditemukan di antaranya masalah gigi, anemia, hipertensi, gangguan gizi hingga kadar gula darah.

“Untuk siswa yang mengalami gangguan kesehatan, kami sarankan untuk segera berobat ke puskesmas," ujarnya. (hiek)


Telan Anggaran Rp2,48 Miliar, SMPN 5 Cipatujah Tahun Ini Masuk Program Revitalisasi Nasional

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Harapan besar dunia pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Pasalnya tahun ini akhirnya SMP Negeri 5 Cipatujah resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima bantuan pemerintah dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dari Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PAUD Dasmen, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Berdasarkan data resmi yang tercantum dalam papan kegiatan, anggaran pembangunan ini senilai Rp2.489.934.000, bersumber murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 dengan peruntukan revitalisasi total sarana dan prasarana sekolah agar memenuhi standar pelayanan pendidikan nasional.

Saat wawancara dengan Pangandaran News, Kepala SMPN  5 Cipatujah, Kepala SMP Negeri 5 Cipatujah, Andika Nurholis Aziz, S.Pd., M.Pd, menyampaikan, kegiatan pekerjaan yang akan dilakukan meliputi perbaikan menyeluruh, pemugaran, hingga pembangunan ulang bagian-bagian gedung yang rusak parah dan tidak layak pakai, sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan berstandar nasional. 

Proyek ini, kata Andika, direncanakan berjalan selama 120 hari kalender atau sekitar empat bulan ke depan dan akan dilaksanakan langsung oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan SMP Negeri 5 Cipatujah yang akan bertanggung jawab penuh mulai dari tahap pengelolaan teknis, pelaksanaan fisik, hingga pengawasan kualitas hasil akhir pekerjaan. 

Andika Nurholis Aziz
Andika mengaku sangat bersyukur dan terima kasih yang mendalam atas kepercayaan besar dari pemerintah pusat tersebut, karena bantuan ini datang di waktu yang sangat tepat dan sangat dibutuhkan mengingat kondisi fisik bangunan sekolah yang selama ini sudah tua, usianya sudah lama, banyak mengalami kerusakan struktural, dan sudah masuk dalam kriteria prioritas utama penanganan.

Menurutnya, program revitalisasi ini adalah bukti nyata kehadiran negara yang benar-benar turun ke daerah di saat kondisi bangunan sekolahnya memang sudah lama membutuhkan penanganan serius dan mendasar.

"Alhamdulillah tahun ini kami dipercaya mendapatkan bantuan lebih dari 2,4 miliar rupiah, dan ini akan mengubah total wajah pendidikan di sekolah kami menjadi jauh lebih baik, layak, dan membanggakan,” ujar Andika. (21/05/2026)

Ia juga menegaskan bahwa fasilitas yang memadai, aman, dan nyaman ini merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan yang tidak bisa ditawar. Sebagus apa pun kualitas guru dan sehebat apa pun potensi siswa yang dimiliki, proses belajar mengajar tidak akan berjalan maksimal dan optimal jika tidak ditunjang sarana prasarana yang layak. 

Ia menambahkan bahwa program ini juga sejalan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, yang selalu mengingatkan terkait kemajuan bangsa berawal dari kemajuan kualitas pendidikannya.

Selain pendidikan itu harus menyeluruh, holistik, terang Andika, juga ada guru yang berkualitas, ada siswa yang berprestasi serta wajib ada sarana pendukung yang memadai. 

"Ketiganya harus berjalan beriringan, dan dengan adanya program revitalisasi ini kami berkomitmen menjaga amanah besar ini, melaksanakan pekerjaan dengan transparan, berkualitas terbaik, dan tepat waktu sesuai jadwal," tegasnya.

Dan tujuan dari semua itu, diantaranya agar nanti siswa bisa belajar dengan tenang, nyaman, aman, dan semangat belajarnya semakin meningkat tajam.

Tak hanya pihak sekolah, masyarakat pun menyampaikan harapan besar pada pembangunan SMP Negeri 5 Cipatujah yang bertransformasi menjadi sekolah yang representatif dan nantinya tentu bisa menjadi kebanggaan warga. Yang pada gilirannya, diharapkan akan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter serta berprestasi gemilang.

Menurut salah seorang warga, program Revitalisasi Satuan Pendidikan ini tentunya menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia serta memastikan tidak ada satupun sekolah yang tertinggal atau dibiarkan rusak tanpa penanganan serius termasuk di daerah-daerah pelosok.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Gempabumi Tektonik M4,6 Dini Hari Di Kabupaten Pangandaran, Dirasakan di Sejumlah Wilayah

PANGANDARANNEWS.COM - Sebagian warga di wilayah Kabupaten Pangandaran Jawa Barat dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik, Hari Kamis, 21 Mei 2026 pukul 04:04:56 WIB.

Dari catatan hasil analisis yang ada di media sosial resmi BMKG (bmkgbandung) menunjukkan, gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,7. 

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8.27 LS dan 108.25 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 68 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran Jawa Barat pada kedalaman 21 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat alktivitas Sesar aktif bawah laut.

Dan berdasarkan laporan dari masyarakat getaran gempabumi ini dirasakan di sejumlah wilayah, diantaranya Tasikmalaya, Garut dengan Skala Intensitas IlI MMI *( Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu)*, di Ciamis dengan Skala Intensitas I| - |Il MMI "(Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu)*. 

Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangun sebagai dampak gempabumi tersebut, dan hingga pukul 04:35 WIB hasil monitoring BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). ***


Setelah DD Dipangkas Jadi 370 Juta, Ini Curahan Hati Kades Karangmekar

H. Usup 
PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS– Kebijakan pemangkasan anggaran Dana Desa (DD) saat ini menjadi sorotan utama dan menuai reaksi tajam dari para kepala desa di berbagai wilayah, tak terkecuali di Desa Karangmekar, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. 

Tahun ini, besaran anggaran yang diterima desa hanya berkisar 370-an juta rupiah, angka yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan alokasi pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran sekaligus keprihatinan mendalam, karena dampaknya langsung terasa pada berkurangnya kegiatan pembangunan maupun bantuan sosial yang bisa disalurkan ke masyarakat.

Seperti disampaikan Kepala Desa Karangmekar, tH. Usup,  saat berbincang khusus dengan Pangandaran News di ruang kerjanya. (20/05/2026)

Ia pun menyampaikan keresahan yang dirasakan warganya dan mengaku sudah lama memahami seluk-beluk pengelolaan keuangan desa, bahkan sejak dirinya berada di level masyarakat paling bawah sekalipun. 

Menurutnya pemangkasan drastis ini sangat merugikan, apalagi seluruh rencana penggunaan dana sebenarnya sudah dibahas dan disepakati bersama dalam Musyawarah Desa (Musdes).

Anggaran DD sekarang dipangkas, jelasnya, tinggal sekitar 370-an juta saja. Silakan saja, mau dikurangi mau dihapus pun bagi ia pribadi dan pemerintah desa tidak rugi. 

Tapi ingat, imbuhnya, yang rugi besar itu masyarakat banyak yang sudah mengandalkan anggaran ini untuk kebutuhan bersama. 

"Padahal rencana kegiatannya sudah disepakati dalam Musdes,” tegas Usup.

Ia menjelaskan, musyawarah desa adalah wadah tertinggi. Dimana keinginan, usulan, dan kebutuhan warga ditampung, dibahas, dan disepakati bersama secara mufakat. Ketika anggaran yang cair jauh lebih kecil dari yang direncanakan, maka banyak program unggulan seperti perbaikan fasilitas umum, hingga bantuan sosial bagi warga kurang mampu terpaksa harus dikurangi skala kegiatannya atau bahkan dibatalkan sama sekali. 

Padahal, masyarakat sudah menaruh harapan besar agar hasil keputusan musyawarah itu benar-benar terwujud di lapangan.

Ia menyebut, pihaknya sudah duduk bersama, sudah sepakat mau buat ini, mau perbaiki itu, mau bantu warga yang kurang mampu. Tapi kalau dananya dipangkas separuhnya, mau diapakan rencana itu? 

"Warga sudah berharap, tapi kenyataannya anggaran seret dan inilah yang membuat kami sedih dan kecewa,” tambahnya.

Ia juga menyoroti realitas di lapangan terkait penyaluran bantuan langsung, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) Keluarga yang nilainya kini sangat kecil, sekitar Rp24.300 per penerima. Nilai tersebut dirasakan sangat jauh dari cukup untuk menopang kebutuhan hidup warga di tengah harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, ditambah saat ini harga kebutuhan yang makin mahal.

Meski dihadapkan pada keterbatasan dana, Usup menegaskan bahwa pihaknya tetap mendukung penuh program pembangunan ekonomi desa termasuk pembentukan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Koperasi Desa Merah Putih. 

Baginya, kemajuan ekonomi warga tetap menjadi prioritas utama meski kondisi keuangan desa serba terbatas.

Lebih jauh ia juga mengkritisi kebijakan pemangkasan anggaran ini, yang dirasakan ibarat mengikat tangan pemerintah desa. Desa harus bekerja melayani warga, tapi alat dan dananya dibatasi ketat. 

Namun ia tetap berkomitmen, walaupun kondisinya seperti ini namun semangat melayani masyarakat tidak boleh surut.

Walaupun dana dipangkas dan hanya tersisa sekitar 370 juta rupiah, menurut Usup, pemdes tetap semangat melayani warga. Tidak ada masalah baginya, mau ada dana atau tidak ada dana tugasnya tetap mengabdi.

*Sekali lagi, bagi saya pribadi dan pemerintah desa tidak rugi, tetap yang rugikan masyarakat luas,” pungkasnya. (@nwarwaluyo)

 


Diduga Berawal dari Korsleting Kelistrikan sepeda motor, Kebakaran Hebat di SPBU Karangnunggal

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Warga dan para pengendara yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, sempat dibuat panik dan histeris. Pasalnya sebuah insiden kebakaran terjadi di lokasi tersebut (19/05/2026) sekitar pukul 13.45 WIB, dan kejadian ini pun sontak membuat semua orang yang berada di lingkungan itu berhamburan menyelamatkan diri serta berusaha mengamankan kendaraan masing-masing.

Kebakaran yang nyaris memicu bahaya lebih besar ini, diduga kuat bermula dari percikan api yang muncul dari salah satu kendaraan roda dua. 

Menurut warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, peristiwa berawal saat seorang pengendara bernama RI sedang mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Thunder miliknya dan hendak mengisi bensin. Tiba-tiba muncul percikan api yang diduga akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting pada sistem pengapian motor tersebut, percikan kecil itu dengan cepat membesar dan menjalar di area SPBU yang penuh dengan materi mudah terbakar.oo

Melihat kendaraannya mulai terjangkit api, RI langsung bertindak sigap dengan mendorong motornya menjauh ke sisi samping.

Ia berusaha menjauhkan kendaraannya dari tangki-tangki penimbun bensin untuk mencegah risiko ledakan besar yang bisa memakan banyak korban, namun naasnya upaya tersebut belum sepenuhnya aman. Kobaran api yang makin membesar dengan cepat menyambar dua kendaraan lain yang terparkir di dekat lokasi kejadian, kedua motor tersebut diketahui masing-masing milik petugas pengawas SPBU dan pemilik warung yang berada di belakang lingkungan SPBU.

Alhasil, api berkobar semakin hebat dan berhasil melahap total tiga unit sepeda motor sekaligus dan ketiga kendaraan itu pun mengalami kerusakan parah hingga nyaris hangus tidak tersisa dan tidak dapat digunakan kembali.

Menyadari adanya bahaya kebakaran yang mengancam keselamatan nyawa dan aset vital, petugas SPBU yang bertugas langsung bergerak cepat. Dengan sigap mereka mengambil alat pemadam kebakaran ringan yang sudah tersedia di tiap sudut stasiun dan segera melakukan pemadaman secara bersamaan. 

Berkat ketangkasan dan kecepatan reaksi petugas serta bantuan warga yang ada di lokasi, kobaran api akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya dalam waktu yang relatif singkat. 

Beberapa saksi mata yang berada di tempat kejadian membenarkan, kronologi peristiwa tersebut. Dan mereka mengaku memuji karena kesigapan petugas serta warga mampu mencegah dampak yang jauh lebih fatal.

Dari informasi yang didapat, salam kejadian itu tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden yang menegangkan tersebut. 

Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh pengendara, untuk selalu memeriksa kondisi kelistrikan dan mesin kendaraan masing-masing sebelum berkendara. Terutama saat hendak masuk ke lingkungan SPBU atau tempat umum lainnya, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. (@nwarwaluyo)

Memalukan! Bendera Merah Putih Sobek dan Rusak Masih Berkibar di Kantor BPN Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Pemandangan sangat memprihatinkan sekaligus memalukan terlihat jelas di halaman Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tasikmalaya,  bendera merah putih yang seharusnya dijaga kehormatannya justru terlihat berkibar dalam kondisi sudah rusak parah, sobek, dan tidak layak sama sekali dikibarkan sebagai lambang kedaulatan bangsa.


Sebagai instansi pemerintah seharusnya kantor BPN menjadi contoh paling nyata dan teladan dalam menghormati, merawat, dan mengibarkan bendera negara sesuai dengan aturan yang berlaku, namun bendera yang menjadi simbol kebanggaan ini dibiarkan lusuh, sobek, dan tetap dipasang seolah tidak ada yang peduli atau bertanggung jawab.

Saat Pangandarannews melakukan konfirmasi kepada pihak BPN dan bertanya kepada ke petugas keamanan untuk meminta izin bertemu dengan pejabat atau staf yang berwenang memberikan keterangan, namun sayang jawaban yang diterima sangat mengecewakan dan menghambat penjelasan lebih lanjut.

Menurut keterangan dari petugas keamanan tersebut, Kepala  Kaur Umum tidak ada di tempat saat ini, sehingga belum bisa menghubungi atau meminta keterangan apa pun.

"Maaf, pa kaurnya sedang tidak ada di ruangan," terang petugas keamanan.(19/05/2026)

Padahal seperti diketahui, ketentuan mengenai hal ini sudah sangat jelas dan tegas diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Tepatnya pada Pasal 24 huruf c yang berbunyi, Setiap orang dilarang mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.

Dan pelanggaran aturan ini bukan sekadar kesalahan administrasi biasa, melainkan masuk dalam kategori tindak pidana yang memiliki ancaman hukuman berat. Sesuai dengan Pasal 67, siapa saja yang melanggar ketentuan tersebut dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak mencapai Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). *anwarwaluyo*

Libur Panjang, Kunjungan Wisatawan Ke Pangandaran Kembali Meningkat

PANGANDARANNEWS.COM – Objek wisata pantai Pangandaran kembali jadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah di libur akhir pekan, seperti saat panjang bertepatan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih. 

Di beberapa titik lokasi obyek wisata, seperti Pantai Pangandaran, Pantai Hiu, Pantai Batukaras, pantai Karapyak, Pantai Madasari dan Green Canyon, lonjakan wisatawan terjadi sejak Kamis hingga hari Minggu (14-17 Mei 2026). 

Ramainya pengunjung tersebut terlihat dari kendaraan, baik roda dua, roda empat, maupun bus pariwisata ber­pelat nomor luar daerah, dengan antrian panjang memasuki objek wisata di Pantai Pangandaran.  

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran Sarlan membenarkan, libur panjang akhir pekan ini ada lonjakan pengunjung ke sejumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran.

"Khususnya pada hari Kami, terjadi lonjakan wisatawan,” kata Sarlan.(17/05/2026)

Sarlan mengatakan, jumlah kunjungan wisata terjadi dari hari Rabu hingga Minggu. Dengan rincian, obyek wisata Pantai Pangandaran, sebanyak 41.523 orang, Pantai Batukaras 14.467 orang, Pantai Batu Hiu 5.608 orang, Pantai Karapyak 3.263 orang, Pantai Madasari 4.691 orang dan Green Canyon 3.204 orang.

Jumlah kunjungan wisata mulai Rabu sampai Minggu ini, kata Sarlan, mencapai 72.756 wisatawan.

"Saya prediksi kunjungan wisata ke Pangandaran kembali akan terjadi pada pekan depan, bertepatan dengan libur Hari Raya Iduladha," ungkapnya. (hiek)




 


Jika Dikelola Profesional, Dadaha Kota Tasikmalaya Berotensi Jadi Pusat UMKM

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dadaha yang selama ini dikenal sebagai kawasan publik andalan Kota Tasikmalaya ternyata menyimpan potensi jauh lebih besar daripada sekadar tempat berolahraga atau jalur lari pagi, di balik keramaiannya setiap hari kawasan ini menjadi pusat perputaran uang yang berpeluang untuk menggerakkan roda perekonomian warga asal dikelola dengan sistem yang tepat dan profesional.

Demikian disampaikan salah seorang pengunjung, Burhan, saat berbincang dengan Pangandaran News di lokasi.(17/05/2026)

Dadaha itu bukan sekadar tempat olahraga atau jalur lari semata, menurutnya, Dadaha Kota sudah menjelma menjadi tempat berkumpul favorit, tempat ngopi santai dan sebuah ruang publik dari berbagai kalangan. 

Kalau tata kelolanya diperbaiki, kata Burhan, komplek Dadaha yang ditata rapi dan tertata indah ini bisa diangkat menjadi ikon kebanggaan Kota Tasikmalaya.

"Asa aktivitas ekonomi yang berputar di kawasan ini, dan sangat luar biasa besarnya," ungkapnya.

Kalau dikelola dengan benar dan profesional, ia menyebut, tempat ini bisa benar-benar menumbuhkan dan memperkuat perekonomian masyarakat Kota Tasikmalaya secara nyata dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan potensi emas tersebut, ia pun mengusulkan sejumlah langkah strategis. Diantaranya dengan menerapkan sistem pengelolaan retribusi yang lebih rapi dan terpusat, sebaiknya dikelola satu pintu langsung oleh pemerintah daerah. 

"Kalau sudah terpusat, pengawasannya jadi lebih mudah dan tidak ada tumpang tindih serta hasilnya bisa dikembalikan untuk memajukan kawasan ini sendiri,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi para pelaku usaha yang menjadi tulang punggung di Dadaha, UMKM yang berjualan di sini sebaiknya dikelola dan dibina langsung oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan atau Koporindag. Dengan begitu, kualitas barang, ketertiban, hingga kenyamanan bertransaksi pun bisa terjaga dengan baik.


“Dadaha ini aset berharga milik daerah, jika dirawat, ditata rapi dan dikelola dengan sungguh-sungguh, dampaknya pun pasti akan terasa besar bagi kemajuan ekonomi dan citra kota Tasik,” pungkasnya.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Serunya Berburu Kuliner Khas Pangandaran, Berbagai Olahan Aneka Cemilan

PANGANDARANNEWS.COM - Berburu kuliner setelah puas menikmati keindahan alam pantai merupakan saat yang tak pernah dilewati, khususnya para ibu-ibu yang berwisata ke Pangandaran.

Malah, kata salah seorang wisatawan asal Bogor, Arini (38), suaminya pun memang penggemar makanan laut (sea food).

Menurutnya, terasa ada yang kurang bila pulang dari Pangandaran tidak membawa oleh-oleh aneka cemilan yang dijajakan para pedagang di tempat wisata.

"Banyak pilihannya juga, mulai dari udang tepung, cumi, ika-ikan kecil dan lainnya dengan aneka olahan," ungkapnya.(17/05/2026)

Jika ke Pangandaran, ia juga memastikan selalu mampir ke deretan kios-kios penjaja makanan ringan yang ada di sekitar TPI (Tempat Pelelangan Ikan) di kawasan pantai timur.

Ia mengaku sangat menikmati sekali makanan yang memang tidak bisa ia jumpai di tempat tinggalnya, kekhasan bahan baku dan cara pengolahannya pun sangat cocok dengan seleranya.

"Malah oleh suami saya selalu jadi cemilan saat minum kopi," ujarnya.

Pokoknya, ucap Arini, tak lengkap bila ke Pangandaran hanya berenang dan menikmati alam pantai saja. Masih banyak yang bisa dinikmati selain wisata alam, diantaranya wisata kulinernya.

"Jadi selain kita memanjakan mata, lidah juga harus dimanjakan," imbuhnya.(hiek)


Jembatan Cirahong, Kini Menjelma Jadi Ikon Kebanggaan Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Berada tepat di perbatasan dua wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis, jembatan Cirahong kini tak lagi sekadar sarana penghubung jalan biasa. Tempat ini telah menjelma menjadi ikon baru yang membanggakan sekaligus daya tarik istimewa bagi warga Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis, khususnya saat akhir pekan tiba.

Seperti terlihat jelas pada hari Sabtu ini, suasana di sekitar jembatan terasa begitu hidup, ramai, dan penuh semangat. 

Jalannya yang mulus tak pernah sepi dari lalu-lalang kendaraan yang melintas, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan penumpang yang mengantar warga datang berkunjung. 

Di sepanjang sisi jalan, berderet rapi pedagang yang menjajakan aneka makanan dan jajanan di bawah payung-payung warna-warni yang mempercantik pemandangan.

Warga tampak berjalan santai berkeliling, atau berhenti sejenak untuk menikmati suasana sambil mencicipi beragam kuliner yang tersedia. 

Salah seorang pengunjung asal Tasikmalaya, Risma, mengungkapkan, udara sejuk ditemani rindangnya pepohonan di sekitar lokasi membuat siapa pun betah berlama-lama di tempat ini. 

Menurutnya, jembatan Cirahong kini telah berubah menjadi ruang interaksi sosial yang hangat, tempat berkumpul, melepas penat, serta mempererat silaturahmi antarwarga dari dua kabupaten bertetangga ini.

"Letaknya yang sangat strategis membuat jembatan ini memiliki makna jauh lebih dalam daripada sekadar menghubungkan dua tempat," ujarnya.(16/05/2026)

Kata Risma, jembatan Cirahong sudah menjadi simbol persatuan, kedekatan dan kebersamaan antara masyarakat Tasikmalaya dan Ciamis. Sehingga tak heran jika setiap hari Sabtu dan Minggu, lokasi ini selalu dipenuhi pengunjung yang ingin merasakan suasana khasnya.

Dulu hanya jembatan biasa, sekarang jadi tempat yang sangat dicari. Warga dari mana saja rela datang ke sini, bukan cuma untuk lewat tapi untuk berwisata kuliner dan bersantai. 

"Rasanya bangga sekali punya ikon seindah ini yang dimiliki bersama,” kata Risma.

Ia menuturkan, sering kali Risma menyempatkan diri berhenti sejenak hanya untuk melepas lelah setelah beraktivitas seharian. Atau sekadar duduk sejenak, hirup udara segar, lihat keramaian sekitar, rasanya lelah dan penat langsung hilang begitu saja.

Ia juga mengatakan, semakin hari jembatan Cirahong terus berkembang menjadi wajah baru yang mempercantik citra kedua daerah.

"Ia menjadi bukti nyata bagaimana sebuah tempat sederhana dapat tumbuh menjadi pusat kegiatan masyarakat, menggerakkan perekonomian warga sekitar, serta menjadi kebanggaan bersama yang akan terus dijaga kelestarian dan kenyamanannya untuk generasi mendatang," ucapnya.(@nwarwaluyo)

 

 

 


Kekhawatiran Warga Meningkat, Pinjol dan Judol Diduga Mulai Menyasar Anak Sekolah`

PANGANDARANNEWS.COM - Maraknya praktik pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang kini diduga mulai merambah di kalangan anak usia sekolah, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. .

Seperti disampaikan salah seorang warga, Ida (46), saat menghadiri rapat kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran yang digelar di Sekretariat MUI Karangsimpang Wonoharjo Pangandaran.(16/05/2026)

Menurutnya, kemudahan akses terhadap pinjol dan judol membuat anak-anak dan remaja semakin rentan terjerumus.

Sii lingkungannya sendiri, kata Ida, terdapat sejumlah kasus yang memprihatinkan akibat keterlibatan dalam pinjol dan judi online. Bahkan, ia menyebut ada orang tua yang jatuh sakit hingga meninggal dunia karena memikirkan persoalan yang dialami anaknya terkait jeratan pinjol dan judol tersebut.

Ida juga menyoroti keberadaan sejumlah rumah kontrakan di lingkungannya yang dinilai membawa pengaruh negatif terhadap masyarakat sekitar, meski tidak semuanya berdampak buruk namun ia menilai kebiasaan dan perilaku sebagian penghuni kontrakan lambat laun turut memengaruhi lingkungan. 

"Terutama anak-anak dan remaja yang ada di sekitarnya," ungkap Ida.

Sementara hingga saat ini MUI Kecamatan Pangandaran belum memberikan pernyataan resmi terkait persoalan tersebut, walaupun berbagai keluhan dan masukan dari masyarakat dalam rapat kerja itu disebut menjadi perhatian penting bagi MUI dan pihak terkait dalam upaya menjaga lingkungan sosial serta melindungi generasi muda dari pengaruh negatif pinjol dan judi online. (harisfirdaus)

MUI Kecamatan Pangandaran Soroti Terkait Menurunnya Semangat Mengaji Anak-Anak

PANGANDARANNEWS.COM - Fenomena menurunnya semangat belajar agama di kalangan anak-anak pasca lulus sekolah dasar saat ini menjadi perhatian serius dalam Rapat Kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran Pangandaran yang digelar pada hari  Sabtu 16 Mei 2026, bertempat di Dusun Karangsimpang.

Sejumlah musyawirin menyampaikan keluhan para orang tua yang merasakan perubahan perilaku anak-anak mereka, terutama dalam hal keaktifan mengaji, mengikuti madrasah, dan menghadiri kegiatan di masjid.

Dalam forum tersebut terungkap bahwa banyak anak yang sebelumnya aktif belajar agama saat masih duduk di bangku sekolah dasar mulai meninggalkan kebiasaan tersebut setelah lulus, padahal usia remaja awal ini dinilai sebagai masa yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan dan sangat membutuhkan pendampingan akhlak serta pendidikan keagamaan yang berkelanjutan. Kondisi ini tentu memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terhadap masa depan moral dan spiritual generasi muda, dan permasalahan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan evaluasi penting dalam program kerja dakwah dan pendidikan MUI Kecamatan Pangandaran. 

Para peserta rapat juga menilai perlunya langkah nyata untuk memperkuat kembali budaya mengaji dan kecintaan anak-anak terhadap masjid, sehingga beberapa usulan pun muncul. Diantaranya, masalah penguatan madrasah diniyah, pembinaan remaja masjid, peningkatan peran keluarga, serta program dakwah yang lebih dekat dengan dunia anak dan remaja.

Seperti disampaikan Ketua MUI Kecamatan Pangandaran, pentingnya sinergitas antara sekolah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan para orang tua dalam menjaga pendidikan agama generasi muda. 

Menurutnya, pendidikan karakter dan keagamaan tidak bisa  dibebankan hanya kepada satu pihak semata. 

Sekolah memiliki peran penting dalam pendidikan formal, namun, katanya, pembinaan akhlak dan kecintaan terhadap agama harus diperkuat bersama oleh para ulama, tokoh masyarakat, keluarga, dan lingkungan sekitar. Jika semua unsur bersinergi. 

"InsyaAllah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan dekat dengan masjid,” ujarnya. (harisfirdaus).

Terseret Ombak Di Pantai Madasari Pangandaran, Wisatawan Paruh Baya Asal Garut Hilang

PANGANDARANNEWS.COM - Seorang wisatawan perempuan paruh baya asal Dayeuh Handap Desa Kota Kulon Kabupaten Garut, Siti Atika (58), meninggal dunia usai terseret ombak. 

Insiden itu terjadi tepatnya di Blok Karang Segeuh obyek wisata Pantai Madasari Desa Masawah, Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran, pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Plt Kasi Humas Polres Pangandaran Aiptu Yusdiana membenarkan, kejadian tersebut. 

Yusdiana mengatakan, wisatawan yang terseret ombak tersebut merupakan warga Garut yang sedang berlibur bersama keluarganya.

Ia menambahkan, kejadiannya itu tadi pagi saat sekeluarga wisatawan Garut mencari spot untuk berfoto dan korban diam diatas karang, namun tiba-tiba saja ombak datang menghantam karang itu.

"Yang pertamakali korban berhasil berpegangan batu karang yang didudukinya, namun saat datang ombak kedua yang sangat besar sehingga menyeret korban ke tengah,” terang Yus. (hiek)

Posisi Saldo Kas Daerah Pangandaran Hingga Awal Mei 2026 Tercatat Rp31 Miliar, Ini Paparan BKAD

Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran 
PANGANDARANNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran mencatat, posisi saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) hingga awal Mei 2026 sebesar Rp31 miliar lebih.

Seperti disampaikan melalui akun Instagram resmi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pangandaran @bkad_pangandaran, yang merilis laporan perkembangan keuangan daerah per Jumat 8 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.

Pada laporan tersebut, saldo kas daerah tercatat mencapai Rp31.013.093.565 setelah sebelumnya berada di angka sekitar Rp10,35 miliar pada tanggal 24 April 2026.

Masih dalam paparannya, kenaikan saldo kas daerah dipengaruhi oleh realisasi pendapatan daerah selama periode 24 April hingga 7 Mei 2026 yang mencapai Rp78,94 miliar.

Sumber pendapatan terbesar berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai sekitar Rp41,91 miliar, lalu disusul Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi sebesar Rp20,32 miliar.

Selain itu dua pendapatan tersebut, Pemkab Kabupaten Pangandaran juga memperoleh pemasukan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana bagi hasil provinsi dan pusat, serta opsen pajak kendaraan.

Sementara disisi belanja daerah (pengeluaran) tercatat mencapai Rp58,28 miliar, belanja pegawai menjadi komponen terbesar dengan nilai sekitar Rp25,36 miliar.

Sementara untuk pengeluaran lainnya digunakan untuk belanja barang dan jasa, bantuan keuangan desa, belanja modal, hingga pembiayaan daerah.

Laporan ini, tentu menjadi bagian dari upaya transparansi pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pangandaran kepada masyarakat.

Keterbukaan informasi keuangan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik, sekaligus mendorong pengelolaan anggaran yang lebih akuntabel dan tepat sasaran.***


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN