Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Laut Barat Daya Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah selatan Jawa Barat pada Senin (24/8/2026) pagi, dengan gempa di laut sekitar 96 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 06.29.39 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 8,30 derajat Lintang Selatan (LS) dan 107,86 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 13 kilometer.

Meskipun pusat gempa berada di laut dan berjarak cukup jauh dari daratan Pangandaran, namun getarannya dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat.

BMKG mencatat, gempa dirasakan dengan intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Cigedug, Singaparna, dan Pangandaran. Sementara itu, getaran dengan intensitas II MMI dirasakan di Cimaung dan Cianjur Selatan

Gempa yang terjadi pada senin pagi ini, terjadi belum lama setelah gempa bermagnitudo 4,2 yang mengguncang wilayah laut barat daya Kabupaten Pangandaran pada Kamis (20/8/2026) malam.

Saat itu, BMKG mencatat pusat gempa berada sekitar 80 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 17 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,09 LS dan 107,88 BT. Gempa pada 20 Agustus 2026 tersebut juga dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah. Seperti di Pangandaran, Kalapanunggal, Ciamis, dan Pameungpeuk tercatat mengalami getaran dengan intensitas III MMI.

Meski terjadi dalam waktu berdekatan, kedua gempa tersebut memiliki titik episenter dan kedalaman yang berbeda. Gempa Senin pagi berpusat lebih jauh dari Pangandaran, sekitar 96 kilometer, dengan kedalaman 13 kilometer.

Menurut salah seorang warga Desa Wonoharjo Pangandaran, Bardan (50), merasakan getaran gempa pada Senin pagi.  Saat gempa terjadi, ia tengah bersiap berangkat mencari rumput untuk ternak sapinya.

Namun, Bardan mengaku tidak terlalu memperhatikan getaran tersebut karena terasa kecil dan berlangsung singkat.

“Tidak begitu kerasa sih, sama dengan yang terjadi beberapa hari lalu,” ucap Bardan.

Menurutnya, waktu kejadian yang bertepatan dengan aktivitas warga pada pagi hari juga membuat sebagian orang kemungkinan tidak menyadari adanya getaran. Karena pada jam terjadi gempa, orang lagi sedang bekerja di rumah.

"Gempa tersebut tidak sampai membuat aktivitas saya terganggu," imbuhnya. (hiek)

FTBI Panumbangan 2026, Semangat Lestarikan Bahasa Sunda

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWSNgamumule Basa Sunda, Ngajaga Warisan Luhur Nu Jadi Jati Diri Bangsa (Memelihara bahasa dunda, menjaga warisan luhur yang menjadi jati diri bangsa).

Demikian disampaikan Ketua Panitia FTBI Kecamatan Panumbangan, Mustopa Kurnia, saat diwawancarai usai membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Panumbangan Tahun 2026. Senin, 24 Agustus 2026.

Pada kegiatan ini, kata Mustofa, perwakilan Kecamatan Panumbangan berhasil meraih Juara Umum sekaligus mengamankan posisi Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 yang berhak melaju ke tingkat Kabupaten Ciamis.

"Sebuah pencapaian membanggakan yang menjadi bukti nyata keseriusan dan dedikasi para siswa serta guru dalam melestarikan budaya leluhur," ucapnya.

FTBI yang diikuti 269 siswa yang terdiri dari 99 putra dan 170 putri ini, terang Mustofa, berkompetisi di 7 cabang lomba. Diantaranya, cabang lomba ngadongen, biantara, maca sajak, nembang pupuh, maca-nulis aksara sunda, ngarang Carita pondok dan borangan (ngabodor sorangan).
 
Ia juga mengaku bersyukur, kegiatan berjalan lancar dan meriah. Angka 269 peserta membuktikan bahwa bahasa ibu kita, Bahasa Sunda, masih hidup dan dicintai oleh generasi muda. FTBI ini bukan sekadar ajang kompetisi, tapi sarana untuk semakin mengenal bahasa ibu kita.

"Ini adalah warisan yang harus kita jaga bersama agar tidak hilang ditelan zaman," tegasnya.

Mustofa menambahkan, FTBI bukan sekadar ajang kompetisi melainkan wujud komitmen bersama antara sekolah, guru, pemerintah kecamatan, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu, meningkatkan kemampuan berbahasa siswa secara baik dan benar, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri sejak dini serta untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis juga memiliki karakter dan akar budaya yang kuat

Di tengah derasnya arus globalisasi, Mustofa menyebut, keberadaan FTBI menjadi ruang penting untuk memastikan bahasa daerah tetap mendapat tempat di tengah kehidupan generasi muda. Di Panumbangan, Bahasa Sunda tidak hanya hadir sebagai materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga terus dihidupkan melalui kreativitas, keterampilan, dan kecintaan anak-anak terhadap warisan leluhur.

Bahasa menurutnya, menjadi jiwa bangsa. Artinya, hilang bahasanya hilang pula identitasnya.

"Dan kewajiban kita, mari terus jaga dan lestarikan budaya ini," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Seribu Obor & Api Unggun Di Super Camp Santana Curug Batu Blek, Semarakkan HUT RI ke-81 Desa Santanamekar

Tanagani Musim Kekeringan, Untuk Pendistribusian Air Bersih Di Pangandaran Tidak Cukup Dengan 2 Unit Tangki

PANGANDARANNEWS.COM - Penanganan kekeringan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, saat ini masih terkendala keterbatasan armada distribusi air bersih.

Salah satu kendalanya, seharusnya pemerintah daerah sedikitnya mempunyai 10 unit mobil tangki agar pelayanan dapat menjangkau wilayah terdampak secara lebih cepat dan merata. Namun pada kenyataannya, belum terpenuhi jumlah armada tersebut.

Seperti disampaikan Ketua Relawan Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana, pemerintah sudah membagi wilayah penanganan antara Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

Tagana sendiri, kata Nana, menangani pendistribusian air bersih di Kecamatan Cimerak, Cijulang, Cigugur, Parigi, dan Sidamulih. Sementara BPBD menangani wilayah Kecamatan Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya

"Khusus Padaherang dan Mangunjaya, pendistribusian juga mendapat dukungan dari BBWS Citanduy," terang Nana, melalui WhatsApp, Rabu (19/08/2026)

Sementara untuk penanganan kekeringan, menurutnya, BPBD sudah membagi wilayah. Tagana meng-cover Cimerak, Cijulang, Cigugur, Parigi, dan Sidamulih.

Ia mengatakan, dukungan BBWS Citanduy juga memiliki keterbatasan karena wilayah kerjanya tidak hanya mencakup Kabupaten Pangandaran tapi juga daerah lain termasuk Jawa Tengah karena termasuk wilayah kerja mereka.

Ia menilai persoalan utama saat ini adalah keterbatasan armada, kebutuhan air bersih yang terus meningkat tidak mungkin hanya ditangani dengan dua atau tiga unit mobil tangki. Bahkan, BPBD Pangandaran sudah berbulan-bulan melakukan pendistribusian air bersih. Namun, jumlah armada yang terbatas membuat pelayanan belum mampu mengimbangi luasnya wilayah yang terdampak kekeringan.

"Selama empat bulan ini BPBD terus mendistribusikan air bersih. Namun, dengan hanya dua armada tentu untuk sekarang ini tidak akan cukup meng-cover kebutuhan dampak kekeringan di Pangandaran," ucapnya.

Nana berharap ada penambahan armada tangki air, idealnya setiap kecamatan memiliki satu unit armada sehingga distribusi tidak terpusat pada beberapa kendaraan saja. Jadi artinya, satu kecamatan, satu unit mobil tangki. (hiek)













Reses ke-II DPRD Kabupaten Ciamis, Pipin Arif Apilin Serap Aspirasi Masyarakat Desa Cihaurbeuti

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ciamis sekaligus Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra Dapil Ciamis 2, Pipin Arif Apilin, melaksanakan kegiatan Reses ke-II Tahun Sidang 2026 di Desa Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. (18/08/2026).

Kegiatan reses ini menjadi momen bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai permasalahan, kebutuhan pembangunan dan aspirasi lainnya yang selama ini dirasakan di lapangan. Mulai dari infrastruktur jalan, irigasi, pertanian, hingga kesejahteraan tenaga honorer dan pelayanan dasar menjadi hal-hal yang banyak disampaikan warga.

Di depan para kepala dusun, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir, Pipin Arif Apilin, menegaskan bahwa reses bukan sekadar silaturahmi melainkan wadah resmi untuk menampung dan memperjuangkan setiap usulan yang disampaikan masyarakat.

Dan kehadirannya di sini, menurut Pipin, untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan warga Desa Cihaurbeuti.

Setiap usulan yang disampaikan masyarakat, kata Pipin, akan ia catat, verifikasi, dan kemudian diperjuangkan melalui mekanisme APBD Kabupaten maupun APBD Provinsi.

"Inilah pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara perwakilan rakyat dan masyarakat," ungkapnya.

Ia mengakui bahwa selama ini banyak kebutuhan desa yang belum tersampaikan akibat minimnya interaksi, sehingga kegiatan reses ini menjadi sarana untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Ia mencatat ada sejumlah usulan yang masuk, antara lain perbaikan dan pembangunan jalan desa yang rusak, peningkatan jaringan irigasi dan pembuatan sumur pantek untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau, serta usulan kenaikan honor tenaga PKK dan Posyandu yang dinilai masih sangat rendah.

Pipin menyebut, ia berjanji akan mengawal setiap usulan tersebut hingga ke tahap realisasi. Khusus untuk pembangunan infrastruktur, ia meminta warga menyusun proposal lengkap dengan data lokasi, ukuran, dan permasalahan agar dapat segera diproses dan dicarikan sumber anggarannya.

"Bapak-bapak, ibu-ibu jangan ragu untuk menyampaikan apa yang menjadi hak masyarakat," tegasnya. (@nwarwaluyo)

 

Replika Tikus Berdasi Bawa Uang dalam Koper Karnaval 17 Agustus Di Tasik Selatan, Tuai Pujia Warga

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Suasana meriah dan penuh makna tampak saat karnaval peringatan HUT RI ke-81 di wilayah Tasik Selatan, Kabupaten Tasikmalaya, deretan pawai yang berwarna-warni menjadi perhatian dan memicu tepuk tangan sekaligus gelak tawa masyarakat.

Salah satunya, karnaval yang mengusung patung raksasa berbentuk tikus yang mengenakan jas, dasi, dan di atasnya tertulis tulisan tegas, Hutang Duta Rakyat.

Tikus berbadan besar itu tampak seolah sedang duduk dengan memegang koper besar yang terlihat penuh dengan uang, sementara fi bawahnya warga berjalan mengarak replika bangunan menyerupai gedung pemerintahan yang diusung dengan tandu seolah menggambarkan bahwa beban dan kebijakan yang diambil justru dipikul oleh rakyat kecil.

Menurut salah seorang peserta karnaval, walaupun ini hanya seru-seruan saja tapi ada pesan di dalamnya.

Ia mengatakan, seekor tikus berdasi itu dengan jas rapi, dasi bagus dan membawa koper penuh uang adalah simbol koruptor.

"Artinya jelas, yang di atas nikmati hasil sementara yang di bawah yang pikul beban," ungkapnya. (1708/2026)

Kreativitas warga Tasik Selatan ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya soal upacara dan bendera, melainkan, menurutnya, juga kebebasan untuk menyuarakan aspirasi dan kritik dengan cara yang cerdas dan berbudaya. Tanpa teriakan kasar, tanpa kekerasan namun sebuah patung raksasa sudah mampu menyampaikan pesan yang jauh lebih tajam dan membekas di hati masyarakat.

Sontak, pemandangan ini pun langsung viral di media sosial serta menuai pujian warga yang memuji kecerdasan dan keberanian masyarakat Tasik Selatan dalam menyampaikan kritik sosial.

"Di momen peringatan kemerdekaan ini, rakyat mampu menunjukkan bahwa mereka tidak hanya merayakan kebebasan tetapi juga menuntut keadilan," tegasnya. (@nwarwaluyo)


 

Terduga Pencuri Gelang Emas Milik Pedagang Ikan Di Cijulang, Ditangkap Polres Pangandaran

PANGANDARANNEWS.COM –  Tim Resmob Polres Pangandaran berhasil mengamankan seorang pria berinisial IS (47), yang diduga melakukan  pencurian berupa gelang emas milik seorang pedagang ikan di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang.

Melalui Kasat Reskrim AKP Idas Wardias mengatakan, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, menjelaskan, penangkapan ini dilakukan usai adanya informasi dari masyarakat dan rekaman CCTV.

Peristiwanya sendiri, kata Idas, terjadi pada Kamis (13/8/ 2026) sekitar pukul 12:00 di Jalan Batukaras Green Canyon. Saat itu, korban Irah ( 77) sedang berjualan ikan menggunakan sepeda.Terduga pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor Honda PCX putih dan berpura-pura hendak membeli ikan.

"Pelaku kemudian meminta melihat gelang emas yang dikenakan korban dan mengambilnya sebelum melarikan diri," terang Idas, saat memberi keterangan kepada sejumlah wartawan.Selasa (18/08/2026).

Korban mengalami kerugian setelah gelang emas seberat sekitar 5,3 gram dicuri, dengan nilanya hingga Rp3.445 juta.

Setelah menerima laporan, polisi pun langsung melakukan penelusuran rekaman CCTV di sejumlah titik dan hasil penyelidikan mengarah ke wilayah Kecamatan Cimerak.

Polisi lalu melakukan pemantauan keberadaan terduga pelaku, hingga akhirnya berhasil mengamankannya di sekitar sebelum SPBU Cimerak pada Sabtu (15/8/ 2026)

Dan dari pemeriksaan awal terduga pelaku mengakui perbuatannya, polisi juga mengamankan gelang emas yang diduga milik korban serta sepeda motor yang digunakan saat kejadian.

“Saat ini terduga pelaku masih menjalani proses penyidikan dan Penyidik akan mendalami seluruh alat bukti dan fakta hukum untuk menentukan penerapan pasal sesuai hasil penyidikan,” jelas Idas lagi.

Polres Pangandaran selalu mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan, dan segera melapor kepada kepolisian melalui saluran 110.(hiek)

Jadi Pemandangan Ironis ? Saat Merah Putih Berkibar, Sebagian Warga Justru Asyik Liburan

PANGANDARANNEWS.COM - Tanggal 17 Agustus, seharusnya menjadi hari untuk merenung dan menghormati jasa para pahlawan. Bendera berkibar, upacara digelar, dan lagu Indonesia Raya menggema di seluruh pelosok negeri.

Namun pemandangan berbeda justru terlihat di sejumlah destinasi wisata karena alih-alih khidmat mengikuti upacara, sebagian masyarakat justru memilih menghabiskan Hari Kemerdekaan dengan berwisata.

Di pantai, pegunungan, hingga tempat hiburan, keramaian wisatawan justru membludak sejak pagi. Tawa, selfie, dan antrian tiket panjang mewarnai suasana, sementara di kejauhan suara sirine upacara 17-an terdengar sayup-sayup.

"Ya sekalian libur panjang, mumpung ada waktu," ungkap salah satu pengunjung asal Kabupaten Bandung yang enggan menyebut namanya, saat ditemui di obyek wisata pantai Pangandaran sambil membawa bendera kecil dan es kelapa muda. (17/08/2026)

Ironis memang, di satu sisi bangsa memperingati perjuangan merebut kemerdekaan dengan pengorbanan darah dan air mata. Sementara di sisi lain, kemerdekaan itu dirayakan dengan liburan (berwisata).

Atau mungkin inilah bentuk kemerdekaan yang dimaksud, bebas memilih mau upacara atau mau wisata.

Saat diminta komentarnya, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP
Universitas Galuh, Asep Nurdin RA. S.IP, M.Si, menyampaikan, rasa nasionalisme bukan berarti luntur karena banyaknya wisatawan yang berwisata di banding mengikuti upacara bendera.

Sebagai akademisi Asep menilai, nasionalisme itu dinamis. Dulu bentuknya upacara dan orasi, namun sekarang bentuknya juga aksi. Datang ke destinasi lokal, membelanjakan uang di UMKM, mempromosikan keindahan alam Indonesia. Itu bagian dari nasionalisme kontemporer.

"Memilih wisata dalam negeri saat momen kebangsaan adalah bentuk nasionalisme ekonomi," jelasnya.

Ketika 1 keluarga berwisata ke Pangandaran, imbuh Asep, uangnya pasti muter di sini. Bayar hotel orang Pangandaran, makan di warung orang Pangandaran, naik perahu nelayan Pangandaran.

"Itu jauh lebih berdampak daripada kita belanja di luar negeri," imbuhnya.

Namun Asep juga mengaku, mengapresiasi masyarakat yang menggelar upacara bendera sambil menyelam di terumbu karang.

"Itu simbolis, Merah Putih tetap dikibarkan dan dilanjutkan dengan menikmati hasil kemerdekaan," ucapnya. (hiek)

Kades Karang Mekar Terharu, Paskibra HUT RI ke-81 Beli Seragam Sendiri

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Apresiasi mendalam sekaligus keterharuan luar biasa melihat antusias dan kebersamaan yang ditunjukkan seluruh warga dari awal saat mengikuti rangkaian kegiatan hingga puncak perayaan HUT RI ke-81, dan semuanya berjalan murni atas swadaya masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Desa Karang Mekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, H. Usup Suhad, usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Senin (17/8/2026).

Suasana haru dan semangat kebangsaan masih membara di Desa Karang Mekar, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya,

Berdiri di ruang kerjanya pasca-upacara, Kepala Desa Karang Mekar, H. Usup Suhad, menyampaikan

Usup juga mengaku terharu, saat tahu bahwa pasukan Paskibra Desa Karang Mekar yang membeli seragamnya sendiri.

"Saya bangga melihat warga bergerak kompak tanpa menunggu perintah, ini bukti nyata semangat '45 masih hidup di hati kita," ungkapnya.

H. Usup Suhad
Usup menyampaikan, pada upacara peringatan HUT RI ke 81 ini komandan upacara dipercayakan kepada Danton dari unsur Linmas, Endir.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak awal hingga puncak perayaan yang diisi berbagai lomba dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Antara lain, lomba ibu-ibu PKK, lomba Asmaul Husna, lomba marawis PKK, lomba senam, lomba cipta menu, lomba balita sehat, hingga pembuatan tumpeng di hari puncak pun tak luput dari partisipasi swadaya warga.

Usup menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat gotong royong, dan bekerja lebih keras demi kemajuan bersama. Dan di usia ke-81 tahun Indonesia, semangat perjuangan harus diwujudkan dalam pembangunan desa, pelayanan yang lebih baik, dan kesejahteraan masyarakat yang meningkat.

Ia pun berharap, kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya maupun Pemerintah Pusat agar lebih memperhatikan masyarakat di tingkat desa hingga ke tingkat RT.

Dan kemajuan Kabupaten Tasikmalaya, menurutnya, harus dilihat dari kemajuan desanya. Kalau desa maju, otomatis kabupaten maju. Kenapa desa sering dipandang sebelah mata seolah bukan bagian dari kemajuan, jangan jadikan desa sebagai pihak yang tersisih karena desa adalah fondasi utama kemajuan bangsa.

"Peringatan HUT RI kali ini terasa jauh lebih bermakna karena kebersamaan yang terjalin begitu erat, melampaui perbedaan dan menyatukan tekad untuk membangun desa tercinta," ungkap Usup. (@nwarwaluyo)

Kepala Desa Hegarwangi Sebut Upacara HUT RI Wujudkan Ekonomi Masyarakat Desa Bangkit

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di Desa Hegarwangi, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Senin (17\/8\/2026).

Kepala Desa Hegarwangi, Muhammad Taufan Firmansyah yang akrab disapa Pan-Pan, Dengan seragam putih yang rapi dan sikap yang tegas pun tampil sebagai Pembina Upacara.

Usai upacara, kepada Pangandaran News, Muhammad Taufan Firmansyah, mengatakan,
kemerdekaan ini adalah amanah.

Ia menambahkan, dan tugas sekarang bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah melainkan bersama-sama semangat untuk memajukan desa, menyejahterakan masyarakat dan menjaga persatuan yang menjadi fondasi kekuatan bangsa.

"Mari kita wujudkan gotong royong membangun Desa Hegarwangi yang sejahtera, ekonomi masyarakat yang sehat, berdaulat, adil, dan makmur," ujarnya.

Taufan berharap, di Hari Kemerdekaan ke-81 ini masyarakat Desa Hegarwangi semakin sejahtera, membangun desa bersama-sama.

Taufan mengaku sangat mengapresiasi antusias warga yang hadir memadati lokasi upacara, mulai dari pelajar, pemuda, hingga tokoh masyarakat dan lansia.

"Semoga kebersamaan ini menjadi bukti bahwa semangat '45 masih hidup dan berkobar di hati setiap warga desa," ungkapnya. (@nwarwaluyo)

Sambut Hari Kemerdekaan, FORWAPI Ucapkan Dirgahayu HUT RI ke-81

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Forum Wartawan Priangan (FORWAPI) turut menyampaikan ucapan Dirgahayu  atas peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 yang jatuh pada Senin (17/8/2026), dengan semangat kebangsaan yang membara.

Ketua Umum FORWAPI, Halim Saepudin didampingi Sekretaris, Ade Kurnia Sudrajat, menyampaikan pesan kebangsaan yang menyentuh dan penuh harapan bagi seluruh rakyat Indonesia:

"Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Semoga Indonesia semakin Berdaulat, Adil dan Makmur di tengah kancah perjuangan bangsa yang terus berkembang," ujarnya. (16/08/2026)

Sebagai organisasi yang menaungi insan pers di wilayah Priangan, kata Halim, FORWAPI menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih dengan tetesan darah dan air mata para pahlawan. Di usia ke-81 tahun kemerdekaan RI, peran pers semakin penting sebagai pilar keempat demokrasi yang kebebasannya dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Pers.

Halim menegaskan, kebebasan pers yang dijamin undang-undang bukan hak istimewa melainkan amanah untuk menjaga kebenaran, menyuarakan aspirasi rakyat, dan mengawal pembangunan menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

"Pers yang independen, berintegritas, dan bertanggung jawab adalah salah satu fondasi utama agar bangsa ini tetap berdiri tegak, berdaulat, dan adil bagi seluruh rakyatnya," imbuhnya.

Halim dan Ade juga berharap, semangat persatuan dan gotong royong yang menjadi fondasi kemerdekaan ini semakin menguat di tengah masyarakat.

"Melalui kerja keras, kejujuran, dan persatuan, Indonesia akan semakin kokoh berdiri sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur di kancah dunia," ucapnya. (@nwarwaluyo)

PGRI Cikatomas Ucapkan Selamat HUT RI ke-81, Semangat Kemerdekaan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Dengan mengusung tema, "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju", jajaran pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 yang jatuh pada Senin (16/8/2026).

Saat diwawancarai, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd yang tampil kompak bersama seluruh jajaran menyampaikan, semangat kemerdekaan adalah semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Mari kita terus berkarya, berinovasi, dan mengabdi untuk Indonesia yang lebih maju," ujar Nana, melalui pesan WhatsAppnya.

Sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan di pelosok, menurut Nana, PGRI Kecamatan Cikatomas menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan melainkan tanggung jawab besar untuk meneruskan perjuangan para pendahulu melalui pengabdian di dunia pendidikan.

Di usia ke-81 tahun kemerdekaan RI, kata Nana, semangat mencerdaskan kehidupan bangsa harus semakin membara terutama di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Pihaknya pun berharap, di peringatan HUT RI ke-81 ini semangat persatuan dan gotong royong semakin menguat di kalangan pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh masyarakat.

"Dan melalui pendidikan yang berkualitas, Indonesia akan semakin kokoh berdiri, sejahtera, dan terus melangkah menuju kemajuan yang gemilang," tegasnya. (@nwarwaluyo)

Peringati Hari Pramuka ke-65, Kwarran Karangnunggal Laksanakan Penyematan Tanda Pramuka Garuda

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Ribuan anggota Gerakan Pramuka dari berbagai jenjang berkumpul dalam satu barisan untuk memperingati Hari Pramuka ke-65, sekaligus melaksanakan momen bersejarah Penyematan Tanda Pramuka Garuda Tingkat Penggalang dan Penegak Kwartir Ranting Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. (14/8/2026).

Dengan dihadiri pimpinan serta berbagai elemen pendukung Gerakan Pramuka di Kecamatan Karangnunggal, diantaranya Mabiran dan Ketua Kwarran Karangnunggal Pengawas Bina, Ketua PGRI Kecamatan Karangnunggal, Ketua K3S, Mabigus TK sederajat, SD/MI sederajat, SMP/MTs sederajat, SMA sederajat, Andalan Ranting, Pengurus Kampung Pramuka, Para Pembina Pramuka, upacara pun berlangsung tertib dan khidmat.

Tak hanya itu, Kegiatan dihadiri secara meriah oleh berbagai Satuan Karya Pramuka serta perwakilan anggota dari seluruh jenjang. Diantaranya Satuan Karya Pramuka: Wirakartika, Bayangkara, Bakti Husada, Kencana, Taruna Bumi, Amal Bakti, Perwakilan Anggota Pramuka, Pra Siaga, Siaga, Penggalang, hingga Penegak

Selain peringatan Hari Pramuka, sorotan utama upacara ini adalah penyematan Tanda Pramuka Garuda kepada para anggota yang telah lolos melalui ujian ketat tingkat Penggalang dan Penegak. Tanda ini merupakan pencapaian tertinggi dalam Gerakan Pramuka, simbol ketangguhan, keahlian, dan semangat pengabdian yang patut dibanggakan.

Usai kegiatan, Ketua Kwarran Karangnunggal, Endang, kepada Pangandaran News menyampaikan, hari pramuka ke-65 ini bukan sekadar peringatan tahunan melainkan momen untuk merenungkan kembali peran kita sebagai bagian dari Gerakan Pramuka sebagai pencetak generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepada para penerima Tanda Pramuka Garuda, Endang berpesan agar menjadi teladan bagi teman-teman yang lainnya.

"Tanggung jawab yang kalian emban bukan hanya sekadar tanda di dada, melainkan bukti bahwa kalian siap menjadi pemimpin yang jujur, berani, dan peduli terhadap sesama," kata Endang.

Kepada seluruh anggota Pramuka Pra Siaga, Siaga, Penggalang, dan Penegak, Endang juga menghimbau agar meneladani kakak-kakak yang saat ini sudah mengenakan Tanda Garuda.

"Itu juga bisa kalian capai, asalkan kalian tekun, disiplin, dan tak pernah menyerah dalam belajar dan berlatih," tegasnya.

Sementara Ketua PGRI Kecamatan Karangnunggal, Bambang Lesmana, S.Pd, menyampaikan selamat kepada para penerima Tanda Pramuka Garuda.

"Maju Pramuka Karangnunggal dn teruslah berprestasi," ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua K3S, Eli Romli, raihlah prestasi setinggi langit.

Eli menyebut, pihaknya juga turut mengucapkan selamat Hari Pramuka.

"Semoga semangat di hati Pramuka terus menyala dan melahirkan generasi yang membanggakan," ujar Eli. (@nwarwaluyo)

Setelah Empat Hari Pencarian, Nelayan yang Hilang di Pantai Barat Pangandaran Ditemukan Mengambang di Laut

PANGANDARANNEWS.COM - Setelah empat hari pencarian Suprianto (40), nelayan Pangandaran Jawa Barat yang sebelumnya dilaporkan hilang, hari ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kamis (13/08/2026).

Korban ditemukan sekitar pukul 14.10 WIB, dan jasadnya terlihat mengambang dalam posisi terlentang di perairan Pantai Barat Pangandaran. Lokasi penemuan berjarak sekitar dua kilometer dari titik kecelakaan, kemudian petugas pun mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke daratan.

Kepada sejumlah awak media, Korpos SAR Pangandaran Edwin Purnama menerangkan bahwa korban ditemukan dalam operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan bersama sejumlah nelayan setempat.

“Korban ditemukan sekitar dua kilometer dari TKP ke arah tengah laut,” jelas Edwin.

Saat ditemukan, jelasnya lagi, kondisi tubuh korban masih utuh. Namun karena telah beberapa hari berada di laut, jenazah mulai mengeluarkan bau.

Ia menambahkan, usai dievakuasi dari laut jenazah Suprianto langsung dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran untuk menjalani proses pemulasaraan. Selanjutnya dan setelah itu jenazah pun diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Suprianto warga Dusun Bojongsari RT 01/RW 01, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, mengalami kecelakaan laut terjadi pada hari Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB lalu. Perahu nelayan yang membawa tujuh awak, dihantam gelombang tinggi di sekitar Pos 3 Pantai Barat Pangandaran hingga menyebabkan para penumpangnya tercebur dan seorang hilang. Enam nelayan berhasil menyelamatkan diri, dengan berenang menuju daratan.

Setelah empat hari menyisir kawasan perairan, pencarian akhirnya tim gabungan menemukan titik terang dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia. Dengan telah ditemukannya Suprianto, operasi SAR untuk mencari nelayan yang hilang tersebut resmi dihentikan.(hiek)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG PANGANDARAN