KPU Pangandaran Gelar Rapat Pleno, Setujui Dokumen Data Dan Laporan SPIP

PANGANDARANNEWS.COM -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran hari ini melaksanakan Rapat Pleno Sistem Pengendalian Intern

Pemerintah (SPIP) periode Maret Tahun 2026, bertempat di aula KPU Kabupaten Pangandaran.(09/04/26)

Dalam rapat yang dipimpin dan dibuka langsung oleh pimpinan Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, dibahas sejumlah terkait persetujuan atas laporan SPIP.

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan sebagai pengarah dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa dokumen yang berisi data perndukung dan laporan SPIP dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia nomor 855 Tahun 2025 diharuskan disetujui melalui rapat pleno. 

Sementara Sekretaris KPU Kabupaten Pangandaran sebagai penanggungjawab berkenan menyerahkan dokumen yang berisi data dukung dan laporan SPIP kepada Komisioner KPU Kabupaten Pangandaran. 

Masih di tempat yang sama, Tim Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Pangandaran sebagai Tim Satgas SPIP menjelaskan, dokumen yang berisi data dukung dan laporan SPIP kepada Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Pangandaran.

Selanjutnya dalam rapat pleno ini, Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Pangandaran menyetujui seluruh dokumen yang berisi data dukung dan laporan SPIP.***


Halal Bihalal PGRI Pangandaran, Jadi Momen Silaturahmi Serta Penguatan Komitmen Pendidikan Berkarakter

PANGANDARANNEWS.COM - Momen Halal Bihalal keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pangandaran yang dilaksanakan di aula Supan Sastrawijaya SMPN 1 Pangandaran, jadi ajang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun pendidikan berkarakter.(09/04/26)

Dalam acara yang dihadiri Bupati Citra Pitriyami dan Wakil Bupati H Ino darsono, juga turut hadir mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata serta anggotaI PGRI dari berbagai sekolah di Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya Bupati Pangandaran, hj Citra Pitriyami, S.H., menyampaikan, Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan melainkan sarana mempererat ukhuwah Islamiyah untuk memperkuat tali  persatuan serta saling memaafkan setelah menjalani ibadah Ramadan.

Menurut bupati, ia mengapresiasi peran PGRI dalam dunia pendidikan. Dan peran guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda, tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran, ujar Bupati, saat ini tengah mengembangkan Program Pendidikan Karakter “Melesat” sebagai prioritas daerah untuk mencetak generasi unggul secara akademik maupun moral.

“Program ini menitikberatkan pada penanaman nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari, termasuk nilai keagamaan sebagai fondasi utama," ungkapnya.

Bupati juga berharap, sinergitas antara pemerintah daerah, PGRI dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang baik, optimistis dapat menciptakan generasi Pangandaran yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing pasti akan terwujud.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, menyampaikan, pihaknya akan mengoptimalkan implementasi program pendidikan karakter tersebut secara lebih disiplin di lingkungan sekolah.

"Contohnya dalam pelaksanaan upacara penaikan bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya, seluruh aktivitas di sekitar sekolah seharusnya dihentikan sementara sesuai ketentuan yang berlaku," kata Soleh.

Dan depannya, pihaknya akan memperkuat komitmen seluruh sekolah agar pelaksanaan nilai-nilai karakter ini benar-benar dijalankan termasuk menghentikan aktivitas saat pengibaran bendera sebagai bentuk penghormatan.

Ia mengaku, saat ini Disdikpora juga tengah menyiapkan penguatan program keagamaan bagi peserta didik. Salah satunya dengan pengaturan jam pulang sekolah pada hari Jumat bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 SD serta siswa SMP, yakni setelah pelaksanaan Salat Jumat.

Tak hanya itu, program “Magrib Mengaji” juga akan diterapkan bagi siswa SD dan SMP di seluruh wilayah Pangandaran.

“Jadi setiap magrib siswa diharapkan melaksanakan kegiatan mengaji di masjid terdekat dengan rumahnya,  program ini akan kami ukur dan evaluasi dengan menyiapkan indikator atau eviden agar pelaksanaannya berjalan optimal," ungkapnya.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Pangandaran, H. Endang Suherman menyebut, pihaknya siap mendukung penuh program pemerintah daerah khususnya dalam penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Kata Endang, PGRI sebagai organisasi profesi guru memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki akhlak yang baik.

Ia mengaku, PGRI siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyukseskan Program Pendidikan Karakter Melesat. 

"Guru harus menjadi teladan bagi peserta didik, baik dalam sikap, perilaku, maupun dalam menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan,” ujarnya.

Tidak lupa ia juga mengajak seluruh anggota PGRI di Kabupaten Pangandaran untuk meningkatkan profesionalisme serta beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan spiritual.

“Dan pada momentum Halal Bihalal ini tentu menjadi penguat kebersamaan kami untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan untuk mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter,” uucanya.(hiek)

Jaga Lingkungan Dan Cegah Banjir, Gabungan Instansi dan Warga Kota Tasik Bersih-Bersih Sungai

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah banjir, saat ini dilaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai dan saluran air di berbagai titik sebagai bagian dari implementasi Gerakan Nasional di seluruh Indonesia.

Gerakan ini terus digencarkan di Kota Tasikmalaya, gabungan instansi pemerintah dan masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai dan saluran air di berbagai titik, sebagai bagian dari implementasi Gerakan Nasional di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan Hidup (LH), Bidang PSDA, Kementerian PU, BPBD, Satpol PP, hingga masyarakat setempat.

Kabid Lingkungan Hidup, Arif Maulana, saat ditemui di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan secara menyeluruh di titik-tirik rawan dan dengan memersihkan di banyak tvitik dengan ayategi "Jemput Bola".

"Dan hari ini kami melaksanakan pembersihan di beberapa di daerah Nagawangi, dan sebelumnya juga sudah dilakukan di Bojong Tritura serta di Kelurahan Kertanegara dan Purbaratu," ujar Arif.(09/04/26)

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar aksi sesaat, melainkan bentuk "jemput bola" dalam pelayanan kepada masyarakat. Dan LH tidak menunggu keluhan datang atau kalau ada masalah atau temuan, namun akan langsung antisipasi dan tangani. 

"Ini juga bagian dari mitigasi bencana untuk mencegah banjir akibat penyumbatan sampah," imbuhnya.

Selain membersihkan fisik, kata Arif, pihaknya juga melakukan sosialisasi langsung kepada warga, RT, dan RW terkait Arif pentingnya pengelolaan sampah yang benar.

Arif menyebut, pihaknya mengajak warga untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos atau pakan maggot, sedangkan anorganik bisa didaur ulang atau disetor ke Bank Sampah.

"Dan kami menghimbau, mohon jangan buang sampah ke sungai atau tempat yang bukan peruntukannya karena sampah yang menumpuk bisa menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir," tegasnya.

Ia menambahkan, dengan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) diharapkan volume sampah yang dibuang ke TPA bisa berkurang drastis.

Arif mengaku, pihaknya ingin kegiatan gotong royong ini rutin dilakukan minimal seminggu sekali. Dan kuncinya ada di kerjasama antara pemerintah, kelurahan, kecamatan, RT/RW, dan seluruh masyarakat.

"Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan Kota Tasikmalaya tetap bersih, sehat, dan asri," ungkapnya.

Disoal banyaknya keluhan warga di sosial media, secara terpisah pihak dinas terkait juga menanggapi komentar netizen yang menilai kegiatan ini hanya seremonial belaka.

Menurutnya, pembersihan gorong-gorong dan saluran air ini adalah kegiatan rutin yang kami lakukan setiap hari dan bukan cuma saat ada acara saja.

Ia mengatakan, seperti beberapa minggu ke belakang pihaknya sudah terus melaksanakan gotong royong bersama masyarakat. 

"Kalau dilihat di postingan kami, memang konsisten kami lakukan. Ini bentuk antisipasi jauh-jauh hari supaya kota bersih dan terhindar dari banjir," ujarnya.(@nwarwaluyo)

 


 

 

 


Meski khawatir, Sejumlah siswa Nekat Arungi Sungai Deras Demi Sekolah

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Di tengah berita pembangunan sarana jalan, ternyata masih ada kondisi memprihatinkan terjadi di perbatasan wilayah Kabupaten Tasikmalaya tepatnya di jalur penghubung antara Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah dan Desa Bojongasih, Kecamatan Culamega.

Setiap pagi, terlihat puluhan anak-anak sekolah terpaksa harus berjuang keras menyeberangi sungai yang airnya sedang deras-derasnya hanya untuk bisa sampai ke sekolah.

Tampak deretan sepeda motor berjejal, baik masyarakat atau pun pelajar yang tak gentar meski arus sungai tampak kuat dan berbahaya. Mereka tetap nekat melintas, mengingat ini adalah satu-satunya akses jalan yang menghubungkan dua desa tersebut.

Menurut salah seorang pelajar, Rini, berharap agar pemerintah bisa memberikan perhatian ke lokasi ini.

Ia menyampaikan permohonannya kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Provinsi Jawa Barat, supaya dibuatkan jembatan untuk menghubungkan dua desa ini. 

"Setiap hari kami harus menyeberang seperti ini, tentu ini sangat berbahaya apalagi saat hujan dan air besar," ujar Rini.(08/04/26)

Rini juga menyoroti ketimpangan pembangunan yang dirasakan masyarakat desa, dirharapkan perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur di perkotaan saja

"Bapak Gubernur Jabar sering bilang 'ngurus lembur, tata kota', tapi kok yang di desa malah tidak diurus?", keluhnya.

Rani mungkin mewakili teman-teman dan masyarakat berharap agar keluhan ini dapat didengar dan segera ditindaklanjuti pihak terkait, sehingga tak ada lagi kekhawatirannya saat pergi ke sekolah.

"Kehadiran jembatan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga demi keselamatan nyawa anak-anak bangsa yang setiap hari harus berjuang demi menuntut ilmu," ucapnya.(@nwarwaluyo)

Musrenbang RKPD 2027 Pangandaran, Sektor Pariwisata Perlu Dijadikan Motor Utama

PANGANDARANNEWS.COM - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), bertujuan untuk penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD).

Melalui Musrenbang Penyusunan RKPD ini, Kabupaten Pangandaran Tahun 2027 adalah langkah awal perancangan masa depan daerah dimulai.

Berbagai aspirasi, usulan, dan ide pembangunan dihimpun untuk mewujudkan Kabupaten Pangandaran yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. Bersama pemerintah, stakeholder, dan masyarakat, disusun arah pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi

Pada Musrenbang kali ini, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin bersama Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata dan pembangunan infrastruktur dalam Musrenbang untuk penyusunan RKPD 2027. 

Dalam Musrenbang yang diselenggarakan di aula SMPN 1 Pangandaran ini, Pemda Pangandaran mengusung tema "percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dengan target menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata bertaraf internasional".

Seperti disampaikan Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, musrenbang merupakan agenda strategis tahunan sebagai turunan dari RPJMD agar arah kebijakan pembangunan selaras dengan prioritas yang telah ditetapkan. 

"Dan sektor pariwisata perlu dijadikan motor utama penggerak ekonomi daerah," ungkap Asep.(08/04/26)

Sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam perencanaan tahun mendatang, kata Asep,  di antaranya evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD sebelumnya agar kebijakan lebih terarah serta pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, termasuk kerja sama regional dengan wilayah sekitar seperti Cilacap, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar.

Ia juga menyoroti besarnya potensi wisata Pangandaran, mulai dari pantai, perbukitan, gua hingga sungai, yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat jika dikelola secara optimal. 

Namun, Asep menyebut, persoalan kemacetan saat musim libur menjadi catatan penting. 

Untuk itu pihaknya juga mendorong, penerapan sistem sentral parkir di kawasan pantai timur dan barat serta pembatasan kendaraan yang masuk ke area wisata guna menciptakan kawasan yang lebih tertata dan ramah lingkungan. 

Ia menambahkan, dan tentunya penataannya harus tetap berpihak kepada masyarakat agar bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa menghilangkan peran mereka.

"Saya juga menilai perlunya penyusunan master plan pariwisata sebagai acuan pengembangan jangka menengah, minimal untuk lima tahun ke depan," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami menyampaikan, sektor pariwisata memberikan kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi daerah. 

Menurutnya, posisi Pangandaran saat ini berada di peringkat kedelapan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, dan optimistis dapat terus meningkat.

Program Prioritas Dalam RKPD 2027 ini, bupati mengatakan, pemerintah daerah menetapkan sejumlah program prioritas. Diantaranya, peningkatan layanan pendidikan, kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC), serta pembangunan infrastruktur hingga ke tingkat desa. 

"Pembangunan harus dimulai dari desa, termasuk peningkatan jalan desa dan konektivitas antarwilayah, baik untuk pertanian maupun pariwisata,” ujar Citra. 

Dan penataan kawasan wisata juga akan dilakukan, termasuk rencana pembangunan jalur pedestrian atau jogging track di kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur untuk mendukung aktivitas wisata sekaligus mengurangi parkir di bahu jalan.

Ia menambahkan, seluruh program tersebut direncanakan didanai melalui APBD dengan fokus pada penguatan infrastruktur dan pengembangan sektor pariwisata.

"Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah bersama DPRD berharap Pangandaran mampu berkembang sebagai destinasi unggulan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ucapnya.(hiek)






Usai Lebaran, Saat Libur Panjang Pantai Pangandaran Kembali Diserbu Ribuan Wisatawan

PANGANDARANNEWS.COM - Sepekan usai libur Lebaran beberapa waktu lalu, objek wisata Pantai Pangandaran kembali diserbu wisatawan saat momen libur panjang awal bulan April 2026 ini.

Tampak arus wisatawan Sejak Jumat (03/04/26) mulai terlihat memadati jalur menuju kawasan wisata, tampak antrean panjang kendaraan pun sudah terjadi di pintu masuk yang didominasi mobil pribadi. 

Kepadatan kendaraan pun terus meningkat hingga hari Sabtu dan Minggu (05/04/26), pantai pun penuh lautan wisatawan di setiap destinasi wisata yang ada di Kanu Pangandaran.

Salah satunya di kawasan Pantai Barat Pangandaran, ribuan wisatawan tumpah ruah di sepanjang bibir pantai. Mereka menikmati liburan dengan berbagai aktivitas, mulai dari berenang, bermain pasir, hingga menaiki kuda dan perahu pesiar menuju Pasir Putih.

Salah seorang wisatawan asal Kota Bandung, Daniel (32) mengaku memilih Pangandaran sebagai destinasi liburan keluarga karena selain pantainya indah juga aman dan nyaman.

"Kebetulan libur lebaran kemarin kami hanya main di dalam kota saja, jadi ya sekarang kami datang ke Pangandaran," ungkap Daniel, yang berlibur bersama keluarganya.(05/04/26)

Jarak tempuh yang relatif dekat dan menjadi pilihan wisata keluarga, Daniel menyebut, adalah salah satu alasan ia dan keluarganya memilih Pangandaran.

"Entan yang keberapa kalinya kami datang kesini, pangandaran memang ngangenin," akunya.(hiek)


Lanud Wiriadinata Tasikmalaya Jadi Saksi, Semarak Konser Rhoma Irama Di Tanah Kelahiran Sang Maestro Dangdut

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Malam Minggu, 4 April 2026, menjadi malam yang tak terlupakan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Ribuan penonton memadati area Lanud Wiriadinata untuk merasakan sensasi "Joget Bareng" bersama legenda dangdut Indonesia, Rhoma Irama dan Soneta Group.

Kedatangan Raja Dangdut ini seolah menjadi magnet yang sangat kuat tidak hanya bagi warga Tasik, namin penonton datang dari berbagai penjuru daerah. Terlihat jelas rombongan masyarakat yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Parungponteng, Karangnunggal, Cibalong, Singaparna, hingga Cipatujah demi menyaksikan aksi memukau sang idola raja dangdut asal Kota Tasikmalaya.

Acara istimewa ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI Angkatan Udara dengan tema besar 'Pengabdian Tanpa Batas", dan panggung hiburan yang megah menjadi bukti eratnya tali silaturahmi antara dunia seni dan institusi pertahanan negara

Suasana semakin memanas dan penuh romantisme ketika alunan musik khas Soneta mulai terdengar, hingga salah satu momen paling dinanti adalah ketika Rhoma Irama membawakan lagu legendaris berjudul "Hidup Tanpa Cinta".

Lirik yang puitis dan nada yang indah seolah menyentuh hati seluruh hadirin, dan kata-kata "Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga..." terdengar lantang dinyanyikan serempak oleh ribuan suara mampu menciptakan harmoni yang luar biasa indah.

Di tengah lautan manusia terlihat jelas antusiasme yang luar biasa dari berbagai kalangan usia, dan musik dangdut khas Soneta Group benar-benar menyatukan generasi tua maupun muda dalam satu irama yang sama.

Intan, salah satu pengunjung asal Karangnunggal, tampak sangat menikmati setiap detik musik. Ia mengaku, lagu "Hidup tanpa bagai taman tak berbunga merupakan lagu paforit nya.

Tidak kalah semangat, Surahman asal Nyntong juga terlihat sangat gembira. Meskipun tergolong kaum muda ia tampak begitu hafal dan menikmati lagu-lagu lawas tersebut, tentu ini membuktikan bahwa musik Rhoma Irama memang abadi dan dicintai lintas generasi.

Sementara itu, Reni yang datang khusus dari Cipatujah mengaku sangat puas. 

Ia mengatakan, sengaja datang jauh-jauh ke sini memang ingin nonton langsung. 

"Suaranya masih bagus dan penampilannya luar biasa," ungkapnya dengan senyum lebar.

Suasana semakin bergairah ketika nada-nada intro lagu legendaris "Keramat" dan "Gala Gala" mulai terdengar, ribuan penonton seolah kehilangan kata-kata dan langsung berteriak histeris bergoyang lebih kencang mengikuti irama gendang.

Momen nostalgia ini begitu terasa kental, lagu-lagu yang sudah puluhan tahun menemani perjalanan musik Indonesia ini masih mampu membakar semangat dan membuat seluruh hadirin tak bisa diam.

Suasana semakin magis menjelang akhir acara, Rhoma Irama dan Soneta Group membawakan lagu penutup yang sangat dinanti yaitu "Malam Terakhir".

Lagu yang penuh makna ini menjadi penutup sempurna yang menggetarkan hati ribuan penonton, suasana menjadi sangat emosional namun tetap penuh energi menandakan bahwa malam perayaan ini benar-benar menjadi malam kenangan yang tak akan terlupakan.

Menurut sejumlah penonton, konser ini bukan hanya sekadar pertunjukan musik melainkan sebuah perayaan nostalgia dan kebersamaan yang tak terlupakan. Rhoma Irama dan Soneta Group kembali membuktikan bahwa mereka adalah maestro yang tak tergantikan, mampu menyatukan berbagai kalangan dalam satu irama yang sama. (@nnwarwaluyo)

Warga Sesalkan, Gedung Stadion Wira Dadaha Kota Tasikmalaya Terkesan Tak Terurus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Kondisi fisik Gedung Stadion Wira Dadaha Kota Tasikmalaya kini semakin memprihatinkan, dan menjadi sorotan tajam masyarakat. 

Bangunan yang seharusnya menjadi ikon olahraga dan kebanggaan kota ini justru terlihat terbengkalai dan kumuh karena sudah makan usia.

Dari pantauan Pangandaran News di lapangan, terlihat jelas banyak bagian penutup dinding yang hilang, rusak parah, dan terkelupas. Rangka besi penyangga bangunan pun terlihat sudah berkarat dan mulai rapuh, tentu ini menimbulkan kekhawatiran serius akan keamanan dan keselamatan pengunjung terutama di area sekitar joging track yang sering dipakai warga berolahraga.

Seperti disampaikan salah satu pencinta olahraga yang sedang berolahraga di joging track Dadaha, Dedi (33), sangat disayang sekali pemandangannya jadi tidak sedap dilihat mata. 

Padahal, ungkap Dedi, area publik ini sering dilewati dan dipakai orang untuk olahraga. 

"Kalau kondisinya begini, selain terkesan tidak terawat juga bisa membahayakan juga," ujar Dedi, (04/04/26)

Dedi sangat menyangkan, jika melihat kondisi aset penting Kota Tasikmalaya ini dibiarkan rusak begitu saja tanpa ada perawatan yang maksimal.

Menurut Dedi, kondisi yang memilukan ini terasa semakin kontras mengingat Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, dikenal sangat gemar olahraga lari dan sering menggelar serta mempopulerkan event maraton di kota ini.

Ia juga mengaku heran, Walikota suka sekali olahragablari maraton tapi kenapa Stadion Wira Dadaha ini dibiarkan rusak parah, berkarat, dan tidak terurus.

"Gimana mau maju bidang olahraganya kalau fasilitas utamanya saja tidak dirawat," ungkap Dedi, mewakili keresahan warga kepada Pangandaran News.

Atas nama warga, Dedi juga berharap ada perhatian serius dan tindakan nyata dari Pemerintah Kota Tasikmalayabagar segera melakukan renovasi besar-besaran atau setidaknya perawatan rutin, sehingga Stadion Wira Dadaha bisa kembali megah, aman.

"Dan tentunya bisa menjadi kebanggaan Kota Tasik, seperti masa kejayaannya dulu," imbuhnya.(@nwarwaluyo)

 

 

Usung Tema "Transformasi Digital dan Penguatan Profesionalisme Jadi Fokus", PGRI Cikatomas Gelar Raker Selama Dua Hari

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS –  Selama dua hari (02-03 April 2026), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk Masa Bakti XXIII Tahun 2025-2030.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sinar Rahayu 1 Pangandaran serta dihadiri penuh oleh seluruh jajaran pengurus dan peserta rapat ini, mengusung tema "Transformasi Jati Diri PGRI di Era Digital: Memperkuat Solidaritas, Meningkatkan Profesionalisme, dan Mengawal Kesejahteraan Guru".

Menurut Ketua PC PGRI Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd, raker ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menyusun, membahas, dan mengesahkan program kerja dari masing-masing Seksi Bidang (Sekbid). 

"Dan hasil dari rapat ini nantinya akan menjadi pedoman dan arah kebijakan organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya selama lima tahun ke depan," terang Nana, usai mengikuti raker hari pertama.(02/04/26)

Pengesahan program kerja ini, sebut Nana, menandakan komitmen kuat PC PGRI Cikatomas untuk bekerja maksimal. Fokus utama tidak hanya pada peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendidikan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antar sesama pendidik serta terus berjuang mengawal hak-hak dan kesejahteraan guru.

Nana juga menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman, karena transformasi di era digital bukan sekadar mengikuti tren melainkan keharusan agar organisasi tetap maju dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi anggotanya.

Tak hanya itu, ia juga ingin memastikan bahwa PGRI Cikatomas tidak hanya eksis tetapi juga memberikan kontribusi nyata. Melalui program kerja yang sudah disahkan ini.

Lebih jauh Nana memaparkan, dalam rapat kerja ini terdapat beberapa poin utama yang menjadi fokus pengembangan. Diantaranya, 1. Transformasi Digital: Mengadaptasi teknologi informasi untuk kemajuan organisasi dan dunia pendidikan.

2. Penguatan Solidaritas: Mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar guru.

3. Peningkatan Profesionalisme: Meningkatkan kualitas SDM pendidik agar semakin kompeten dan berdaya saing.

4. Kesejahteraan Guru: Terus berupaya maksimal memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan seluruh anggota.

Dengan terselenggaranya Raker ini, Nana juga berharap PGRI Kecamatan Cikatomas menjadi organisasi yang semakin solid, kompak, dan mampu membangun sinergitas pendidikan yang lebih baik.

"Dan dengan adanya dasar hukum serta arah kerja yang jelas, PGRI Cikatomas siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan demi terwujudnya guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat," ucapnya.(@nwarwaluyo)

Setiap Hujan Besar Turun, Padayungan-HZ Mustofa Kota Tasik Jadi Langganan Banjir

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS – Bagi warga Kota Tasikmalaya, pemandangan jalanan berubah menjadi "danau" bukanlah hal asing. Karena setiap kali hujan deras, makasih kawasan Jalan Padayungan dan Jalan HZ Mustofa tepatnya di depan Asia Plaza kembali akan terendam banjir.

Genangan air yang mencapai hampir satu meter ini memaksa pengendara motor dan para pejalan kaki harus berjuang keras untuk bisa lewat, karena tak sedikit sepeda motor yang mogok di tengah jalan karena air masuk ke ruang mesin. Sehingga akan menyebabkan kemacetan panjang, ditambah kerugian materi bagi pemilik kendaraan yang harus mengeluarkan biaya perbaikan.

Menurut salah seorang warga setempat, Andri, banjir di ruas jalan strategis ini bukan kejadian baru melainkan masalah yang sudah berlangsung lama. 

Andri mengatakan, ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab. Diantaranya, saluran drainase tersumbat tumpukan sampah plastik, styrofoam, dan limbah rumah tangga sering menghambat aliran air. Atau fenomena Back Water: Air dari saluran utama yang lebih tinggi meluap ke saluran kecil, sehingga tidak mampu menampung debit air hujan.

"Bisa juga terjadi karena akibat sedimentasi sungai, pendangkalan sungai akibat penumpukan lumpur mengurangi kapasitas penampungan air," terang Andri.(02/04/26)

Kondisi banjir yang berulang ini tentu memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat,  Andri berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan dapat lebih fokus menyelesaikan masalah infrastruktur dasar ketimbang terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial atau event besar.

"Jangan hanya sibuk kegiatan seremonial, tolong fokus bekerja," ujar Andri.

Banjir di kawasan ini, menurut Andri, bukan sekadar masalah genangan air melainkan gangguan terhadap ekonomi, keselamatan, dan kenyamanan hidup warga. 

"Kami warga berharap tertuju agar solusi jangka panjang segera hadir sehingga warga tidak lagi harus berenang atau lari menghindari banjir setiap kali langit mendung," pungkasnya.(@nwarwaluyo)

Hindari Distandarisasi, Mulai 1 April 2026 Tarif Watersport Pantai Pangandara Resmi Ditetapkan

PANGANDARANNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama pelaku usaha watersport beberapa waktu lalu resmi menetapkan standar tarif wahana wisata bahari di Pantai Pangandara, kebijakan ini berlaku efektif 1 April 2026.

Menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, penetapan tarif seperti yang tertuang dalam surat edaran hasil musyawarah antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Dengan mempertimbangkan kenaikan biaya operasional, perawatan alat, serta peningkatan standar keselamatan.

Ia mengatakan, penetapan tarif ini sudah melalui kesepakatan bersama dengan pelaku usaha, terutama mempertimbangkan aspek keselamatan wisatawan dan keberlanjutan usaha.

Sarlan menjelaskan, di dalam aturan terbaru sejumlah tarif wahana telah diseragamkan. Diantaranya, untuk banana boat dipatok Rp50 ribu per orang, paket tiga permainan Rp100 ribu per orang, jetski Rp450 ribu per 15 menit, jetcar Rp500 ribu per 15 menit, parasailing Rp750 ribu per trip, flying fish Rp500 ribu per trip, dan play board Rp1,5 juta per trip.

"Kebijakan ini bukan sekadar penyesuaian harga, namun merupakan langkah strategis menjaga kualitas layanan wisata," ungkap Sarlan.(31/03/26)

Menurutnya, standar harga yang seragam ini penting agar tidak terjadi disparitas tarif di lapangan yang selama ini kerap membingungkan wisatawan.

Dan dengan adanya kepastian harga ini, imbuhnya, wisatawan pun akan merasa lebih nyaman dan pelaku usaha terdorong meningkatkan kualitas pelayanan.

"Dalam surat edaran ini, seluruh penyedia jasa watersport diwajibkan memperbarui informasi tarif pada setiap media promosi baik langsung maupun digital sesuai waktu pemberlakuan kebijakan," katanya.

Sarlan juga mengatakan, pemerintah daerah memastikan tarif tersebut sudah termasuk pajak dan asuransi sehingga wisatawan dapat menikmati wahana dengan aman dan nyaman.

Melalui kebijakan ini, Sarlan berharap kepercayaan wisatawan meningkat dan sektor pariwisata bahari di daerah tersebut tumbuh secara berkelanjutan tanpa istilah “harga tembak di tempat”. (hiek)



Disdikpora Pangandaran Minta, Sekolah Menolak Menu MBG Tidak Layak Konsumsi

Soleh Supriadi 
PANGANDARANNEWS.COM - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, minta agar pihak sekolah  menolak menu makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi.

Seperti disampaikan Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriadi, sekolah harus jadi garda terdepan dalam memastikan kualitas makanan yang diterima peserta didik di lingkungan sekolah.

Menurut Soleh, guru dan kepala sekolah jangan takut ketika menemukan ada menu MBG yang tidak sesuai apalagi yang basi. 

"Tolak saja, jangan takut," tegasnya. (01/04/26)

Jjika sekolah berani mengkritisi menu MBG yang tidak layak, kata Soleh, ini akan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan siswa. 

Ia juga mengatakan, silahkan laporkan ke Disdikpora nanti akan direspon dengan mendatangi sekolah dan SPPG untuk melakukan perbaikan ke depannya.

Selain pengawasan langsung, imbuhnya, Disdikpora juga membuka ruang transparansi melalui publikasi di media sosial. 

"Sekolah dipersilakan mengunggah menu MBG yang diterima ke media sosial, baik dalam kondisi baik maupun bermasalah," kata Soleh.

Soleh menyebut langkah ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat dan Bupati Pangandaran  Citra Pitriyami, yang mendorong keterbukaan informasi kepada publik. 

"Silakan unggah saja, tapi harus berimbang. Kalau bagus beri apresiasi, kalau kurang layak boleh dikritisi," ucapnya.

Namun Soleh juga berharap agar langkah dan tindakan ini bisa meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG kedepannya, termasuk memperkuat pengawasan langsung di sekolah. (hiek)

Lewati Target, Retribusi Wisata Pangandaran Per Bulan Maret 2026 Capai Rp9,2 Miliar

PANGANDARANNEWS.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran sepanjang Maret 2026, melampaui target yang ditetapkan.

Tercatat, data di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), realisasi retribusi terhitung sejak 1 hingga 30 Maret 2026 mencapai Rp9,2 miliar atau melampaui target bulanan sebesar Rp8,5 miliar. 

Seperti disampaikan Kepala Bidang Retribusi Bapenda Pangandaran, Bagus Winahyu, lonjakan penerimaan tersebut dipicu tingginya kunjungan wisatawan khususnya selama masa libur Lebaran. 

“Total hingga akhir Maret mencapai Rp9,2 miliar, dan angka ini sudah melebihi target yang ditetapkan tahun 2026,” ujarnya. (30/03/26).

Lebih lanjut Bagus menjelaskan bahwa kontribusi terbesar berasal dari masa libur Lebaran, dengan capaian sekitar Rp8,7 miliar hanya dalam periode tersebut. 

"Peningkatan ini tidak hanya dipengaruhi tingginya jumlah wisatawan, tetapi juga hasil dari optimalisasi pengelolaan retribusi di lapangan," ucapnya.

Capaian ini, kata Bagus, tentu akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja pengelolaan pendapatan daerah sekaligus menjaga tren positif sektor pariwisata di Pangandaran. 

“Hal ini tentunya menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengelolaan retribusi di masa yang akan datang,ke depan,” imbuhnya. (hiek)





Sekapur Sirih Jeje Wiradinata, Refleksi 6 Tahun RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Memasuki usianya yang ke-6 tahun, Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Pandega kini telah bertransformasi menjadi tulang punggung layanan kesehatan di Kabupaten Pangandaran. Dan perjalanan ini pun menjadi bukti, komitmen dan keberanian dalam kebijakan publik untuk mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Pada enam tahun lalu, Kabupaten Pangandaran berada di persimpangan penting dalam hal akses layanan kesehatan. Minimnya fasilitas rumah sakit daerah memaksa masyarakat pesisir selatan Jawa Barat ini harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan penanganan medis terutama layanan spesialis.

Kini, dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-6 RSUD Pandega, kisah perjuangan itu kembali dikenang. 

Bupati Pangandaran periode 2016–2024, Jeje Wiradinata, mengajak publik menengok perjalanan awal berdirinya rumah sakit kebanggaan masyarakat Pangandaran tersebut.

Dalam sambutannya saat diundang menghadiri HUT ke  6 RSUD Pandega, Jeje menuturkan masa-masa awal kepemimpinannya saat Pangandaran masih menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan.

Menurutnya, ia ingat betul awal menjabat yang dipikirkan saat itu salah satu prioritasnya adalah kesehatan. 

"Saat itu kita baru punya beberapa Puskesmas yang kondisinya memprihatinkan, ruangannya ada yang bau pesing serta jumlah dokter spesialis bisa dihitung jari,” tutur Jeje.(30/03/26).

Untuk menghadirkan layanan kesehatan yang layak, Jeje pun mengambil langkah berani dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp180 miliar hingga Rp266 miliar untuk pembangunan RSUD Pandega dan keputusan ini sempat menuai kekhawatiran mengingat keterbatasan APBD saat itu.

Namun, menurutnya, pembangunan fisik hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya terletak pada penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan berkualitas.

Ia pun kemudian menggandeng sejumlah institusi pendidikan ternama, salah satunya Universitas Padjadjaran untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Pangandaran. 

Selain itu, pada pemerintahan yang ia pimpin juga memberikan insentif dan tambahan penghasilan (TPP) guna menarik minat tenaga medis profesional.

Jeje menyebut, tidak mungkin jika hedung semegah ini hanya diisi dokter umum. 

"Kami pun berikan insentif agar para spesialis mau mengabdi di sini, dan ini menjadi titik krusial kedua yang harus kami lalui,” imbuhnya.

Di tahun 2020, keberadaan RSUD Pandega mendapat ujian saat pandemi Covid-19 melanda. 

"Dalam situasi tersebut, saya dan wakil bupati justru menjadi salah satu pasien yang harus menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di rumah sakit ini," terangnya.

Meski saat itu ia sempat disarankan agar dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar di Bandung, tapi ia tetap bertahan dan memilih di RSUD Pandega sebagai bentuk kepercayaan terhadap fasilitas daerahnya sendiri.

Ia berpikir, jika bupatinya saja tidak percaya pada rumah sakitnya sendiri bagaimana dengan masyarakat? 

Maka saat itu pun ia putuskan, hidup atau mati tetap harus dirawat di Pandega. 

"Ini soal kepercayaan publik yang harus dijaga,” ungkapnya.

Masih dalam sambutannya, Jeje yang juga berpesan kepada jajaran direksi, tenaga medis, dan seluruh karyawan RSUD Pandega agar terus menjaga kekompakan serta meningkatkan kualitas pelayanan.

Tantangan ke depan, kata Jeje, bukan lagi soal pembangunan infrastruktur melainkan menjaga konsistensi pelayanan dan integritas dalam melayani masyarakat.

Modal utamanya adalah kekompakan, dan dalam momentum ulang tahun yang ke 6 ini harus jadi momen perenungan semua.

"Apakah kita sudah memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat?” ucapnya.(hiek)


 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN