Kapan Cedera Cukup Istirahat dan Harus ke Dokter? Ini Penjelasan RSUD Pandega Pangandaran

 

5 September 2026 08:33

 

PANGANDARANNEWS.COM — Cedera akibat aktivitas fisik maupun kecelakaan sering kali menimbulkan keraguan bagi penderitanya. Sebagian orang memilih membiarkannya pulih sendiri dengan beristirahat di rumah, sementara yang lain langsung memeriksakannya ke fasilitas  kesehatan. UnduhPanduan Wisata

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran membagikan panduan mengenai kriteria cedera yang masih bisa dipantau secara mandiri di rumah serta tanda-tanda darurat yang mengharuskan penderita segera berkonsultasi dengan dokter medis.

Kondisi Cedera yang Cukup Dipantau di Rumah

Menurut edukasi RSUD Pandega Pangandaran, tidak semua cedera membutuhkan penanganan medis darurat. Tubuh memiliki mekanisme alami untuk memulihkan diri jika tingkat cederanya tergolong ringan.

Beberapa indikasi bahwa kondisi tubuh masih bisa dipantau di rumah antara lain:

Nyeri Ringan: Rasa sakit masih tergolong ringan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan.

Tidak Ada Pembengkakan: Bagian tubuh yang cedera tidak mengalami pembengkakan berat atau memar parah.

Fungsi Gerak Normal: Sendi atau anggota tubuh masih dapat digerakkan serta digunakan berjalan dengan normal. 

Untuk penanganan awal pada cedera ringan, penderita disarankan melakukan istirahat, kompres dingin pada area terdampak, serta menjaga posisi tubuh agar tetap aman.

Gejala Darurat yang Membutuhkan Penanganan Dokter

Meskipun istirahat penting, terdapat sejumlah tanda peringatan yang menunjukkan bahwa cedera telah melibatkan struktur jaringan atau tulang yang lebih serius. RSUD Pandega imbau agar penderita segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi berikut: LanggananJurnal Medis

Nyeri Sangat Berat: Rasa sakit hebat yang tidak kunjung mereda.

Perubahan Bentuk Anggota Tubuh: Terjadi deformitas atau kelainan bentuk pada tulang/sendi yang cedera.

Bengkak Hebat: Pembengkakan berkembang pesat dan tampak parah.

Sendi Sulit Digerakkan: Terjadi keterbatasan gerak total atau kesulitan menggerakkan sendi.

Layanan Spesialis Ortopedi di RSUD Pandega

Jika keluhan cedera tidak membaik atau kian memburuk, penanganan medis yang tepat dari dokter spesialis sangat diperlukan. RSUD Pandega Pangandaran menyediakan layanan konsultasi dan penanganan cedera bersama Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, dr. Rosyad Nur Khadafi, Sp.O.T.

Layanan praktek poli orthopaedi di RSUD Pandega beroperasi setiap hari Senin hingga Jumat. Pendaftaran pasien dapat dilakukan pada pukul 07.00–11.00 WIB (Senin–Kamis), 07.00–10.00 WIB (Jumat), serta 07.00–10.30 WIB (Sabtu). Adapun untuk penanganan kasus gawat darurat, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pandega siap melayani selama 24 jam.


 RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Ancaman Mikroorganisme di Tempat Kerja


 

6 September 2026 08:27

 

PANGANDARANNEWS.COM — Tempat kerja yang terlihat bersih dan rapi ternyata belum tentu bebas dari ancaman  kesehatan.  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran mengimbau para pekerja untuk lebih mewaspadai keberadaan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang kerap bersarang di area kantor tanpa disadari. UnduhPanduan Wisata


Melalui unggahan di akun media sosial resminya, pihak RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan bahwa mikroorganisme tak terlihat ini berpotensi mengganggu kesehatan jika lingkungan kerja tidak dijaga kebersihannya secara rutin.


Sarang Bakteri dan Jamur di Area Kantor

RSUD Pandega mencatat, bakteri dan jamur dapat tumbuh subur di area-area yang sering disentuh maupun lokasi yang memiliki kelembapan tinggi serta sirkulasi udara yang buruk.


Bakteri umumnya berkembang biak pada peralatan kerja yang sering digunakan bersama atau jarang dibersihkan. Beberapa area dan benda yang rentan menjadi sarang bakteri meliputi:


Keyboard, mouse, dan telepon kantor

Gagang pintu, tombol lift, dan mesin absensi

Area pantry, dispenser, hingga kulkas bersama

Meja kerja yang jarang disalin atau dibersihkan

 

Sementara itu, jamur lebih sering ditemukan di lingkungan berkelembapan tinggi atau tempat dengan aliran udara yang tersumbat, seperti:


Filter dan saluran AC yang kotor

Dinding atau plafon lembap akibat kebocoran

Karpet yang berdebu dan lembap

Ruang arsip atau gudang dengan sirkulasi udara buruk

Langkah Pengendalian dan Pencegahan

Untuk mencegah risiko penularan penyakit akibat mikroorganisme di tempat kerja, RSUD Pandega Pangandaran membagikan beberapa tips pencegahan dan pengendalian yang dapat diterapkan oleh pengelola kantor maupun pekerja:


Rutin Bersihkan Peralatan Kerja: Lap dan sanitasi keyboard, mouse, telepon, serta permukaan meja secara berkala.

Perawatan AC Berkala: Lakukan pembersihan filter dan saluran pendingin ruangan (air conditioner) secara rutin untuk mencegah penumpukan jamur.

Atur Kelembapan Ruangan: Segera perbaiki kebocoran pada dinding atau plafon serta jaga kelembapan udara agar tetap ideal.

Menjaga Kebersihan Fasilitas Bersama: Pastikan kebersihan area pantry dan toilet tetap terjaga.

Terapkan Perilaku Hidup Bersih: BIasakan mencuci tangan dengan sabun/sanitizer serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar di tempat kerja.

Baca juga:  RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Laporkan Dugaan Pungli dan Gratifikasi Melalui WBS

Pihak RSUD Pandega mengingatkan bahwa lingkungan kerja yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga menjadi investasi penting bagi kesehatan bersama seluruh karyawan.


 RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Sakit Kepala Mendadak Bisa Jadi Tanda Awal Stroke

 

PANGANDARANNEWS.COM  – Sakit kepala yang datang secara tiba-tiba dan terasa berat sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan biasa. Kondisi tersebut, terlebih jika disertai gejala lain, bisa menjadi tanda adanya gangguan saraf hingga gejala awal stroke.

Hal itu disampaikan RSUD Pandega Pangandaran dikutip Senin (7/9/2026), melalui edukasi kesehatan yang dibagikan melalui akun Instagram resminya, @rsud_pangandaran. Edukasi tersebut mengajak masyarakat lebih mengenali tanda-tanda stroke agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Dalam informasi yang dibagikan, sakit kepala mendadak dan berat menjadi salah satu gejala yang perlu diwaspadai. Masyarakat juga diminta memperhatikan apabila sakit kepala disertai kebas atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu.

Untuk memudahkan masyarakat mengenali gejala stroke, RSUD Pandega menggunakan pengingat "SEGERA Ke RS".

"SE" merujuk pada senyum tidak simetris, "GE" berarti gerak salah satu sisi melemah, sedangkan "RA" merupakan bicara pelo atau sulit bicara.

Sementara itu, "Ke" mengingatkan masyarakat terhadap kebas atau kesemutan pada separuh tubuh, "R" untuk rabun atau gangguan pandangan pada satu mata, dan "S" menunjukkan sakit kepala yang hebat.

Gejala-gejala tersebut perlu direspons dengan cepat. RSUD Pandega menekankan bahwa semakin cepat seseorang dengan gejala stroke mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk memperoleh hasil pemulihan yang lebih baik.

"Jangan tunggu gejala hilang sendiri," demikian pesan yang disampaikan dalam materi edukasi tersebut.

RSUD Pandega juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan sakit kepala yang muncul tiba-tiba, khususnya ketika disertai gangguan pada gerak, bicara, penglihatan, maupun sensasi pada tubuh.

Masyarakat yang menemukan gejala yang mengarah pada stroke dianjurkan segera mendapatkan pertolongan medis dan tidak menunggu kondisi membaik dengan sendirinya.


Gasantana Gaet Tim Ahli Cagar Budaya, Usut Tuntas Pengrusakan Situs Lingga Yoni Gunung Payung Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Perusakan situs cagar Lingga Yoni di Gunung Payung, Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, menuai keprihatinan luas. Salah satunya Galunggung Sakti Nusantara Kencana ( Gasantana), sebuah   komunitas independen yang berfokus pada konservasi lingkungan dan pelestarian alam merespons peristiwa ini secara serius dan berkomitmen memastikan pelestarian cagar budaya tidak tergerus di masa depan.

Saat diminta tanggapannya, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Asep Zaini, S.Pd, mengaku keprihatin dengan tindakan oknum perusakan Lingga Yoni yang diduga kuat sebagai benda cagar budaya. Dinas Kebudayaan pun segera menerjunkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), tim multidisiplin yang terdiri dari arkeolog, ahli biologi, hingga sejarawan untuk melakukan kajian lapangan secara komprehensif dan identifikasi mendalam guna penyelamatan situs tersebut.

"Kami meminta kerjasama kolektif dari seluruh masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan alam serta situs bersejarah di Gunung Payung, Karangjaya," tegas Asep. (07/09/2026).

Hal senada disampaikan Ketua Gasantana, Hadi Permana, menurutnya ia merasa juga prihatinan atas perusakan tersebut.

"Oknum pelaku yang merusak situs ini jelas bukan orang berbudaya karena tindakannya tidak beradab," tutur Hadi.

Gasantana dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen untuk mengawal proses ini hingga tuntass, kelestarian warisan leluhur adalah tanggung jawab kita bersama. Dan siapa pun yang merusaknya, harus dipertanggungjawabkan di jalur hukum.

Sementara pemerhati Budaya dan Situs, Ki Acep Aan, mengingatkan bahwa perusakan ini tidak bisa dibiarkan.

Aturan situs ini diatur undang-undang nomer 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, dan tindakan perusakan di ini diancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

"Pelaku perusakan cagar budaya diancam pidana minimal penjara 1 tahun dan denda minimal Rp500 juta," jelasnya. (@mirsaripudin).

 

Melalui Yayasan GSN, Presiden RI Prabowo Subianto Bagikan 160 Unit Becak Listrik Di Ciamis

PANGANDARANNEWS.COM/CIAMISNEWS — Ratusan penarik becak di Kabupaten Ciamis mendapat bantuan becak listrik dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Acara penyerahan sejumlah 160 becak listrik ini ditandai dengan pelepasan dan pemberian bendera secara simbolis, yang dihadiri oleh Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan (Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN), Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, jajaran Pemkab Ciamis, serta ratusan pengayuh becak penerima manfaat. (06/09/2026).

Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan dalam sambutannya menjelaskan, program becak listrik ini dirintis oleh Yayasan GSN untuk membantu masyarakat yang menggantungkan hidup dari tenaga fisik, dan program ini juga telah dijalankan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Program ini bertujuan untuk meringankan beban bapak-bapak pengayuh becak, meningkatkan pendapatan dan dalam menjalankan usahanya lebih ringan," ungkapnya.

Firman menegaskan aturan yang harus dipatuhi para penerima, antara lain becak ini tidak boleh dijual, disewakan maupun dipindahtangankan.

"Rawatlah dan gunakan untuk mencari rezeki," tegas Firman.

Sementara saat mencoba langsung becak listrik tersebut, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, mengatakan bahwa penggunaannya sangat mudah dan sangat ringan.

"Terima kasih Bapak Presiden, semoga becak ini membawa keberkahan dan kemudahan bagi para pengayuh di Ciamis," ujar Herdiat.

Selain mendapatkan becak listrik, para penerima juga mendapat paket Sembako dan uang Transportasi (Bantuan berkat dukungan Bank BJB dan Baznas)

Salah satu penerima, Elon, mengaku senang serta berterimakasih atas bantuan yang diterimanya ini.

Elon berharap, langkah nyata ini menjadi awal kesejahteraan yang lebih baik bagi para pengayuh becak di Kabupaten Ciamis.

"Semoga rezeki kami bertambah dan kehidupan pun semakin sejahtera," ucapnya. (@nwarwaluyo).

 

Hari Ini Kapolda Jabar Hadiri Undangan Pangandaran Air Show 2026

PANGANDARANNEWS.COM – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menghadiri undangan kegiatan Pangandaran Air Show 2026 yang digelar di Susi International Beach Strip, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan kedirgantaraan bergengsi ini diselenggarakan bersama tokoh nasional sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014–2019, Susi Pudjiastuti.

​Turut hadir dalam acara pada hari ini sejumlah pejabat tinggi, tokoh penting, dan jajaran Forkopimda. Di antaranya adalah Gubernur Jawa Barat, Irjen Kemenimipas Komjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., Wakapolri periode 2011–2013 Komjen Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna, serta Komandan Lanud (Danlanud) Wiriadinata Tasikmalaya.

​Dari jajaran Forkopimda Kabupaten Pangandaran, hadir secara langsung Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., beserta Dandim 0625/Pangandaran. Acara ini juga mengundang antusiasme para pengusaha kedirgantaraan Indonesia yang turut meramaikan dan mendukung jalannya kegiatan.

​Kehadiran Kapolda Jabar beserta seluruh jajaran kepolisian dan pejabat terkait menjadi wujud nyata dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan penerbangan sekaligus event pariwisata berskala nasional di wilayah hukum Polres Pangandaran.

​Pangandaran Air Show 2026 merupakan kegiatan yang digagas oleh Susi Air dan berlangsung selama 4–6 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 60 pesawat dan paramotor dari berbagai organisasi, klub, serta komunitas penerbangan di Indonesia.

​Pada acara utama Sabtu (5/9/2026), masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan berbagai atraksi udara, termasuk pertunjukan aerobatik dan manuver penerbangan lainnya yang dilakukan oleh pilot serta atlet profesional.

​Selain atraksi udara, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Joy Flight yang dijadwalkan mulai pukul 16.00 WIB serta Public Walkaround pada pukul 17.00 WIB, sehingga masyarakat dapat melihat pesawat-pesawat tersebut dari jarak dekat.

​Sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, penyelenggara, dan seluruh tokoh yang hadir diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan masyarakat.

​Pangandaran Air Show 2026 tidak hanya menjadi ajang edukasi untuk memperkenalkan dunia penerbangan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mendorong sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Selama kegiatan berlangsung, jajaran Polres Pangandaran bersama unsur terkait terus bersiaga melakukan pengamanan maksimal guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif. (@ntonAS)

Sejumlah Pedagang Sayangkan, Penertiban PKL di Kompleks Dadaha Tasik Terkesan Tebang Pilih

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Kebijakan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kompleks Dadaha Kota Tasikmalaya, kini menuai kritik tajam dari masyarakat. Warga mempertanyakan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya, yang dinilai tidak konsisten dan tebang pilih dalam menertibkan pedagang yang menempati area publik.


Seperti disampaikan salah seorang pengunjung yang enggan menyebutkan namanya, dirinya mengaku kecewa pasalnya beberapa waktu lalu PKL tersebut selalu ditertibkan. Tapi sekarang terkesan dibiarkan begitu saja, padahal di Kompleks Dadaha masih banyak yang berjualan baju dan dagangan lain baik di sepanjang jalan atau pun di bahu jalan bahkan di trotoar.

"Kalau pemerintah mau menertibkan, jangan tebang pilih tertibkan semua, trotoar dan bahu jalan itu bukan tempat berjualan tapi itu hak pejalan kaki," tegasnya. (05/09/2026)

Keluhan warga ini semakin menguat, karena terlihat jelas masih banyaknya pedagang yang menempati area yang seharusnya bebas dari aktivitas jual beli. Sementara di sisi lain, penertiban hanya difokuskan pada area jalur jogging track saja. Para pedagang lainnya pun kini menuntut kesetaraan dalam penegakan peraturan daerah, agar tidak ada kesan pilih kasih dalam penertiban.

Ia juga mempertanyakan, kenapa hanya area jogging track yang ditertibkan sementara pedagang yang di trotoar dan bahu jalan dibiarkan saja.

"Kalau tujuannya ingin menata kota, tata semua dengan rapi dan jangan tebang pilih," ucapnya.

Sayang hingga saat ini belum ada keterangan resmi disampaikan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui UPTD Dadaha, terkait keluhan masyarakat ini. (@mirsaripudin).

Warga Di Wilayah Tasik Selatan Bersyukur, Jalan Cikatomas - Cikalong Kini Telah Mulus

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Rasa syukur disampaikan warga Tasik Selatan atas terealisasinya perbaikan Jalan Lintas Cikatomas–Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Jalan penghubung dua kecamatan itu yang sebelumnya rusak dan berlubang kini telah mulus beraspal, lurus, dan nyaman dilalui.

Perubahan ini pun disambut antusias warga karena menjadi akses utama mobilitas dan perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan.

"Alhamdulillah kini jalan lintas Cikatomas sudah terealisasi, terima kasih Bapak Bupati," ujar seorang warga yang melintas di lokasi. (05/09/2026)

Warga lainnya pun menilai, perbaikan jalan ini membuktikan keseriusan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun infrastruktur hingga ke pelosok desa.

Jalan wilayah Tasik Selatan Cikatomas–Cikalong, ujarnya, sekarang sudah terwujud. Semoga pembangunan ini terus berlanjut dan semakin merata ke seluruh penjuru Kabupaten Tasikmalaya," ucap salah seorang warga.

Dengan perbaikan jalan ini, warga pun berharap dapat memperlancar arus transportasi, menekan biaya perjalanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Cikatomas dan Cikalong.

"Diharapkan jalan yang baru diperbaiki ini dapat terus dirawat dan menjadi awal dari pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya," ungkapnya. (@mirsaripudin).

Jadi Kado HUT RI Ke 81, Seorang Pengusaha Ayam Bangun Jalan Di Desa Sarimanggu

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Warga Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya menerima kado istimewa di HUT RI ke-81. Jalan penghubung sepanjang 98 meter yang menghubungkan Desa Sarimanggu dan Desa Karangmekar kini telah mulus beraspal, dilengkapi pintu gerbang dan pagar pembatas bernuansa merah putih.

Pembangunan jalan ini digagas dan didanai sepenuhnya oleh pengusaha ayam asal Kampung Rancapetir, Rohman, bukan asli warga Desa Sarimanggu.

Kepada Pangandaran News, Rohman mengatakan, sesuai keinginan masyarakat sekarang perbaikan jalan ini kini sudah terwujud.

Ia mengungkapkan, sebagai rasa terimakasih dan menitipkan diri karena ikut membuka usaha di sini.

"Semoga dengan terbangunnya jalan ini, perekonomian masyarakat Desa Sarimanggu semakin tumbuh dan berkembang," ujar Rohman. (04/09/2026)

Kepala Desa Sarimanggu, Indra, mewakili pemerintah desa dan warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut dengan simbolis menyerahkan bingkisan sebagai tanda terima kasih kepada Rohman.

Warga pun, kata Indra, berterimakasih kepada Rohman yang telah membantu membangun jalan sepanjang 98 meter.

"Kepedulian ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dapat menumbuhkan perekonomian desa," kata Indra.

Indra pun berharap oembangunan jalan 98 meter ini bisa memperlancar akses transportasi,  mempermudah distribusi hasil pertanian dan peternakan serta meningkatkan keindahan desa.

"Langkah Pak Rohman ini juga diharapkan dapat menginspirasi pihak lain untuk turut peduli terhadap pembangunan di lingkungan sekitar," imbuhnya.

Sementara menurut salah seorang warga,
sebelumnya jalan tersebut sempit, berlubang, dan sulit dilalui terutama saat musim hujan. Namun kini kondisinya berubah total menjadi mulus dan aman untuk kendaraan, dan ini semua berkat kepedulian Rohman yang notabene bukan warga asli Sarimanggu.

Warga mengaku bersyukur serta berterima kasih kepada Rohman, karena jalan yang dulunya sempit, berlubang, dan sulit dilalui, kini mulus dan nyaman.

"Semoga usaha beliau semakin berkembang, berkah, dan diberi kesehatan," tuturnya. (@nwarwaluyo)

Pencapaian Luar Biasa, 450 Peserta Se-Kecamatan Cikatomas Ikut LT II & Gladi Terampil

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Sebuah pencapaian prestasi ditorehkan Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cikatomas, dalam kegiatan Latihan Tingkat II (LT II) dan Gladi Terampil yang berlangsung di Lapang Gebang, Desa Pakemitan Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam kegiatan yang diikuti 450 peserta dari jenjang SD, MI, MTs, hingga SMP Negeri dan Swasta se-kecamatan, gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cikatomas mencatat rekor partisipasi luar biasa

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026, dan resmi dibuka Mabiran Heru Nooryosana serta dihadiri langsung oleh Ketua Harian Kwarcab Tasikmalaya, E. Koswara serta jajaran unsur pimpinan lainnya.

Dengan mengusung tema "Dengan Semangat Dasa Dharma, Kita Wujudkan Penggalang Cikatomas yang Berkarakter, Terampil, dan Berjiwa Pancasila" ini hasil kerjasama & Kemitraan antara PC PGRI Cikatomas, LJN, BPR Arta Galunggung dan bank BJB.

Dalam sambutannya, Ketua Harian Kwarcab Tasikmalaya, E. Koswara, menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas antusiasme yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Koswara juga merasa bersyukur karena dari sekian banyak kecamatan, Cikatomas kini mencatatkan rekor partisipasi tertinggi dengan 450 sekolah turut berpartisipasi.

Dan Ini, kata Koswara, membuktikan bahwa semangat Pramuka di Cikatomas benar-benar hidup dan menyatu di setiap sekolah.

"Teruslah berprestasi, jadikan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, berakhlak, dan berjiwa Pancasila," ucapnya. (04/09/2026)

Sementara Sekretaris Kwarran Cikatomas, Andi, kepada Pangandaran News menjelaskan tujuan jangka panjang kegiatan ini.

Andi mengatakan, para juara dari tingkat kecamatan ini nantinya akan dibawa untuk berlaga di tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang direncanakan akan digelar pada bulan Desember 2026.

"Semoga persiapan berjalan lancar dan Cikatomas mampu menorehkan prestasi terbaik di tingkat kabupaten," kata Andi

Masih di tempat yang sama, Ketua PGRI Kecamatan Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd,
🎙️ KATA KETUA PC PGRI CIKATOMAS — NANA SUKMANA, S.Pd, menambahkan, pihaknya sangat mendukung kegiatan Pramuka LT II ini.

Melalui kegiatan ini, imbuhnya, siswa tidak hanya belajar keterampilan tetapi juga melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan kepemimpinan.

"Semoga sinergi antara sekolah, PGRI, dan Kwarran Cikatomas terus terjalin dengan baik demi kemajuan generasi muda kita," ungkapnya. (@mirsaripudin)

Ketua DPRD Pangandaran Sebut, Untuk Persiapan Pembangunan Jembatan Pongpet Harus Sejak Dini

PANGANDARANNEWS.COM - Saat turun langsung ke lokasi bersama para anggota Komisi III, H. Adang dan Supratman, S.IP, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin menyampaikan belasungkawa terkait insiden Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Mergajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, yang terjadi saat peresmian pada beberapa hari lalu.

Kehadiran para Wakil Rakyat ini, menurutnya, sebagai bentuk tindak lanjut atas rencana pengalihan penanganan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pembangunan kembali akses Jembatan tersebut.

"Atas nama Pemkab Pangandaran, kami mengucapkan terima kasih atas respons cepat dari Gubernur Jawa Barat, KDM  yang sigap terhadap kebutuhan masyarakat khususnya di Kabupaten Pangandaran,” kata Asep. (03/09/2026)

Asep mengatakan, rencana pembangunan Jembatan yang disampaikan Gubernur Jawa Barat ini harus ditindaklanjuti secara serius dan cepat oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran terutama jika nantinya Jembatan tersebut dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

Asep juga menilai, keberadaan Jembatan yang nantinya bisa dilalui kendaraan roda empat tidak hanya menjadi akses penghubung Masyarakat akan tetapi juga berpotensi menjadi penggerak Perekonomian dan Pariwisata di wilayah tersebut.

Asep berharap apa yang direncanakan oleh Gubernur Jawa Barat segera terlaksana. Dan nantinya jembatan ini tidak hanya dilalui kendaraan roda dua, tetapi juga bisa dilewati untuk roda empat.

"Sehingga jembatan ini betul-betul menjadi akses perekonomian sekaligus menjadi lokasi wisata untuk wisatawan yang akan berkunjung,” ujarnya.

Asep menyebutkan, kawasan di sekitar jembatan memiliki banyak potensi Wisata yang cukup besar. Seperti, di seberang lokasi terdapat Kampung Badud yang memiliki kekhasan tradisi di wilayah Margacinta, Cibunian serta untuk aktivitas wisata body rafting memiliki peluang untuk terus dikembangkan.

Ia juga mengaku optimistis dan yakin, kalau roda empat bisa masuk jembatan ini akan mampu mendongkrak ekonomi warga.

Disoal rencana pembangunan jembatan kembali, Asep menjelaskan, rencananya ada di tahun 2027.

"Namun persiapannya harus mulai sejak sekarang," tegasnya.

Dan pemerintah daerah, kata Asep, perlu menangkap rencana tersebut sebagai peluang untuk melakukan berbagai persiapan teknis dan administratif. Diantaranya, pelebaran jalan, Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin), persiapan badan jalan hingga pembangunan tembok penahan tanah (TPT) yang harus direncanakan secara matang.

Yang disampaikan oleh KDM selaku Gubernur Jawa Barat, menurut Asep, rencananya akan di mulai tahun 2027. Maka dari itu DPRD Pangandaran mengajak Pemerintah Daerah untuk menangkap sinyal tersebut.

"Apa yang harus dilakukan, mulai dari pelebaran jalan, Amdal Lalin dan seterusnya harus segera dipersiapkan," imbuhnya.

Asep juga menekankan akan pentingnya kajian teknis sebelum pembangunan dilakukan. Kondisi tanah dan struktur bebatuan di lokasi harus terlebih dahulu diuji agar pembangunan Jembatan ini nantinya benar-benar aman, nyaman, dan sesuai dengan kondisi lapangan.

           Secara prinsip harus dilakukan uji kelayakan terlebih dahulu terhadap kondisi tanah dan bebatuan. Saya kira ini menjadi rujukan untuk pembangunan tahun 2027,” tegasnya.

Namun Asep menilai, persiapan ini tidak boleh dilakukan menjelang pembangunan saja sehingga pemerintah daerah perlu menyiapkan seluruh kebutuhan pendukung sejak jauh-jauh hari.

"Termasuk akses jalan menuju Jembatan dan infrastruktur penunjangnya," pungkasnya. (hiek)

          

Tanggapi Dugaan Perusakan Situs Gunung Payung Karangjaya, Gasantana Berkodinasi Dengan Disdikbud Tasikmalaya

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Pelestarian situs dan jejak peradaban Sunda merupakan tanggung jawab kolektif, nilai sejarah, budaya, dan filosofis yang terkandung di dalamnya merupakan identitas yang membentuk karakter masyarakat masa kini dan masa depan.

Namun keprihatinan kini menyelimuti dunia pelestarian budaya Kabupaten Tasikmalaya, menyusul adanya dugaan perusakan situs purbakala Gunung Payung di Desa Karangjaya Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya.

Berdasarkan laporan yang diterima pada Rabu, 2 September 2026, ditemukan dugaan perusakan terhadap situs purbakala berupa Lingga-Yoni di kawasan Gunung Payung Karangjaya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Kamis, 3 September 2026, tim Gasantana yang bergerak di bidang ekspedisi penelitian dan pelestarian alam dengan dipimpin langsung oleh Ketua Gasantana Hadi Permana didampingi Bunda Sumiati, mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya untuk melakukan koordinasi resmi.

Kepada Pangandaran News,
Hadi Permana menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan ketentuan hukum yang berlaku.

Tindak pidana perusakan situs di Indonesia, jelas Hadi,  diatur dalam UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dan berdasarkan KUHP, pelaku perusakan fasilitas umum dapat diancam pidana penjara 2 tahun 8 bulan dan denda. Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Pelaku perusakan sarana dan prasarana kebudayaan diancam pidana maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar," tegas Hadi.

Ia mengaku merasa sangat prihatin atas tindakan oknum yang merusak situs Lingga-Yoni di Gunung Payung, serta menyesalkan tindakan tersebut.

Sementara seorang Pemerhati Situs dan Lingkungan Alam Priangan Timur, Ki Acep Aan menegaskan pentingnya langkah konkret perlindungan situs.

Menurutnya, perawatan dan perlindungan situs/cagar budaya adalah tanggung jawab kolektif bersama pemerintah dan warga masyarakat sekitar. Artinya, perlu pengawasan yang serius oleh pihak Dinas dan Desa untuk mengawasi orang-orang yang masuk ke wilayah Gunung Payung.

"Sebaiknya dibuat petugas khusus untuk mendata identitas siapa saja yang berkunjung ke sana," ujar Ki Acep.

Saat diminta komentarnya, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya menyambut baik laporan dan koordinasi dari Gasantana.

"Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menyusun langkah-langkah strategis berkelanjutan untuk perlindungan situs tersebut," ucap salah seorang perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tasikmalaya.

Ia mengatakan, fungsi utama Dinas Kebudayaan dalam perawatan situs dan cagar budaya adalah melaksanakan perlindungan, pemeliharaan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya bangsa.

Ia menyebut warisan leluhur ini bukan milik perorangan tapi milik seluruh bangsa, dan menjaganya adalah kewajiban kita semua.

"Merusaknya sama dengan merusak identitas kita sendiri," tandasnya. (@mirsaripudin)

Ukir Prestasi di PORSADIN ke-10 & Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten, Desa Sarimanggu Beri Bingkisan Pada 12 Utusan Desa

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS - Bertepatan dengan Pengajian Bulanan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, memberikan bingkisan kepada 12 utusan desa yang telah berjuang dan menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Dasar Islam (PORSADIN) ke-10 sekaligus Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula desa ini dihadiri para utusan perwakilan, tokoh masyarakat, dan jamaah dari berbagai kampung. Suasana penuh kebahagiaan, terasa saat bingkisan diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para utusan yang telah mengharumkan nama desa.

Saat dihubungi lewat telepon selulernys, Kepala Desa Sarimanggu, Indra, mengaku bersyukur dan bangga karena para utusan Desa Sarimanggu berhasil mengharumkan nama desa di ajang PORSADIN ke-10 dan Hazanah ke-3 Tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

"Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi, menjaga semangat keagamaan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga," ungkapnya. (02/09/2026)

Melalui PORSADIN ke 10 ini, kata Indra, pihaknya ingin menumbuhkan semangat berprestasi sekaligus memperkuat akhlak keagamaan.

"Olahraga dan seni yang berlandaskan iman itulah yang kami harapkan tumbuh di Desa Sarimanggu," imbuhnya.

Indra berharap depannya Pemerintah Desa Sarimanggu semakin maju dalam bidang keagamaan, olahraga, maupun seni.

"Dan semoga kebersamaan yang terjalin ini semakin kokoh dan prestasi yang diraih pun menjadi berkah bagi masyarakat," ucapnya. (@nwarwaluyo)

Iin, Potret Kehidupan Keluarga Di Desa Margalaksana, Meski Rumah Tak Layak Huni Namun Semangat Hidupnya Tak Pernah Padam

PANGANDARANNEWS.COM/TASIKNEWS — Di balik hamparan hijau pedesaan Kabupaten Tasikmalaya, tersembunyi kisah ketabahan sebuah keluarga di Kampung Sukamaju, Desa Margalaksana Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.

Lelaki tua bernama Iin (55), hidup dalam keterbatasan fasilitas. Mereka tetap teguh memegang nilai kesederhanaan, dan kebersamaan.

Saat Pangandaran News menjambangi kediamannya, kondisi rumah yang ditempati dinilai tidak layak huni. Bangunan beratap genteng tanah liat yang mulai usang, dinding semen yang belum diplester rapi dan teras yang difungsikan sebagai ruang kegiatan sehari-hari menjadi pemandangan yang terlihat.

Iin, sebagai kepala keluarga tampak tenang meski wajahnya merekam jejak panjang perjuangan. Garis keriput di wajahnya menjadi bukti, ia terus berjuang menafkahi keluarga di tengah segala keterbatasan.

Di dalam rumah, barang-barang kebutuhan tersusun seadanya. Tumpukan kayu bakar untuk memasak masih tersimpan di sudut ruangan, akses menuju rumahnya pun masih berupa jalan tanah yang belum beraspal.

"Kemewahan bukan tujuan kami, yang penting cukup makan, hidup rukun, dan bisa saling membantu," ujarnya. (02/09/2026)

I i n
Kehidupan seperti ini ternyata bukan hal baru di desa-desa Kabupaten Tasikmalaya, anak-anak tumbuh dengan kemandirian sejak dini dan gesit membantu pekerjaan rumah tangga. Sementara orang tua, bekerja keras apa adanya demi masa depan keluarga.

Kisah sederhana keluarga Iin ini menjadi cermin ketangguhan masyarakat pedesaan di Kabupaten Tasikmalaya, di tengah segala keterbatasan namun semangat untuk terus melangkah dan menjaga keutuhan keluarga tidak pernah luntur.

"Semoga perjuangan dan kesederhanaan ini membawa berkah, serta membuka jalan bagi kehidupan yang lebih layak di masa depan," ungkapnya. (@mirsaripudin)

 

WISATA BODY RAFTING CITUMANG P[ANGANDARAN

WISATA BODY RAFTING CITUMANG P[ANGANDARAN